Minggu, 19 April 2020

BUPATI BOGOR PASTIKAN BANTUAN KE WARGA TERIMBAS PSBB DI KIRIM SEBELUM PUSA

Bogor - 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor akan menyerahkan bantuan sosial untuk warga yang terdampak kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Bupati Bogor Ade Yasin memastikan pendistribusian bantuan akan dilakukan sebelum memasuki bulan Ramadhan.

"Bantuan sudah disiapkan. Insyaallah sebelum puasa akan kita turunkan ke masyarakat," kata Ade kepada wartawan, Minggu (19/4/2020).

Ade mengatakan bantuan tersebut berupa beras sebanyak 30 kilogram (kg) per kepala keluarga (KK). Untuk penyalurannya, sebut dia, Pemkab Bogor akan dibantu jajaran TNI-Polri guna menghindari kerumunan.

"Berupa beras 30 kg untuk satu KK. Jadi kami juga akan berkoordinasi dengan TNI-Polri untuk pengirimannya. Jadi kita beli beras ke Bulog, dari Bulog kita berkoordinasi diangkut oleh truk-truk polisi dan tentara nanti dibagikan. Kita kerja sama dengan aparat supaya pembagiannya tidak ribut," jelas Ade.

Ade mengungkapkan Pemkab Bogor mengalokasikan anggaran sebesar Rp 188 miliar untuk penyerahan bantuan selama tiga bulan ke depan. Pemberian bantuan akan difokuskan kepada masyarakat rentan miskin yang terdampak virus Corona.

"Anggarannya Rp 188 miliar untuk 3 bulan. Jadi, sekitar 200 ribu yang gelombang pertama. Nanti ada kekurangannya pun sebetulnya ini masih bisa dialokasikan. Adapun ketika kurang nanti bisa kita tambahkan, yang penting terjaring dulu mana yang terdampak dan rentan miskin," ujar Ade.

Sabtu, 18 April 2020

Nurdiansyah, seorang perawat dari Rumah Sakit (RS) Sulianti Saroso bercerita tentang kesehariannya merawat pasien Corona (COVID-19).

Jakarta - 

Nurdiansyah, seorang perawat dari Rumah Sakit (RS) Sulianti Saroso bercerita tentang kesehariannya merawat pasien Corona (COVID-19). Dia bercerita mengenai kegiatan sehari-harinya menjaga dan memberi motivasi pasien Corona agar bangkit dan sembuh.

"Teman saya ada yang sampai 4 jam karena pasien yang masih tidak berani kita keluar. Kita membuat motivasi pasien, mentalitas kami kuatkan, pasien pegang tangan kita, kita ajarkan teknik nafas ketika sesak. Kita anjurkan nonton yang positif," kata Nurdiansyah melalui siaran langsung dari kanal Youtube BNPB, Minggu (19/4/2020).

"APD (alat pelindung diri) ini kita pakai di ruang ganti, persiapan pasien sudah masuk ke ruangan pasien. Satu ruangnya biasanya 2-3 perawat. Ketika sampai di pasien, tergantung jumlah orang dan tindakan. Satu pasien bisa satu jam kalau tindakannya banyak, misal ganti infus, pemeriksaan jantung, dan sebagainya," imbuhnya.

Dia juga menceritakan tugas sehari-harinya yang senantiasa mendengar kebutuhan pasien lewat monitor yang disediakan di ruang perawat. Menurutnya itu adalah kewajiban dari seorang perawat.

Nurdiansyah juga bicara pentingnya alat pelindung diri (APD) bagi perawat. Setiap menangani pasien dia juga memakai APD lengkap hal itu untuk mengantisipasi penularan Corona.

"Setelah itu kita lakukan pelaporan dan lihat pasien di monitor. Kita lihat di kamar pasien dan di sini kita lihat pasien dari monitor. Kita bicara lewat monitor, nanti kalau butuh apa-apa kita masuk untuk lakukan perawatan. Apakah jadwal pasien ganti baju, ganti infus, dan sebagainya. Kebetulan saya di ruang rawat inap, jadwal dinasnya pagi, siang, malam," katanya.

"Setelah kita siapkan kebutuhan pasien baru kita siapkan obatnya. Setelah kita ke pasien mandi, kemudian ganti baju ini. Setelah kita siapkan obat dan makanan, baru kita ke pasien dengan APD lengkap," sambungnya

Ratusan cacing tanah tiba-tiba muncul di kawasan Pasar Gede Solo pagi tadi

Solo - 

Ratusan cacing tanah tiba-tiba muncul di kawasan Pasar Gede Solo pagi tadi. Apa yang memicu kemunculan cacing tanah misterius ini?

Kemunculan cacing tanah misterius ini banyak dihubungkan netizen dengan penyemprotan disinfektan yang masif saat pandemi virus Corona atau COVID-19. Namun, pakar Lingkungan Hidup Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Prabang Setyono, tidak sepakat dengan dugaan tersebut.

"Kalau disinfektan kan seperti spray, saya kira bukan. Kecuali kalay disinfektan disemprot di satu titik dengan jumlah besar mungkin langsung keluar. Tapi ini kejadiannya di berbagai tempat, jadi saya kira bukan," kata Prabang kepada wartawan, Sabtu (18/4/2020).

Menurutnya, cacing akan keluar dari tanah secara alami jika ada perubahan kondisi tanah secara drastis. Dia menyebut peristiwa kali ini berbeda dengan kondisi sebelumnya.

"Biasanya kalau kelembaban tanah berubah drastis, atau kalau di dalam tanah panas, maka dia keluar. Tapi tahun ini sepertinya ada anomali," katanya.

Dia justru melihat peristiwa itu logis jika dihubungkan dengan fenomena banyaknya gunung berapi yang aktif secara bersamaan. Namun. dia mengaku belum melakukan penelitian mendalam.

Amien Rais bersama 23 orang lainnya menggugat Perppu Corona ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Jakarta - 

Politikus PAN Amien Rais bersama 23 orang lainnya menggugat Perppu Corona ke Mahkamah Konstitusi (MK). Menko Polhukam Mahfud Md mempersilakan. Dia menyebut Peraturan Perundang-undangan (Perppu) Nomor 1 tahun 2020 itu dibuat untuk menjaga masyarakat dari keterpurukan sosial dan ekonomi akibat COVID-19.

"Perppu 1/2020 bertujuan menjaga rakyat dari keterpurukan sosial dan ekonomi karena COVID-19. Tak ada yang melarang mengkritisi isinya di DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) atau mengujinya dengan judicial review ke MK (Mahkamah Konstittusi) atas Perppu tersebut jika ada potensi dikorupsikan. Dari semuanya nanti bisa lahir keputusan yang baik bagi bangsa," kata Mahfud melalui cuitannya di akun Twitter @mohmahfudmd seperti yang dilihat detikcom, Sabtu (18/4/2020).

Selain Amien Rais, Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) UGM, Oce Madril juga mengkritik keras Perppu 1/2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona. Sebab, Perppu Corona itu 'menghapus' delik korupsi di kala kondisi krisis.

"Ketentuan Pasal 27 itu memberikan imunitas dan kekebalan hukum bagi pihak-pihak tertentu," kata Oce kepada wartawan, Jumat (3/4).

Hak istimewa itu diberikan kepada pejabat-pejabat di bidang keuangan, yaitu Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Kemenkeu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Mereka diberikan kekebalan hukum secara mutlak. Kebal hukum secara pidana, perdata, dan bahkan administratif.

"Kekebalan hukum yang luar biasa, yang bahkan Presiden pun tidak memilikinya," cetus Oce.

Pasal 27 Perppu Nomor 1 tahun 2020 berbunyi:

(1) Biaya yang telah dikeluarkan Pemerintah dan/atau lembaga anggota KSSK dalam rangka pelaksanaan kebijakan pendapatan negara termasuk kebijakan di bidang perpajakan, kebijakan belanja negara termasuk kebijakan di bidang keuangan daerah, kebijakan pembiayaan, kebijakan stabilitas sistem keuangan, dan program pemulihan ekonomi nasional, merupakan bagian dari biaya ekonomi untuk penyelamatan perekonomian dari krisis dan bukan merupakan kerugian negara.

(2) Anggota KSSK, Sekretaris KSSK, anggota sekretariat KSSK, dan pejabat atau pegawai Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, serta Lembaga Penjamin Simpanan, dan pejabat lainnya, yang berkaitan dengan pelaksanaan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang ini, tidak dapat dituntut baik secara perdata maupun pidana jika dalam melaksanakan tugas didasarkan pada iktikad baik dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan.

(3) Segala tindakan termasuk keputusan yang diambil berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang- Undang ini bukan merupakan objek gugatan yang dapat diajukan kepada peradilan tata usaha negara.

Kekuasaan yang diberikan kepada KSSK sangat luar biasa besar, tetapi tidak diikuti dengan mekanisme pengawasan yang ketat. Tidak ada pasal soal pengawasan dalam Perppu itu. Semua pasal mengarah pada besarnya kewenangan dan dilengkapi dengan kekebalan hukum.

"Seharusnya ketika kewenangan diskresi diperluas, harus diikuti dengan mekanisme akuntabilitas yang tinggi pula. Akuntabilitas itu bisa dilakukan dengan pengawasan yang ketat," ucap Oce.

Perppu ini menurut Oce membuat KSSK menjadi lembaga superbody, tanpa mekanisme pengawasan dan diberikan kekebalan hukum.

"Pola ini rawan korupsi. mengingat besarnya anggaran negara yang akan digunakan dan beberapa peristiwa terdahulu menunjukkan betapa rawannya kebijakan seperti ini, misal kasus (Bank) Century yang hingga saat ini belum tuntas," beber Oce.

Ribuan Telepon Prank ke Call Center COVID-19, Oded: Kita Sedang Bekerja!


Wali kota bandung oded m danial 
Foto: Wisma Putra


Bandung - 

Nomor layanan call center COVID-19 Kota Bandung jadi sasaran orang jahil. Ada 1.500 telepon prank yang masuk. Seperti apa tanggapan Wali Kota Bandung Oded M Danial?

"Saya mohon ya, saya kaget juga ketika mendengar call center kita seolah-olah ada yang iseng-iseng," kata Oded di Pendopo Kota Bandung, Sabtu (18/4/2020).

Oded menyebut, dalam kondisi pandemi COVID-19 yang terjadi di Kota Bandung masyarakat harusnya berempati, bukan mempermainkan nomor layanan.

"Kasihan juga kalau yang mau laporan bener-bener malah susah masuk ketika ada yang iseng-iseng," ungkapnya.


Dari informasi yang dihimpun, dari 1.600 telepon yang masuk, 1.500 di antaranya prank. Prank yang dimaksud adalah, ketika telepon diangkat oleh admin si penelepon tersebut ketawa-ketawa atau tidak berbicara.

"Imbauan saya, jangan dipakai main-main. Kita sedang bekerja, bayangkan sekarang tim medis di lapangan, dokter daan tim kesehatan. Mereka bekerja siang malam, ini malah main-main," jelasnya.

Oded menyebut, untuk saat ini pihaknya masih memberikan imbauan. Namun kalau masih ada yang seperti itu, pihaknya tak segan akan menindaklanjuti hal tersebut.

"Kalau tidak bisa diimbau, pemerintah harus hadir," pungkasnya.


Jumat, 17 April 2020

PSBB Berlaku Hari Ini, Warga Dilarang ke Luar Masuk Wilayah Tangerang


Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah 
Foto: dok. Pemkot Tangerang
Tangerang - 

Tiga daerah Tangerang Raya hari ini resmi memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Warga dari luar daerah Tangerang dilarang masuk karena Tangerang Raya zona merah penyebaran COVID-19.

"Orang Serang, Lebak, Pandeglang, Cilegon jangan ke Tangerang karena zona merah," kata Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah kepada detikcom, Sabtu (18/4/2020).

Permintaan ini termasuk untuk mereka yang akan mudik ke Tangerang Raya. Warga yang akan mudik ke daerah lain dari Tangerang pun diminta untuk mengurungkan niat pulang kampung.

"Dari Tangerang jangan pulang kampung, dari sana jangan main ke sini," tegasnya.

Permintaan larangan ini dibuat semata-mata untuk melindungi warga agar tak terjangkit virus. Saat dilakukan Musrembang Provinsi Banten, Arief mengaku mengusulkan larangan ini di hadapan seluruh kepala daerah.


PSBB tiga wilayah Tangerang Raya mencakupi Kabupaten Tangerang yang memiliki perbatasan dengan Serang, Kota Tangerang yang berbatasan dengan DKI Jakarta, dan Tangerang Selatan berbatasan dengan Depok, dan Bogor.

Berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor 443/Kep.140-Huk/2020, PSBB Tangerang Raya merupakan langkah percepatan penanganan virus COVID-19. dilaksanakan sejak tanggal 18 April 2020 sampai dengan tanggal 3 Mei 2020 dan dapat diperpanjang jika masih terdapat bukti penyebaran.


Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyetujui permohonan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diajukan sejumlah daerah


Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyetujui permohonan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diajukan sejumlah daerah. Kini, sejumlah daerah yang rawan penyebaran virus Corona (COVID-19) pun telah berstatus PSBB.

Dengan berstatus PSBB, maka daerah tersebut harus membatasi kegiatan tertentu dalam wilayahnya. Hal itu dilakukan sebagai bentuk upaya memutus mata rantai penyebaran virus Corona.

PSBB berlaku selama 14 hari. Namun, PSBB dapat diperpanjang jika masih ditemukan adanya penyebaran kasus virus Corona di wilayah tersebut.

Hingga kemarin, tercatat kasus positif COVID-19 di Indonesia mencapai 5.923, dengan 607 orang sembuh dan 520 meninggal dunia. Jumlah kasus positif paling banyak berasal dari DKI Jakarta.

Berikut adalah daerah yang telah mendapat persetujuan untuk memberlakukan PSBB: