Selasa, 09 Maret 2021

boleh sakit gak boleh mati wakil presiden


penyelamat bank syariah pertama di Indonesia tersebut.

"Calon investor sudah ada, konsorsium Al Falah,” ujar Wimboh di Gedung DPR RI, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut Wimboh mengatakan proses eksekusi bisa dilakukan dalam waktu singkat. Sebab, Al Falah tinggal melengkapi persyaratan pemberkasan dan administrasi.

Namun demikian, Wimboh enggan memberikan penjelasan lebih rinci mengenai besaran investasi yang disuntikkan perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum Singapura tersebut kepada Muamalat.

"Tinggal eksekusinya. Secepatnya," ujar dia.

Al Falah Investments Pte Limited dimiliki dan didirikan oleh Ilham Akbar Habibie dan CP5 Hold Co 2 Limited yaitu perusahaan investasi yang secara tidak langsung dimiliki 100 persen oleh SSG Capital Management Limited untuk tujuan berinvestasi di Bank Muamalat.

SSG adalah perusahaan pengelola aset alternatif dengan aset kelolaan 5 miliar dollar AS.

Baca juga: Dikabarkan Kredit Macet Capai 40 Persen, Ini Kata Bank Muamalat

Suntikan dana haji

Dikutip dari Kontan, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) berencana untuk menanamkan investasi di PT Bank Muamalat Indonesia Tbk.

Anggota Badan Pelaksana BPKH (BP BPKH), Iskandar Zulkarnain, mengatakan, proses investasi di Bank Muamalat sesuai dengan Rencana Investasi Tahunan (RIT) yang tertuang dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKAT).

Iskandar menyebut, BPKH akan melakukan investasi dalam bentuk dua hal. Yakni investasi tier 1 melalui penambahan saham dan investasi tier 2 masing-masing senilai Rp 1 triliun dan investasi tier 2 senilai Rp 2 triliun.

"Prosesnya sekarang sudah ada kajian dari lembaga eksternal, sekarang tinggal proses internal di kita. Mudah-mudahan dapat segera kita proses," kata Iskandar.

Iskandar menyebut, setelah proses internal akan ada proses persetujuan Dewan Pengawas BPKH. Tahapan tersebut sesuai perencanaan di RIT dan RKAT. "Jika sudah selesai nanti akan kita laksanakan eksekusinya," terang dia.

Baca juga: Masalah Permodalan Bank Muamalat, OJK Disarankan Ubah Pendekatan

Kamis, 25 Februari 2021

hari ini, Lansia di Kota Bandung Mulai Vaksinasi COVID-19


A health care professional prepares a Pfizer-BioNTech COVID-19 vaccine at Sheba Tel Hashomer Hospital in Ramat Gan, Israel, Tuesday, Jan. 12, 2021. Israel has struck a deal with Pfizer, promising to share vast troves of medical data with the drugmaker in exchange for the continued flow of its COVID-19 vaccine. Critics say the deal is raising major ethical concerns, including possible privacy violations and a deepening of the global divide between wealthy countries and poorer populations, including Palestinians in the occupied West Bank and Gaza, who face long waits to be inoculated. (AP Photo/Oded Balilty) 
Ilustrasi (Foto: AP/Oded Balilty)
Bandung - 

Lansia di Kota Bandung, Jawa Barat akan menjalani vaksinasi COVID-19 di fasilitas kesehatan (faskes) dan rumah sakit, Jumat (26/2/2021) .

"Lansia akan mulai untuk yang sudah ada datanya, di beberapa rumah sakit, kita sudah menerima datanya dari Kemenkes dan akan kita distribusikan ke fasilitas kesehatan untuk bisa dilakukan vaksinasi," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung Rosye Arosdiani di Balai Kota Bandung, Kamis (25/2/2021).

Menurut Rosye, lansia yang sudah mendaftarkan diri akan mendapatkan jadwal vaksinasi yang sudah ditentukan oleh Kemenkes. "Nanti ada yang hubungi. Datanya sudah ada," ujarnya.

Rosye memaparkan, tidak semua faskes dan rumah sakit melakukan vaksinasi lansia. Hanya faskes dan rumah sakit yang ditunjuk oleh Dinas Kesehatan yang melakukan vaksinasi lansia.

"Karena lansia butuh perhatian khusus, sehingga tidak semua rumah sakit yang melakukan vaksinasi untuk lansia dan luskesmanya ada di 30 puskesmas, pokonya satu kecamatan ada puskesmas yang sudah kita tunjuk," paparnya.

Lalu, jika lansia itu memiliki kendala atau kesulitan untuk datang ke faskes atau rumah sakit yang dituju, apa yang akan dilakukan Dinkes?

"Nah, kalau kesulitan kita harus lihat, betul ga tidak bisa pergi, dinilai dulu ada asesment yang dikirim by phone, nanti mereka menjawab pertanyaan (petugas), apakah mereka masuk kepada kerentanan atau tidak. Jemput bola kita lakukan tergantung alasannya," pungkasnya.

Sebelumnya, Kadinkes Kota Bandung Ahyani Raksanagara mengatakan, sasaran lansia di Kota Bandung mencapai 118.870 orang. Jumlah itu bisa berkurang bahkan bertambah.

"Jumlah ini kalau sasaran dari pemerintah pusat itu 118.870 orang," ujar Ahyani.




(wip/mud)

Senin, 15 Februari 2021

Satgas Saber Pungli Jawa Barat membongkar kasus praktik pungutan liar

Senin, 15 Feb 2021 15:54 WIB
Poster 
Ilustrasi pungli (Ilustrator: Edi Wahyono)
Bandung - 

Satgas Saber Pungli Jawa Barat membongkar kasus praktik pungutan liar (Pungli) dana bantuan langsung tunai (BLT) Usaha Kecil Menengah Mikro (UMKM) di Bandung. Dari Rp 2,4 BLT UMKM yang diterima, diduga dilakukan penyunatan sebagian.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago menuturkan kasus ini bermula dari adanya informasi ke Satgas Saber Pungli Jabar. Kasus penyunatan ini dilakukan pelaku kepada penerima BLT UMKM di Kabupaten Bandung.

"Ini terkait BLT UMKM kurang lebih ada tujuh kecamatan yaitu Kecamatan Nagreg, Banjaran, Rancabali, Cikancung, Soreang dan Cimaung," ujar Erdi di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Senin (15/2/2021).

Erdi menuturkan praktik penyunatan ini diduga dilakukan oleh 7 orang oknum petugas. Mereka memotong dana BLT yang diterima oleh penerima. Adapun dana yang diperoleh oleh penerima dari pemerintah sebesar Rp 2,4 juta.

"Modusnya, penerima bantuan kurang lebih mendapatkan Rp 2,4 juta. Diminta antara 20 sampai 50 persen dengan alasan untuk disetorkan kepada petugas-petugas yang menyatakan bahwa harus ada setoran. (Setorannya) Rp 600 ribu sampai Rp 1,2 juta," kata Erdi.

Atas praktik tersebut, ujar Erdi, pelaku dapat mengantongi hingga ratusan juta. Berdasarkan penghitungan, total Rp 800 juta dikantongi pelaku.

"Setelah dicek dan ditemukan oleh satgas saber pungli provinsi dana terkumpul sebanyak Rp 804 juta. Rinciannya Rp 562 juta di setor ke koperasi Swarna, Rp 242 juta digunakan untuk operasional dan lain lain dilakukan oleh oknum yang merupakan korlap dari Jabar. Ditemukan oleh satgas sudah dilakukan gelar dan dilimpahkan ke kita," tutur Erdi.

Sejauh ini belum ada penetapan tersangka. Tujuh orang yang diduga melakukan praktik tersebut masih dilakukan pemeriksaan.

"Belum ada tersangka. Yang melakukan ada beberapa kurang lebih tujuh orang sebagai oknum memungut setoran. Masih saksi, sekarang sedang didalami," ujar Erdi.




(dir/bbn)

Minggu, 14 Februari 2021

Kota Bandung menggambarkan kondisi Sungai Cikapundung pada tahun 80-an lalu.

Bandung - 

Pantung ikan lele dan ikan mas yang menempel di tembok Teras Cikapundung, Kota Bandung menggambarkan kondisi Sungai Cikapundung pada tahun 80-an lalu.

Yadi (72) yang karib disapa Abah Edi mengisahkan, dulu di aliran Sungai Cikapundung terdapat beragam jenis ikan yang kerap dipancing warga.

"Ada ikan lele, mas, benteur, gabus, ikan yang suka dibuat asin dan jenis ikan lainnya," kata Edi kepada detikcom di Teras Cikapundung, Minggu (14/2/2021).

Sambil menunjuk ke tembok yang ditempel beragam jenis ikan, Abah Edi menyebut, jika kondisi Sungai Cikapundung dulu sama halnya seperti yang digambarkan di tembok tersebut.

"Dulu Sungai Cikapundung seperti itu. Ikannya banyak," ujar Edi yang merupakan warga Jalan Siliwangi II, Kelurahan Cipaganti, Kecamatan Coblong.

Edi menuturkan, setiap akhir pekan banyak warga sengaja datang ke kawasan ini hanya untuk memancing ikan. "Banyak yang mancing, dulu kondisinya tidak seperti ini, banyak pemukiman, airnya juga jernih," tuturnya.

Jangankan digunakan untuk berenang, Cikapundung dulu menurut Edi airnya dapat digunakan untuk mandi, mencuci beras hingga memasak.

"Mandi, memasak nasi, dan lainnya, dulu tuh airnya di sini. Berenang juga banyak," ujarnya.

Selain itu, Edi juga menyebut kondisi Sungai Cikapundung sudah berubah banyak dari tahun ke tahun. "Ini tuh pemukiman warga, air tuh sampai sini kalau ged, jadi kecil karena airnya sudah terbagi tiga, salah satunya digunakan air PAM," sebut Edi sambil menunjuk tinggi debit air dulu ke kursi taman di obyek wisata tersebut.

Sekitar tahun 1980-an, Edi berujar perubahan Sungai Cikapundung mulai terjadi. "Mulai rame sekitar 1980, sudah berubah, soalnya bermunculan rumah di kawasan atas, di Cidadap," ujarnya.

Menurutnya, saat ini kondisi aliran Sungai Cikapundung sudah kotor, terkontaminasi limbah rumah tangga dan sampah.

"Limbah rumah tangga kebanyakan," tambahnya.

Meski aliran sungai masih terlihat cukup keruh, Edi menilai masih ada ikan yang hidup di aliran sungai tersebut. Namun tidak seperti dulu.

"Ada, tapi enggak kaya dulu," ujarnya.

Selain itu, Edi juga bercerita soal pohon-pohon yang ada di kawasan Babakan Siliwangi sangat rimbun dan masih terdapat hewan buas. "Dulu masih banyak meong (kucing hutan). Pohon juga enggak kaya gini. Banyak pokoknya," ujarnya.

Seperti diketahui, Teras Cikapundung dibangun pada Tahun 2013 dan diresmikan oleh awal Tahun 2016 Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang kini menjadi Gubernur Jabar.

Tak hanya itu, Edi juga mengajak, kepada warga Bandung yang kerap datang ke Teras Cikapundung untuk turut menjaga kebersihan dan protokol kesehatan yang berlaku di masaa pandemi COVID-19.

Bandung - 

Pantung ikan lele dan ikan mas yang menempel di tembok Teras Cikapundung, Kota Bandung menggambarkan kondisi Sungai Cikapundung pada tahun 80-an lalu.

Yadi (72) yang karib disapa Abah Edi mengisahkan, dulu di aliran Sungai Cikapundung terdapat beragam jenis ikan yang kerap dipancing warga.

"Ada ikan lele, mas, benteur, gabus, ikan yang suka dibuat asin dan jenis ikan lainnya," kata Edi kepada detikcom di Teras Cikapundung, Minggu (14/2/2021).

Sambil menunjuk ke tembok yang ditempel beragam jenis ikan, Abah Edi menyebut, jika kondisi Sungai Cikapundung dulu sama halnya seperti yang digambarkan di tembok tersebut.

"Dulu Sungai Cikapundung seperti itu. Ikannya banyak," ujar Edi yang merupakan warga Jalan Siliwangi II, Kelurahan Cipaganti, Kecamatan Coblong.

Edi menuturkan, setiap akhir pekan banyak warga sengaja datang ke kawasan ini hanya untuk memancing ikan. "Banyak yang mancing, dulu kondisinya tidak seperti ini, banyak pemukiman, airnya juga jernih," tuturnya.

Jangankan digunakan untuk berenang, Cikapundung dulu menurut Edi airnya dapat digunakan untuk mandi, mencuci beras hingga memasak.

"Mandi, memasak nasi, dan lainnya, dulu tuh airnya di sini. Berenang juga banyak," ujarnya.

Selain itu, Edi juga menyebut kondisi Sungai Cikapundung sudah berubah banyak dari tahun ke tahun. "Ini tuh pemukiman warga, air tuh sampai sini kalau ged, jadi kecil karena airnya sudah terbagi tiga, salah satunya digunakan air PAM," sebut Edi sambil menunjuk tinggi debit air dulu ke kursi taman di obyek wisata tersebut.

Sekitar tahun 1980-an, Edi berujar perubahan Sungai Cikapundung mulai terjadi. "Mulai rame sekitar 1980, sudah berubah, soalnya bermunculan rumah di kawasan atas, di Cidadap," ujarnya.

Menurutnya, saat ini kondisi aliran Sungai Cikapundung sudah kotor, terkontaminasi limbah rumah tangga dan sampah.

"Limbah rumah tangga kebanyakan," tambahnya.

Meski aliran sungai masih terlihat cukup keruh, Edi menilai masih ada ikan yang hidup di aliran sungai tersebut. Namun tidak seperti dulu.

"Ada, tapi enggak kaya dulu," ujarnya.

Selain itu, Edi juga bercerita soal pohon-pohon yang ada di kawasan Babakan Siliwangi sangat rimbun dan masih terdapat hewan buas. "Dulu masih banyak meong (kucing hutan). Pohon juga enggak kaya gini. Banyak pokoknya," ujarnya.

Seperti diketahui, Teras Cikapundung dibangun pada Tahun 2013 dan diresmikan oleh awal Tahun 2016 Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang kini menjadi Gubernur Jabar.

Tak hanya itu, Edi juga mengajak, kepada warga Bandung yang kerap datang ke Teras Cikapundung untuk turut menjaga kebersihan dan protokol kesehatan yang berlaku di masaa pandemi COVID-19.

Sabtu, 13 Februari 2021

tempat wisata Indonesia punya mitos yang beragam.

Jakarta - 

Beberapa tempat wisata Indonesia punya mitos yang beragam. Ada tempat wisata yang kabarnya bisa bikin kita mudah mendapatkan jodoh.

Mengutip CNNIndonesia.com, setidaknya ada 10 destinasi di Indonesia yang punya mitos enteng jodoh, yakni:

- Air Terjun Sekar Langit

Legenda Jaka Tarub dan Tujuh Bidadari berawal dari air terjun yang berada di puncak Gunung Telomoyo, Jawa Tengah ini.

Bagi para wanita, mandi di dalam kolamnya dipercaya bisa menambah aura kecantikan. Sementara bagi orang yang masih jomblo bisa bermeditasi di sini pada Selasa dan Jumat Kliwon untuk mengentengkan jodoh.

- Pemandian Yeh Sanih

Berada di Desa Sanih, Buleleng, Bali, pemandian ini berupa kolam dengan mata air alami yang terus mengalir sepanjang tahun. Pasangan yang membasuh badan di sini dipercaya bakal memiliki hubungan yang langgeng.

- Pulau Asmara Situ Patenggang

Indah dan melegenda, adalah dua kata yang bisa menggambarkan danau yang berada di Bandung ini. Terdapat Batu Cinta di sini, di mana pasangan yang mengelilinginya bakal diberi hubungan yang awet. Sementara bagi orang yang jomblo bisa segera mendapatkan jodohnya.

- Curug Putri

Mandi di aliran air yang bersih memang membuat badan terasa lebih segar. Tapi mandi di air terjun yang berada di Desa Cisantana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, ini katanya juga bisa mengobati penyakit dan mengentengkan jodoh.

Pemandian Wendit

Berupa kolam dengan sumber mata air alami, pemandian yang berada di Malang, Jawa Timur, ini dipercaya juga bisa mengentengkan jodoh para pengunjungnya. Sumber airnya berasal dari Air Sendang Widodaren yang jernih dan segar.

- Air Terjun Kolam Jodoh

Sesuai namanya, air terjun yang berada di Desa Lewa, Sumba, Nusa Tenggara Timur, ini juga dipercaya bisa segera mendatangkan jodoh bagi pengunjung yang mandi di kolamnya. Medan menuju air terjun memang tak mudah, namun pemandangan sesampainya di sana sangatlah indah.

- Air Terjun Waai

Air terjun yang berada di Desa Waai, Ambon, ini menjadi habitat belut raksasa yang hidup di dalam guanya. Ada mitos kalau berhasil memegang belut maka orang tersebut bakal segera bertemu dengan jodohnya. Sayangnya, belut hanya keluar pada saat tertentu saja.

- Umbul Jumprit

Setiap Selasa dan Jumat Kliwon banyak pengunjung yang bermeditasi dan berendam di sini. Mata air ini juga digunakan untuk upacara Hari Raya Waisak setiap tahunnya. Selain enteng jodoh, orang yang berendam di dalam kolamnya juga dikatakan bisa awet muda.

- Pantai Mata Air Seratus

Moli Sahatu adalah nama lain dari pantai indah yang berada di Wakatobi, Sulawesi Tenggara, ini. Di antara bebatuannya, uniknya ada mata air tawar yang muncul. Mitos masyarakat setempat mengatakan bahwa air tawar itu bisa diusap ke wajah untuk mengentengkan jodoh.

- Jembatan Akar Painan

Jembatan yang berlokasi di Pesisir Selatan, Sumatra Barat, ini terlihat megah walau terbuat dari akar dua pohon kubang besar yang berdiri di masing-masing tepinya. Pengunjung yang datang bisa mandi di Sungai Bayang yang mengalir di bawahnya agar segera enteng jodoh.

Berita seputar 10 tempat wisata yang bisa bikin enteng jodoh itu menjadi berita terpopuler detikTravel, sepanjang Sabtu (13/2/2021), berikut berita terpopuler selengkapnya:



Simak Video "Harum nan Cantik, Berbagai Jenis Mawar Ditanam di Kebun ini, Kota Batu"

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dinobatkan sebagai Duta Foster Care (pengasuhan anak) oleh Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

Bandung - 

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dinobatkan sebagai Duta Foster Care (pengasuhan anak) oleh Kementerian Sosial (Kemensos) RI. Prosesi pengukuhan Ridwan Kamil dilakukan berbarengan dengan Rapat Pimpinan Nasional Forum Nasional PSAA-LKSA yang digelar di Wisma Pendawa Kemensos, Ciumbuleuit, Kota Bandung, Sabtu (13/2/2021).

Kang Emil dipilih karena dinilai menjadi role model yang mampu menciptakan ruang bagi anak yatim untuk bisa tumbuh dan berkembang sebagai pribadi harapan bangsa yang lengkap. Hal itu dikatakan Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos RI Kanya Eka Santi setelah mengukuhkan Kang Emil sebagai Duta Foster Care secara virtual.

"Jadi Fornas menyampaikan bahwa mereka melihat pak gubernur memasyarakatkan pengasuhan anak melalui foster care, kita bisa lihat pak gubernur memberikan contoh mengasuh satu orang anak dan menyampaikannya di media sosial untuk mengajak masyarakat yang lain untuk sama-sama mengasuh anak dalam keluarga," ujar Kanya.

Visi tersebut, ujarnya, sejalan dengan kampanye yang dilakukan oleh Kementerian Sosial, khususnya melalui foster care. "Foster care itu pengasuhannya hanya satu tahun dan bisa diperpanjang, bisa membantu keluarga yang tidak mampu, miskin maupun anak-anak yang tidak punya orang tua dan tidak ada siapa pun yang tidak ada pengasuh," ujar Kanya.

Menurutnya, banyak orang yang masih belum paham atau khawatir menyinggung hubungan anak dengan orang tua biologisnya. "Karena dalam foster care ini dimungkinkan ada anak yang masih memiliki orang tua, saya sampaikan kepada semuanya agar jangan ragu karena kami dari Kemensos, dan Dinsos Provinsi dan Kabupaten/Kota akan membantu, termasuk dengan forum karena untuk harus melalui lembaga pengasuhan anak," tutur Kanya.

Menurutnya, kendala terbesar untuk melaksanakan foster care ini adalah, sulitnya mencari calon orang tua asuh. "Media juga bisa membantu menyebarkan bagaimana seharusnya foster care ini bisa berjalan baik di Indonesia," kata Kanya.

Ketua Fornas PSAA LKSA Yanto Mulya Pibiwanto mengatakan saat ini banyak anak-anak tak mampu usia sekolah dasar yang sulit untuk mencari orang tua angkat. "Karena kebanyakan inginnya yang kecil, dalam hal ini banyak anak-anak. Kita berharap dengan pak Emil begini membawa motivasi, di daerah lain, panti asuhan di Indonesia hampir 8.000. Anak itu harus tumbuh berkembang," katanya.

"Mereka saat ini tinggal di panti sampai besar, panti juga bingung karena suatu sisi harus berganti karena ada SD yang masuk," ujar Yanto.

Kang Emil sendiri sebelumnya mengangkat Arkana, seorang bayi dari sebuah panti asuhan di Bandung, menjadi anggota keluarganya yang baru. Unggahan video maupun foto aktivitas dirinya dan sang bungsu kerap dipublikasikan melalui media sosial.

"Tugas kita adalah melindungi, menyejahterakan, mencerdaskan generasi bangsa. Kita harus punya terobosan dalam hal ini, dari mulai kebijakan menghadirkan forum perlindungan anak, nah saya pribadi telah mengasuh satu anak yatim piatu untuk saya jadikan anak bungsu kami. Insyaallah anak itu akan kami didik dengan sangat maksimal secara dunia dan akhirat, insyaallah menjadi manusia yang bermanfaat," katanya.

"Saya pun akan secara masif mengkampanyekan untuk menjadikan anak-anak (terlantar) itu sebagai manusia yang bermanfaat, itu juga kewajiban kita sebagai orang tua. Mari bersama-sama menyukseskan program kesejahteraan anak," ujar Kang Emil.

Simak juga Video: Soal Data Penerima Bansos, Kemensos: Daerah yang Paham Rakyatnya