BREAKING NEWS

Selasa, 31 Desember 2019

Ridwan Kamil Sebut Ada Kekurangan pada Revitalisasi Pantai Pangandaran


Istri Gubernur Jawa Barat, Atalia Praratya jalan-jalan di trotoar Pantai Timur Pangandaran, Selasa sore (31/12/2019).

PANGANDARAN, KOMPAS.com - Penataan tahap pertama pantai barat dan timur Pangandaran selesai dilakukan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalokasikan anggaran hampir Rp 100 miliar untuk penataan destinasi wisata ini.

"Penataan pantai timur selesai. Pantai barat juga sudah ramai dikunjungi. (Video kondisi terkini) sudah viral se-Indonesia," kata Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat ditemui di pantai timur Pangandaran, Selasa sore (31/12/2019).

Namun, lanjut Ridwan Kamil, ada sedikit kekurangan pada revitalisasi ini. Kekurangan tersebut yakni tidak adanya kursi di sepanjang trotoar di pinggir pantai.

"Kurang kursi," kata dia.


Diposting oleh Ustadz Yachya Yusliha di 18.48 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Banjir di Kembangan, Warga: Lama Tak Kebanjiran, Sekarang Air Masuk Rumah

Rabu, 1 Januari 2020 | 06:53 WIB


Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak Selasa (31/12/2019) sore hingga Rabu (1/1/2020) membuat sebagian wilayah ibu kota terendam banjir.

Salah satu kawasan yang terendam banjir yakni Komplek BPPT, Kembangan, Jakarta Barat.

Baca juga: Hujan Tak Kunjung Berhenti, Jaksel hingga Jakut Terendam Banjir

sedikit warga yang rumahnya sudah kemasukan air, salah satunya Bagus.

"Ini air sudah masuk rumah, tingginya semata kaki. Ini sudah lama sekali tidak kebanjiran," kata Bagus yang beralamat di Jalan Teknologi 10, Komplek BPPT, Jakarta Barat, Rabu (1/1/2020).

Baca juga: Awal Tahun, Banjir Terjadi di Sejumlah Wilayah Jakarta

Diposting oleh Ustadz Yachya Yusliha di 17.02 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Hujan Deras di Alun-alun Cianjur, Warga Berhamburan Saat Pesta Tahun Baru

Hujan Deras di Alun-alun Cianjur, Warga Berhamburan Saat Pesta Tahun Baru


Rabu, 01 Jan 2020 
Warga meninggalkan kawasan Alun-alun Cianjur yang menjadi pusat pesta menyambut tahun baru 2020. (Foto: Ismet Selamet/detikcom) 
Warga meninggalkan kawasan Alun-alun Cianjur yang menjadi pusat pesta menyambut tahun baru 2020. 
Cianjur - Warga berhamburan meninggalkan kawasan Alun-alun Cianjur saat menunggu puncak pesta perayaan tahun baru 2020. Hujan deras mengguyur lokasi tersebut menjelang detik-detik pergantian tahun.

Alun-alun Cianjur yang diresmikan Presiden Joko Widodo itu mulai dipadati pengunjung pada Selasa (31/12/2019), sekitar pukul 21.00 WIB. Mulai pintu masuk alun-alun dari Jalan Suroso tampak kendaraan sudah berjejer terparkir. Bahkan area untuk pejalan kaki pun dijadikan tempat parkir kendaraan.

Baca juga:Warna-warni Kembang Api Sambut Tahun Baru 2020 di Bandung

Sedangkan di dalam kawasan Alun-alun Cianjur warga sudah memadati setiap bagian, mulai dari area Ngaos, Mamaos, dan Maenpo. Di halaman rumput sintetis yang berada tepat di depan Masjid Agung pun sudah terisi penuh oleh pengunjung.

Namun, beberapa menit sebelum puncak malam pergantian tahun, hujan deras mengguyur sehingga pengunjung berhamburan keluar. Mayoritas warga langsung mencari kendaraannya untuk pulang, tetapi ada juga yang tetap bertahan dan memilih berteduh di beberapa fasilitas yang memiliki atap.

Hujan Deras di Alun-alun Cianjur, Warga Berhamburan Saat Pesta Tahun BaruKawasan Alun-alun Cianjur. 
Fauzi Noviandi (30), warga Kecamatan Tanggeung, Cianjur, mengaku sengaja datang ke Alun-alun Cianjur untuk merayakan pergantian tahun. Tetapi karena hujan, dia memilih untuk pulang ke rumah temannya, yang tidak jauh dari Alun-alun Cianjur.

"Tadinya mau tahun baruan di Alun-alun, kapan lagi bisa berada di sini sampai tengah malam. Apalagi momennya tahun baru. Tapi sayang hujan, jadi saya mending pulang, daripada pakaian basah," ujar Fauzi, Rabu (1/1/2020).

Kendati diguyur hujan deras dan mayoritas pengunjung membubarkan diri, kegiatan di kawasan Alun-alun tetap berlangsung. Salah satunya tablig akbar yang digelar di depan Masjid Agung Cianjur.
Diposting oleh Ustadz Yachya Yusliha di 15.49 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Senin, 30 Desember 2019

Tabrakan Beruntun di Cicalengka, Sopir Angkot Tewas


Kabupaten Bandung - Satu orang tewas dan lima orang mengalami luka dalam insiden kecelakaan beruntun yang melibatkan tiga mobil di Jalan Raya Garut-Bandung, Cicalengka, Kabupaten Bandung.

Dari informasi yang dihimpun insiden naas itu terjadi, Minggu (29/12/2019) sekitar Pukul 15.45 WIB di Jalan Raya Bypass Cicalengka tepatnya di Kampung Kebon Suuk RT 1 RW 9, Desa Cicalengka Wetan, Kecamatan Cicalengka.

Kasat Lantas Polresta Bandung AKP Hasby Ristama mengatakan, tiga unit kendaraan terlibat di antaranya angkot Nomor Polisi D-1959-DN, Grand Max Nomor Pololisi AA-1776-P dan Elf Nomor Polisi Z-7634-NC.


"Korban meninggal dunia satu orang (sopir angkot), luka berat satu orang (penumpang angkot) dan empat luka ringan (penumpang Grand Max). Korban meninggal dunia bernama Robi Mulyana 32 tahun, warga Leles Garut," kata Kasat Lantas Polresta Bandung AKP Hasby Ristama via pesan singkat.

Hasby mengungkapkan, insiden kecelakaan lalu lintas ini terjadi saat angkot yang dikemudikan Robi melaju melawan arah di jalur satu arah dari arah timur Nagreg menuju arah barat Bandung.

"Kendaraan angkot melaju di jalur lajur 3 (cepat) melawan arah hingga bertabrakan dengan Kendaraan grand max yang melaju pada jalurnya, kemudian setelahnya tabrakan kedua kendaraan datang kembali kendaraan elf dan menabrak bagian belakang kendaraan grand max yang sebelumnya sudah terjadi tabrakan terlebih dahulu," ungkapnya.

Seluruh kendaraan langsung dievakuasi Unit Laka Lantas Polresta Bandung. Sementara untuk para korban langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.

"Seluruh korban dilarikan ke RSUD Cicalengka," pungkasnya.

Diposting oleh Ustadz Yachya Yusliha di 23.14 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Malam tahun baru Jakarta bakal di guyur hujan

Malam Tahun Baru, Jakarta Bakal Diguyur Hujan

31/12/2019 08:4:00
Jangan lupa siapkan payung dan jas hujan
  • Jangan lupa siapkan payung dan jas hujan

Jakarta, IDN Times - Hujan lokal, sedang, hingga disertai petir bakal menemani warga Jakarta yang akan merayakan pergantian tahun malam, Selasa (31/12).

Prakiraan cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika menunjukkan, hujan masih akan mengguyur wilayah ibu kota hingga dini hari, Rabu 1 Januari 2020.

1. Waspada hujan petir di Jakarta Selatan

Malam Tahun Baru, Jakarta Bakal Diguyur Hujan(IDN Times/Rochmanudin)

Disebutkan, wilayah Jakarta Barat dari siang hingga dini hari nanti akan diguyur hujan lokal. Sedangkan Jakarta Pusat siang hari disiram hujan lokal, malam hujan sedang dan dini hari diguyur hujan lokal.

Untuk wilayah Jakarta Selatan, prakiraan BMKG menyebutkan hujan petir akan melanda di siang hari, malam hari hujan sedang dan dini hari hujan lokal. Adapun Jakarta Timur siang hari dilanda hujan petir, malam hujan sedang dan dini hari berawan tebal.

2. Hujan lokal di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu

Malam Tahun Baru, Jakarta Bakal Diguyur HujanIlustrasi hujan (IDN Times/Arief Rahmat)

Siang hari di Jakarta Utara bakal diguyur hujan lokal, disambung hujan petir di malam hari dan hujan lokal pada dini hari. Sementara Kepulauan Seribu siang hari dilanda hujan lokal, disusul hujan petir pada malam hari dan hujan sedang saat dini hari.

3. Suhu tertinggi 32 derajat Celcius dan tingkat kelembaban terendah 75 persen

Malam Tahun Baru, Jakarta Bakal Diguyur HujanANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Sementara untuk suhu berkisar antara 24 hingga 32 derajat Celcius, dengan kelembaban yang tercatat antara 75 persen hingga 100 persen.

Jadi, jangan lupa menyiapkan payung dan jas hujan ya, apalagi yang sudah menyiapkan acara tahun baru di luar ruangan.

Diposting oleh Ustadz Yachya Yusliha di 17.19 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Minggu, 29 Desember 2019

Terlibat Korupsi, Tiga Bupati di Jabar Masuk Bui

Minggu, 29 Des 2019 

Mantan Bupati Cianjur Irvan/Foto: Ari Saputra 
Mantan Bupati Cianjur Irvan/Foto: Ari Saputra
Bandung -
Sepanjang 2019, sedikitnya tiga Bupati di Jawa Barat diantar hakim ke jeruji besi. Ketiga kepala daerah itu divonis bersalah melakukan korupsi.

Ketiga Bupati yang kini sudah menjadi mantan Bupati itu yakni Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin, Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra dan Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar.

Ketiganya menjalani sidang dan vonis di tempat yang sama di Pengadilan Tipikor Bandung selama tahun 2019. Vonis hakim pun dijatuhkan di tahun yang sama. Seperti apa jalannya sidang 3 bupati itu?

Kasus Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin

Neneng Hasanah Yasin diseret ke meja hijau lantaran terlibat dalam mega proyek pembangunan Meikarta. Neneng disebut menerima fulus dari PT Lippo Group senilai Rp 10,5 miliar untuk memuluskan sejumlah perizinan pembangunan proyek itu.

Dalam kasus ini, Neneng tak sendiri. Dia bersama empat orang anak buahnya yaitu Jamaludin eks Kadis PUPR Bekasi, Dewi Tisnawati eks Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), Sahat Maju Banjarnahor Kadis Pemadam Kebakaran dan Neneng Rahmi Nurlaili Kabid Penataan Ruang Dinas PUPR Pemkab Bekasi.

Mereka disebut menerima uang dari Lippo Group melalui Billy Sindoro selaku Direkur Operasional PT Lippo Group serta Fitradjadja Purnama, Henry Jasmen dan Taryudi yang disebut-sebut sebagai konsultan Lippo Group. Keempat orang Lippo tersebut sudah divonis lebih dulu.

Sebelum menjalani vonis, jaksa KPK menuntut Neneng dengan hukuman 7,5 tahun penjara. Jaksa meyakini, Neneng terbukti menerima suap terkait sejumlah perizinan Meikarta.

"Menuntut supaya majelis hakim yang memeriksa dan mengadili untuk memutuskan menyatakan Neneng Hassanah Yasin terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama," ucap jaksa saat membacakan tuntutannya dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Rabu (8/5/2019).

Dalam sidang vonis, hukuman yang diberikan majelis hakim lebih ringan. Hakim memvonis Neneng dengan hukuman 6 tahun penjara. Sementara empat anak buah Neneng divonis hukuman 4,5 tahun penjara.

"Mengadili terdakwa Neneng Hassanah Yasin dengan hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 250 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti kurungan 4 bulan penjara," ucap hakim saat membacakan amar putusannya dalam sidang di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Rabu (29/5/2019).

Neneng yang sudah mendengar vonis tak banyam bicara. Hanya dua kata yang terlontar dari mulutnya.

"Makasih ya," ucap Neneng sembari melangkah meninggalkan ruang sidang.
Diposting oleh Ustadz Yachya Yusliha di 04.42 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Senin, 23 Desember 2019

Daftar pembuatan SIM

Daftar biaya pembuatan SIM tahun 2019, berapa besar?

Biaya pembuatan SIM
Biaya pembuatan SIM (Shutterstock).

Besaran biaya pembuatan SIM telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku pada Kepolisian Negara Republik Indonesia. 

Seberapa besar biaya pembuatan SIM menurut PP tersebut? Berikut ini daftarnya.

Jenis SIMBiaya Pembuatan
SIM ARp 120.000
SIM B1Rp 120.000
SIM B2Rp 120.000
SIM CRp 100.000
SIM C1Rp 100.000
SIM C2Rp 100.000
SIM DRp 50.000
SIM D1Rp 50.000
SIM InternasionalRp 250.000

 

Sementara rincian biaya perpanjangan SIM adalah sebagai berikut.

Jenis SIMBiaya Perpanjangan
SIM ARp 80.000
SIM B1Rp 80.000
SIM B2Rp 80.000
SIM CRp 75.000
SIM C1Rp 75.000
SIM C2Rp 75.000
SIM DRp 30.000
SIM D1Rp 30.000
SIM InternasionalRp 225.000

Nah, itu tadi informasi seputar SIM, jenis-jenis SIM, syarat-syarat membuat SIM, hingga biaya pembuatan SIM. Semoga informasi di atas bermanfaat ya! (Editor: Winda Destiana Putri).

TAGS: BIAYA PEMBUATAN SIM, BIKIN SIM GRATIS, BIKIN SIM ONLINE, BUAT SIM ONLINE, PEMBUATAN SIM, SIM, SIM GRATIS
Diposting oleh Ustadz Yachya Yusliha di 03.43 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

Mengenai Saya

Foto saya
Ustadz Yachya Yusliha
Lihat profil lengkapku

Arsip Blog

  • ▼  2023 (1)
    • ▼  Januari (1)
      • ANGGOTA BARAYA KULTUM
  • ►  2021 (69)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (21)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (26)
    • ►  Januari (17)
  • ►  2020 (292)
    • ►  Desember (30)
    • ►  November (35)
    • ►  Oktober (49)
    • ►  September (18)
    • ►  Juli (4)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (46)
    • ►  April (57)
    • ►  Maret (14)
    • ►  Februari (11)
    • ►  Januari (27)
  • ►  2019 (114)
    • ►  Desember (14)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (4)
    • ►  Agustus (14)
    • ►  Juli (12)
    • ►  Juni (64)
    • ►  Mei (5)
  • ►  2018 (271)
    • ►  Desember (6)
    • ►  November (70)
    • ►  Oktober (30)
    • ►  September (16)
    • ►  Agustus (61)
    • ►  Juli (26)
    • ►  Juni (30)
    • ►  Mei (22)
    • ►  April (5)
    • ►  Januari (5)
  • ►  2017 (295)
    • ►  Desember (21)
    • ►  November (18)
    • ►  Oktober (36)
    • ►  September (59)
    • ►  Agustus (22)
    • ►  Juli (51)
    • ►  Juni (30)
    • ►  April (27)
    • ►  Maret (31)
Tema Sederhana. Diberdayakan oleh Blogger.