Minggu, 30 Juni 2019

Bus Ugal-ugalan Tabrak Truk di Ciamis, 1 Orang Luka

Truk yang ditabrak bus di Ciamis. (Foto: Dadang Hermansyah)


Ciamis - Bus Merdeka jurusan Pangandaran-Kalideres menabrak truk pengangkut beras di Jalan Ciamis-Banjar, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (1/7/2019), pukul 08.00 WIB. Sopir truk bernama Yopi, warga Tasikmalaya, mengalami luka parah. 

Bagian perut dan kaki lelaki tersebut terjepit kemudi dan dashboard kendaraan. Evakuasi dilakukan oleh warga setempat yang berada di lokasi kejadian. Proses evakuasi cukup sulit karena menggunakan alat seadanya. 

Kadus Cibeka Adang Apeh Kartobi menuturkan peristiwa bermula saat bus bernopol Z 7767 TE datang dari arah Banjar menuju Ciamis melaju dengan kecepatan tinggi. Bus mencoba menyalip beberapa kendaraan di depannya. 

Saat masuk jalur kanan arah sebaliknya, datang dari arah Ciamis menuju Banjar sebuah truk pengangkut beras nopol Z 8837 HS. Bus tak mampu menghindar dan langsung menabrak truk. 

"Menurut warga yang melihat dan sebagian penumpang, memang bus terlihat ugal-ugalan. Saat menyalip tidak melihat ada kendaraan lain dari arah berlawanan. Sopir truk terjepit, setelah dievakuasi warga langsung dibawa ke rumah sakit Banjar," ujar Adang di lokasi kejadian.

Kokom, warga sekitar mengatakan, kondisi sopir truk sangar mengkhawatirkan. Saat terjepit sopir masih sadar dan sempat berkata mengeluh sakit dan pusing. Tapi tak lama kemudian sopir tak sadarkan diri. 

"Kasihan, terjepitnya setengah jam. Tadi sempet berkata 'Eungap...eungap (sesak-sesak), pusing..' tapi tak lama langsung tak sadarkan diri," ujar Kokom.

Sopir bus, Wawan, mengakui bahwa kecelakaan tersebut terjadi saat ia mencoba menyalip kendaraan yang ada di depannya. Ia mengaku tak tahu ada kendaraan lain dari arah berlawanan. 

"Mau ke Jakarta dari Banjarsari, bawa penumpang 18 orang. Nyalip di depan ada truk pelan dan mobil kecil. Dari arah sebaliknya muncul truk dan terjadi tabrakan. Penumpang semua selamat sudah dialihkan," ucap Wawan.

Kecelakaan tersebut kini ditangani oleh Unit Laka Lantas Satlantas Polres Ciamis. Dua kendaraan yang mengalami tabrakan dibawa ke Mapolres Ciamis untuk dijadikan barang bukti. Pengemudi bus diamankan guna dimintai keterangan lebih lanjut. Sedangkan korban luka dibawa ke RSUD Banjar


Polisi: Perempuan yang Bawa Anjing ke Masjid Ngaku Cari Suami

Seorang wanita ditangkap polisi gegara bawa anjing masuk masjid (Foto: tangkapam layar video)


Bogor - Media sosial dihebohkan video seorang perempuan yang membawa seekor anjing masuk ke dalam masjid. Dalam video terlihat perempuan berambut pendek berkacamata mengenakan baju putih dan celana panjang itu terlibat adu mulut dengan beberapa pria.

Kapolres Bogor AKBP Andi Moch Dicky membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya lokasi kejadian berada di Masjid Al Munawaroh Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

"Peristiwa terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, Minggu (30/6). Perempuan tersebut berinisial SM usia sekitar 52 tahun, dia memasuki masjid dengan tujuan mencari suaminya," kata Dicky melalui pesan singkat yang diterima hari Minggu (30/6).

Dicky menjelaskan, saat itu dua orang anggota polsek mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan perempuan tersebut.

"Oleh jamaah SM diusir keluar dari masjid tersebut, tidak lama anggota kita datang dan melakukan pengamanan," jelasnya.

Saat ini SM masih menjalani pemeriksaan di Polres Bogor untuk penyelidikan lebih lanjut. "Kami sudah kumpulkan empat orang saksi dari DKM dan jamaah mesjid Al Munawaroh untuk diperiksa. Sementara itu dulu yang bisa kami jelaskan, perkembangan nanti kita infokan lagi" ungkap Dicky.

Dicky meminta warga untuk tidak terprovokasi dengan kejadian tersebut dan menunggu hasil penyelidikan pihaknya. 

"Berkembang di media sosial beragam narasi yang terkesan memprovokasi, kami berharap warga tidak mudah terpantik isu-isu yang tidak benar. Serahkan kepada kepolisian untuk menangani peristiwa ini," tegasnya.


Sabtu, 29 Juni 2019

Asyik, Warga Cimahi dan Bandung Barat yang Lahir 1 Juli Gratis Bikin SIM


Foto: Istimewa

Bandung - Polres Cimahi menggratiskan biaya pembuatan surat izin mengemudi (SIM) bagi warga Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang lahir pada 1 Juli pada Senin (1/7/2019) nanti.

Biaya pembuatan SIM gratis itu berlaku untuk pemohon SIM baru atau pun untuk memperpanjang masa berlaku SIM. Program ini bertepatan dengan HUT ke-73 Bhayangkara.

"Pimpinan Polri memberikan kebijakan untuk menggratiskan SIM bagi warga, tapi hanya yang lahir pada tanggal 1 Juli saja dan jumlahnya tidak dibatasi," ujar Kasatlantas Polres Cimahi, AKP Suharto kepada detikcom, Sabtu (29/6/2019).

"Persyaratannya normatif seperti saat mau mendaftar SIM, tidak ada perbedaan, yang bersangkutan memenuhi persyaratan administirasi serta lulus tes praktik dan teori," kata Suharto.

Program ini hanya berlangsung selama satu hari saja. Oleh karena itu Suharto mengimbau agar warga memanfaatkan momen ini sebaik mungkin.

"Sebelumnya ada orang yang tak bertanggung jawab menyebarkan bahwa program ini 10 hari, hanya satu hari saja. Kami berharap masyarakat bisa memanfaatkan program ini," ucapnya.


Senin, 24 Juni 2019

Soal Pencari Kesalahan Habib Bahar, Pengacara: Kita Gak Berani Ngomong


Habib Bahar bin Smith (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)

Bandung - Tim pengacara habib Bahar bin Smith sempat menyebut soal adanya pihak-pihak lain yang berambisi mencari-cari kesalahan Bahar. Siapa pihak itu?

"Kita gak berani ngomong, tapi ada rangkaiannya," ujar Ichwan Tuankotta, pengacara habib Bahar, usai sidang replik kasus penganiayaan yang digelar Pengadilan Negeri (PN) Bandung di Gedung Arsip dan Perpustakaan, Jalan Seram, Kota Bandung, Senin (24/6/2019). 

"Kita tahu ini tahun politik dan sebelum perkara ini berlangsung, habib Bahar diperiksa di Mabes Polri, waktu itu," dia menambahkan.

Baca juga: Kasus Penganiayaan Remaja, Jaksa Tolak Pembelaan Habib Bahar

Sekadar diketahui, Bahar sempat dipolisikan atas ceramahnya yang menghina Jokowi. Bahar pun sempat diperiksa di Mabes Polri atas laporan dari Jokowi Mania itu.

Ditanya apakah berkaitan dengan persoalan tersebut, Ichwan tak merinci. "Kaitannya dengan siapa? Mungkin teman-teman tahu," ucapnya.

Ia menegaskan kasus Bahar menganiaya dua remaja, Cahya Abdul Jabar dan Muhammad Khoerul Aumam Al Mudzaqi alias Zaki, ini berkaitan dengan kasus Bahar sebelumnya. 

"Jadi kita mengindikasikan, menduga bahwa ini ada kaitan dengan kasus sebelumnya," kata Ichwan.

Baca juga: Pengacara: Ada Pihak yang Cari-cari Kesalahan Habib Bahar

Dalam sidang pleidoi pekan lalu, pengacara menilai tuntutan jaksa tidak serius lantaran hanya mengambil dari BAP ditambah teori tambahan tanpa niat mengurai unsur delik. Menurutnya, tuntutan itu spekulatif tanpa didukung bukti dan banyak kesimpulan sepihak dengan penafsiran yang tanpa didukung bukti yang sah. 

"Melihat kekurangan tuntutan pidana, kami yakin sejak semula surat dakwaan sama bobotnya dengan tuntutan pidana. Ini keliru, tidak sesuai dengan bukti. Selaku penasihat hukum kami miris, jaksa penuntut umum bernafsu mempidanakan penjara tanpa pertimbangkan mendalam dengan dampak yang ditimbulkan," tutur Ichwan.

"Sudah jelas terurai persidangan, habib Bahar korban ketidaktahuan saksi pelapor atas peristiwa yang terjadi. Ada ambisi pihak yang tidak senang, sehingga kesalahan dicari-cari," Ichwan menambahkan.

Gempa Susulan Mamberamo dan Laut Banda Terjadi 50 Kali



Gempa Susulan Mamberamo dan Laut Banda Terjadi 50 Kali

Senin, 24 Juni 2019 | 21:17 WIB

KOMPAS.com - Hari ini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat terjadinya dua gempa besar di wilayah Indonesia.

Dua gempa tektonik yang mengguncang kuat di wilayah Mamberamo Raya berkekuatan M 6,1 pada pukul 08.05 WIB dan Gempa Laut Banda M 7,3 pada pukul 09.53 WIB diikuti oleh serangkaian gempa susulan (aftershocks).

Menurut laporan, gempa Mamberamo telah menimbulkan guncangan kuat di Sarmi, Jayapura dan di Wamena. Sedangkan Gempa Laut Banda berdampak terjadinya guncangan dalam spektrum wilayah yang luas hingga Denpasar, Bima, Manokwari, Wamena, bahkan hingga sampai Kota Darwin di Australia.

Namun, guncangan gempa itu tidak berhenti pada pagi hari tadi.

Baca juga: Mamberamo dan Laut Banda Memang Punya Riwayat Panjang Gempa Bumi

"Hingga malam ini pukul 20.00 WIB hasil monitoring BMKG telah mencatat sebanyak 45 kali gempa susulan di Maberamo Raya," ungkap Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono.

"Sementara gempa yang berpusat di Laut Banda tercatat diikuti sebanyak 5 kali gempa susulan," imbuhnya.

Daryono menyebut, baik gempa susulan di Mamberamo Raya dan Laut Banda menunjukkan tren magnitudo yang terus mengecil.

"Selain gempa kuat tersebut di atas, hari ini BMKG juga mencatat ada 3 gempa signifikan lain yang terjadi di Indonesia," ujar pria asal Semarang itu.

"Sebelum terjadinya Gempa Maberamo Raya, di Selatan Tasikmalaya terjadi gempa berkekuatan M 4,3 pada pagi dini hari pukul 02.58 WIB. Gempa ini dirasakan di Tasikmalaya dan di Pangandaran," sambungnya.

Selanjutnya pada pukul 07.55 WIB, wilayah Wuasa, Poso, Sulawesi Tengah juga terjadi gempa berkekuatan M 4,6. Gempa ini dirasakan di Kota Palu dan sekitarnya.

"Terakhir adalah Gempa Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara berkekuatan M 5,2 yang terjadi pada pukul 15.17 WIB. Gempa ini dirasakan di daerah Lolak, Bolaang Mongondow," kata Daryono.

"Beberapa warga dilaporkan sempat berlarian keluar rumah karena terkejut guncangan gempa yang berlangsung secara tiba-tiba," tambahnya.

Dari seluruh kejadian gempa tersebut di atas, dapat disimpulkan wilayah Indonesia pada hari ini telah terjadi gempa tektonik sebanyak 53 kali dalam berbagai variasi magnitudo dan kedalaman.

"Patut disyukuri bahwa seluruh gempa yang terjadi dari pagi dini hari hingga malam ini belum ada laporan mengenai terjadinya kerusakan dan korban jiwa," pungkas Daryono.

Video Pilihan

08:14

Dialog: Menanti Putusan Final Mahkamah Konstitusi (2)


12:18

Dialog: Menanti Putusan Final Mahkamah Konstitusi (1)


12:53

Dialog: Gerindra Merapat Ke Koalisi Jokowi? (2)


01:00

NASIONALISME Bek Napoli Ini Perlu DICONTOH


02:27

Tiga Berita Terpopuler-24 Juni 2019


04:05

Dialog: Gerindra Merapat Ke Koalisi Jokowi? (1)


Editor: Resa Eka Ayu Sartika

TAG:

gempa


Mamberamo Raya


Laut Banda



TERKINI

Gempa Susulan Mamberamo dan Laut Banda Terjadi 50 Kali

KITA - 2 jam lalu





Minggu, 23 Juni 2019

2 Warga Cianjur Tewas Keracunan, Polisi Periksa Penjual Ikan Pindang

Polisi olah TKP kasus warga keracunan ikan pindang di Cianjur. (Foto: istimewa)

Cianjur - Polisi menyelidiki tewasnya Ahmad Sadili dan Rindi. Kuat dugaan keduanya tewas usai menyantap pindang ikan emas. 

Selain korban tewas, puluhan warga lainnya juga keracunan saat menghadiri acara kenaikan kelas SDN Ciseureuh, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu (19/6). Personel Polsek Sindangbarang dan tim dari Polres Cianjur ingin memastikan penyebab terjadinya keracunan massal tersebut. 

Sejumlah penjual pindang ikan mas dimintai keterangan dan penjelasan. "Kita mintai keterangan dari ibu-ibu penjual ikan pindang, kita minta penjelasan juga, mulai dari pengolahan hingga dijajakan di acara kenaikan kelas di sekolah," kata Kapolsek Sindangbarang AKP Nandang melalui sambungan telepon, Minggu (23/6/2019).

Hasil pemeriksaan, polisi menduga ada banyak faktor menyebabkan makanan tersebut beracun. Kontaminasi dengan udara dan kondisi lingkungan yang tidak sehat saat proses awal pembuatan hingga dijajakan oleh para penjual.

"Kalau lokasi sekolah kan terbuka untuk penjual jajanan. Siapa saja bisa mengakses apalagi sedang ada acara. Bisa saja ikan pindang yang terkontaminasi, untuk kepastian penyebab kita tunggu hasil laboratorium Dinas Kesehatan yang sudah memeriksa sampel," tutur Nandang.

Baca juga: Puluhan Warga Desa Jayagiri Cianjur Keracunan Ikan Pindang, 2 Tewas

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur Tresna Gumilar mengatakan laporan terakhir dari petugas kesehatan di lapangan tercatat ada 70 korban keracunan. "Mereka yang dirawat di puskesmas pun sudah pulang, hanya tinggal empat orang yang masih dirawat serius karena kondisinya yang lemah. Dari seluruh yang dirawat dua di antaranya meninggal dunia," ujar Tresna. 

Tresna mengungkapkan penyebab meninggalnya dua orang warga tersebut kemungkinan besar memang diakibatkan keracunan makanan. Namun untuk memastikan apakah ada faktor lain, kata dia, harus dilaksanakan autopsi jenazah.

"Sementara faktornya keracunan, mengingat mereka juga mengalami kondisi serupa dengan warga lainnya sebelum meninggal. Tapi lebih jelasnya harus otopsi, kami tidak bisa melakukan hal itu karena di luar kewenangan dinas," tuturnya. 

Dia menambahkan, saat ini sampel muntahan, darah, hingga sisa makanan sudah dibawa ke laboratorium untuk diperiksa. "Paling lama sepekan sudah ada hasil," kata Tresna.

Sabtu, 22 Juni 2019

Usai Lilit Mati Jana, Ular Sanca Dieksekusi Warga


Warga mengeksekusi mati ular sanca yang meilit tubuh Jana. (Foto: Wisma Putra/detikcom)

Kabupaten Bandung - Seekor ular sanca peliharaan diduga melilit mati majikannya, Jana (42). Lelaki tersebut warga Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Warga setempat langsung mengeksekusi sanca itu agar tak ada lagi korban.

Korban dililit ular peliharaan di jamban belakang rumahnya, Kampung Citiru, Desa Padasuka, Kecamatan Kutawaringin, Jumat (21/6). Ia tengah memandikan binatang tersebut.

Ketua RW 5, Rukiman mengatakan, setelah melilit tubuh Jana ular itu langsung keluar dari jamban. "Ularnya keluar, ke saluran air. Posisinya masih dekat jamban. Terus tubuh korban sudah dalam posisi tengkurap dan sudah tak bernyawa," ucap Rukiman kepada detikcom, Minggu (23/6/2019).

Baca juga: Warga Bandung Tewas Dililit Ular Sanca Peliharaan

Khawatir terjadi kejadian serupa, warga setempat mengeksekusi sanca tersebut. "Ularnya dimatiin, takutnya memakan korban lainnya. Ularnya sudah dikuburindekat kuburan korban," ujar Rukiman.

Elah, istri Jana, mengungkapkan ular yang melilit tubuh sang suaminya itu dipelihara sejak ukuran kecil.

"Ularnya jenis sanca," ujar Elah di kediamannya.