Senin, 14 September 2020

BUKA BAKAAN SYEKH ... ALI JABER

MUI Jatim menyayangkan terjadinya peristiwa penusukan pada ulama, Syekh Ali Jaber.

Surabaya - 

MUI Jatim menyayangkan terjadinya peristiwa penusukan pada ulama, Syekh Ali Jaber. Sekretaris MUI Jatim Ainul Yaqin meminta penegak hukum transparan dalam menangani kasus ini.

"Tentu jadi kami minta ini diungkap secara transparan supaya tidak menimbulkan prasangka, supaya tidak menimbulkan salah persepsi dan tidak menciptakan permusuhan termasuk kesalahpahaman terhadap aparat, itu penting," kata Ainul kepada detikcom di Surabaya, Senin (14/9/2020).

"Kami sangat menyayangkan ada kejadian seperti ini. Berarti keamanan para ustaz, dai kita ini menjadi perhatian dan perlu peningkatan keamanan dan artinya perlu para aparat menjadikan hal ini sebagai satu evaluasi," imbuhnya.

Tak hanya itu, Ainul meminta polisi jangan sampai sembrono dengan menyimpulkan pelaku berinisial AA (24) sebagai orang gila. Karena butuh pemeriksaan dan pengusutan mendalam.

"Kita tidak boleh sembrono untuk menyimpulkan seperti itu, maka kita perlu untuk melakukan pengusutan secara tuntas. Sebab jika berulang kali disimpulkan orang gila, tanpa melalui proses prosedur yang bisa dipertanggungjawabkan, ini semakin memantik spekulasi dari masyarakat untuk menafsirkan macam-macam. Justru itu kita berharap agar kasus ini dibuka siapapun pelakunya dan diproses secara hukum sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," papar Ainul.

Ainul juga ingin polisi mengungkap motif sesungguhnya yang membuat pelaku melakukan penulusan. Terlebih, Ainul meyakini Syekh Ali Jaber merupakan ulama yang baik dan memiliki banyak penggemar.

"Kita tahu track record Syekh Ali Jaber ini sebetulnya beliau adalah ustaz yang lurus lurus saja dan tidak ada masalah baik dari sikon dan dakwahnya, banyak penggemarnya. Apa lagi selama COVID-19 beliau banyak membantu program pemerintah misalnya sosialisasi protokol COVID-19 dan ini tau-tau beliau tidak aman. Berarti kita mendorong petugas keamanan polisi untuk menelusuri secara transparan sekaligus untuk mengevaluasi memberikan keamanan," pungkasnya.

Minggu, 13 September 2020

Polisi masih menyidik kasus penusukan Syekh Ali Jaber di Lampung

Jakarta - Polisi masih menyidik kasus penusukan Syekh Ali Jaber di Lampung. Sejauh ini, polisi mengatakan AA pelaku tunggal.
"Sudah ditetapkan tersangka. Masih (pelaku) tunggal," Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Rezky Maulana saat dihubungi detikcom, Senin (14/9/2020).

Baca juga: Benarkah Penusuk Syekh Ali Jaber Gangguan Jiwa? Ini Kata Polisi
Rezky mengatakan bahasa atau komunikasi AA lancar saat diperiksa polisi. "(Komunikasi) lancar)" ujarnya.

Polisi masih mendalami lagi motif AA menusuk Syekh Ali Jaber. Pihaknya masih berkoordinasi terkait pemeriksaan AA ke dokter jiwa.

"Masih dikoordinasikan," ucapnya.

Soal profesi sehari-hari, dia menambahkan, pelaku tidak memiliki pekerjaan tetap.

"Tidak ada pekerjaan tetap, sebelumnya bantu jagain toko pamanya," ujarnya.

Pakta penusukan syeh, oleh orang yang tak dikenal

Jakarta - 

Pendakwah Syekh Ali Jaber ditusuk oleh seorang pemuda tak dikenal berinisial AA (24) di Lampung usai memberikan ceramah. Ada sejumlah fakta yang terungkap dari penusukan Syekh Ali Jaber.

"Jadi benar ada kejadian penusukan dari seorang pelaku di tengah kegiatan masyarakat yang bersifat keagamaan dengan mengundang Syekh. Pas kegiatan itu, terjadi penusukan yang dilakukan seseorang yang tidak dikenal," ujar Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad, saat dihubungi, Minggu (13/9/2020).

Fakta-fakta tersebut mulai dari Syekh Ali Jaber ditusuk saat hendak berfoto bersama dengan jemaah hingga pelaku ditangkap. Berikut ini fakta-fakta yang terungkap:

1. Detik-detik Penusukan Syekh Ali Jaber

Syekh Ali Jaber mengungkapkan detik-detik saat dia hendak ditusuk orang tak dikenal. Ketika tahu ada orang datang dan akan mencelakai dirinya, dia langsung mengangkat tangan untuk menutupi bagian leher. Lalu, pisau yang dibawa pelaku menusuk lengannya.

"Saya bisa selamat karena Allah takdirkan. Saya angkat tangan di posisi ke depan leher dan dada, dan tusukan cukup keras, cukup kuat, sampai separuh pisau masuk ke dalam, cukup dalam," kata Syekh Ali Jaber dalam video yang diunggah di akun YouTube 'Syekh Ali Jaber', Minggu (13/9/2020).

Dia menyebut pisau tertancap di lengannya hingga patah. Patahan pisau itu kemudian dia ambil sendiri.

"Alhamdulillah di tangan, bukan di leher, sampai patah pisaunya. Saya sendiri yang lepaskan pisaunya, yang sudah patah di dalam. Saya keluarkan, alhamdulillah, alhamdulillah, inalillahi wainnailaihi rojiun," kata Ali.

2. Pelaku Penusukan Syekh Ali Jaber Ditangkap

Usai kejadian penusukan, pelaku berinisial AA langsung ditangkap polisi. Kondisi Syekh Ali Jaber disebut tak parah.

"Untuk situasi saat ini sudah bisa dikendalikan dan dalam keadaan stabil, dan Syekh tidak mengalami keadaan yang parah. Pelaku juga sudah bisa kita amankan," ujar Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad saat dihubungi, Minggu (13/9/2020).

Pandra menuturkan saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan serta memeriksa saksi.

"Melakukan penyelidikan di tempat perkara, kemudian memeriksa atau mendengarkan dari saksi korban maupun saksi di TKP," kata Pandra.

Video 'Cerita Syekh Ali Jaber Ditusuk Hingga Pisau Patah':


Pendakwah Syekh Ali Jaber ditusuk orang tak dikenal setelah mengisi acara di Lampung

Jakarta - 

Pendakwah Syekh Ali Jaber ditusuk orang tak dikenal setelah mengisi acara di Lampung. Kini dia tengah menjalani perawatan pada lukanya di bagian tangan.

Kondisi itu dia saat ini ditayangkan melalui video yang diunggah di akun YouTube Syekh Ali Jaber. Video itu juga di-repost di akun Instagram Syekh Ali Jaber yang terverifikasi. Dia menjelaskan bagaimana kronologi ketika ditusuk.

"Alhamdulillah, ini pengalaman baru bagi saya. Selama ini 12 tahun di Indonesia mengajar masyarakat, menjaga kebersatuan, menjaga kebersamaan, damai-sejahtera," kata Ali Jaber dalam tayangan di akun YouTube-nya, Minggu (13/9/2020).

"Ternyata nasib saya di Bandar Lampung, pas isi acara, Allah SWT, takdirkan ada orang datang, dan Allah selamatkan dari pembunuhan," lanjutnya.

Di video itu, Syekh Ali Jaber tampak duduk di ranjang. Dia terluka di tangan sebelah kanan. Masih tampak bercak darah di baju yang dipakai Syekh Ali Jaber.

Syekh Ali Jaber ditusuk di Masjid Falahuddin, Bandar Lampung. Video detik-detik orang tak dikenal itu juga beredar di media sosial.

"Jadi benar ada kejadian penusukan dari seorang pelaku di tengah kegiatan masyarakat yang bersifat keagamaan dengan mengundang Syekh. Pascakegiatan itu, terjadi penusukan yang dilakukan seseorang yang tidak dikenal," ujar Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad saat dihubungi, Minggu (13/9/2020).

Saat ini pelaku penusukan Syekh Ali Jaber sudah ditangkap.

Tonton juga 'Syekh Ali Jaber Ditusuk Saat Berdakwah di Lampung':

Ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri berpesan kepada seluruh calon kepala daerah (cakada) untuk tidak bersifat angkuh jika menang nanti.

Jakarta - 

Ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri berpesan kepada seluruh calon kepala daerah (cakada) untuk tidak bersifat angkuh jika menang nanti. Sebab, Megawati kerap melihat kepala daerah yang angkuh dan tidak ingin turun ke rakyat.

Hal itu diungkapkan Megawati saat memberikan arahan kepada cakada asal PDIP ataupun di luar PDIP. Arahan digelar secara virtual.

"Kita bisa melihat seperti Jokowi dengan diusung PDIP, maka PDIP jadi sebuah partai yang bisa mengangkat presidennya dua kali. Jadi jangan dikira kalau nantinya saudara yang telah menang lalu setelah jadi calon mulai keluar keangkuhan, kepongahan. Banyak saya lihat hal-hal seperti itu terjadi, tak mau turun ke bawah," kata Megawati, Minggu (13/9/2020).

Megawati menegaskan dirinya tidak akan mencalonkan kepada siapapun yang bersifat angkuh. Meskipun, orang itu menang dalam survei. Menurutnya, survei bukan jaminan.

"Saya bilang ya terserah, nanti kita lihat apakah kalau dia mau mencalonkan lagi kedua kalinya akan kami calonkan? karena pasti, karena sekarang orang melihat itu dengan survei meskipun saya selalu mengatakan," ujarnya.

"Survei bukan jaminan. Survei itu salah satu bagian untuk kita melihat, mendeteksi bagaimana orang ini menjalankan tugasnya sebagai pemimpin di daerah masing-masing," lanjut Megawati.

Tonton juga 'Megawati ke Kadernya: Yang Nggak Solid Saya Pecat!':

Kasus positif virus Corona (COVID-19) di Indonesia bertambah 3.636 hari ini.

Jakarta - 

Kasus positif virus Corona (COVID-19) di Indonesia bertambah 3.636 hari ini. Dengan penambahan tersebut, jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia hingga hari ini mencapai 218.382.

Data tersebut berdasarkan perkembangan situasi COVID-19 harian yang dirilis Kementerian Kesehatan melalui situs kemkes.go.id pada Minggu (13/9/2020). Data ini dihimpun hingga pukul 12.00 WIB dan diupdate secara berkala setiap harinya.

Dari 218.382 kasus positif COVID-19 yang ada, 155.010 di antaranya telah dinyatakan sembuh. Ada penambahan pasien yang sembuh 2.552 orang per hari ini.

Sementara, pasien yang meninggal per hari ini bertambah 73 orang. Sehingga kasus pasien yang meninggal akibat COVID-19 di Indonesia hingga saat ini berjumlah 8.723.

Per hari ini, pemerintah juga memantau 97.227 pasien suspek COVID-19. Jumlah tersebut bertambah 1.688 dari hari sebelumnya. Selain itu, pemerintah juga telah memeriksa 30.100 spesimen per hari ini.

Sebelumnya, pada hari Sabtu (12/9), jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia bertambah 3.806 hari ini. Jumlah kasus menjadi 214.746.

Dari data yang diterima, ada tambahan 2.241 pasien sembuh, total pasien sembuh dari Corona berjumlah 152.458. Sementara itu, ada tambahan 106 pasien meninggal sehingga total pasien meninggal akibat Corona 8.650.