Sabtu, 11 April 2020

3 KALI CURI MOTOR, SEORANG PRIA DI MEDAN DI TEMBAK MATI POLISI

Jakarta - 

Polisi menembak mati MA (44) yang diduga melakukan tiga kali pencurian sepeda motor di MedanSumatera Utara. MA ditembak karena melawan dengan sebilah pisau saat akan ditangkap.

"Pelaku terpaksa dilakukan tindakan tegas, terukur dengan menembak tersangka. Selanjutnya, di bawa ke RS Bhayangkara dan dinyatakan meninggal dunia," kata Kapolrestabes Medan Kombes Johnny Eddizon Isir kepada wartawan, Sabtu (11/4/2020).

Isir mengatakan penangkapan pria tersebut berdasarkan tiga laporan polisi di Polsek Medan Timur, Polsek Helvetia dan Posek Percut Sei Tuan. Salah satu aksinya juga viral terekam kamera pengintai.

"Ada tiga laporan yang masuk ke polisi tentang pencurian sepeda motor. Dua laporan pada bulan Maret dan satunya lagi pada bulan ini. Satu aksi pencurian itu sempat viral terekam CCTV," sebut Isir.

Isir menyebut penangkapan itu berawal dari penyelidikan personel Polsek Percut Sei Tuan. Petugas mengetahui identitas pelaku berdasarkan CCTV di TKP pencurian.

Setelah itu, petugas mendapat informasi MA sedang berada di Jalan Pendidikan Pasar Besar Tembung, Percut Sei Tuan, sekitar pukul 08.45 WIB. Saat hendak ditangkap, pelaku melawan dengan pisau.

Petugas pun menembak MA. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti, termasuk motor yang diduga dicuri MA.

"Saat digeledah, dari tersangka ditemukan satu set kunci T dan sepeda motor hasil curian. Tersangka ini adalah seorang spesialis mencuri sepeda motor dengan menggunakan kunci T," ujar Isir.

Pasien positif COVID-19 di Kabupaten Pasuruan bertambah tujuh orang. Sehingga total 10 pasien dinyatakan positif Corona.

Pasuruan - 

Pasien positif COVID-19 di Kabupaten Pasuruan bertambah tujuh orang. Sehingga total 10 pasien dinyatakan positif Corona.

"Tujuh orang ini terdiri dari lima laki-laki dan dua perempuan," kata Jubir Satgas COVID-19 Kabupaten Pasuruan, Anang Saiful Wijaya, Sabtu (11/4/2020).

Anang mengatakan lima laki-laki berasal dari Kecamatan Lumbang, Beji, Gempol, Purwodadi, Gondangwetan. Sedangkan dua perempuan berasal dari Prigen dan warga DKI Jakarta yang memiliki keluarga di Kecamatan Rembang.

"Ketujuh pasien tersebut memiliki riwayat perjalanan yang berbeda. Beberapa pasien sebelumnya pernah mengikuti pelatihan haji di Surabaya. Ada juga yang sering pulang pergi Jakarta dan Pasuruan karena bisnis," terang Anang.

Tiga pasien yang merupakan klaster pelatihan haji di Arama Haji Sukolilo, Surabaya ini dirawat di RSUD Bangil. Menurut Anang, mereka dalam kondisi sehat.

"Tracing kontak mereka terus dilakukan. Untuk kondisi keluarga tiga pasien positif ini masuk ODR (Orang Dalam Risiko) karena tidak mengalami sakit dan tidak ada keluhan-keluahan terkait Covid 19," terang Anang.

7 Pasien positif Corona ini sebelumnya merupakan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang diisolasi di RSUD Bangil. Mereka menunggu hasil swab test selama kurang lebih 15 hari.

"Ketujuh pasien selama ini dirawat di RSUD Bangil dan hari ini hasil swab-nya dinyatakan positif," terang Anang.

Sehari sebelumnya tiga PDP yang dirawat di RSUD Bangil dinyatakan positif Corona. Terdiri dua pasien laki-laki berasal dari Kecamatan Bangil dan Puspo, satu perempuan berasal dari Kecamatan Kraton. Tiga pasien ini dipastikan klaster Pelatihan Haji di Surabaya.

Lima tenaga medis RSUD dr Iskak Tulungagung dinyatakan positif terpapar virus Corona


Tulungagung - 

Lima tenaga medis RSUD dr Iskak Tulungagung dinyatakan positif terpapar virus Corona (Covid-19). Satu dokter terakhir dinyatakan positif oleh Laboratorium Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKL) Surabaya.

Humas RSUD dr Iskak Tulungagung Mohammad Rifa'i, mengatakan kelima tenaga medis tersebut terdiri dari dua dokter dan tiga perawat. Temuan itu setelah managemen rumah sakit melakukan skrining terhadap 30 tenaga medis yang sempat kontak dengan pasien positif corona.

"Dari sekian itu yang dinyatakan positif ada lima, dua profesi dokter dan tiga perawat, untuk satu dokter yang dinyatakan positif masuk data Kabupaten Trenggalek karena domisili di sana. Sedangkan yang empat ini, satu dokter dan tiga perawat sekarang masa isolasi, dikarantina mandiri," kata M Rifa'i, Sabtu (11/4/2020).

Dari kelima tenaga medis tersebut tinggal dokter JJ belum tercatat secara resmi di Gugus Tugas Covid-19 Tulungagung. Sebab yang bersangkutan baru menerima satu hasil pemeriksaan laboratorium BBTKL Surabaya, sedangkan hasil laboratorium Balitbangkes kemenkes belum turun.

"Namun karena sudah banyak informasi yang tersebar di masyarakat, akhirnya kami meluruskan kabar itu. Kalau yang lab BBTKL memang positif, sekarang tinggal menunggu dari kemenkes. Biasanya memang tidak jauh beda," ujarnya.

Sementara Direktur RSUD dr Iskak yang juga Pelaksana Harian Bidang Kesehatan Gugus Tugas Covid- 19 Kabupaten Tulungagung, Supriyanto, melalui siaran persnya mengatakan informasi yang beredar di media sosial maupun dari mulut ke mulut yang menyebut salah satu spesialis penyakit dalam RSUD dr Iskak Tulungagung yaitu dr M Jasin Jachya saat ini sakit dan dirawat di rumah sakit karena Corona, tidak benar.

"Yang benar adalah, beliau sedang menjalani masa isolasi karena terkonfirmasi terpapar virus Corona. Dan saat ini beliau dalam keadaan sehat. Sebagai informasi tambahan, bahwa seseorang yang terpapar dan terkonfirmasi virus Corona (positif Corona), belum tentu sakit. Sangat tergantung dengan kondisi fisiknya," kata Supriyanto.

Dia menjelaskan, tenaga medis, dokter spesialis maupun perawat yang menangani banyak pasien, mulai dari pasien terkonfirmasi atau positif Covid-19 maupun orang yang berstatus OTG, ODP dan PDP sangat rentan terhadap paparan virus Corona.

Minggu, 05 April 2020

Koruptor Lansia di Lapas Sukamiskin Tak Ada Gejala Corona


Dony Indra Ramadhan - detikNews
Senin, 06 Apr 2020 10:32 WIB
Saung elite yang berada di Lapas Sukamiskin masih berdiri sampai saat ini. Ini penampakannya. 
Lapas Sukamiskian (Foto: Baban Gandapurnama/detikcom)
Bandung - 

Pembebasan narapidana kasus tindak pidana korupsi (tipikor) lansia di tengah Pandemi Corona menjadi polemik. Lalu bagaimana sebenarnya kondisi para terpidana korupsi yang lanjut usia (lansia) di Lapas Sukamiskin?

"Belum ada (yang sakit). Alhamdulilah tidak ada (yang bergejala Corona). Mudah-mudahan tidak ada," ucap Kalapas Sukamiskin Abdul Karim kepada detikcom, Senin (6/4/2020).

Karim menyatakan sejak virus dengan nama lain Covid-19 ini merebak di Indonesia, Lapas Sukamiskin meningkatkan protokol penanganan kesehatan terhadap para napi. Setiap saat, suhu napi dicek petugas kesehatan lapas.

Dia menjelaskan sejauh ini belum ada aturan resmi dari pemerintah khususnya Kementerian Hukum dan HAM terkait pembebasan napi tipikor. "Belum ada aturan untuk bebaskan napi tipikor. Seperti biasa mereka di kamarnya masing-masing," kata Karim.


Sabtu, 04 April 2020

Masuk Jalur Puncak Gadog, Kendaraan Plat B Diperiksa Minggu, 05 April 2020


 

 
BOGOR, AYOBANDUNG.COM -- Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bogor memeriksa kendaraan asal Jakarta berplat B yang masuk ke Jalur Puncak, tepatnya di Gadog, Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

"Kami harus waspadai orang-orang eksodus dari Jakarta untuk diam di vila. Di sinilah kita periksa, tanya tujuannya ke atas mau apa, karena masyarakat pun sudah melakukan penyekatan desa-desa atau di masing-masing wilayah yang menuju vila," ujarnya usai pemeriksaan pada Sabtu.

Menurut dia,vila-vila dan hotel di Jalur Puncak pun sudah banyak yang tutup sejak pandemi virus corona (Covid-19). Langkah itu dilakukan untuk mencegah penularan virus mematikan tersebut.

"Biasanya hari-hari libur begini banyak orang dari Jakarta menuju vilanya, pariwisata sudah tutup, hotel juga sudah banyak yang tutup karena memang tamunya juga sudah tidak ada," kata perempuan yang juga merupakan Ketua DPW PPP Jawa Barat itu.

Pemeriksaan dilakukan dengan cara memeriksa suhu tubuh, pemberian masker dan cairan pembersih tangan serta penyemprotan disinfektan kendaraan sebelum kembali meneruskan perjalanan.

Ade Yasin mengatakan, aksi serupa juga dilakukan di tiga lokasi lainnya yang menjadi gerbang masuk Kabupaten Bogor, yaitu Puncak Pas, Cigombongdan Jalan Layang Cibinong. “Sosialisasi kepada para pengguna jalan ini bertujuan agar mereka mempertimbangkan kembali perjalanannya menuju Bogor," kata Ade Yasin.

Ia mengatakan, serangkaian langkah pencegahan yang dilakukan sesuai instruksi presiden melalui Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Yakni seluruh kabupaten dan kota khususnya di Jawa Barat agar memberdayakan potensi masyarakat dalam bentuk RW Siaga.

Dia menargetkan pembentukan 3.759 RW Siaga di 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor.

“Tugas RW Siaga ini di antaranya melakukan sosialisasi, edukasi dan pembatasan pergerakan keluar masuk warga, termasuk memonitor tamu dan orang-orang yang tidak berkepentingan berada di wilayah masing-masing," katanya.

Tak Cuma Jabatannya yang Dicopot Paska Gelar Pernikahan, Mantan Kapolsek Kembangan Dinilai Juga Langgar Aturan Kapolri Gegara Gaya Hidupnya

Rabu, 01 April 2020

Reaksi Anak Buah Erick Thohir Setelah Presiden Jokowi Umumkan Listrik Gratis, Ini Penjelasan PLN


Reaksi Anak Buah Erick Thohir Setelah Presiden Jokowi Umumkan Listrik Gratis, Ini Penjelasan PLN - Kolase TribunKaltim.co / Tribunnews

TRIBUNKALTIM.CO - Reaksi anak buah Erick Thohir setelah PresidenJokowi umumkan listrikgratis, ini penjelasan PLN.

Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) telah mengumumkan listrikgratis selama pandemi Virus Corona.

Kebijakan tersebut, yakni gratislistrik 450 VA selama 3 Bulan dan diskon 50 persen untuk 900 VA.

Pembebasan serta diskontariflistrik sebagai bantuan pemerintah atas dampak pandemi Virus Corona.

Sesaat setelah PresidenJokowi mengumumkan pembebasan dan diskontariflistrik, Dirut PLN langsung bereaksi.

Anak buah Erick Thohir di BUMN itu siap mendukung Pemerintah dengan memberikan pembebasan serta diskontariflistrik selama pandemi Virus Corona.

PT PLN (Persero) selaku perusahaan pelat merah penyedia listrik menyatakan menyambut positif kebijakan tersebut dan dinilai sejalan dengan fokus perusahaan saat ini.

Berikut isi lengkap siaran pers yang dikutip dari situs resmi PLN, pln.co.id :

PLN mendukung penuh kebijakan Pemerintah untuk membebaskan pembayaran listrik bagi 24 juta pelanggan dengan daya 450 Volt Ampere (VA) dan memberikan diskon 50 persen bagi 7 Juta pelanggan dengan daya 900 VA bersubsidi.

Keringanan biaya listrik ini akan berlaku selama tiga bulan yakni April, Mei, dan Juni 2020.

“Kebijakan pembebasan tagihan untuk pelanggan 450VA dan keringanan tariflistrik 50% tersebut sudah dibicarakan dan dikoordinasikan dengan PLN.

Kami sangat mendukung dan siap melaksanakan kebijakan Pemerintah yang disampaikan oleh Presiden RI Bapak Joko Widodo,” tutur Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini.

Dirinya menambahkan, adanya kebijakan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak akibat pandemi global covid-19 yang mengakibatkan lesunya perekonomian.

Program pembebasan tagihan dan keringanan pembayaran tersebut dimaksudkan untuk melindungi masyakarat yan gpaling terdampak pandemi.

“Saat ini masyarakat diimbau untuk tetap di rumah. Berkegiatan di rumah. Tujuannya untuk mencegah penularan yang makin luas. Pembebasan dan diskontariflistrik ini diharapkan dapat mendukung hal tersebut.

Jadi masyarakat, khususnya yang tidak mampu, tidak harus khawatir dalam menggunakan listrik selama musim yang sulit ini,” pungkas Zulkifli Zaini.

Terpisah, Vice President Public Relations PLN Dwi Suryo Abdullah berharap agar kebijakan ini mampu meringankan beban masyarakat yang tidak mampu di Indonesia.

"Ditengah kondisi seperti ini, yang terpenting adalah membantu masyarakat terutama warga yang tidak mampu, agar tetap bisa menikmati listrik melalui keringanan dan penangguhan tariflistrik," tutur Dwi Suryo Abdullah, Selasa (31/3/2020).

Dwi berharap, melalui kebijakan ini dapat meringankan beban masyarakat terdampak Virus Corona.

Selain itu, pemangkasan hingga pembebasan biaya ini diharapkan mampu mendorong masyarakat tetap berkegiatan dari rumah, sesuai dengan imbauan physical distancing pemerintah.

"Sehingga penyebaran Virus Corona dapat dihambat berkurang signifikan," kata Dwi. Dwi mencatat terdapat 24 juta pelanggan golongan 450 VA.

Golongan ini akan dibebaskan biaya listriknya selama 3 bulan. "Terus yang 900 VA subsidi sekitar 7 juta," ujarnya.

Sempat Diterpa Kabar Hoax

Sebuah informasi yang menyebutkan adanya kompensasi listrik dari PT PLN selama penerapan bekerja dari rumah atau work from home beredar di grup-grup percakapan WhatsApp dan media sosial.

Pesan itu dipastikan hoaks. PT PLN tidak memberikan kompensasi apa pun kepada pelanggan.

Informasi dengan narasi agak berbeda juga diunggah di Twitter oleh sejumlah akun.

Salah satunya akun @SuciAinunNisaa.

Narasi yang diunggah akun tersebut menyebutkan bahwa kompensasi listrik yang diberikan PLN karena adanya kebijakan work from home.

Tak sedikit pula akun yang menanyakan kebenaran informasi ini kepada PLN melalui akun Twitter @pln_123. Berikut salah satunya:

Konfirmasi GM PLN Distribusi Jakarta Raya Ikhsan Asaad membantah pesan mengenai kompensasi listrik karena program work from home atau kerja dari rumah. Ia memastikan bahwa informasi itu hoaks atau tidak benar.

"Itu hoaks, belum (ada kompensasi untuk work from home). PLN masih mengomunikasikan dengan regulator.

Kita kan ada tiga (regulator), Kementerian ESDM, BUMN, dan Keuangan," ujar Ikhsan saat dikonfirmasi, seperti diberitakan Kompas.com, Minggu (29/3/2020).

Ikhsan menegaskan, untuk memutuskan soal kompensasi harus berkoordinasi dengan tiga regulator.

Ia juga meluruskan bahwa link yang dibagikan bersama pesan berantai tersebut merupakan kompensasi yang diberikan PLN saat listrik padam pada Agustus 2019. Jadi, bukan kompensasi karena work from home.

Pengumuman

Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan menggratiskan tariflistrik selama 3 Bulan dan memberikan memberikan diskon hingga 50 persen bagi pelanggan PLN.

"Tarif listrik 450 VA akan digratiskan selama 3 Bulan ke depan, April, Mei, Juni," ujar Jokowi dalam konferensi pers, Selasa (31/3/2020) dilansir Kompas TV.

Sementara itu untuk pelanggan listrik 900 VA akan mendapatkan diskon 50 persen untuk Bulan April, Mei, Juni.

Selain itu Jokowi juga menerbitkan keringanan pembayaran kredit.

Keringanan ini akan diberlakukan bagi para pekerja informal, ojek online, UMKM, nelayan, dengan penghasilan harian dengan kredit di bawah Rp 10 miliar,

"OJK telah mengeluarkan aturan dan akan dimulai pada Bulan April," ujar Jokowi.

(*)