BREAKING NEWS

Jumat, 21 Februari 2020

Kisah Kampung Adat Cirendeu dan Tragedi Kuburan Massal Pemulung


Whisnu Pradana - detikNews
Jumat, 21 Feb 2020 23:34 WIB
Warga Kampung Adat Cirendeu Mengenang Tragedi Leuwigajah 
Pameran karya olahan sampah di Leuwigajah Cimahi. (Foto: Whisnu Pradana/detikcom)
Cimahi - 

Sebelum dikenal sebagai kampung yang memiliki warga adat dan sarat akan nilai sejarah serta budaya, lebih dari 15 tahun lalu Kampung Adat Cireundeu justru dikenal sebagai kampung sampah.

Sebutan tersebut melekat lantaran kampung adat yang terletak di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat, ini merupakan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) dari Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kota Cimahi. Tempat itu lebih dikenal dengan nama TPA Leuwigajah.

Sampah menggunung dan menebarkan aroma tak sedap. Namun, gunungan sampah itu menjadi lumbung penghasilan ratusan orang yang menggantungkan hidupnya menjadi pemulung, sekaligus kuburan masal bagi para pemulung yang tengah mencari nafkah.

Diposting oleh Ustadz Yachya Yusliha di 16.57 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Kamis, 20 Februari 2020

PASKA LONGSOR DI LIMBANGAN

Gempa Tasikmalaya Picu Longsor di Jalan Raya Limbangan


Photo News


Reporter:

PASCAgempa bumi yang mengguncang Tasikmalaya dengan magnitudo 4,9, Jumat (21/2/2020) pagi tadi, menyebabkan terjadi lonngsor di Jalan Raya Limbangan, Kabupaten Bandung.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Garut Agus Sofyan menyebutkan, titik longsor di Jalan Raya Limbangan-Tasikmalaya samping SMKN 6 Garut.

"Telah terjadi longsoran tepat di samping SMKN 6 Garut Jalan Raya Limbangan-Tasik pada sekitar pukul 9.00 WIB," ucap Agus melalui pesan singkat yang dikutip hari, Jumat.

Atas kejadian ini, Agus memastikan pihaknya bekerja sama dengan aparat kewilayahan untuk berkoordinasi dengan pengembang.

Diposting oleh Ustadz Yachya Yusliha di 22.15 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Senin, 17 Februari 2020

Banjir Bandang Berpotensi Besar Terjadi di Sleman


Ilustrasi/ABC Laos News - Handout via Reuters

Harianjogja.com, SLEMAN—Banjir bandang dinilai rawan terjadi di dua kabupaten di DIY, salah satunya adalah Sleman. Tebing dan lereng perbukitan yang tersebar di sejumlah daerah di DIY berpotensi memicu terjadinya banjir bandang. Pasalnya, longsoran tebing dapat menyebabkan tersumbatnya aliran sungai.

Meski begitu dia meminta masyarakat tidak panik. Meski banjir bandang pada dasarnya belum bisa diprediksi, tetapi dapat diantisipasi.

 Susur Sungai

Upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya banjir bandang adalah dengan susur sungai. Susur sungai dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat serta melibatkan pihak pemerintah.

Gerakan susur sungai bukan sekadar menengok keadaan kondisi sekitar sungai melainkan melakukan kegiatan bersih sungai dari timbunan kayu, sampah, dan longsor di tebing sungai. Sebab, sebagian besar penyebab banjir bandang dikarenakan adanya sumbatan di daerah hulu sungai.

"Sungai tersumbat oleh ranting dan pohon tumbang yang menumpuk. Sekitar 90 persen karena sumbatan, maka semua pihak harus aktif membersihkan," katanya.

Tidak hanya sebagai bentuk antisipasi, kata dia, susur sungai juga memberikan dampak positif lainnya. Seperti dengan ditemukannya potensi sungai yang ada di wilayah tertentu.

Mulai dari ditemukannnya sumber mata air, aliran air yang deras untuk pembangkit listrik, sampai dengan lokasi baru di wilayah sungai untuk objek wisata.

Selama susur sungai juga harus dilakukan pemetaan sampai dipastikan sungai benar-benar bersih dari sumbatan. “Karena jika aliran sungai tidak menuju ke lokasi permukian, banjir bandang sebenarnya tidak jadi soal. Yang jadi masalah adalah jika arahnya menuju ke permukiman. Lagipula sekarang banyak daerah yang punya sungai tapi tidak paham potensinya,” katanya.

Sebelumya, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Biwara Yuswantana mengaku akan memetakan sungai-sungai yang ada di DIY. Khususnya sungai yang memiliki hulu di Gunung Merapi dan berhilir di Laut Selatan. "Sungai-sungainya panjang dan memang ada beberapa tempat yang dinilai rawan. Untuk menunjukkan kerawanan ini diperlukan peta yang jelas," kata Biwara.

Diposting oleh Ustadz Yachya Yusliha di 01.51 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Minggu, 16 Februari 2020

Diguyur Hujan Deras, Sejumlah Lokasi di Sukabumi Diterjang Longsor


Syahdan Alamsyah - 
Minggu, 16 Feb 2020 19:57 WIB
Longsor di Sukabumis 
Longsor di Sukabumi (Foto: Istimewa)
Sukabumi - 

Hujan deras mengguyur Sukabumi sejak pagi hingga Minggu (16/2/2020) sore mengakibatkan terjadinya bencana alam di beberapa tempat. Informasi yang diperoleh  personel kepolisian Polres Sukabumi dari masing-masing sektor bergerak menuju lokasi longsor hingga pohon tumbang.

"Ada beberapa titik kejadian bencana hari ini, di Kampung Cikiray, Dusun Cibongbon Desa Sirnaresmi telah terjadi longsor yang mengakibatkan satu rumah warga tertimbun. Untuk korban jiwa dan kerugian belum dapat dilaporkan, personel Polsek Cisolok masih menghimpun informasi di lokasi," kata Paur Humas Polres Sukabumi Ipda Aah Saepul Rohman kepada wartawan, Minggu (16/2/2020).

Baca juga:Jabar Sepekan: Pemerkosa ABG Ditangkap-Kontroversi Pernyataan Ridwan Saidi

Sementara itu, hujan deras juga memicu kembali terjadinya pergerakan tanah di Kampung Gunungbatu, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi. Personel Polsek Nyalindung saat ini tengah berada di lokasi untuk melakukan antisipasi dan penjagaan.

"Petugas Polsek Nyalindung sudah melaksanakan patroli dan penjagaan serta pengaturan arus lalu lintas di jalur pergerakan tanah Nyalindung. Arus lalu lintas sempat tersendat dikarenakan banyak kendaraan yang berjalan pelan pada saat melintasi jalur pergerakan tanah dan banyaknya genangan-genangan air," lanjut Aah.

Di lokasi pergerakan tanah tersebut petugas juga memasang garis polisi (police line) di jalur jalan yang terdapat retakan baru akibat hujan deras. Informasi yang diperoleh , banjir dan longsor menutup jalan di ruas jalan Waluran-Mareleng-Palampang kawasan Geopark Ciletuh.

"Informasi sudah kami terima, personel sedang melakukan pengecekan berkoordinasi dengan relawan BPBD dan SARDA. Upaya penormalan jalan juga segera akan dilakukan secepatnya," ujar Aah.

Diposting oleh Ustadz Yachya Yusliha di 06.12 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Rabu, 12 Februari 2020

Puas dengan Penampilan Raja Dangdut di Hajatan Anaknya, Juragan Batu Bara Ini Sawer sang Raja dengan Motor Mewah, Awalnya Malu Mau Nyawer Pakai Duit


Tata Lugas Nastiti Kamis, 13 Februari 2020 | 07:00 WIB

   
Puas dengan Penampilan Raja Dangdut di Hajatan Anaknya, Juragan Batu Bara Ini Sawer sang Raja dengan Motor Mewah, Awalnya Malu Mau Nyawer Pakai Duitdok. (ISTIMEWA)/Kompas.com
Puas dengan Penampilan Raja Dangdut di Hajatan Anaknya, Juragan Batu Bara Ini Sawer sang Raja dengan Motor Mewah, Awalnya Malu Mau Nyawer Pakai Duit

Sosok.ID - Berawal dari rasa puasnya melihat penampilan sang raja dangdut, Rhoma Irama di acara sang anak, seorang juragan batu bara di Kalimantan Selatan sampai memberikan sawer yang tak tanggung-tanggung.

Bukan uang, juragan batu bara di Kalimantan Selatan ini berikan sang Raja Dangdut, Rhoma Irama sebuah motor mewah sebagai bentuk sawer secara cuma-cuma.

Awalnya mengaku ingin memberikan uang, namun lantaran segan, juragan batu bara di Kalimantan Selatan akhirnya pilih memberikan sang Raja Dangdut, Rhoma Irama sebuah motor mewah senilai setengah miliar.

Baca Juga: 4 Bulan Lalu Nangis Ditinggal Bayi Kembarnya Hingga Ngaku Belum Siap Jadi Ayah, Ammar Zoni Kegirangan Irish Bella Hamil Lagi, Sampai Nekat Nyosor Bibir sang Istri di Depan Kamera

Ketika penyanyi bernyanyi di atas panggung, tak ayal banyak penonton memberikan saweran berupa uang.

Saweran memang terkadang lekat dengan para pedangdut yang menyajikan suara emasnya di panggung.

Namun berbeda dengan Rhoma Irama si Raja Dangdut.

Baca Juga: Sempat Pasrah Harta Bendanya Dirampok 5 Begal, Sopir Truk Naik Pitam Hingga Nekat Tabrak Mobil yang Dikendarai Pelaku Gegara Salah Satu Penjahat Lakukan Hal Ini Padanya: Dia Pikir Truk Gak Bisa Jalan..

Seorang pengusaha tambang batubara yang terkenal di Kalimantan Selatan, Muhammad Hatta ( Haji Ciut), dikabarkan memberi saweran berupa motor Harley Davidson kepada Raja Dangdut Rhoma Irama.

Rhoma mendapatkan saweran yang tak biasa itu saat tampil dalam resepsi pernikahan putra sang juragan tambang di Binuang, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, Sabtu (17/2/2018) malam.

Lalu apa alasan Haji Ciut memberi motor gede itu untuk Rhoma?

Baca Juga: Tawar-menawar Keperawanan jadi Tren di Jerman, Gadis Asal Indonesia Ini Nekat Ikutan Demi Nafkahi Keluarga, Kehormatannya Laku Dilelang Seharga Rp 19 Miliar

Sekjen Dewan Pimpinan Pusat Fans of Rhoma and Soneta (Forsa), Wahed Unoe, yang menyaksikan langsung pemberian saweran unik itu mengungkapnya.

"Kata Haji Ciut waktu itu, 'saya kan tidak nyawer, saya mau nyawer di atas panggung, saya enggak berani'," ucap Wahed saat dihubungi Kompas.com, Selasa (20/2/2018).

Sepengetahuan Wahed, Haji Ciut dikenal sebagai Raja Sawer.

Baca Juga: Ngaku Pernah Dibayar Rp 100 Juta Jadi Pacar Settingan, Andika eks Kangen Band Disebut Mbak You Punya Aura yang Bikin Wanita Klepek-klepek: Dia Bakal Terus Dicari Para Wanita

Jumlah sawerannya bisa mencapai ratusan juta rupiah dan umumnya diberikan kepada artis.

Namun, untuk Rhoma Irama, Haji Ciut tak berani memberi saweran berupa uang. "Jadi Haji Ciut bilang 'Ya udah penggantinya, inilah saweran saya, pilih yang mana Pak Haji?'," kata Wahed.

Rhoma pun memilih sebuah motor Harley Davidson merah.

Baca Juga: Terungkap Lucinta Luna Dijebak Agar Terseret Hukum, Polisi Ungkap Dari 4 Orang yang Ditangkap Hanya Dirinya Jadi Tersangka, Begini Keterangannya!

Motor ini pun diketahui memiliki harga yang lumayan mahal, bahkan mencapai setengah miliar rupiah.

Sebelumnya ia juga mencoba beberapa motor lain yang terdapat di rumah Haji Ciut sebelum menjatuhkan pilihannya pada motor tersebut.

Rhoma sendiri merupakan penyanyi yang telah lama melintang di dunia dangdut bersama band nya Soneta.

Baca Juga: Terungkap Lucinta Luna Dijebak Agar Terseret Hukum, Polisi Ungkap Dari 4 Orang yang Ditangkap Hanya Dirinya Jadi Tersangka, Begini Keterangannya!

Tak berlebihan jika ia juga disebut sebagai seorang entertainer yang mengharumkan nama dangdut. (Pipit)

Diposting oleh Ustadz Yachya Yusliha di 18.55 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Jumat, 07 Februari 2020

Jadi Tersangka Jiwasraya, Bos PT Maxima Joko Hartono Dicegah ke Luar Negeri

07/02/2020 20:01:05


Kejaksaan Agung Kejagung sudah meminta Imigrasi mencegah Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto untuk bepergian ke luar negeri
  • Kejaksaan Agung Kejagung sudah meminta Imigrasi mencegah Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto untuk bepergian ke luar negeri

JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) sudah meminta Imigrasi mencegah Direktur PT Maxima Integra, Joko Hartono Tirto untuk bepergian ke luar negeri. Pencegahan menyusul ditetapkannya Joko sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengelolaan dana PT Asuransi Jiwasraya (Persero). 

"Dia dicekal, ada terus pasti itu karena penyidikan ini sangat penting. Karena kami ada target dengan masa penahanan. Kami tidak mau kehilangan saksi saksi kunci karena penahanan habis. Itu kepentingan-kepentingan itu sehingga kami lakukan pencekalan," kata Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah di Jakarta, Jumat (7/1/2020).

Selain Joko, Kejagung juga mencegah dua orang lainnya untuk bepergian ke luar negeri. Keduanya yakni, PR dan BM. Pencekalan terhadap dua orang lainnya itu untuk kebutuhan penyidikan kasus dugaan korupsi tersebut.

"Ada beberapa kepentingan dalam pencekalan itu yang menjadi saksi kunci orang-orang yang kita harapkan juga menjadi orang yang bisa membuka awal titik terang terjadinya tindak pidana," ucap dia.

Kejagung 

Seperti diketahui, Kejagung sebelumnya telah menetapkan lima tersangka pada kasus dugaan tindak pidana korupsi PT Jiwasraya (Persero). Mereka adalah Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat.

 

Lalu, Komisaris Utama PT Hanson Internasional Tbk Benny Tjokrosaputro, mantan Direktur Utama PT Jiwasraya Hendrisman Rahim, mantan Direktur Keuangan PT Jiwasraya (Persero) Hary Prasetyo dan mantan Kepala Divisi Investasi Jiwasraya Syahmirwan.

Dalam kasus korupsi yang merugikan negara hingga Rp13,7 triliun itu, Kejagung sebelumnya menyebut adanya 13 perusahaan yang memiliki masalah investasi berkaitan dengan kasus korupsi PT Jiwasraya (Persero).


Diposting oleh Ustadz Yachya Yusliha di 05.42 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Rabu, 05 Februari 2020

Bikin Kaget, Patung Harimau Dekat Balai Kota Bandung 'Loncat'

Kamis, 06 Feb 2020 10:11 WIB

Foto: Yudha Maulana 
Foto: Yudha Maulana
Bandung - 

Patung maung atau harimau di perempatan Braga-Wastukancana 'loncat' dari tugu yang menopangnya. Jatuhnya ornamen yang menjadi pemanis Kota Kembang itu tak jatuh dari balaikota.

Iwan Rahmat, satpam Gereja Bethel menuturkan jatuhnya patung tersebut terjadi pada Kamis (6/2/2020) dini hari. Hal itu ia ketahui dari keterangan rekannya yang berjaga shift malam.

"Kata teman yang menjaga tadi malam, jatuhnya sekitar pukul 01.30 WIB," kata Iwan saat ditemui detikcom.

Baca juga:Gegara Gapura, Sumedang Disebut Netizen Kota Kardus


Dari keterangan rekannya, jatuhnya patung tersebut menimbulkan suara yang cukup keras. "Kemudian teman saya berlari melihat ke lokasi patung, tapi tidak ada siapa-siapa, kemungkinan jatuh sendiri," ucapnya.

Patung Harimau Dekat Balai Kota Bandung 'Loncat'Foto: Yudha Maulana


Pantauan detikcom sekitar pukul 09.00 WIB, patung harimau tersebut sudah dipindahkan. Namun belum diketahui ke mana patung harimau yang dibuat era Walikota Ridwan Kamil itu dipindahkan.

"Tadi sekitar jam 07.00 WIB ada petugas yang memindahkan, kalau itu saya melihat sendiri karena saya berjaga di pos," kata Iwan.

Diposting oleh Ustadz Yachya Yusliha di 20.31 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

Mengenai Saya

Foto saya
Ustadz Yachya Yusliha
Lihat profil lengkapku

Arsip Blog

  • ▼  2023 (1)
    • ▼  Januari (1)
      • ANGGOTA BARAYA KULTUM
  • ►  2021 (69)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (21)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (26)
    • ►  Januari (17)
  • ►  2020 (292)
    • ►  Desember (30)
    • ►  November (35)
    • ►  Oktober (49)
    • ►  September (18)
    • ►  Juli (4)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (46)
    • ►  April (57)
    • ►  Maret (14)
    • ►  Februari (11)
    • ►  Januari (27)
  • ►  2019 (114)
    • ►  Desember (14)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (4)
    • ►  Agustus (14)
    • ►  Juli (12)
    • ►  Juni (64)
    • ►  Mei (5)
  • ►  2018 (271)
    • ►  Desember (6)
    • ►  November (70)
    • ►  Oktober (30)
    • ►  September (16)
    • ►  Agustus (61)
    • ►  Juli (26)
    • ►  Juni (30)
    • ►  Mei (22)
    • ►  April (5)
    • ►  Januari (5)
  • ►  2017 (295)
    • ►  Desember (21)
    • ►  November (18)
    • ►  Oktober (36)
    • ►  September (59)
    • ►  Agustus (22)
    • ►  Juli (51)
    • ►  Juni (30)
    • ►  April (27)
    • ►  Maret (31)
Tema Sederhana. Diberdayakan oleh Blogger.