Selasa, 13 Agustus 2019

Adab berdo'a disampaikan yd1jni@gmail.com

Adab-adab Dzikir


Dilakukan dengan penuh khusyu’ dan khidmat.


Hendaknya menggunakan bacaan yang ma’tsur baik ayat ataupun hadits nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.


Tidak dilakukan dengan tergesa-gesa dan cepat.


Sebaiknya dalam keadaan (bersuci) berwudlu.


Memulai dengan tahmid, tasbih dan tahlil kemudian shalawat nabi.


Dilakukan dengan suara yang tidak keras dan tidak terlalu pelan.


Berikut adalah keutamaan-keutamaan dzikir yang disarikan oleh Ibnu Qayyim Al Jauziyah dalam kitabnya Al Wabilush Shoyyib. Semoga bisa menjadi penyemangat bagi kita untuk menjaga lisan ini untuk terus berdzikir mengingat Allah.


Mengusir setan.


Mendatangkan ridho Ar Rahman.


Menghilangkan gelisah dan hati yang gundah gulana.


Hati menjadi gembira dan lapang.


Menguatkan hati dan badan.


Menerangi hati dan wajah menjadi bersinar.


Mendatangkan rizki.


Orang yang berdzikir akan merasakan manisnya iman dan keceriaan.


Mendatangkan cinta Ar Rahman yang merupakan ruh Islam.


Mendekatkan diri pada Allah sehingga memasukkannya pada golongan orang yang berbuat ihsan yaitu beribadah kepada Allah seakan-akan melihatnya.


Demikian pembahasan artikel mengenai Dzikir, Semoga bermanfaat dan Mudah mudahan dengan selalu Dzikir kepada Allah kita selalu dekat dan keimanan dan ketaqwaan kita semakin meningkat dan kuat. Aamiin Allahuma Aaamiin.


Senin, 12 Agustus 2019

Waduk jatigede saat ini

Waduk Jatigede Surut, Warga Berbondong-bondong Lihat Eks Perkampungan Warga

Senin, 12 Agustus 2019 09:18 WIB

    

Pada musim kemarau seperti sekarang, bekas jalan provinsi yang sebelumnya tergenang air Waduk Jatigede kembali terlihat dengan jelas karena surutnya debit air di Waduk Jatigede, Senin 12 Agustus 2019 

 - Waduk merupakan danau buatan untuk menyimpan air.

Di Indonesia terdapat banyak waduk yang dimanfaatkan sebagai sumber air, pembangkit listrik, serta pengendali banjir.

Waduk Jatigede di Sumedang, Jawa Barat menjadi waduk terbesar kedua di Indonesia.

Mulai dibangun pada tahun 2008, selesai pada tahun 2015 silam, dan beroperasi penuh pada tahun 2017.

Waduk Jatigede bahkan telah direncanakan sejak zaman Hindia Belanda, namun baru terealisasikan tahun 2000 an. 

Saat pembangunan waduk Jatigede dilakukan, pemerintah harus merelokasi warga yang tinggal di wilayah calon genangan.

Melansir laman Wikipedia, terdapat 28 desa yang direlokasi di Kecamatan Darmaraja, Kecamatan Wado, Kecamatan Jatigede, dan Kecamatan Jatinunggal.

yd1jni@gmail.com

Selasa, 06 Agustus 2019

Lirik lagu terajana

Terajana

Pernah aku melihat musik di Taman Ria
Iramanya Melayu duhai sedap sekali (2X)

Sulingnya suling bambu
Gendangnya kulit lembu
Dangdut suara gendang rasa ingin berdendang (2X)

Terajana… Terajana
Ini lagunya… lagu India (2X)

Hai merdunya… hai merdunya
Merdu suara… oh penyanyinya
Serasi dengan… lincah gayanya

Karena asyiknya aku
hingga tak kusadari
Pinggul bergoyang-goyang rasa ingin berdendang (2X)

Minggu, 04 Agustus 2019

Warga Gelar Istigasah di Kaki Gunung Tangkuban Perahu

Warga yang sebagian besar merupakan pedagang di TWA Tangkuhan Perahu ini menggelar istigasah. (Foto: Yudha Maulana)


Bandung Barat - Ratusan warga berdoa bersama di area pintu masuk Taman Wisata Alam (TWA) Tangkuban Perahu, Senin (5/8/2019). Mereka meminta keselamatan dan berharap kondisi gunung bisa kembali normal.

Isak tangis terlihat saat ustaz Yandi, yang memimpin istigasah bersama, merapalkan doa. Warga yang sebagian besar merupakan pedagang di TWA Tangkuhan Perahu itu tampak khusyuk mengamini tiap doa yang dilantunkan.

Baca juga: Erupsi Tangkuban Perahu Tak Berbahaya, Tapi...

Kegiatan ini diawali dengan salat istigasah berjemaah sebanyak dua rakaat. Disusul zikir dan tawasul bersama. "Tujuannya agar umat semakin dekat, tidak lari kemana-mana, agar mereka bertawakal," ujar Yandi.

"Kami dan warga mengharapkan doa kami terkabul. Tangkuban Perahu kembali normal dan pedagang bisa kembali menjalankan rutinitasnya seperti biasa," tuturnya.

Warga berdoa bersama di area pintu masuk Taman Wisata Alam (TWA) Tangkuban Perahu. (Foto: Yudha Maulana)

Sebelumnya, dia mengungkapkan, salat istigasah pernah dilaksanakan pascaerupsi pada 2013. "Untuk yang saat ini MUI dan tokoh masyarakat yang meminta untuk dilaksanakan istigasah, alhamdulillah sekarang bisa terselenggara," ucap Yandi.

Ketua RW 6 Desa Cikole, Ishak Jeri mengatakan, doa bersama ini juga diikuti oleh warga Kabupaten Subang. "Pedagang dan penyedia jasa di Tangkuban Perahu itu ada sekitar 1200 orang, yang datang sekarang hanya beberapa persennya saja," ujar Ishak.

Baca juga: Polda Jabar Siagakan 200 Personel di Sekitar Gunung Tangkuban Perahu

Sebelumnya Gunung Tangkuban Perahu kembali erupsi pada Kamis (2/8/2019) malam. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status gunung api tersebut dari level 1 (normal) menjadi level 2 (siaga) pada Jumat (3/8/2019).

Akibatnya, aktivitas wisata di kawasan Tangkuban Perahu ditutup kembali. "Sebenarnya kalau masalah bencana ini kami selalu diimbau agar tidak panik, yang celaka itu yang panik, sekarang kami hanya bisa berserah diri saja," tutur Ishak. 

SDPPI

https://iar-ikrap.postel.go.id

Sabtu, 03 Agustus 2019

Biker Asal Ponorogo Tewas Jadi Korban Tabrak Lari di Blitar

Foto: Tangkapan layar


Blitar - Seorang pengendara motor tewas akibat terserempet truk. Sopir truk melarikan diri, sementara korban meninggal di tempat kejadian. 

Tabrak lari ini sempat disaksikan warga disekitar lokasi. Namun karena kecelakaan terjadi dini hari tadi, warga hanya mengurus jenazah biker yang tewas. 

Kecelakaan yang berlangsung singkat terjadi sekitar pukul 02.00 wib. Lokasinya di jalan umum Desa Pagergunung Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, Minggu (4/8/2019).

Kecelakaan lalu lintas melibatkan sebuah truk tak dikenal dan sebuah sepeda motor Yamaha dengan plat nomor AE 2433 TK. 

Baca juga: Bus Polisi Kecelakaan di Tol Nganjuk, 1 Bhayangkari Meninggal 5 Terluka

"Keterangan saksi mata, semula truk berjalan dari selatan ke utara. Lalu berusaha mendahului motor di depannya yang berjalan searah. Namun pada saat mendahului kurang ke kanan sehingga terjadi benturan dengan motor yang dikendarai korban," kata Kasubag Humas Polres Blitar, Iptu M Burhanudin dikonfirmasi wartawan

Korban, lanjut dia, langsung meninggal di lokasi kejadian. Korban mengalami luka parah di bagian kepala dan tangannya. Warga yang mengetahui hal itu melaporkan ke polisi dan mengevakuasi jenazahnya menuju RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. 

"Setelah kami cek kondisinya, petugas menemukan kartu identitas korban. Korban bernama Fiki Restu Marfianto. Usia 27 tahun, warga Dukuh Tempuran Rt 001 Rw 002 Desa Gandukepuh Kecamatan Sukorejo Kabupaten Ponorogo. Tapi petugas tidak menemukan SIM C yang bersangkutan," ungkapnya. 

Saat ini jenazah korban masih di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Polisi telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian daerah setempat untuk menyampaikan kabar duka ini

Peneliti ITB: 50 Tahun Lagi Bandung Terancam Krisis Air Tanah

Sabtu 03 Agustus 2019, Ahli Geodesi ITB Heri Andreas/Foto: Mukhlis Dinillah


Bandung - Ahli Geodesi ITB Heri Andreas memprediksi Kota Bandung dalam 50 tahun mendatang akan mengalami krisis air tanah. Padatnya penduduk dan minimnya sumber air lain membuat pengambilan air tanah di Kota Bandung cukup masif.

Heri mengatakan berdasarkan pengamatannya, air tanah di Kota Bandung mengalami penurunan dua meter per tahun. Bukan tidak mungkin kalau kondisi ini terus berlangsung, air tanah akan habis dalam kurun waktu 50 tahun ke depan.

"Nah suatu saat akan habis, ini pas dihitung 50-100 tahun ke depan. Kalau sudah abis ya sudah tidak akan dapat air dan ini krisis," kata Heri dalam kegiatan 'Ngobrol Serius Kebencanaan' di Taman Hutan Raya, Kota Bandung, Sabtu (3/8/2019).

Ia menuturkan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening juga memanfaatkan air tanah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Sebab, sumber air permukaan seperti situ atau danau sangat terbatas apalagi saat musim kemarau.

"Jadi problemnya itu makin banyak orang butuh air dan PDAM tidak bisa menyediakan selain air tanah ya habis lah. Istilahnya untuk isi ulang (air tanah) itu butuh ratusan tahun," ungkap dia.

Menurutnya sumber air permukaan seperti sungai-sungai yang ada di sekitar Kota Bandung kondisinya mengakhawatirkan. Pencemaran limbah membuat kualitas air tidak laik untuk diminum dan membutuhkan waktu serta biaya besar untuk mengolahnya.

"Kalau harus cari sumber lain, tapi sumbernya juga susah seperti (sungai) Citarum terkontaminasi, danau (terbatas) tidak ada gantinya pakai apa kan kita belum tahu nanti. Air permukaan memang belum optimal," tutur dia.

Ia menuturkan salah satu cara yang harus dilakukan pemerintah untuk mencegah krisis tersebut yaitu mengoptimalkan air hujan. Salah satunya dengan membuat rainwater harvesting (pemanenan air hujan).

"Ini belum penah ada rainwater harvesting, ini penampungan air, jadi ketika hujan air itu ditampung sehingga ketika kekeringan ini tinggal diambil. Tidak pernah menjadi program," ucap dia.

Cara lainnya yakni dengan mengolah kembali air bekas penggunaan rumah tangga. Negara-negara maju seperti Jepang sudah menerapkan pola serupa agar penggunaan air bisa optimal.

"Misalnya kalau air mandi bisa dipakai lagi untuk mandi. Kemudian pembersihan air di sungai jadi bisa digunakan, kemudian menjaga waduk tetap ada," ujar Heri