Rabu, 31 Juli 2019

Logo Resmi Peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan RI File JPG, PNG Lengkap dengan Font, Download Disini

Kamis, 1 Agustus 2019

    

Logo Resmi Peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan RI File JPG, PNG Lengkap dengan Font, Download Disini

Pada tanggal 17 Agustus 2019 ini, Republik Indonesia genap berusia 74 tahun. Sebuah perjalanan panjang sejak para pejuang dengan gigih merebut kemerdekaan dari penjajah Adapun berdasarkan Surat Edaran yang dikeluarkan Kementerian Sekretariat Negara, peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan RI tahun ini bertema SDM Unggul Indonesia Maju. Tema ini sempat mengalami perubahan dari tema semula yakni Menuju Indonesia Unggul.

Logo Resmi Peringatan HUT ke - 74 Kemerdekaan RI (Sesneg)

Revisi tema HUT ke-74 RI disampaikan Mensesneg dalam surat bernomor B-779/M.Sesneg/Set/TU.00.04/07/2019 tentang 'Penyampaian Penyempurnaan Tema Peringatan Hari Ulang Tahun ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2019'.

Minggu, 28 Juli 2019

Besok Dibuka Lagi, PVMBG Ingatkan Bahaya Gas Beracun Tangkuban Perahu

Bupati Bandung Barat Aa Umbara meninjau langsung kondisi pasca erupsi Tangkuban Perahu. (Foto: Yudha Maulana)


Bandung Barat - Bupati Kabupaten Bandung Barat Aa Umbara mendukung rencana dibukanya kembali Taman Wisata Alam (TWA) Tangkuban Perahu mulai Senin (28/7/2019) besok. Kendati begitu, ia meminta persyaratan khusus yang mesti dipenuhi pengelola.

Aa mengatakan, ia setuju jika PT Graha Rani Putra Persada (GRPP) membersihkan abu vulkanik terlebih dahulu sebelum dibuka kembali untuk wisatawan. Kemudian, adanya rekomendasi hasil kajian dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang menyatakan Kawah Ratu aman bagi wisatawan.

"Kalau sudah ada rekomendasi saya setuju saja, asalkan rekomendasinya normal dan kondisi di lokasi sudah bersih," ujar Aa saat meninjau ke Gunung Tangkuban Perahu, Minggu (28/7/2019).

Baca juga: Suasana di Akhir Pekan Pascaerupsi Tangkuban Perahu

"Selain itu agar semua pedagang di sini bisa kembali berjualan, supaya saya tidak ada rasa khawatir sama kondisi mereka. Tapi sudah sepakat saat ini kondisinya sudah normal," ucap Aa.

Menurut Aa, untuk membantu proses pembersihan sisa abu vulkanik di sekitar lokasi wisata pihaknya menurunkan empat unit mobil pemadam kebakaran 

"Selain itu, BPBD juga sejak beberapa hari sudah saya tugaskan untuk memantau lokasi dan membantu melakukan pembersihan di sini," katanya.

Baca juga: Dekat Bibir Kawah, Masjid Ini Nyaris Tak Terkena Abu Tangkuban Perahu

Di tempat yang sama Kepala Bidang Mitigasi Gunungapi PVMBG Hendra Gunawan mengatakan, pihaknya masih merekomendasikan agar tak ada aktivitas dalam radius 500 meter dari pusat erupsi.

"Selama masih ada evaluasi terbaru, rekomendasi yang dipakai ya yang itu dulu. Ibaratnya pasien baru dioperasi, kita lihat dulu stabil atau tidaknya, enggak akan langsung lari," katanya.

Terkait rencana dibuka kembalinya TWA Tangkuban Perahu, pihaknya hanya bisa sebatas memberikan rekomendasi. "Yang berbahaya bila masih ada gas beracun, karena gas tertentu itu ada yang tidak berbau dan berwarna," katanya.

Objek Wisata di Sekitar Gunung Tangkuban Perahu Sepi Pengunjung


Objek wisata dekat Tangkuban Perahu masih sepi wisatawan. (Foto: Yudha Maulana)

Bandung Barat - Kunjungan wisatawan di sejumlah objek wisata Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, menurun drastis pasca erupsi Gunung Tangkuban Parahu pada Jumat (26/7/2019) lalu.

Hal itu tergambar dari sejumlah objek wisata yang dikelola Perhutani mengalami penurunan jumlah pengunjung pasca erupsi hingga sekarang. 


Administratur KPH Perhutani Bandung Utara Komarudin mengatakan, pihaknya kehilangan 80 persen kunjungan wisatawan dari sejumlah objek wisata.

"Memang tiap tempat itu berbeda-beda jumlah kunjungannya, tapi bila ditotalkan bisa mencapai 10 hingga 15 ribu (wisatawan) yang loss. Kami mendapatkan laporan dari rekan-rekan di objek wisata tersebut," kata Komarudin kepada wartawan melalui sambungan telepon, Minggu (28/7/2019).

Sejumlah wisata Perhutani yang berada di radius 4 hingga 5 kilometer dari Kawah Ratu, ujar Komarudin, terpaksa ditutup kemarin dengan pertimbangan keselamatan wisatawan dan karyawan.

"Wisata yang dekat dengan Tangkuban Perahu ada Orchid Forest, Pal16, kemudian Grafika Cikole, Jayagiri Resort. Kami juga ada Geger Bintang Matahari. Dengan adanya peristiwa ini kunjungan menurun drastis, memang semuanya sudah kita buka kembali hari ini," kata.


"Kita acuannya pada pengumuman dan rekomendasi dari PVMBG, wisata sudah dibuka tapi kewaspadaan kita tingkatkan. Kami juga bekerja sama dengan TNI, Polri, BNPB, Basarnas, untuk antisipasi bila ada hal yang tak diinginkan," ujarnya.

Foto: Yudha Maulan

Ia berharap, aktivitas wisata di sekitar Cikole dan Lembang bisa kembali pulih seiring berkurangnya aktivitas vulkanik dari Gunung Tangkuban Perahu.

"Kami berharap hari esok sudah normal kembali. Pengunjung yang mau berwisata di sekitar Tangkuban Perahu dan Lembang bisa melaksanakan kunjungannya, insyaallah aman, kami siap siaga bila ada perkembangan lebih lanjut," katanya.

Sabtu, 27 Juli 2019

Hingga Kini Gunung Tangkuban Perahu Masih Alami Tremor

Aktivitas vulkanik masih terjadi di Tangkuban Perahu. (Foto: Yudha Maulana)


Bandung - Gunung Tangkuban Perahu masih melepaskan energi dengan amplitudo 1,5-2 pada Minggu (28/7/2019). Aktivitas vulkanik ini terus terjadi pasca erupsi Jumat (26/7/2019) pukul 16.00 WIB.

"Sekarang menurun, tapi kalau tremor (getaran) masih ada," ujar Hendra Deratama, Petugas Pos Pengamatan Gunung Tangkuban Perahu kepada wartawan, Minggu (28/7/2019).

Hendri mengatakan, saat ini Gunung Tangkuban Perahu dalam fase pelepasan energi. "Rekomendasi jarak aman tetap radius 500 meter dari pusat kawah atau sepanjang parkir kawah," kata Hendri.

Jika dibandingkan dengan tahun 2013, erupsi freatik kali ini didahului oleh gempa hembusan yang terpantau beberapa bulan sebelumnya.

Pasca erupsi kegiatan wisata di Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkuban Parahu ditutup selama tiga hari, terhitung Sabtu (27/7/2019) kemarin. 

Hal itu dilakukan karena pengelola membutuhkan waktu untuk membersihkan sisa abu vulkanik sekaligus memantau perkembangan pasca erupsi

Camat Arcamanik Firman Nugraha Jadi Ketua Paguyuban Camat Kota Bandung



Bagian Humas Setda Kota Bandung


WALI Kota Bandung, Oded M. Danial akhirnya memercayakan posisi ketua Paguyuban Camat kepada Camat Arcamanik, Firman Nugraha. Penunjukan Firman ini untuk mengganti ketua Paguyuban Camat sebelumnya, Bambang Sukardi yang promosi menjadi Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra).

Oded mengutarakan keputusan saat acara silaturahmi dan pisah sambut camat Kota Bandung setelah beberapa waktu lalu banyak yang dirotasi. Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna.

"Setelah didiskusikan bersama Kang Yana (Mulyana, wakil wali kota) kita menunjuk pengganti Pak Bambang yaitu Camat Arcamanik, Pak Firman," kata Oded di Hotel Grandia, Jalan Cihampelas, Bandung, Jumat (26/7/2019) malam.

Oded pun lantas meminta Ketua Paguyuban Camat terpilih ini harus mampu mengkoordinir para pemimpin tingkat kewilayahan di 30 kecamatan se-Kota Bandung. Utamanya dalam menjalankan program Pemerintah Kota (Pemkot) dan memberikan pelayanan terhadap masyarakat.

"Silaturahmi antara kita ini atau dalam bentuk koordinasi yang harus ditingkatkan. Apalagi kaitannya dalam hal bersinergi untuk menyelaraskan program dan pelayanan bagi masyarakat di Kota Bandung," ujarnya dalam rilis yang diterima galamedianews.

Oded kemudian menjelaskan mengenai tiga poin penting dalam membangun silaturahmi sebagai bekal untuk menuntaskan beragam persoalan di Kota Bandung. Ketiganya yakni komunikasi secara spiritual kepada Tuhan, interaksi bersama alam dan koordinasi dengan sesama manusia.

"Kalau tiga aspek ini ada saya yakin silaturahmi kita dalam menghadapi persoalan Kota Bandung akan lebih baik," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Camat terpilih, Firman Nugraha menyatakan, koordinasi antar camat ini memang menjadi perhatian khusus. Sebab, dengan adanya komunikasi yang terjalin antar camat menjadi ajang bertukar pikiran dalam urusan kemasyarakatan.

"Forum itu memang wadah kita untuk berkoordinasi dan bertukar informasi dalam rangka mendukukng sukses kerja kita di kecamatan. Mudah-mudahan ke depan koordinasi ini bisa terfasilitasi melalui forum ini," ucap Firman.

Di samping membangun kekompakan di antara para camat, Firman juga akan memperkuat koordinasi bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Dengan begitu, pelayanan kepada masyarakat bisa lebih lancar dan maksimal.

"Kalau kita di lapangan sampai saat ini terhadap semua program Pak Wali Kota dan Pak Wakil sudah berjalan. Memang memaksimalkan keberhasilannya perlu ditingkatkan. Ini perlu adanya sinergisitas bersama SKPD terkait," katanya


Ini Dugaan Penyebab Seekor Macan Tutul Mati di Hutan Logawa

Warga mengecek macan tutul mati misterius di hutan Logawa. (Foto: Wisma Putra)


Kabupaten Bandung - Bangkai seekor macan tutul ditemukan petani kopi di Hutan Logawa, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Belum diketahui pasti penyebab kematian satwa tersebut. Namun muncul dugaan bahwa macan tutul itu kehilangan nyawa karena sakit dan kelaparan.

"Ditemukan bangkai macan tutul tadi pagi oleh petani kopi H Nuri, di kebun kopi di Gunung Malabar, ketinggian 1.550 mdpl," kata Danramil Pangalengan Kapten Inf Yanto Rudianto melalui sambungan telepon, Sabtu (27/7/2019). 

Setelah mendapatkan informasi tersebut pihaknya menuju TKP untuk mengevakuasi macan tutul bersama pihak Kecamatan, Satpol PP dan Linmas dibantu warga. "Kondisi macan tutul tersebut masih dalam keadaan utuh. Tidak ditemukan luka, bekas penganiayaan dan sebagainya," tutur Yanto.

Baca juga: Seekor Macan Tutul Mati Misterius di Hutan Logawa Bandung

Bangkai macan tutul itu diserahkan kepada petugas BBKSDA Jabar untuk ditindaklanjuti dan dicari tahu penyebab kematiannya. "Dugaan kemungkinan di dalam hutan kekurangan makanan," ujarnya.

"Tidak ada (bekas kekerasan, jerat dan tembakan), loyo kayanya, sakit mungkin. Karena posisi macan tutul itu sedikit keluar dari hutan," ucap Yanto.

Baca juga: Cerita Petani Temukan Macan Tutul Mati Misterius di Hutan Logawa

Sementara itu, Petugas Fungsional Pengendalian Ekosistem Hutan Toni Setiana belum dapat menjelaskan penyebab kematian hewan dilindungi itu. Menurutnya, bangkai macan tutul sudah diboyong ke Kebun Binatang Bandung untuk dilakukan pengecekan.

"Macan tutul dibawa ke Kebun Binatang Bandung untuk di nekropsi," katanya via pesan singkat.

"Masih kecil dilihat dari ukuran," Toni menambahkan

Kamis, 25 Juli 2019

Gempar Brigadir Natan 'Nempel' Kap saat Diseruduk City Car

Seorang polantas 'nempel' di kap mobil yang terus melaju di jalanan Kota Bandung. (Foto: tangkapan layar Instagram)


Bandung - Aksi Natan Doris membuat gempar jagat maya. Polisi berpangkat Brigadir itu melakukan hal berbahaya saat memberhentikan mobil pelanggar lalu lintas (lalin). Tubuh Natan terpaksa 'nempel' kap gegara si pria sopir mobil itu tak berhenti saat mau ditindak. 

Insiden tersebut berlangsung di perempatan Jalan Rajiman-Pasirkaliki, Kota Bandung pada Kamis (25/7/2019), siang pukul 11.00 WIB. Natan yang 'templok' di mobil Daihatsu Sirion berpelat B 1980 PRF itu terekam kamera warga, kemudian videonya viral di media sosial (medsos).

Baca juga: Kesaksian Warga saat Polantas Bandung 'Nempel' di Kap Mobil

Video singkat tak lebih dari 10 detik itu memperlihatkan Natan menelungkup di kap mesin sambil kedua tangannya membentang dan memegang erat sisi kaca depan mobil. Mobil bercat hitam tersebut menyeruduk dan tetap tancap gas.

Saat melaju sekitar 100 meter, mobil mulai pelan dan Natan pun melepas 'pelukan' ke kap mobil itu. Natan merupakan anggota Unit Lalu Lintas Polsek Cicendo, Kota Bandung. Kapolsek Cicendo Kompol Edi Kusmawan menjelaskan detik-detik Natan nempel di mobil saat memberhentikan pelanggar.

Edi menuturkan peristiwa bermula ketika Natan dan rekannya Brigadir Deni bertugas mengatur lalu lintas di perempatan Jalan Rajiman-Pasirkaliki. Saat itu, mereka melihat Daihatsu Sirion pelat nopol B 1980 PRF melaju saat lampu traffic light menyala merah. Deni sempat menunjuk ke arah pengemudi mobil untuk berhenti, namun tak digubris. 

"Kemudian Natan ke depan mobil menyetop. Kemudian saat disetop bukan ke pinggir, malah menambah kecepatan sehingga posisi Brigadir Natan keseruduk, telungkup di atas kap mobil," tutur Edi.

Baca juga: 'Nempel' di Kap Mobil, Polantas Terbawa Sejauh 100 Meter

Pria pengemudi city car tersebut tetap tancap gas. Namun, tak berapa lama, mobil melambatkan lajunya dan berhenti. "Terseret kurang lebih 100 meter," tutur Edi. 

Natan lalu mengambil tindakan terhadap pelanggar yang diketahui merupakan warga Jakarta itu. Polisi menilang dan menyita surat izin mengemudi (SIM) sebagai barang bukti. 

"Langkah yang dilakukan penindakan penilangan. Ditilang SIM-nya," katanya. 

Edi mengatakan kondisi Natan baik-baik saja. "Kondisinya alhamdulilah baik-baik saja. Hanya HP-nya saja (jatuh)," ujar Edi