Minggu, 26 November 2017

PDI SUDAH SIAPKAN SKENARIO UNTUK MENANG DI PILGUB JABAR

Bandung - Di tengah manuver politik sejumlah partai jelang Pilgub Jabar, PDIP justru terkesan tidak menunjukkan geliatnya.

Partai berlambang kepala banteng ini bahkan masih malu-malu menyebut nama figur yang akan diusung di Pilgub Jabar 2018 mendatang.

Padahal PDIP ialah satu-satunya partai yang bisa mengusung nama pasangan calon sendiri tanpa koalisi dengan partai lainnya.

Karena PDIP memiliki 20 kursi di DPRD yang menjadi salah satu syarat mengusung pasangan calon pada ajang pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Sekretaris DPD PDIP Jawa Barat Abdy Yuhana mengungkapkan partainya kini tengah sibuk melakukan konsolidasi internal.

Hal ini dilakukan untuk menyiapkan mesin partai demi memenangkan pasangan calon yang akan diusung nantinya.

Pasangan calon yang akan diusung sudah dikantongi namanya.

DPP partai tinggal mengumumkan nama pasangan calon tersebut.

"Kami sedang mencari momentum yang tepat untuk mengumumkan.

Sambil menunggu momen yang tepat, secara internal kami sedang melakukan konsolidasi partai untuk memastikan, ketika paslon diumumkan mesin partai bisa berjalan dengan efektif," kata Abdy, saat dihubungi, Senin (27/11/2017).

Tidak hanya itu, pihaknya terus melakukan komunikasi dengan partai lain untuk membangun kekuatan di Pilgub Jabar.

Pasalnya, meski dapat mengusung pasangan calon sendiri, PDIP perlu menjalin koalisi dengan partai lainnya.

"Kami sedang menjalin komunikasi dengan partai yang belum memiliki paslon atau yang masih dinamis.

Karena kami perlu kerja sama politik dengan partai lain," ujarnya.

Abdy menambahkan partainya sudah menyiapkan skenario untuk menang di Pilgub Jabar.

"Siapapun yang diusung, kami sudah menyiapkan untuk memperjuangkan.

Pastinya, 2018 ini atmosfernya PDIP dan skenario yang dibuat untuk menang," ucap Abdy.

YD1JNI

Innalillahi, Ketua DKM Masjid Raya Jabar Wafat

Bandung - Inna lillahi wa inna ilahi raji'un.

Sosok sentral Masjid Raya Jawa Barat (Jabar) Tjetje Soebrata meninggal dunia.

Ketua DKM Masjid Raya Jawa Barat tersebut mengembuskan nafas terakhirnya pada Minggu (26/11/2017) pukul 14.40 WIB.

Tjetje meninggal di usia 65 tahun, setelah sebelumnya dirawat di RS karena sakit.

"Kita semua berduka. Seluruh keluarga di masjid berduka.

Kita kehilangan sosok ayah," ucap Sekretaris DKM Masjid Raya Bandung Aos Sutisna di rumah duka almarhum di Jalan Situ Cileunca, Cijagra, Buahbatu, Kota Bandung.

Tjetje meninggal dunia akibat sakit komplikasi yang ia derita.

Sempat dibawa ke rumah sakit Borromeus, namun takdir berkata lain.

Tjetje mengembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit itu.

"Beliau sakit komplikasi, punya gula juga.

Penyakitnya sudah lama," ucap
Jasad almarhum saat ini sudah berada di rumah duka.

Sejumlah keluarga, kerabat dan warga lain tampak hadir di rumah duka.

Suasana haru selimuti rumah duka.
Tjetje sudah hampir 20 tahun menjabat sebagai Ketua DKM Masjid Raya Bandung.

Lamanya menjabat, membuat rekan-rekan pengurus Masjid Raya Bandung kehilangan.

"Selama ini beliau panutan kami. Sosoknya bijak, humanis, pandai dan tidak pernah membeda-bedakan orang.

Kita sangat kehilangan," kata dia.
Rencananya, Tjetje akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kiaraeunyeuh, Soreang, Kabupaten Bandung, besok sekitar pukul 09.00 WIB.

Sebelum dikebumikan, rencananya jasad almarhum akan disalatkan di Masjid Raya Bandung.
Tjetje meninggalkan empat orang anak dan empat cucu.

Istrinya, Tuti Siti Fatimah telah lebih dahulu meninggalkan Tjetje.

Selain menjabat sebagai ketua DKM, Tjetje juga tercatat pernah menduduki jabatan penting di lingkungan pemerintahan Kota Bandung. Bahkan, Tjetje berdinas di Pemkot Bandung sejak era Wahyu Hamidjaja, Aa Tarmana hingga Dada Rosada.

YD1JNI

Jumat, 24 November 2017

CONTOH PIDATO MENYAMBUT HARI KELAHIRAN NABI MUHAMMAD SAW

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Kaum Muslimin Muslimat yang saya hormati, dan khususnya para sepuh, pinisepuh baik ulama maupun dari pejabat pemerintah.
Pertama-tama marilah kita memanjatkan rasa syukur kita kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua, shingga kita dapat bertemu di tempat yang berbahagia ini dalam rangka mendengarkan dan mengungkapkan kembali sejarah kehidupan Rasulullah SAW.
Selanjutnya, shalawat dan salam kita haturkan kepada nabi besar Muhammad SAW yang telah menunjukkan umat manusia dalam alam kegelapan menuju alam yang terang benderang penuh dengan cahaya iman.
Bapak-bapak, Ibu-ibu, Saudara sekalian hadirin dan hadirat yang saya mulyakan.
Bulan Rabiul Awwal adalah suatiu bulan yang sangat bersejarah di dalam kehidupan manusia, karena pada bulan ini atau tepatnya pada tanggal 12 Rabiul Awwal tahun gajah, telah dilahirkan seorang pemimpin umat manusia yang merupakan rahmat bagi seluruh alam semesta. Beliau itu adalah junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW yang telah menyelamatkan kita dari kekafiran, kezaliman, kesewenang-wenangan dan perilaku jahiliyah lainnya. Melalui beliau Allah menunjukkan manusia menuju alam yang penuh cahaya keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Oleh sebab itu ada baiknya bulan Rabiul Awwal itu kita jadikan sebagai sarana dan media untuk mengumpulkan kaum muslimin di masjid-masjid, majelis ta’lim dan tempat-tempat lainnya dengan beberapa tujuan, diantaranya :
1. Untuk menanamkan, memupuk, dan menambah rasa Mahabbah (kecintaan) kita kepada Rasulullah SAW
Tujuan tersebut dikarenakan Rasulullah SAW adalah penyampai risalah dari Rabbnya. Allah telah mensejajarkan dan menempatkan secara bersama-sama antara ketaatan kita kepada-Nya dan kepada Rasul-Nya. Sedangkan Nabi SAW lebih utama dari kita, sebagaimana yang firman Allah dalam surat Al-Ahzab ayat 6:
ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﺃَﻭْﻟٰﻰ ﺑِﺎﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﻣِﻦْ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻬِﻢْ ......... ‏( ﺍﻻﺣﺰﺍﺏ : ٦ )
Artinya :
“Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri.”
Karenanya, kita harus cepat-cepat menyatakan loyal kepada Nabi SAW dan menyintainya, melebihi besarnya cinta kepada diri kita sendiri. Beliaulah yang memberikan petunjuk kepada kita akan kebenaran, sementara kita selalu cenderung untuk mengikuti hawa nafsu, sedang hawa nafsu selalu mengajak kepada kejahatan.
Beliaulah yang mengajak kita masuk ke dalam surga, sementara nafsu menganjurkan agar kita lari darinya. Beliaulah yang menghalangi agar kita tidak terjerumus ke dalam neraka sementara nafsu mendorong kita untuk memasukinya. Oleh karena itu, Rasulullah SAW memerintah Umar bin Khattab untuk mencintai beliau melebihi cintanya terhadap dirinya sendiri. Loyalitas kita kepada Allah, karena Dialah Pemberi Nikmat, dan menunjuki ke jalan yang lurus. Sedang loyalitas kepada Rasul-Nya karena beliaulah penyampai risalah-Nya. Allah berfirman :
ﻗُﻞْ ﺇِﻥْ ﻛَﺎﻥَ ﺁﺑَﺎﺅُﻛُﻢْ ﻭَﺃَﺑْﻨَﺎﺅُﻛُﻢْ ﻭَﺇِﺧْﻮَﺍﻧُﻜُﻢْ ﻭَﺃَﺯْﻭَﺍﺟُﻜُﻢْ ﻭَﻋَﺸِﻴﺮَﺗُﻜُﻢْ ﻭَﺃَﻣْﻮَﺍﻝٌ ﺍﻗْﺘَﺮَﻓْﺘُﻤُﻮﻫَﺎ ﻭَﺗِﺠَﺎﺭَﺓٌ ﺗَﺨْﺸَﻮْﻥَ ﻛَﺴَﺎﺩَﻫَﺎ ﻭَﻣَﺴَﺎﻛِﻦُ ﺗَﺮْﺿَﻮْﻧَﻬَﺎ ﺃَﺣَﺐَّ ﺇِﻟَﻴْﻜُﻢْ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟِﻪِ ﻭَﺟِﻬَﺎﺩٍ ﻓِﻲ ﺳَﺒِﻴﻠِﻪِ ﻓَﺘَﺮَﺑَّﺼُﻮﺍ ﺣَﺘَّﻰ ﻳَﺄْﺗِﻲَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺑِﺄَﻣْﺮِﻩِ
Artinya :
“Katakanlah: "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya” (QS. At Taubah : 24)
Dengan demikian, sudah menjadi keharusan bagi kita untuk mendahulukan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya dia dalam hati, lebih dari segala apa atau siapa saja yang dicintai, lalu kita berdiri menunggu-nunggu perintah dari Allah dan Nabi-Nya.
2. Untuk mengungkapkan kembali sejarah kehidupan Rasulullah SAW kemudian diteladani
Bapak-bapak, Ibu-ibu, saudara-saudara dan hadirin-hadirat sekalian yang dimulyakan Allah. Dengan peringatan kelahiran Rasulullah SAW ini dapat mengungkapkan kembali sebagian dari kehidupan Rasulullah SAW dan jihad perjuanganya di dalam menegakkan agama Islam. Selanjutnya mutiara-mutiara sejarah kehidupan Rasulullah SAW ini dapat kita jadikan pelita obor jihad perjuangan kita di masa kini.
Dalam menyambut dan memperingati maulid nabi Muhammad SAW marilah kita telusuri dan kita hayati perilaku hidup Rasulullah SAW, yang selanjutnya, marilah kita jadikan acuan di dalam berjuang di jalan Allah SWT dan di dalam aktivitas kita sehari-hari, Allah berfirman :
ﻟَﻘَﺪْ ﻛَﺎﻥَ ﻟَﻜُﻢْ ﻓِﻲ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺃُﺳْﻮَﺓٌ ﺣَﺴَﻨَﺔٌ ﻟِﻤَﻦْ ﻛَﺎﻥَ ﻳَﺮْﺟُﻮ ﺍﻟﻠﻪَ ﻭَﺍﻟْﻴَﻮْﻡَ ﺍﻵﺧِﺮَ ﻭَﺫَﻛَﺮَ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻛَﺜِﻴﺮًﺍ ‏( ﺍﻻﺣﺰﺍﺏ : ٢١ )
Artinya :
“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu contoh teladan yang baik bagimu, ialah bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut akan Allah.” (QS. Al Ahzab : 21)
Dengan demikian kelahiran beliau, kita umat manusia seluruh dunia mendapatkan rahmat yang tidak terhingga, yakni berupa cahaya hidayah yang dapat menembus kegelapan jahiliyah. Allah SWT berfirman dalam surat Al Anbiyaa’ ayat 107 :
ﻭَﻣَﺎ ﺃَﺭْﺳَﻠْﻨَﺎﻙَ ﺇِﻻ ﺭَﺣْﻤَﺔً ﻟِﻠْﻌَﺎﻟَﻤِﻴﻦَ
Artinya :
“Dan tiadalah Kami mengutus engkau wahai Muhammad, melainkan menjadi rahmat bagi semesta alam.”
Kaum Muslimin muslimat yang saya hormati.
Kalau kita baca secara teliti buku-buku sejarah, niscaya kita akan mengetahui adanya suatu perubahan yang nyata di dalam keadaan dunia sebelum diutusnya Nabi Muhammad SAW. Bila dibandingkan dengan keadaan dunia sesudah beliau diutus sebagai Nabi dan Rasul , minimal ada tiga perubahan yang sangat penting, yaitu :
1. Perubahan di bidang akidah
Sebelum Muhammad SAW diutus sebagai Nabi dan Rasul, umat manusia umumnya, dan bangsa Arab pada khususnya adalah penyembah patung, berhala, dan lainnya yang dianggap mempunyai kelebihan dan kekuatan, bahkan lucunya lagi, mereka menyembah berhala yang mereka buat sendiri. Kemudian Nabi Muhammad SAW datang menghancurkan kepercayaan tersebut dan menyadarkan manusia bahwa patung-patung yang mereka sembah itu tiada lain hanyalah benda-benda mati yang tidak akan bisa memberikan manfaat kepada mereka ataupun mendatangkan bahaya yang menghancurkan mereka. Hanya Allah-lah satu-satunya yang menciptakan dan memelihara alam semesta seisinya. Hanya Allah-lah yang patut ditakuti dimintai rezeki dan segala bentuk pertolongan yang lainnya.
2. Perubahan di bidang sosial
Pada zaman jahiliyah (zaman sebelum diutusnya Rasulullah SAW) benar-benar telah terjadi ketidakadilan dan berbagai kepincangan di dalam masyarakat. Pada saat itu sangat menonjol sekali perbedaan ras, perbedaan kelas, yakni kelas tuan atau majikan dan kelas budak. Kelas budak diperlakukan bagaikan hewan, mereka dapat diperjual belikan, diperas tenaganya, diinjak-injak martabatnya, sehingga mereka menjerit, menangis dan merintih, namun tidak ada yang menghiraukan ataupun melindunginya. Kemudian Rasulullah SAW datang mengubah segala kepincangan, ketidakadilan, dan kebiadaban tersebut.
Beliau berdakwah kepada mereka bahwa manusia tidak ada bedanya antara satu dan lainnya, manusia mempunyai kedudukan yang sama di sisi Allah SWT. Kalaulah ada perbedaan, maka hal itu hanyalah diukur dengan tingkatan takwa mereka kepada Allah SWT. Beliau tanamkan di dalam diri mereka rasa persaudaraan, persamaan hak, perikemanusiaan dan perikeadilan sosial.
3. Perubahan di bidang politik dan ketatanegaraan
Pada masa jahiliyah sangat sulit mencari kebenaran dan keadilan, kehidupan di bidang politik betul-betul sangat mengkhawatirkan. Segala keputusan atau ketentuan hukum tidak didasarkan kepada kebenaran atau hak, akan tetapi didasarkan pada kekuatan dan kekuasaan. Yang kuat dan berkuasa akan menindas yang lemah. Oleh sebab itu, setiap kabilah pada saat itu selalu berusaha untuk memperkuat posisinya, berusaha agar kabilahnya semakin kuat dan semakin berkuasa dengan cara apapun juga, tanpa memperhatikan halal dan haram.
Begitu Muhammad SAW datang, maka diubahlah semuanya itu dengan sistem demokrasi, keadilan dan kebersamaan serta kebebasan. Segala perundang-undangan harus bersumber kepada wahyu Allah. Adapun yang belum ditentukan di dalam wahyu, maka akan dimusyawarahkan bersama. Dalam hal ini Allah berfirman dalam surat Asyuura ayat 38 :
...... ﻭَﺃَﻣْﺮُﻫُﻢْ ﺷُﻮﺭَﻯ ﺑَﻴـْﻨَﻬُﻢْ .....
Artinya :
“…sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka..”
Sebagai penutup, saya mengharapkan mudah-mudahan dengan peringatan maulid Nabi Muhammad ini dapat menamba iman kita kepada Allah dan Rasul-Nya, mencintainya, dan membawa perubahan positif di dalam segala bidang kehidupan, Amin.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Demikian Contoh Teks Pidato Menyambut hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW, baca juga pidato yang lainnya,
Pidato Menyambut Hari Asyura’ (10 Muharram) , Pidato Menyambut Tahun baru Hijriyah ,

Razia Karaoke dan kelab Malam di Bekasi 4 orang Positif Narkotika

Bekasi - Polisi menggelar operasi Nila Jaya 2017 tempat karaoke dan kelab malam di Kota Bekasi, Jawa Barat. Operasi digelar di kawasan Cibubur dan Bekasi Timur.

Pantauan di lapangan, Sabtu (25/11/2017), operasi Nila Jaya 2017 melibatkan Tim Patriot, Satnarkoba Polres Bekasi Kota dan K9 Polda Metro Jaya.

Operasi dipimpin Kasat Narkoba Polres Bekasi Kota Kompol Ujang Rohanda, dan Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) Kota Bekasi.

Pertama kali tim mendatangi tempat karaoke di kawasan Cibubur Time Square.

Kedatangan tim membuat kaget karyawan dan pengunjung di ruang karaoke.

"Kami dari Satnarkoba Polres Kota Bekasi, ini manager tempat karaoke mana? Kami dalam rangka operasi Nila Jaya 2017.

Sekarang geledah semua ruangan di sini," ujar Kompol Rohanda saat di lokasi.

Sejumlah miras disita dari hasil razia di tempat karaoke dan kelab malam itu.

Satu persatu ruangan karaoke diperiksa oleh anggota, termasuk pengunjung di dalamnya.

Di dalam, nampak sisa botol minuman dan beberapa wanita pemandu lagu.

Satu persatu pengunjung karaoke kemduian menjalani tes urine.

Hasilnya tiga pengunjung dinyatakan positif narkotika.

Operasi kembali dilanjutkan di kelab malam kawasan Bekasi Timur.

Pengunjung dan karyawan kelab tidak luput dari test urine.

Kali ini, dari hasil operasi didapatkan satu klip plastik sabu di kelab malam.

Selain itu, anggota juga menyita ratusan botol minuman keras.

"Dari razia kali ini kita dapati empat orang positif narkotika.

Keempatnya kita bawa ke Polres untuk diperiksa," kata Rohanda.

Tim Patriot, Satnarkoba Polres Bekasi Kota dan K9 Polda Metro Jaya yang terlibat penggerebak

Rohanda mengatakan operasi kali ini memang menyasar tempat karaoke dan kelab malam.

Diduga kuat tempat tersebut menjadi tempat peredaran narkoba.

"Jadi ada TO orang dan TO tempat, Operasi Nila Jaya lebih menyasar ke tempat yang disinyalir ada peredaran narkoba," pungkasnya.

Yd1jni

Pembuang Janin Bayi di saluran limbah Hotel di Surabaya terungkap

Surabaya - Siapa pembuang janin bayi yang ditemukan tewas di saluran pembuangan limbah Hotel Varna terungkap.

Pelaku adalah sepasang kekasih.

Janin bayi tersebut ditemukan pada Kamis (16/11/2017).

Bayi tersebut tidak diinginkan dan akhirnya dibuang karena hasil dari hubungan kedua pelaku yang belum menikah.

Pelaku adalah Rian Renaldo (21) warga Jalan Kebraon Indah Permai I/10, Surabaya dan Ayu (21) warga Sambikerep, Surabaya.

Mereka merupakan mahasiswa satu angkatan yang berkuliah di sebuah universitas swasta di Surabaya selatan.

"Setelah mendapat laporan penemuan bayi itu, kami langsung bergerak melakukan penyelidikan," ujar Kapolsek Genteng Kompol Ari Trestiawan kepada wartawan, Jumat (24/11/2017).

Polisi melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi dan memelototi rekaman CCTV hotel.

Dari situ diketahui bahwa dugaan kuat yang membuang janin adalah tamu yang menginap di kamar 121.

Rian dan Ayu memang menginap di kamar tersebut.

Mereka cek in pada Selasa (14/11/2017) malam.

Mereka cek in selama 3 hari atau hingga Kamis (16/11/2017).

Namun sehari setelah cek ini atau pada Jumat (15/11/2017), mereka sudah cek out tanpa permisi ke pihak hotel.

Selain rekaman CCTV, kecurigaan polisi yang lain adalah ditemukannya bekas darah di kamar yang pelaku inapi.

Di saluran pembuangan limbah inilah janin bayi ditemukan
"Dari situ, kami kemudian ke rumah pelaku," kata Ari.

Saat datang ke rumah Ayu, diketahui jika Ayu sedang berada di rumah sakit.

Ayu dirawat di rumah sakit karena mengalami pendarahan.

Dan saat dikroscek ke Ayu tentang bayi tersebut, Ayu mengakuinya.

Polisi kemudian menjemput Rian di rumahnya dan membawanya ke Polsek Genteng. Kepada penyidik, Rian mengatakan bahwa selama di hotel, dia memberi Ayu obat yang dikatakannya obat penggugur janin.

YD1JNI

Pabrik tempe di jakarta kebakaran

Jakarta - Pabrik tempe di Semanan, Kali Deres, Jakarta Barat terbakar.

Sebanyak 17 unit mobil pemadam kebakaran (damkar) dikerahkan dalam peristiwa ini.

"Pabrik tempe (yang terbakar). Sudah ditangani oleh petugas.

Total 17 unit yang dikerahkan. Sekarang lagi dalam proses pendinginan," kata petugas Dinas Damkar DKI Jakarta Gatot, saat dimintai konfirmasi, Sabtu (25/11/2017).

Belum diketahui penyebab terjadinya kebakaran tersebut.

Gatot menuturkan, api cukup besar dan sudah merembet ke rumah warga yang berada di dekat lokasi kebakaran.

"Belum tahu penyebabnya. (Nanti) setelah olah TKP baru ketahuan penyebabnya.

Ada perambatan ke rumah warga yang saat ini lagi lokalisir jadi kami belum bisa kasih keterangan lebih lanjut," ujarnya.

Hingga saat ini petugas belum mengetahui ada atau tidaknya korban jiwa dalam peristiwa ini.

Saat ini api sudah berhasil dijinakkan, dan sudah dalam proses pendinginan.

"Belum diketahui juga ada korban atau tidaknya," tutur Gatot.

YD1JNI

Santri di kutuk oleh sunan kalijagi

Cirebon - Situs Taman Kera dan Petilasan Sunan Kalijaga yang berada di Kelurahan Kalijaga, Harjamukti, Kota Cirebon, Jawa Barat menjadi bukti bahwa Sunan Kalijaga turut menyebarkan Islam di Jawa, khususnya di Cirebon.

Selain meninggalkan petilasan. Sunan Kalijaga juga meninggalkan para santri, yang kini masih ada Taman Kera tersebut.

Menurut cerita masyarakat, kera ekor panjang di Taman Kera dan Petilasan Sunan Kalijaga itu merupakan santri Sunan Kalijaga yang dikutuk.

Juru Kunci Taman Kera dan Petilasan Sunan Kalijaga, Raden Edi membenarkan adanya cerita tersebut.

Edi menceritakan kera ekor panjang di situs tersebut berkaitan dengan kisah Sunan Kalijaga saat berdakwah di Cirebon.

"Para kera ini merupaka santrinya Sunan Kalijaga yang dikutuk.

Mereka merupakan para santri yang munafik, di depan gurunya terlihat nurut.

Tapi di belakang tidak," kata Edi saat ditemui  seraya menunjuk ke salah satu kera yang bergelantungan di pohon yang berada di depan petilasan, Jumat (24/11/2017).

Lebih lanjut Edi menceritakan peristiwa berubahnya para santri menjadi kera ekor panjang itu terjadi pada hari Jumat.

Saat itu, Sunan Kalijaga hendak mengajak para santri Sholat Jumat berjamaah.

Namun, lanjut Edi, saat dicek ternyata sejumlah santri tidak datang ke masjid.

"Beliau waktu itu merasa santrinya berkurang saat Sholat Jumat.

Akhirnya menyuruh yang lain untuk mencari santri yang belum datang itu.

Ternyata lagi pada asyik mancing," ucapnya.

Lebih lanjut Edi mengatakan, para santri yang tak nurut itu ditemukan sedang memancing di Sungai Cawang, lokasinya masih berada di kawasan petilasan.

Kendati dibujuk oleh santri lainnya, mereka yang tengah asyik memancing itu menolak untuk sholat berjamaah.

"Ya ngomongnya nanti-nanti saja. Setelah sholat, Kanjeng Sunan datang menemui para santri yang sedang memancing.

Beliau kaget melihat kelakuan para santrinya itu, dalam hati beliau berbicara ternyata santrinya munafik.

Kelakuannya seperti binatang. Terus, muncul ekor di tubuh para santri itu," tutur Edi.

Hingga kini, kera di situs itu masih dipercaya sebagai jelmaan para santri yang dikutuk.

Edi mengatakan jumlah kera di situs tersebut tidak pernah bertambah dan berkung.

"Kalau jumlahnya kurang pasti juga.

Tapi jumlahnya tetap sama. Banyak juga pengunjung yang datang untuk melihat dan memberi makan ke kera, jinak kok," katanya.

Setiap akhir pekan Taman Kera dan Petilasan Sunan Kalijaga ramai dikunjungi wisatawan dan peziarah.

YD1JNI