Jumat, 02 Juli 2021

Wabup Majalengka Positif COVID-19


Sabtu, 03 Jul 2021 11:42 WIB
Wabup Majalengka Tarsono D Mardiana 
Wabup Majalengka Tarsono D Mardiana (Foto: Bima Bagaskara/detikcom)
Majalengka - 

Setelah sejumlah pejabat di Kabupaten Majalengka yakni bupati, sekda hingga para kepala dinas terpapar virus Corona, kini Wakil Bupati Majalengka Tarsono D Mardiana terkonfirmasi positif COVID-19.

Tarsono sempat menjalani tes swab antigen dengan hasil negatif. Namun setelah menjalani tes PCR, ia ternyata positif terpapar Corona.

"Muhun (iya). Kemarin sempat swab antigen hasilnya negatif, tapi setelah tes PCR ternyata positif. Nanti mau coba tes PCR lagi hari Senin, mudah-mudahan negatif hasilnya," kata Tarsono dalam keterangan yang diterima detikcom, Sabtu (3/7/2021).

ADVERTISEMENT




SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tarsono mengaku tidak mengalami gejala meski terkonfirmasi positif COVID-19. Ia menyebutkan masih bisa beraktivitas meski harus menjalani isolasi mandiri.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Majalengka Iskandar Hadi menjelaskan Tarsono diduga kuat tertular dari sopir yang terlebih dulu terpapar virus Corona. "Pa wabup itu karena kontak erat dengan sopirnya, ketika di-tracing itu hasilnya positif," ucap Iskandar.

Selain itu, Iskandar mengungkapkan saat ini Bupati Majalengka Karna Sobahi, yang terlebih dulu terkonfirmasi positif COVID-19, dalam kondisi sehat. Sedangkan Sekda Eman Suherman, kata Iskandar, tengah menjalani perawatan di RSUD Majalengka.

"Bupati sudah bisa memimpin rapat, meski lewat Zoom. Dia di rumah isolasi dan kalau dilihat kondisinya sudah segar, termasuk istrinya. Perlu di support sekarang ini pak sekda yang sedang dirawat di rumah sakit," ucap Iskandar.




(bbn/bbn)


Yuk Bagikan Pengalamanmu Ketika Membaca Berita di detikcom dan Menangkan Hadiah Menarik. Klik di Sini!
 

Hal-hal yang Boleh dan Dilarang Selama PPKM Darurat di Jabar



Sabtu, 03 Jul 2021 10:20 WIB
Poster 
Ilustrasi pandemi
Bandung - 

Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat digelar hari ini Pulau Jawa dan Bali, termasuk Jawa Barat di dalamnya.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjelaskan aturan dari pemerintah pusat, mengenai apa yang boleh dan dilarang dilakukan selama PPKM Darurat yang berlangsung dari 3-20 Juli 2021.

Lewat media sosialnya, sebagaimana dilihat  Sabtu (3/7/2021), Kang Emil -sapaannya- membuat coretan mengenai dampak dari libur lebaran dan COVID-19 varian Delta yang disebut lebih ganas penularannya, yang berimbas pada melonjaknya kasus di Indonesia.

Hal itu membuat okupansi rumah sakit penuh dan membuat tenaga kesehatan kewalahan, hingga akhirnya pemerintah mencetuskan PPKM Darurat yang dilaksanakan serempak di Pulau Jawa-Bali.

Kebijakan dari PPKM ini, ialah menutup aktivitas di mal, rumah ibadah, kantor, pertokoan, tempat wisata, fasilitas umum. Selain itu aktivitas sosial budaya dan olahraga di luar ruangan dilarang, termasuk bersepeda.

ADVERTISEMENT

Image parallax1

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Walau begitu ada hal-hal yang dikecualikan, tetapi dengan pembatasan. Perkantoran yang bergerak di bidang esensial seperti keuangan, perbankan, pasar modal, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non-penanganan karantina, serta industri orientasi ekspor.

Kemudian di sektor juga masih diperbolehkan melaksanakan bekerja dari kantor seperti pekerjaan di sektor energi, kesehatan, keamanan, logistik dan transportasi, industri makanan, minuman dan penunjangnya, petrokimia, semen, objek vital nasional, penanganan bencana, proyek strategis nasional, konstruksi, utilitas dasar (listrik dan air), serta industri pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari.

Warga masih bisa berangkat ke pasar, tetapi aktivitasnya dibatasi 50 persen. Restoran atau kafe masih bisa beroperasi, dengan catatan hanya melayani take away atau dibawa pulang.

Warga pun masih bisa menggelar pernikahan, dengan jumlah hadirin maksimal 30 orang. Lalu, soal obat-obatan, apotek masih bisa beroperasi selama 24 jam.

Bagi para pelaku perjalanan, syarat untuk melakukan perjalanan pun diperketat. Mulai dari jumlah penumpang yang dibatasi hingga 50 persen, pelaku perjalanan via udara pun wajib menyertakan surat PCR H-2, dan bagi pelaku perjalanan darat dan laut wajib membawa hasil tes antigen.




(yum/bbn)



Senin, 07 Juni 2021

YANG MEMBATALKAN WUDHU

PERKARA - PERKARA YANG DAPAT MEMBATALKAN WUDHU

Dalam kitab matan al-Ghoyatu wat Taqrib karangan Abi Suja diterangkan bahwa perkara yang dapat membatalkan wudhu ada enam:

1. Sesuatu yang keluar dari kedua jalan (kemaluan depan maupun belakang), 

2.Tidur tidak dalam keadaan duduk, 

3. Hilangnya akal sebab mabuk atau sakit, 

4. Bersentuhan (kulit) pria dan wanita yang bukan mahram tanpa penghalang, 

5. Menyentuh kemaluan manusia dengan telapak tangan, 

6. Menyentuh lubang dubur manusia.

Dalam keterangannya atas enam hal tersebut Ibnu Qasim al-Ghazi dalam Fathul Qaribul Mujib menerangkan dengan rinci enam hal tersebut. 

Pertama keluarnya sesuatu yang dari kedua jalan kemaluan depan (qubul) maupun belakang (dubur), baik itu sesuatu yang suci seperti cacing dan mani ataupun yang tidak suci seperti darah dan kentut. Hal ini berdasar pada surat al-maidah ayat 6

أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِّنكُم مِّنَ الْغَائِطِ  

Dan sebuah hadits yang diceritakan oleh Abu Hurairoh dan diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim;

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : لايقبل الله صلاة أحدكم إذا أحدث حتى يتوضأ فقال رجل من أهل حضر موت ماالحدث ياأباهريرة؟ قال: فساء أو ضراط

Artinya: Abu Hurairoh bercerita bahwa Rasulullah saw bersabda “Allah tidak menerima sholat kamu sekalian apabila (kamu) dalam keadaan hadats hingga kamu berwudhu” kemudian seorang Hadramaut bertanya kepada Abu Hurairoh “apakah hadats itu?” Abu Hurairoh menjawab “kentut (yang tidak bersuara)dan Kentut yang bersuara”    

Kedua tidur dan ketiga hilangnya akal . Tidur dapat membatalkan wudhu kecuali tidur dalam posisi duduk yang menetap (pantat yang rapat) seperti duduknya orang bersila. Sebagai dalilnya dapat diperhatikan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan diceritakan oleh sahabat Ali:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : وكاء السه العينان, فمن نام فاليتوضأ

Artinya: Rasulullah saw berkata “pengendali dubur (tempat keluarnya kotoran dari jalan belakang)adalah kedua mata, oleh karena itu barang siapa tidur hendaklah ia berwudh”.

Hadits ini menunjukkan bahwa tidur pada dasarnya membatalkan wudhu, karena seseorang ketika tidur tidak dapat menjaga duburnya, bahkan ia tidak tahu apakah dia telah kentut atau malah kencing. Diqiyaskan dengan tidak adanya kendali ketika tidur adalah hilangnya akal atau kesadaran  . ini juga dapat membatalkan wudhu, karena ketika seseorang tidak sadar, berarti ia tidak tahu apa yang terjadi dengan dirinya. Baik kesadaran itu hilang karena mabuk, pingsan maupun gila.

KeempatBersentuhan (kulit) pria dan wanita yang bukan mahram tanpa penghalang (untuk keterangan lebih lengkap lihat rubrik syariah yang telah berlalu dengan tema (menyentuh istri membatalkan wudhu)

Kelima menyentuh kemaluan manusia dengan telapak tangan. Hal ini didasarkan atas dalil sebagai berikut :

رَوَى اْلخَمْسَةُ وَصَحَّحَهُ التِّرْمِذِىْ ، عَنْ بِسْرَةْ بِنْتِ صَفْوَانْ رَضِيَ الله عَنْها : اَنّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ : مَنْ مَسَّ ذَكَرَهُ فَلَا يُصَلِّيَ حَتَّى يَتَوَضَّاءَ .

Artinya : Dalam sebuah hadits yang dishahehkan oleh imam tirmidzi dari bisrah binti shafwan r.a. bahwa nabi s.a.w. bersabda : barang siapa yang memegang dzakarnya janganlah melakukan shalat hingga ia berwudhu.

An-nisa’I meriwayatkan bahwa :

وَيَتَوَضَّاءَ مِنْ مَسِّ الذَّكَرِ

Artinya : dan hendaklah berwudhu oleh karena memegang dzakar kemaluan.

Hadits tersebut di atas mengandung makna bahwa : menyentuh kemaluan adalah membatalkan wudhu. Baik itu kemaluannya sendiri, maupun kemaluan orang lain.

Juga dalam hadits riwayat dari ibnu majah bahwasanya :

عَنْ اُمِّ حَبِيْبَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا : مَنْ مَسَّ فَرْجَهُ فَلْيَتَوَضَّاءُ

Artinya : dari ummi habibah r.a. : barangsiapa yang memegang farj-nya maka hendaklah berwudhu.

Sedangkan hadits ini memberikan penjelasan atas batalnya wudhu sebab menyetuh kemaluan baik kemaluan laki-laki maupun perempuan.

Enam; menyentuh lubang dubur.


Sabtu, 05 Juni 2021

Persikasi Bekasi Kental Nuansa Persib Bandung,


5 Juni 2021, 12:15 WIB
Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja (kiri) dengan pemain baru Persikasi Bekasi Eka Ramdani (kanan).
Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja (kiri) dengan pemain baru Persikasi Bekasi Eka Ramdani (kanan). /Instagram/@pemkabbekasi
PRFMNEWS - Klub Persikasi Bekasi resmi memperkenalkan rekrutan anyarnya. Mereka adalah mantan pemain Persib Bandung yakni Eka Ramdani dan Yaris Riyadi.

Kepastian merapatnya mantan punggawa Persib Bandung itu diumumkan oleh instagram @konibekasikabupaten, Jum'at 4 Juni 2021.

"Persikasi Bekasi kedatangan dua pemian Persib Bandung yakni Eka Ramdani dan Yaris Riyadi," tulisnya.

Baca Juga: Sekolah Tatap Muka Kembali Dibuka Juli 2021, Fadli Zon : Lebih Baik Tunda 3 Sampai 6 Bulan

Manajemen Persikasi mendatangkan dua pemain tersebut dengan target bisa mentas di Liga 2. Di Persikasi sendiri, Eka Ramdani akan mengenakan nomor punggung 8.


Baca Juga: Ibadah Haji 2021 Batal, Dana Jemaah Sebesar Rp7,5 Triliun Dipastikan Aman

"Kedua pemain itu akan memperkuat tim Persikasi menuju target Liga 2 pada musim ini. Klub sepakbola kebanggaan warga Bekasi masih menjalankan seleksi tim squad inti," lanjutnya.

Baca Juga: CEK FAKTA : Benarkah Ratusan Pegawai IKEA Kota Baru Parahyangan Positif Covid-19?


Halaman:
1
2
Selanjutnya
Editor: Asep Yusuf Anshori

SHARE:
    
TAGS
Persib Bandung
Liga 2
Persikasi
Eka Ramdani
Yaris Riyadi

ARTIKEL TERKAIT
Kemenag Bantah Keputusan Pembatalan Haji 2021 Terburu-Buru
CATAT ! Ini Jadwal Lengkap Pertandingan dan Pembagian Grup Euro 2020
ARTIKEL REKOMENDASI
Mgid
Mgid

Kutil lepas & Parasit akan Keluar dari Tubuh jika Kamu Campur Ini

Perut Gemuk Anda akan Menjadi Rata dalam Seminggu. Coba Ini!

Anda Wajib Minum Ini! Agar Tensi 120/80 dan Pembuluh Darah Bersih

Uang Mengalir seperti Sungai jika Kamu Sembunyikan Ini di Rumah
TERKINI
Persikasi Bekasi Kental Nuansa Persib Bandung, Rekrut Eka Ramdani dan Yaris Riyadi
Persikasi Bekasi Kental Nuansa Persib Bandung, Rekrut Eka Ramdani dan Yaris Riyadi
5 Juni 2021, 12:15 WIB
ASHIAPP! Atta Halilintar Punya Klub Sepak Bola Bernama AHHA PS PATI FC
ASHIAPP! Atta Halilintar Punya Klub Sepak Bola Bernama AHHA PS PATI FC
5 Juni 2021, 08:27 WIB
 CATAT ! Ini Jadwal Lengkap Pertandingan dan Pembagian Grup Euro 2020
CATAT ! Ini Jadwal Lengkap Pertandingan dan Pembagian Grup Euro 2020
5 Juni 2021, 07:33 WIB
Gading Marten Resmi Akuisisi Persikota Tangerang, Raffi Ahmad Sampaikan Selamat
Gading Marten Resmi Akuisisi Persikota Tangerang, Raffi Ahmad Sampaikan Selamat
4 Juni 2021, 18:17 WIB
PSSI Siapkan Skema Penyelenggaraan Liga 1, Tidak Menutup Kemungkinan Penonton Bisa Hadir Langsung di Stadion
PSSI Siapkan Skema Penyelenggaraan Liga 1, Tidak Menutup Kemungkinan Penonton Bisa Hadir Langsung di Stadion
1 Juni 2021, 20:37 WIB
TERPOPULER
1
Warung di Puncak Jual Mie Instan Rp54 Ribu Langsung Disidak Camat, Akui Ada Kesalahan Harga
2
Usai Libur Panjang, Penularan Virus Corona di Kota Bandung Tembus 100 Kasus per Hari
3
BREAKING NEWS ! Gedung Sate Lockdown Lagi, Gara-gara 31 Orang Positif Corona
4
Gedung Sate Lockdown, Ternyata Berasal dari Klaster Baru Ini
5
Membahayakan ! Rombongan Sepeda Pakai Lajur Kanan Bypass Rancaekek-Cileunyi, Sudah Diklakson tapi Tetap Saja

PRFM News
PT Mustika Parahyangan
Jalan Asia Afrika No.77 Kota Bandung, Jawa Barat
Telepon : (022) 4221400
Redaksi : (022) 4221075

   
Part Of
Pikiran Rakyat Network
The 1st News Portal Ecosystem
Using The Concept of Sharing Economy
PT Kolaborasi Mediapreneur Nusantara
Jl. Peta, Ruko Kopo Plaza Blok A No.13
Bandung - Jawa Barat, 40231, Ph. +6222-6002390
Email: prmnnewsroom@pikiran-rakyat.com

PIKIRAN RAKYAT
GOWAPOS.COM
PR CIREBON
PR CIANJUR
PR TASIKMALAYA
PEDOMAN TANGERANG
PR BOGOR
PR DEPOK
PR PANGANDARAN
PR INDRAMAYU
PR BEKASI
SEPUTAR TANGSEL
JURNAL PRESISI
PORTAL JEMBER
Lihat Semua 
Tentang Kami Redaksi Pedoman Pemberitaan Info Iklan Kontak Karir
©2021 Pikiran Rakyat Media Network

x


Selasa, 11 Mei 2021

MELATIH SIKAP JUJUR




Melatih Sikap Jujur dan Kesetiakawanan Sosial


اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اللهُ أَكْبرْ (×٩) اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْراً وَالْحَمْدُ ِلله كَثِيْرًا وَسُبْحٰنَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا سُبْحٰنَ مُحْيِ الْأَمْوَاتِ وَمُمِيْتُ الْأَحْيَاءِ وَمُدَبِّرِ أَمْرِ الْآخِرَةِ وَالْأوْلى حَكَمَ وَأَمْضَى وَأَغْنَى وَأَقْنَى وَأَضْحَكَ وَأَبْكَى وَأَمَاتَ وَأَحْيَا ذِي الْمَنَاظِرِ اْلأَعْلٰى رَبِّ اْلآخِرَةِ وَاْلأُوْلٰى, اللهُ أَكْبَرْ وَلِلّٰهِ الْحَمْد اللّٰهُمَّ إِنَّا نَشْهَدُ أَنَّكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ وَلَا ِندَّلَكَ وَلَامِثْلَ لَكَ وَنَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُوْلُكَ, اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ كَمَا أَعَزَّهُمْ بِهِ وَكَرَّمَ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا, أَمَّا بَعْدُ. قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكّى

وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلّى يَاۤ أَيُّهَا النَّاسُ إِتَّقُوا اللهَ عِبَادَ اللهِ إِنَّ يَوْمَكُمْ هٰذَا يَوْمٌ عَظِيْمٌ وَعِيْدٌ كَرِيْمٌ أجل لَكُمْ فِيْهِ الطَّعَامُ وَحَرَّمَ لَكُمْ فِيْهِ الصِّيَام

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahi al-Hamdu

Jama’ah Shalat Ied yang dimuliakan Allah..

Alhamdulillah hari ini kita merayakan kemenangan setelah satu bulan lamanya kita dibina melalui training Shaum Ramadhan yang sedikit banyaknya menyimpan pelajaran bagi kita yang mau meningkatkan nilai puasa yang janji Allah akan membentuk manusia yang muttaqin, yang hal tersebut tidaklah mungkin akan dapat diraih jika hanya menahan lapar dan dahaga saja. Puasa yang berfungsi menahan hawa nafsu, yang mana hawa nafsu kita lebih cenderung mengarahkan kita kepada tindakan negatif, maka dengan puasa sesungguhnya kita dapat mengendalikannya ke arah yang positif, Allah SWT berjanji bagi mereka yang dapat mengendalikan hawa nafsunya maka Allah akan memberikan Surga sebagai balasannya.

وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى (٤٠) فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى

Artinya : Barang siapa yang takut kepada maqom Robbnya dan dapat mengendalikan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempatnya (QS An Naazi’at : 40)

Puasa merupakan anugrah Allah untuk manusia (mukminin), agar manusia dapat menjadikannya sebagai cara yang sangat efektif dalam menumbuhkembangkan kesadaran self control (pengendalian diri) dalam diri manusia. Nafsu sejatinya memang harus tetap dapat terkontrol agar manusia dapat menuju tatanan yang yang baik dan menguntungkan. Namun manusia secara naluriayah dan lahiriyah sangat lah lemah dalam mengontrol nafsunya. Telah terbukti dalam sejarah, ketika syahwat manusia mendominasi dari akal fikirannya, banyaklah manusia yang terjerem-bab dalam kesesatan dan menghantarkannya ke level kehancuran sehingga adanya manusia yang lupa akan jati dirinya bahwa dia sebagai manusia. Ada yang perilakunya seperti binatang bahkan ada juga yang mengaku dirinya sebagai tuhan. Puasa yang disyari’atkan dalam Islam bukanlah bertujuan mematikan nafsu syahwat secara total, tapi justru untuk mengontrol agar nafsu ini tetap dalam posisi netral/moderat, agar dia tetap sebagai manusia yang normal yang mempunyai hasrat, keinginan, emosi dan semangat hidup menuju kebahagiaan hidup duniawi dan ukhrawi. Nafsu menurut Imam Al Ghozali bertumpu kepada dua muara yaituBathn (perut) dan Farj (kemaluan). Maka kebejatan moral, kerusakan yang terjadi diberbagai penjuru dunia ini tidak lepas dari akibat kedua nafsu yang tidak terkendalikan. Kerusakan yang terjadi di muka bumi ini adalah ulah tangan manusia yang bersumber dari kedua nafsunya manusia sebagaimana firman Allah SWT :

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِ النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِى عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ

Artinya : Telah nampak kerusakan di daratan dan di lautan adalah akibat ulah tangan manusia, agar (Allah) merasakan kepada mereka dari sebagian apa yang mereka telah kerjakan agar mereka kembali (kepada kebenaran). (QS Ar Rum : 41)

Terjadinya tanah longsor akibat pembabatan hutan yang menjadi-jadi, banjir dimana-mana akibat pembangunan gedung yang tidak memperhatikan rembesan air yang layak dan akibat ketidaksadaran manusia membuang sampah di saluran-saluran air, lautan tercemar akibat limbah-limbah pabrik yang dibuang sembarangan sehingga berdam-pak kematian kepada hewan laut bahkan manusia. Inilah buah keserakahan manusia yang hanya memikirkan dirinya dan keuntungan bisnisnya tidak memikirkan ekosistem dan keselamatan yang lainnya. Ini bersumber dari nafsu perut. Belum lagi terjadi korupsi baik pribadi dan korupsi berjamaah yang banyak merugikan kehidupan bangsa dan negara, percaloan dari tingkat stasiun kereta api hingga percaloan di lingkungan anggota DPR, rebutan kekuasaan melalui PILKADA, hingar bingarnya PILPRES yang belum lama diselenggarakan yang tidak sedikit dengan cara-cara yang tidak sehat seperti money politic, kecurangan peng-gelembungan suara, menjatuhkan lawan politik dengan black compagne dan sebagainya, ini pun bermuara pada nafsu perut, bahkan baru kali ini terjadi perbedaan yang mencolok hasil perhitungan cepat (quick count) yang dilakukan oleh lembaga survey. Ini bisa terjadi karena lembaga itu sudah tidak lagi menggunakan kaidah-kaidah survey, tapi justru dengan cara-cara menyalahi aturan tersebut karena adanya lembaga tersebut dibiayai oleh tim sukses masing-masing calon, bahkan ada di antara lembaga tersebut yang menjadi konsultan politik dari calon tertentu. Sehingga jika hasil surveynya gagal berarti dia juga gagal sebagai konsultan politik, sehingga adanya indikasi kecurangan dengan merubah hasil surveynya secara sistematik, sehingga hasilnya pun sangat bertolak belakang dengan yang sebenarnya dan tidak sedikit juga dia melakukannya karena adanya pesanan dari kandidat, sehingga dia berusaha untuk menjaga image-nya sebagai konsultan agar dia dianggap sukses sebagai konsultan politik. Perilaku seperti ini jelas merugikan banyak orang bahkan juga membahayakan tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Sikap seperti ini dilakukan akibat manusia tidak dapat mengendalikan nafsu perutnya. Kemudaian yang kedua nafsu farj (seksual), yang diawali dari pandangan antara dua jenis manusia yang berbeda, pemandangan-pemandangan yang meng-ganggu nafsu, dimulai dari mode-mode pakaian yang menampakan aurat yang tidak sedikit akan membangkitkan syahwat farj ini, sehingga terjadi pergaulan bebas,free sex, kumpul kebo, free love, bahkan terjadinya tindakan aborsi, pembunuhan akibat adanya perselingkuhan dan persaingan cinta, ini didasari dari nafsu farj. Bahkan baru-baru ini terjadi perilaku penyimpangan seksual terhadap anak anak didik yang mereka masih tergolong ingusan, justru dilakukan oleh oknum guru di salah satu sekolah international, juga hal ini terjadi di beberapa daerah Maka satu bulan penuh kita dididik untuk dapat mengendalikan kedua nafsu ini, yang halal saja diharamkan kita melakukannya di siang hari bulan Ramadhan terlebih yang diharamkan. Jika kita amalkan ajaran Ramadhan ini dalam kehidupan sehari-hari, kita dalami yang dijanjikan Allah, akan kita dapatkan insya Allah.

Allahu Akbar … Allahu Akbar … Allahu Akbar … Walillaahilhamdu

Jamaah Shalat Ied yang dimuliakan Allah ..

Menurut Dr. Quraisy Syihab dalam bukunya Wawasan Al Quran, “Taqwa” terambil dari akar kata yang bermakna menghindar, menjauhi atau menjaga diri, maka kalimat perintah “ittaqillah” berarti hindarilah murka dan siksa Allah atau jagalah dirimu dari azab dan murka Allah. Sebagaimana kita ketahui siksa Allah ada dua macam :

1. Siksaan di dunia akibat pelanggaran terhadap hukum-hukum Allah seperti makan berlebihan dapat menimbulkan penyakit, tidak mengendalikan diri dapat menjerumuskan kepada bencana, merusak alam akan menjadi musibah, dan lain sebagainya .

2. Siksa di akhirat akibat pelanggaran hukum-hukum syariat seperti tidak shalat, tidak puasa, mencuri, korupsi, melanggar hak-hak manusia dan lain sebagainya yang dapat mengakibatkan siksa neraka.

Syekh Muhammad Abduh mengatakan bahwa menghindari siksa Allah atau hukuman-hukumannya diperoleh dengan menghindari diri dari segala yang dilarangnya serta mengikuti apa yang diperintahkan-Nya. Hal ini terwujud dengan rasa takut kepada Allah yang berawal takut dari siksa-Nya. Dengan demikian orang yang bertaqwa berarti orang yang merasakan kehadiran Allah setiap saat. Hal tersebut bisa diperoleh melalui banyak cara antara lain melalui shoum (puasa), karena shoum menyadarkan kita terhadap pengawasan Allah. (Quraisy Syihab, Wawasan Al Qur’an , hal 531-532).

Allahu Akbar… Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah …

Pengawasan Allah yang dikenal dalam istilah agama kita disebut “Muroqobatullah”, pengawasan Allah jelas berbeda dengan pengawasan KPK, jaksa, intelijen, polisi misalnya, apalagi orang biasa, tugas pengawasan-pengawasan manusia sedemikian terbatas karena memang manusia makhluk yang mempunyai keterbatasan, berbeda dengan Allah yang sedemikian melekat dan mengetahui sekecil apapun, bukankah banyak ayat-ayat yang menyatakan hal tersebut. Maka dalam ibadah shoum kita sangat terasa pengawasan tersebut, bayangkan ketika kita berwudhu disiang bulan puasa, ketika kita berkumur bukankah ada peluang emas kita untuk berbuat curang seperi meneguk air misalnya, sekedar membasahi tenggorokan kita yang kering, tapi mengapa peluang itu tidak kita manfaatkan dengan baik, padahal seorang pun tak ada yang tahu. Di sanalah kita sadar adanya pengawasan Allah yang sedemikian melekat karena Allah memang dekat dengan kita, bahkan lebih dekat dengan urat nadi kita sebagaimana firman-Nya :

وَلَقَدْ خَلَقْنَا اْلإِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيْدِ

Artinya : Dan telah kami ciptakan manusia dan kami mengetahui apa-apa yang dibisikan oleh hatinya dan kami lebih dekat dari urat nadinya(QS Qaf : 16)

Maka pendidikan puasa ini amat sangat berharga bagi kehidupan kita yang melatih kita agar dapat mengendalikan nafsu syaithoniyyah kita yang menjerumuskan kepada siksa Allah, karena perbuatan kita Allah akan perlihatkan kepada kita walau di dunia kita lakukan di dalam kamar tertutup dalam kegelapan tanpa lentera sekali pun. Allah SWT berfirman :

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ (٧) وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَاهُ

Artinya : Barang siapa beramal sekecil apapun kebaikan maka Allah akan perhatikan, Barang siapa beramal sekecil apapun kejelekan maka Allah akan perhatikan (QS Az Zalzalaah :7-8)

Dalam kehidupan kita di dunia initidak sedikit kita berbuat dan bersikap seolah Allah tidak melihat perbutan kita, berapa banyak di antara kita yang melakukan kebohongan publik, bersikap tidak jujur, mengkhianati amanah demi kepentingan-kepentingan pragmatis. Sikap seperti ini sama saja dia menganggap seolah Allah tidak tahu. Padahal jujur merupakan bagian dari AKHLAKUL KARIMAH, dengan kejujuran ini lah Rasulullah bisa diterima oleh semua orang, berdakwahnya sukses, karena beliau belum pernah berdusta sejak mudanya, sehingga beliau digelari “al amiin”. Bahkan beliau pernah diuji kejujuran beliau ketika melaksanakan perjanjian Hudaibiyah, yang poin-poinnya merugikan orang Islam. Antara lain isi dari Perjanjian Hudaibiyah yakni “Jika ada orang MEKKAH ada yang ke MADINAH (setelah perjanjian ini) MAKA DIA HARUS DIKEMBALIKAN KE MEKKAH, SEBALIKNYA JIKA ADA ORANG MADINAH YANG INGIN KEMBALI KE MEKKAH TIDAK BOLEH DIHALANGI”. Poin ini jelas sangat merugikan umat Islam, sehingga ketika adanya beberapa orang muslim yang berhijrah ke Madinah (setelah perjanjian ini) dan sampai ke Madinah maka terpaksa Rasulullah dengan berat hati meminta kepada mereka untuk kembali ke Mekkah sesuai dengan isi perjanjian. Meskipun mereka merengek agar tidak ingin dikembalikan ke Mekkah. Akhirnya beberapa sahabat itu pergi dari Madinah tapi tidak kembali ke Mekkah mereka tinggal beberapa hari di antara Mekkah dan Madinah. Perlu nampaknya kita ambil teladan ini, sikap jujur tetap beliau pertahankan walaupun sangat berat bagi dirinya, Nabi Muhammad SAW konsekuen menaati perjanjian yang sudah beliau sepakati, walaupun hal itu secara lahiriyah merugikannya. Kejujuran dan perkataan benar merupakan bagian dari Taqwa kepada Allah. Dan Allah memerintahkan orang yg beriman agar senantisa hidup bersama dengan orang orang yang jujur. Sebagaimana Allah swt berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ وَكُونُواْ مَعَ الصَّادِقِينَ -١١٩-

Artinya : Wahai orang orang yang beriman bertaqwalah kalian kepada Allah dan jadilah kalian bersama orang orang yang berkata benar (jujur) (Q.S. At-Taubah 119)

Karena kejujuran dan konsekuen kepada kebenaran, Allah akan memudah-kannya ke syurganya. Sebaliknya kebohongan dan tidak konsekuen kepada kebenaran Allah akan memudahkan dia jalan ke neraka . Rasulullah SAW bersabda :

Artinya : Sesungguhnya berkata benar (jujur) akan menunjukan kepada kebaikan dan kebaikan akan (dimudahkan) jalan menuju surga. Sesungguhnya seseorang yang selalu berkata benar (jujur) akan dicatat (oleh Allah) sebagi orang yang jujur. Sesungguhnya kedurhakaan (bicara dusta) akan menghantar kepada perbuatan dosa dan perbuatan dosa akan (memudahkan) jalan menuju neraka, Sesungguhnya orang yang selalu berdusta (tidak berkata jujur) akan dicatat sebagai pendusta (HR .Muttafaqun alaih).

Allahu Akbar … Allahu Akbar … Allahu Akbar …

Dalam ibadah puasa ini, juga memberikan pelajaran kesetiakawanan sosial, karena Islam adalah agama kasih sayang. Untuk berkasih sayang dengan orang lain, berusaha tidak mendzolimi orang lain, karena memang Islam Agama yang Rahmatan Lil ‘Alamiin ini mengajarkan kita seperti itu. Maka kita harus banyak mengintrospeksi diri terhadap sikap keberagamaan kita selama ini mengingat Islam yang amat luas sehingga adanya kita memandang Islam itu sebagian saja dan menyimpulkannya seolah-olah apa yang kita lakukan itu sudah Islam yang kaffah dengan pemahaman yang terbatas itu serta merta kita bersikap arogan membabi buta dengan menganggap dirinya paling benar dan kelompok lain salah. Bahkan bukan hanya itu dengan pemahamannya itu pun bertindak anarkis yang seolah-olah itu adalah ajaran Islam. Sikap di antara kita seperti itu memang sebuah fenomena keberagamaan di antara kita akibat pemahaman Islam yang sempit. Sehingga dengan sikap seperti itu lahirlah penilaian-penilaian yang negatif pula terhadap Islam, padahal yang melakukan adalah sekelompok umat Islam, tapi mereka menggeneralisir sebagai ajaran Islam. Tentu tidak sepenuhnya penilaian negatif mereka terhadap Islam itu hanya didasari atas perilaku sekelompok umat Islam saja, tapi juga akibat ketidaktahuan dan kedengkian dengan tujuan agar Islam itu padam (tidak ada orang yang mau beragama Islam) Allah SWT berfirman :

يُرِيْدُوْنَ أَنْ يُطْفِئُوا نُوْرَ اللهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبى اللهُ إِلَّا أَنْ يُتِمَّ نُوْرَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرِيْنَ

Artinya : Mereka berkehendak mematikan Nur (Agama) Allah dengan mulut mereka. Tetapi Allah menolaknya sehingga menyempurnakan Nur (Agama)-Nya walaupun orang-orang kafir membencinya. (QS At Taubah : 32)

Sikap-sikap kita yang kontra produktif ini juga menyebabkan adanya sebagian orang yang bersikap Islamphobia merasa takut kepada Islam seolah Islam itu menyeramkan.

Allahu Akbar … Allahu Akbar … Allahu Akbar … Walillaahilhamdu

وَمَآأَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ

Artinya : Dan tidaklah kami mengutus engkau (Muhammad) kecuali rahmat bagi seluruh alam (QS Al Anbiya : 107)

Ayat ini merupakan khitob Allah kepada Nabi Muhammad SAW bahwa diutusnya beliau semata-mata untuk menebar rahmat (kasih sayang) untuk seluruh alam yang bukan hanya terbatas kepada manusia saja namun makhluk lain juga seperti hewan. Hal itu dapat kita buktikan dari ajaran-ajaran Nabi SAW untuk menyayangi binatang. Seperti sabda beliau kepada sahabatnya :

Artinya : Bertaqwalah kalian kepada Allah terhadap binatang ini jika kalian ingin menungganginya tunggangilah dengan cara yang baik jika kalian ingin mengkonsumsinya sebagai makanan maka makanlah dengan cara yang baik

Artinya : Jika kalian ingin menyembelihnya sembelihlah dengan cara yang baik, demikian juga jika kalian membunuhnya dengan cara yang baik pula. Demikian juga kita dapatkan informasi Nabi Muhammad SAW kelak adanya manusia masuk surga karena memberi minum kepada anjing yang menjulurkan lidahnya karena kehausan. Demikian pula adanya orang masuk neraka akibat perilakunya yang buruk terhadap kucing. Sikap seperti yang diajarkan Islam ini didapat sebelum dunia barat memperkenalkan organisasi pecinta binatang. Jika Islam memperlakukan hewan saja seperti itu tentu ajaran memperlakukan manusia jauh lebih baik, jika menganiaya binatang saja neraka tempatnya bagaimana menganiaya manusia yang tak bersalah seperti membunuh, meledakan bom hingga banyak korban yang tak berdosa. Kita dapatkan banyaknya buku-buku yang ditulis oleh orang-orang barat khususnya yang beragama Nashrani dan Yahudi. Islam seolah agama yang menakutkan, bak monster pembunuh, Nabi kita digambarkan dengan drakula dan sebagainya. Barnaby Rogerson dalam bukunya “Biografi Muhammad” dia berkata : “Nabi Muhammad mempunyai rating negatif didunia barat”. Dalam buku “A life of Muhammad” karya orientalis Sir William Muir yang menganggap Rasulullah sebagai “Mahound” (roh jahat) yang juga ditulis oleh Salman Rusdi dalam novelnya yang kontroversial “The Satanic Verses” tuduhan mereka bahwa Islam ditebarkan dengan pedang karena mereka melihat banyaknya pembebasan/penaklukan-penaklukan yang dilakukan oleh umat Islam seperti pembebasan Andalusia (Spanyol), Liberia (Portugal) dan menerobos daerah jantung peradaban Kristen pada saat itu Prancis. Fakta-fakta ini dijadikan argumen oleh mereka “Islam Agama Pedang”. Mereka lupa kekejaman mereka ketika menjajah dataran Asia, Afrika juga berulang kali menyerbu kerajaan-kerajaan kuno Arab seperti Hira, Petra, Himyar, Palestina dan sebagainya oleh kerajaan Romawi, justru negara-negara tersebut terbebas setelah Islam datang, belum lagi penjajahan yang dilakukan pada abad 18 terhadap yang dilakukan oleh Negara seperti Belanda, Inggris, Prancis, Spanyol dan lain sebagainya. Akan lebih meyakinkan kita bahwa Islam adalah agama rahmatan lil alamiin jika kita perhatikan beberapa prinsip-prinsip ajaran Islam:

1. Larangan memaksa orang untuk masuk Islam (عدم الإكراه)

Allah SWT berfirman :

لَا إِكْرَاهَ فِى الدِّيْنِ

Artinya : Tidak ada paksaan di dalam Agama (Islam) (QS Al Baqarah : 256)

Prof. Dr. Wahbah Azzualy dalam tafsirnya (Tafsir Al Munir) mengatakan : “Bahwa ayat ini merupakan salah satu prinsip Islam yang agung dan etika bersiyasah yang luhur dalam Islam. Yang tidak membenarkan pemaksaan seseorang untuk masuk Islam”. Ayat ini kata beliau dalil yang sedemikian jelas untuk membantah pandangan bahwa Islam tegak dengan pedang. Umat Islam sebelum Hijrah belumlah ada kemampuan untuk mengadakan perlawanan terlebih pemaksaan kepada mereka (kafir). Bahkan ketika Islam sudah kuat ketika di Madinah, tidaklah didapat adanya pemaksaan terhadap seseorang untuk masuk Islam, justru hal yang terbalik dilakukan oleh umat lain seperti Nashrani. Jika Jihad atau peperangan itu terjadi dalam sejarah Islam semata karena perlawanan terhadap serangan musuh, dan memberi ketentraman terhadap beragama, dan memberikan peluang untuk menyebarkan Islam ketika adanya halangan dari penguasa lalim. Dalam peperangan pun Rasulullah SAW sering mengingatkan kepadaJundillah (tentara) agar tidak membunuh wanita, melindungi anak-anak dan tidak menghancurkan tempat-tempat ibadah agama lain. Bukankah itu bentuk rahmat Islam. Jika dalam kondisi peperangan Rasulullah SAW berwasiat seperti diatas, lantas dengan alasan apa kita menghancurkan tempat ibadah agama lain yang justru bukan dalamDaarul Harb (peperangan). Namun tentu pendirian tempat ibadah harus juga prosedural sesuai dengan aturan sehingga tidak menyulut amarah dari umat agama yang berbeda

2. Al-Waq’iyyah (الواقعية) berpijak kepada kenyataan objektif

Al quran yang merupakan sumber utama ajaran Islam, menegaskan bahwa ajaran Islam sesuai dengan fitrah manusia seperti yang dijelaskan dalam firman Allah SWT :

فَأَقِمْ وَجْحَكَ لِلدِّيْنِ حَنِيْفاً فِطْرَتَ اللهِ

Artinya : Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada fitrah Allah … (QS Ar Rum : 30)

Fitrah berarti naluri dasar yang pasti dimiliki oleh umat manusia manapun, maka ajaran Islam tidaklah pernah mengajarkan yang bertentangan dengan fitrah tersebut. Seperti kecendrungan laki-laki kepada perempuan dan sebaliknya, Islam melegalkan dengan cara pernikahan. Lembaga pernikahan sedemikian sakral dalam Islam karena bukan hanya melegalkan hubungan laki dan perempuan tapi juga sahnya penisbahan keturunan sehingga adanya hukum perwalian waris dan sebagainya. Pernikahan ini juga merupakan kritik pedas kepada sebagian agama yang mengharamkan pimpinan agamanya untuk menikah padahal secara naluri terdalam mereka membutuhkannya, maka kita dapatkan banyaknya pimpinan agama mereka melakukan hubungan dengan lain jenis secara ilegal alias berzina. Maka pantaslah kalau Rasulullah SAW menegur sikap sahabat yang tidak mau menikah (menggauli istrinya lagi) dengan alasan amal ibadah mereka jauh lebih sedikit dibanding Rasul padahal beliau sudah dijamin masuk surga sedangkan kita kata mereka tak ada apa-apanya dibanding dengan Rasul; maka Rasulullah bersabda :

فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي

Artinya : Barang siapa yang tidak menyukai terhadap sunahku maka dia bukan termasuk dari golonganku (HR Muttafaqun Alaih)

3. Prinsip kemudahan/tidak memberat-kan umat manusia (عدم التكليف)

Allah SWT berfirman :

يُرِيْدُ اللهُ بِكُمُ اْليُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُم اْلعُسْرَ

Artinya : Allah menghendaki terhadap kalian kemudahan dan tidak menghendaki kesulitan (QS Al Baqoroh : 185) Acapkali Rasulullah SAW jika mengutus sahabatnya ke suatu daerah beliau berwasiat :

يسر ولا تعسروا بشروا ولا تنفروا

Artinya : Berikanlah kemudahan jangan berikan kesulitan, berikanlah kabar berita yang baik jangan membuat mereka jauh.

Kemampuan manusia berbeda, sementara tuntutan ajaran agama Islam harus dilakukan. Disinilah ajaran Islam dapat kita rasakan rahmatnya seperti dalam mengerjakan rukun Islam yang lima, yang merupakan pokok ajaran Islam yang merupakan keharusan dilakukan oleh umatnya. Namun dalam tataran praktek-nya tidak semua umat Islam dapat menjalankan sesuai dengan yang diharapkan atau tidak dapat mengerjakan-nya sama sekali. Seperti ibadah haji bukankah ibadah haji wajib?, Bagaimana dengan yang tidak mampu?, Shalat diwajibkan berdiri bagaimana yang tidak mampu berdiri? Disana lah kita dapat rahmat Islam adanya keringanan-keringanan terhadap umat yang tidak mampu melaksanakannya dengan sempurna.

Ada beberapa keringanan-keringanan dalam Islam yang sedemikian besar manfaatnya bagi umat manusia, antara lain :

1. Gugurnya kewajiban haji dan umroh karena ketidakmampuan;

2. Pengurangan, seperti pada shalat Qoshor bagi musafir;

3. Penggantian, seperti Wudhu dan Mandi dengan tayamum ketika tidak ada air. Shalat berdiri dengan duduk ketika tidak mampu berdiri; Puasa dengan fidhyah(memberikan makan orang kafir) bagi yang tidak mampu puasa

4. Mendahulukan dan mengakhirkan, seperti shalat jama’ taqdim dan takhir;

5. Mengkonsumsi yang haram dibolehkan jika darurat dan sebagainya.

4. Kesetaraan derajat dihadapan Allah

Islam tidak pernah melihat adanya bangsa nomor satu dan dua, tidak juga melihat adanya kasta-kasta. Dihadapan Allah semua sama yang membedakan adalah taqwanya :

إِنَّ أَكْـرَمَكُمْ عِنْدَ اللهِ أَتْقَاكُــمْ

Artinya : . Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian disisi Allah adalah taqwanya … (QS Al Hujurat : 13)

Rasulullah SAW juga bersabda :

لا فضل لعربي ولا عجمي إلا بالقوى

Artinya : Tidak ada kelebihan bangsa Arab terhadap bang asing kecuali taqwanya (Alhadist)

Demikian pula halnya antara laki-laki dan perempuan dihadapan Allah SWT sama dalam berkarya demikian Allah tidak membedakan pahala/balasan bagi kedua-nya, firman Allah SWT :

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْــثٰى وَهُوَ مُؤْمِن فلنحيينه حياة طيبة ولنجزينهم أجرهم بأحسن ماكانوايعملون

Artinya : Barangsiapa yang melakukan amal sholeh baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman maka kami akan memberikan kehidupan yang baik dan akan kami berikan pahala yang jauh lebih baik dari apa yang mereka lakukan. (QS An Nahl : 97)

Dengan tidak adanya diskriminasi berarti adanya peluang untuk saling “Istibaq fil Kahairaat” bukankah ini bentuk rahmat, sehingga tidak adanya pengkaplingan orang-orang tertentu di surga kelak, tapi perbedaan itu karena semata ketaqwaan yang membedakan.

Allahu Akbar … Allahu Akbar … Allahu Akbar … Walillaahilhamdu

Jamaah Shalat Ied yang dimuliakan Allah ..

Setelah kita renungkan pendidikan Ramadhan, tentu kita mengharap ampunan Allah SWT agar kita dapat diampunkan dosa-dosa kita yang lalai terhadap ajaran-ajaran Allah melalui pesan puasa Ramadhan ini, dan semoga Allah juga menganugrahkan kita umur yang barokah sehingga kita dapat dipertemukan lagi dengan Ramadhan tahun-tahun yang akan datang.

Setelah ini kita pun akan saling bersalam-salaman antara kita dengan kita, suami dengan istrinya, anak dengan orang tuanya, saudara yang satu dengan yang lainnya, karena tidak sedikit kesalahan kita sesama kita baik yang disengaja atau tidak.

Maka setelah itu bersihlah hati kita dari segala dosa dan kesalahan karena sudah terampuni dan dimaafkan oleh sesama kita seperti bayi yang keluar dari rahim ibunya yang tak ada sedikit pun dosa.

MINAL AIDIN WAL FAAIDZIN, TAQOBBALALLAHU MINNA WAMINKUM

Khutbah Ke 2

الله أكبر (7مرات) لا إله إلا الله والله

أكبر ، الله أكبر ولله الحمد ، الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ

بالله من شرور أنفسنا ، ومن سيئات أعمالنا ، من يهد الله فلا مضل له ، ومن

يضلل فلا هادي له ، أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدا عبده ورسوله ،

أشهد أن لاإله إلا الله وحده لا شريك له. وأشهد أن محمدا عبده وسروله .

اللهم صل على محمد وعلى آله وصحبه أجمعين. وبعد ، فيا أيها المسلمون، أصيكم

وإياي بتقوى الله وطاعته في كل وقت لعلكم تفلحون. قال تعالى : {

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ

الصَّادِقِينَ(التوبة)119

إن الله وملائكته يصلون على النبي يا أيها

الذين آمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما. اللهم صل على محمد في الأولين وصل

على محمد في الآخرين. اللهم اغفر لنا ذنوبنا وكفر عنا سيئات وتوفنا مع

الأبرار . اللهم إنا نسألك من الخير كله عاجله وآجله ما علمنا منه ومالم

نعلم ونعوذبك من الشر كله عاجله وآجله ما علمنا منه وما لم نعلم. اللهم

اغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل في قلوبنا غلا للذين

آمنوا ربنا إنك رؤوف رحيم. اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين

والمؤمنات الأحياء منهم والأموات إنك غفور رحيم.

v عباد الله إن الله يأمركم بالعدل

والإحسان وإيتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم

تذكرون، فاذكروا الله يذكركم ولذكر الله أكبر …

v الله أكبر ، الله أكبر ، الله أكبر ، لا

إله إلا الله والله أكبر ، الله أكبر ولله الحمد. تقبل الله منا ومنكم وكل

عام وأنتم بخير ،

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته


Selasa, 09 Maret 2021

boleh sakit gak boleh mati wakil presiden


penyelamat bank syariah pertama di Indonesia tersebut.

"Calon investor sudah ada, konsorsium Al Falah,” ujar Wimboh di Gedung DPR RI, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut Wimboh mengatakan proses eksekusi bisa dilakukan dalam waktu singkat. Sebab, Al Falah tinggal melengkapi persyaratan pemberkasan dan administrasi.

Namun demikian, Wimboh enggan memberikan penjelasan lebih rinci mengenai besaran investasi yang disuntikkan perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum Singapura tersebut kepada Muamalat.

"Tinggal eksekusinya. Secepatnya," ujar dia.

Al Falah Investments Pte Limited dimiliki dan didirikan oleh Ilham Akbar Habibie dan CP5 Hold Co 2 Limited yaitu perusahaan investasi yang secara tidak langsung dimiliki 100 persen oleh SSG Capital Management Limited untuk tujuan berinvestasi di Bank Muamalat.

SSG adalah perusahaan pengelola aset alternatif dengan aset kelolaan 5 miliar dollar AS.

Baca juga: Dikabarkan Kredit Macet Capai 40 Persen, Ini Kata Bank Muamalat

Suntikan dana haji

Dikutip dari Kontan, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) berencana untuk menanamkan investasi di PT Bank Muamalat Indonesia Tbk.

Anggota Badan Pelaksana BPKH (BP BPKH), Iskandar Zulkarnain, mengatakan, proses investasi di Bank Muamalat sesuai dengan Rencana Investasi Tahunan (RIT) yang tertuang dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKAT).

Iskandar menyebut, BPKH akan melakukan investasi dalam bentuk dua hal. Yakni investasi tier 1 melalui penambahan saham dan investasi tier 2 masing-masing senilai Rp 1 triliun dan investasi tier 2 senilai Rp 2 triliun.

"Prosesnya sekarang sudah ada kajian dari lembaga eksternal, sekarang tinggal proses internal di kita. Mudah-mudahan dapat segera kita proses," kata Iskandar.

Iskandar menyebut, setelah proses internal akan ada proses persetujuan Dewan Pengawas BPKH. Tahapan tersebut sesuai perencanaan di RIT dan RKAT. "Jika sudah selesai nanti akan kita laksanakan eksekusinya," terang dia.

Baca juga: Masalah Permodalan Bank Muamalat, OJK Disarankan Ubah Pendekatan