Selasa, 08 Desember 2020

Bukan Hanya Zona Merah, Warga Bandung Juga Harus Waspada Hal Berikut, Ini Kata Wali Kota Bandung


Bandung Oded M Danial, saat ditemui di Pendopo, Kota Bandung, Jumat (22/5/2020) Wali Kota Bandung, Oded M Danial memerintahkan  camat dan lurah untuk menggerakan aparat dan warganya bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan wilayahnya masing-masing menghadapi musim hujan.

Oded juga minta kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk mengoptimalkan upaya-upaya antisipatif menghadapi musim hujan. 

Baca juga: Takut Jarum Suntik, Anggota Polresta Tasik Terpaksa Dipegangi Kapolresta saat Jalani Rapid Test

"Dinas-dinas terkait harus bekerja keras membersihkan saluran-saluran air, mengangkat sedimentasi sungai dan selokan, membersihkan drainase jalan. Seluruh upaya harus dilakukan untuk menghadapi musim hujan ini," ujar Oded di Balai Kota Bandung, Selasa ( 8/12)..

Oded minta, upaya-upaya itu harus dilaksanakan agar saat intensitas hujan semakin tinggi, Kota Bandung sudah siap menghadapinya.

Baca juga: Besok Libur Nasional, Menaker Ingatkan Perusahaan Bayar Uang Lembur Buat Pekerja yang Masuk Kerja

Sehingga bisa meninimalisir genangan-genangan saat turun hujan.

'"Saya ingin genangan air bisa diminimalisir, jangan sampai membuat tidak nyaman, baik di pemukiman maupun di jalan," ujar Oded.

Baca juga: H-1 Pilkada, 89 Petugas TPS Daerah ini Reaktif, 6 Positif Covid-19,

Oded juga meminta dinas terkait segera memperhatikan kondisi jalan di Kota Bandung.

Jika ada lubang di jalan, segera untuk diperbaiki.

Jika ada tutup saluran yang hilang, segera diganti dengan yang baru. 

Baca juga: Berkas Tersangka Kasus Penyebar Video Syur Mirip Gisel Ditolak Kejaksaan, Ada Apa?

"Karena saat hujan turun, itu bisa menimbulkan kecelakaan, lubang yang tertutup air  tidak terlihat," ujarnya

Minggu, 06 Desember 2020

Satu Rumah di Pasirluyu Bandung Ludes Terbakar


6 Desember 2020, 17:42 WIB
Satu rumah di Jalan Pasirluyu, Kelurahan Ancol, Kecamatan Regol, Kota Bandung, ludes dalam petristiwa kebakaran, Minggu 6 Desember 2020 sore /Dok TCT Indonesia.

Breaking news - Peristiwa kebakaran melanda satu unit rumah di Jalan Pasirluyu 5, Kelurahan Ancol, Kecamatan Regol, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu 6 Desember 2020.

Dari laporan yang diterima Redaksi PRFM dari Tim Cepat Tanggap (TCT) Indonesia, kebakaran rumah di Kelurahan Ancol itu terjadi sekira pukul 15.08 WIB.

Dalam laporan terbaru yang dibagikan TCT Indonesia, tim Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung sudah berada di lokasi kejadian dan melakukan penanganan.

Baca Juga: Data Penularan Covid-19 di Jabar 6 Desember, Konfirmasi Positif Bertambah Lebih Dari Seribu Kasus

Baca Juga: Jokowi Tunjuk Muhadjir Effendy Jadi Plt Mensos

Sementara itu, dari laporan foto di lokasi peristiwa, rumah yang dilanda kebakaran itu nampak ludes dilahap api.
 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Tim Cepat Tanggap Indonesia (@tct_indonesia)

 

Belum diketahui kerugian akibat kebakaran. Saat ini Redaksi PRFM masih menanti data lengkap dari Diskar PB Kota Bandung terkait kebakaran rumah tersebut.***

Halaman:

ARTIKEL TERKAIT
TERKINI

Kasus Covid-19 di Antapani Tertinggi di Kota Bandung, Satu RW Terpaksa Di-lockdown

5 Desember 2020, 17:39 WIB
LAPANGAN Gasmin di Kelurahan Antapani Tengah ditutup untuk mencegah aktivitas warga di ruang publik. 

Berdasarkan Pusat Informasi COVID-19 Kota Bandung dalam tiga hari terakhir wilayah Kecamatan Antapani menduduki posisi teratas di 10 wilayah tertinggi kasus COVID-19 di Kota Bandung.

 
Baca Juga:

 Pejabat Kemensos Kena OTT, Mensos: Kami Dukung Proses yang Sedang Berlangsung di KPK

Hari ini saja, lanjutnya, pihaknya mendapati 32 orang pelanggar protokol kesehatan yang selanjutnya dikenakan sanksi denda dan sanksi sosial.

“Terjaring 32 orang ada denda administrasi 13 orang, membayar Rp50 ribu, kemudian yang 19 orang lainnya melaksanakan sanksi sosial,” kata dia.*

Sabtu, 05 Desember 2020

Kasihi Orang di Sekitar Kita, Ikuti Protokol Kesehatan


Graha BNPB Jakarta 28 September 2020
 - Pasien positif COVID-19 Welky Pakpahan mengatakan dampak terpapar virus corona itu sangat menyeramkan. 

Welky merupakan salah satu korban COVID-19 klaster keluarga. Ayah, ibu, dan adiknya positif terpapar coronavirus.

Pada talkshow bertema "Berjuang Sembuh dari COVID-19" di Media Center Satuan Tugas Penanganan COVID-19 (Satgas COVID-19) Graha BNPB Jakarta pada Senin (28/9) sore Welky yang masih terbaring di tempat tidur rumah sakit itu menceritakan dampak COVID-19 yang sangat menyiksa.

Pola hubungan sosial keluarga inti menjadi berubah drastis. Bukan hanya itu saja. Seisi rumah disterilkan dan tinggal terpisah dari keluarga, dipisahkan dari anak istri.

"Dampaknya itu seperti saya sekarang tinggal di rumah sakit sendiri, pisah dari anak-istri, dan seluruh keluarga harus swab Test. Beruntung anak istri saya negatif," ujar Welky Pakpahan via aplikasi Zoom.

Welky menjelaskan begitu hasil tesnya positif dirinya meminta seluruh anggota keluarga melakukan swab test, termasuk asisiten rumah tangganya.

Welky masih ingat betul dirinya hadir di acara kumpul keluarga pada hari Minggu. Sehari setelah pertemuan itu tubuh Welky mengalami demam dengan suhu badan naik turun.

“Hari Kamis-nya persendian lemas banget. Saya sudah feeling sepertinya kena COVID-19," ungkap Welky.

Welky juga menyoroti orang-orang yang masih sering berkerumun dan nongkrong tanpa mematuhi protokol kesehatan. Ia menilai kelompok yang masih cuek dan tetap berkerumun itu tidak mengetahui orang tanpa gejala (OTG). Kasihan orang tua yang menjadi korbannya.

"Harusnya sabar aja dulu sampai COVID-19 ini selesai. Yang lebih berisiko itu orang tua dan yang punya pengorbit. Mereka jarang keluar rumah jadi kita-kita ini yang aktif perlu menjaga diri dengan mematuhi protokol kesehatan. Begitu terkena bisa menular ke orang tua," jelas pengusaha yang punya hobi fotografi ini.

Penyintas COVID-19 Hans Virgoro mengatakan pada awalnya dirinya bingung begitu membuka hasil swab Test dirinya positif. Ia semula tak percaya dengan virus corona ini lantaran di kelompok bergaulnya itu belum satupun yang terkena corona.

Hans, sehari-hari bekerja sebagai perancang perhiasan, juga mengaku dirinya sama sekali tidak mengalami kehilangan indera penciuman dan perasa. Saluran pernafasannya pun normal. Tapi di hari kedua, hari ketiga, dan seterusnya tubuhnya drop.

"Setelah hari kedua dinyatakan positif baru saya kehilangan indra perasa, penciuman, dan nafas pendek," kata Hans.

Dokter Relawan RS Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran Jakarta dr. Veresa Chintya menceritakan sebagai dokter umum dirinya tertarik bergabung dengan tim relawan dokter COVID-19 guna menjadi bagian dari sejarah menangani kasus baru ini. Meskipun dalam pelaksanaannya banyak hal yang perlu dikorbankan. Yang paling berat sebagai relawan tenaga medis adalah tidak bisa berkumpul dengan keluarga karena pernah kontak langsung dengan pasien positif COVID-19 dan berisiko tertular.    

"Banyak hal yang menarik saat saya bergabung dengan dokter relawan di RS Darurat COVID-19, terutama bisa berbagi pengalaman menghadapi para pasien positif COVID-19," ungkap dr. Veresa, lulusan fakultas kedokteran dari satu universitas swasta di Jakarta.

Dokter muda ini tegas mengatakan bahwa wabah COVID-19 ini bukan rekayasa atau konspirasi.

COVID-19 ini virus yang harus ditanggulangi secara serentak dan bersama-sama dengan mematuhi protokol kesehatan.

"COVID-19 ini benar-benar nyata. Cara mencegahnya adalah dengan mematuhi protokol kesehatan: pakai masker, cuci tangan pakai sabun dengan air yang mengalir, dan jaga jarak," papar dr. Veresa.

Apa yang kita lakukan agar disiplin dan patuh memakai masker, menjaga jarak, hindari kerumunan, dan mencuci tangan tidak sebanding dengan beratnya tugas dokter dan tenaga kesehatan yang merawat pasien COVID-19. 

Bandung Barat Zona Merah, Kawasan Lembang Sepi Wisatawan

Kawasan Lembang 
Polisi mengatur arus lalu lintas di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (5/12/2020). (Foto: Whisnu Pradana)
Bandung Barat - 

Kondisi arus lalu lintas di kawasan wisata Lembang, Kabupaten Bandung Barat, tak mengalami kepadatan pada akhir pekan ini. Sekadar diketahui, saat ini Bandung Barat masuk zona merah COVID-19.

Berdasarkan pantauan pada Sabtu (5/12/2020) sore, arus kendaraan dari arah Bandung menuju Lembang maupun sebaliknya lancar tanpa ada potensi terjadinya penumpukan kendaraan.

Di Simpang Beatrix, hanya ada dua orang petugas kepolisian yang melakukan pengaturan arus lalulintas. Tak nampak adanya penyekatan ruas jalan menggunakan water barrier ataupun rubber cone seperti pada libur panjang biasanya.

Anggota Satlantas Polres Cimahi Bripka Lili mengungkapkan pada akhir pekan kali ini sejak pagi hari tak ada peningkatan arus kendaraan wisatawan menuju kawasan Lembang.

"Untuk arus kendaraan ini ramai lancar, tidak ada peningkatan volume kendaraan sejak pagi dari arah Bandung ke Lembang. Hanya sedikit ramai di kawasan Farm House saja karena banyak yang mau masuk," ucap Lili.

Penjual Tahu Bulat Beradu Jotos di Sukabumi


Syahdan Alamsyah - detikNews
Sabtu, 05 Des 2020 18:18 WIB
Penjual Tahu Bulat Beradu Jotos di Sukabumi 
Sesama penjual tahu bulat berkelahi di Sukabumi. (Foto: tangkapan layar video viral)
Sukabumi - 

Viral video berdurasi 26 detik memperlihatkan perkelahian sejumlah pria tersebar di aplikasi perpesanan. Peristiwa itu terjadi di Jalan Pramuka Taman Cikondang, Kelurahan Cikondang, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi.

Sejumlah warga menyebut, aksi baku hantam itu melibatkan beberapa orang penjual tahu bulat. Dalam video, memang terdengar suara latar belakang khas penjual tahu bulat yang berjualan menggunakan pikap hitam. Warga menjelaskan insiden tersebut berlangsung pada Jumat (4/12).

"Itu sesama penjual tahu bulat yang ribut, satu bos. Kalau permasalahannya apa saya kurang hapal, awalnya saya kira mereka bercanda setelah itu baru saling jotos, tidak pakai senjata tajam," kata Asep (57), penjual es buah di tempat kejadian, Sabtu (5/12/2020).

Menurut Asep, peristiwa baku hantam tersebut berlangsung singkat. Beberapa warga di sekitar lokasi langsung memisahkan perseteruan sesama penjual tahu bulat itu.

"Langsung dipisahkan sama saya dan tukang cukur. Ditanya ada apa, kata salah seorang dari mereka katanya soal jalur (rute) yang sering diambil oleh temannya," ucap Asep.

Tempat mereka berkelahi ini memang berada di kawasan ramai pedagang. Warga menyesalkan peristiwa itu terjadi di area mereka.

"Banyak yang lihat ketika mereka bertengkar, saya bantu misahin. Tidak ada yang terluka, saya bilang ke mereka jangan di sini, ini bukan tempat ribut. Setelah itu mereka bubar, naik kendaraan tahu bulat. Sempat kejar-kejaran, setelah itu saya enggak tahu," ujar Ece, pedagang lotek.

Jumat, 04 Desember 2020

Ustaz Maheer Ditangkap, Tengku Zulkarnain Tanya soal Penghina Habib Rizieq

Ustaz Maheer Ditangkap, Tengku Zulkarnain Tanya soal Penghina Habib Rizieq
Mantan Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Tengku Zulkarnain. Foto/Instagram


sharethis sharing button
JAKARTA - Mantan Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain angkat bicara mengenai penangkapan Maaher At-Thuwailibi oleh Tim Bareskrim Polri di rumahnya di Cimanggu Wates, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis 3 Desember 2020.

Pemilik nama Soni Ernata itu ditangkap terkait kasus dugaan penghinaan terhadap Habib Luthfi Bin Yahya. Maheer dianggap menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antar golongan (SARA).

Dia mempertanyakan apa bedanya penghinaan terhadap keduanya. "Yang menyinggung yang mulia Habib Luthfi ditangkap. Nah, yang menghina dan menfitnah HRS kenapa belum ada satu pun yang ditangkap. Bedanya di mana...? Tanya kenapa, tuh... Ayo...," kata Tengku melalui akun Twitternya, @ustadtengkuzul, Jumat (4/12/2020).
Dalam cuitan lainnya, Zulkarnain juga menilai penangkapan Maheer menunjukkan "warna" penegakan hukum di Indonesia."Kasus ditangkapnya ustadz Maheer at-Thuwailibi menunjukkan warna dan bentuk penegakan hukum di Indonesia saat ini. Betul apa tidak...? Ayo...," katanya. (Baca Juga: Ini Deretan Kasus Siber Menonjol yang Diungkap Bareskrim Polri)