Minggu, 10 Juni 2018

Idul fitri jatuh pada hari jum'at

Hari raya Idul Fitri 1439 Hijriyah tahun 2018 dijadwalkan jatuh pada Jumat (15/6/2018).

Jika demikian, Apakah shalat jumatnya bisa gugur?
Menurut Pimpinan Pesantren Darush Sholihin Yogyakarta, Muh Abduh Tuasikal, untuk masalah ini para ulama memiliki dua pendapat.

Pendapat Pertama:
Orang yang melaksanakan shalat ‘ied tetap wajib melaksanakan shalat Jum’at.

Inilah pendapat kebanyakan pakar fikih.

Akan tetapi ulama Syafi’iyah menggugurkan kewajiban ini bagi orang yang nomaden (al bawadiy).

Dalil dari pendapat ini adalah:

Pertama: Keumuman firman Allah Ta’ala,

ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺇِﺫَﺍ ﻧُﻮﺩِﻱَ ﻟِﻠﺼَّﻼﺓِ ﻣِﻦْ ﻳَﻮْﻡِ ﺍﻟْﺠُﻤُﻌَﺔِ ﻓَﺎﺳْﻌَﻮْﺍ ﺇِﻟَﻰ ﺫِﻛْﺮِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺫَﺭُﻭﺍ ﺍﻟْﺒَﻴْﻊ
َ
“Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli.” (QS. Al Jumu’ah: 9)

Kedua: Dalil yang menunjukkan wajibnya shalat Jum’at. Di antara sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam...

Sabtu, 09 Juni 2018

Hikmah zakat

Oleh : Ustadz Yachya Yusliha

Hikmah zakat

Hikmah dari zakat antara lain:

Mengurangi kesenjangan sosial antara mereka yang berada dengan mereka yang miskin.

Pilar amal jama’i antara mereka yang berada dengan para mujahid dan da’i yang berjuang dan berda’wah dalam rangka meninggikan kalimat Allah.

Membersihkan dan mengikis akhlak yang buruk
Alat pembersih harta dan penjagaan dari ketamakan orang jahat

Ungkapan rasa syukur atas nikmat yang Allah berikan

Untuk pengembangan potensi ummat

Dukungan moral kepada orang yang baru masuk Islam

Menambah pendapatan negara untuk proyek-proyek yang berguna bagi ummat.

Zakat Dalam AlbQuran

“…dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku'”. (Al-Baqarah 2:43)”“

Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka:

“Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.” (At-Taubah 9:35)”“

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka…” (At-Taubah 9:103)”“

…dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya).

Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan janganlah kamu berlebih-lebihan.

Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” (al-An’am 6:141)”

YD1JNI

Kamis, 07 Juni 2018

Alamat POLSEK

‌Polsek Andir, Jl. Srigunting Raya No. 1 Telp. 6012062.
Shift 1 :
-
-
Shift 2 :
-
-
Shift 3 :
-
-

‌Polsek Antapani, Jl. AH. Nasution No. 14 Telp. 7208467.
Shift 1 :
-
-
Shift 2 :
-
-
Shift 3 :
-
-

‌Polsek Arcamanik, Jl. Cisaranten Kulon Telp. 7805022.
Shift 1 :
-
-
Shift 2 :
-
-
Shift 3 :
-
-

‌Polsek Astana Anyar, Jl. Bojongloa No. 69 Telp. 5204769.
Shift 1 :
-
-
Shift 2 :
-
-
Shift 3 :
-
-

‌Polsek Bandung Kidul, Jl. Batununggal No. 3 Telp. 7508122.
Shift 1 :
-
-
Shift 2 :
-
-
Shift 3 :
-
-

‌Polsek Babakan Ciparay, Jl. Babakan Ciparay No. 212 Telp. 6015345.
Shift 1 :
-
-
Shift 2 :
-
-
Shift 3 :
-
-

‌Polsek Bandung Kulon, Jl. Holis No. 210/191 A Telp. 6011554.
Shift 1 :
-
-
Shift 2 :
-
-
Shift 3 :
-
-

‌Polsek Bandung Wetan, Jl. Tamansari No. 49 Telp. 4205162.
Shift 1 :
-
-
Shift 2 :
-
-
Shift 3 :
-
-

‌Polsek Batununggal, Jl. A. Yani No. 282.
Shift 1 :
-
-
Shift 2 :
-
-
Shift 3 :
-
-

‌Polsek Bojongloa Kaler, Jl. KH. Wahid Hasyim No. 258 Telp. 6037706.
Shift 1 :
-
-
Shift 2 :
-
-
Shift 3 :
-
-

‌Polsek Bojongloa Kidul, Jl. Leuwi Panjang/Kebon Lega Telp. 5211082.
Shift 1 :
-
-
Shift 2 :
-
-
Shift 3 :
-
-

‌Polsek Buahbatu, Jl. Cijawura Hilir No. 64    7565727.
Shift 1 :
-
-
Shift 2 :
-
-
Shift 3 :
-
-

‌Polsek Cibeunying Kaler, Jl. Raya Cigadung Selatan No. 100 C Telp. 2504137.
Shift 1 :
-
-
Shift 2 :
-
-
Shift 3 :
-
-

‌Polsek Cibeunying Kidul, Jl. Sukasenang No. 11 Telp. 7271128.
Shift 1 :
-
-
Shift 2 :
-
-
Shift 3 :
-
-

‌Polsek Cicendo, Jl. Purabaya No. 1 Telp. 6011503.
Shift 1 :
-
-
Shift 2 :
-
-
Shift 3 :
-
-

‌Polsek Cidadap, Jl. Hegarmanah Tengah No. 1 Telp. 2013521.
Shift 1 :
-
-
Shift 2 :
-
-
Shift 3 :
-
-

‌Polsek Cinambo, Jl. Soekarno Hatta (Komp. Pincus Regency) Telp. 73944380.
Shift 1 :
-
-
Shift 2 :
-
-
Shift 3 :
-
-

‌Polsek Coblong, Jl. Sangkuriang No. 10 A Telp. 2502532.
Shift 1 :
-
-
Shift 2 :
-
-
Shift 3 :
-
-

‌Polsek Gedebage, Perum Adipura, Jl. Adiflora Raya No. 1 Telp. 87523549.
Shift 1 :
-
-
Shift 2 :
-
-
Shift 3 :
-
-

‌Polsek Kiaracondong, Jl. Babakan Sari No. 117 Telp. 7312219.
Shift 1 :
-
-
Shift 2 :
-
-
Shift 3 :
-
-

‌Polsek Lengkong, Jl. Talaga Bodas No. 35 Telp. 7300958.
Shift 1 :
-
-
Shift 2 :
-
-
Shift 3 :
-
-

‌Polsek Panyileukan, Jl. Soekarno Hatta KM 12,5 Telp. 7803399 - 7810348.
Shift 1 :
-
-
Shift 2 :
-
-
Shift 3 :
-
-

‌Polsek Rancasari, Jl. Santosa Asih No. 17 Riung Bandung Telp. 7511153.
Shift 1 :
-
-
Shift 2 :
-
-
Shift 3 :
-
-

‌Polsek Regol, Jl. Denki No. 54 Telp. 5202169.
Shift 1 :
-
-
Shift 2 :
-
-
Shift 3 :
-
-

‌Polsek Sukajadi, Jl. Sukamulya No. 4 Telp. 2031615.
Shift 1 :
-
-
Shift 2 :
-
-
Shift 3 :
-
-

‌Polsek Sukasari, Jl. Gegerkalong Hilir No. 155 Telp. 2013179.
Shift 1 :
-
-
Shift 2 :
-
-
Shift 3 :
-
-

‌Polsek Sumur Bandung, Jl. Kebon Sirih No. 39 Telp 4235675.
Shift 1 :
-
-
Shift 2 :
-
-
Shift 3 :
-
-

‌Polsek Ujungberung, Jl. Jend. AH. Nasution No. 21 Telp 7831953.
Shift 1 :
-
-
Shift 2 :
-
-
Shift 3 :
-
-

‌Sub Sektor Cibiru, Jl. Kusuma Raya (Komp. Wijaya Kusuma).
Shift 1 :
-
-
Shift 2 :
-
-
Shift 3 :
-
-

MAKNA LAILATUL QODAR

KULTUM SEBELUM BUKA   22

*Ma'na dan keutamaan Lailatul Qadr*

Lailatul Qadr adalah malam yang mulia dan agung, malam yang spesial dan istimewa. Walaupun hanya satu malam, tapi nilai dan kwalitasnya lebih baik dari seribu bulan (83 tahun 4 bulan). Di antara ma'na dan keutamaan lailatul qadr dapat dilihat dalam surat Al-Qadr ayat 1-5 :

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

“(1) Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (al-Quran) pada malam kemuliaan. (2) Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? (3) Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. (4) Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan. (5) Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar”.

Para ulama ahli tafsir seperti Abu Bakar Jabir Al-Jazairi dalam Aysarut Tafasir 5/7 dan Imam Ath-Thabari dalam Jami'ul Bayan 13/132 menafsirkan ayat tersebut :

1. Ma'na Lailatul qadr adalah malam kemuliaan karena pada malam itu diturunkannya al-Qur'an dan pahala amal ibadah yang dikerjakan pada malam itu, nilainya lebih baik dari pada amal-amal yang dikerjakan selama seribu bulan yang tidak ada Lailatul Qadr di dalamnya.

2. Ma'na Lailatul Qadr adalah malam yang sempit dan sesak karena pada malam itu para malaikat di bawah pimpinan malaikat Jibril turun ke bumi dengan membawa berbagai urusan dari Allah untuk manusia, seperti rahmat, berkah dan sakinah. Dan mengucapkan salam dan do'a untuk orang yang mengisi malam lailatul qadr dengan ibadah hingga terbit fajar shubuh.

3. Ma'na Lailatul qadr adalah malam penentuan taqdir karena pada malam itu Allah menetapkan takdir manusia untuk satu tahun kedepan, seperti ajal, rezeki, umur, nasib dan lain-lain.

Adapun di antara keutamaannya adalah orang-orang yang menghidupkan malam itu dengan ibadah  akan mendapat ampunan dari Allah Azza wajalla :

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
   
"Barangsiapa yang shalat pada malam Lailatul Qadr dengan dasar iman dan ikhlas, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (Shahih Bukhari  4/217, Aunul Ma'bud 4/176)

Wallahu a'lam

Senin, 04 Juni 2018

Apa Ciri Malam Lailatul Qadar dan Orang yang Telah Mendapatkannya? Ini Penjelasan

Malam lailatul qadar adalah malam yang dirindukan oleh umat muslim.

Lailatul qadar merupakan hari yang istimewa dan mulia.

Umat muslim berlomba-lomba berbuat kebaikan pada malam tersebut.

Ganjaran atas amal yang telah diperolehnya akan mendapat pahala beribadah selama 1000 bulan.

Masyaallah, nikmat yang telah Allah SWT berikan alangkah baiknya tidak disia-siakan.

Tak terasa bulan Ramadhan sudah melewati pertengahan bulan.

Biasanya menginjak ke sepuluh hari terakhir, dimana orang biasanya meningkatkan ibadah di waktu ini.

Karena sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan merupakan saat-saat yang penuh dengan kebaikan dan keutamaan, serta pahala yang berlimpah.

Maka dari itu, tak jarang orang begitu intensif menjalankan ibadah terutama di malam harinya agar bisa meraih Lailatul Qadar.

Orang juga biasanya memaksimalkan ibadah di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dengan beritikaf atau berdiam diri di masjid, berdzikir dan memohon ampun kepada Allah SWT.

YD1JNI

Minggu, 03 Juni 2018

HIKMAH MEMBACAKAN ALQUR'AN

Allah berfirman:

"Sesungguhnya orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rezeki yang kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak merugi.
" (QS al-Fathir: 29).

Membaca Al-Qur'an Merupakan Amal yang Terbaik.

Rasulullah bersabda: "Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Alquran dan mengajarkannya." ( HR Bukhari).

Mendapat derajat atau kedudukan yang tinggi di sisi Allah SWT.

Rasulullah bersabda: "Orang yang membaca Alquran dengan mahir akan bersama-sama malaikat yang mulia lagi taat (HR Bukhari dan Muslim).

Mendapat sakinah (ketenangan jiwa) dan rahmat (kasih sayang).

Rasulullah bersabda:

"Tidaklah berkumpul suatu kaum dalam satu rumah Allah untuk membaca dan mempelajari Alquran kecuali turun atas mereka sakinah dan rahmat serta diliputi oleh malaikat serta Allah sebut di hadapan malaikat (sisi-Nya)." (HR Muslim).

Mendapat sebaik-baik anugerah Allah SWT.

Rasulullah bersabda dalam hadis qudsi, Allah berfirman:

"Barang siapa yang sibuk dengan Alquran dan zikir dari meminta-Ku, aku akan memberikan kepadanya sebaik-baik anugerah-Ku.

Keutamaan kalamullah (Alquran) atas kalam-kalam selainnya seperti keutamaan Allah atas semua makhluk-Nya.

" (HR Tirmidzi)
Seperti buah utrujah yang wangi dan lezat.

Rasulullah bersabda:

"Perumpamaan orang beriman yang membaca Alquran seperti buah utrujah; aromanya wangi dan rasanya lezat, perumpamaan orang beriman yang tidak membaca Alquran itu seperti kurma; tidak beraroma tapi rasanya manis.

Perumpamaan orang munafik yang membaca Alquran itu seperti buah raihanah, aromanya wangi tapi rasanya pahit.

Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Alquran seperti buah handhalah (semacam labu) ; tidak beraroma dan rasanya pahit." (HR Bukhari dan Muslim).

Mendapat kebaikan berlipat ganda.
Rasulullah bersabda:

"Barang siapa membaca satu huruf dari kitabullah baginya satu kebaikan.

Satu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh kali lipatnya.

Aku tidak mengatakan alif lam mim satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf." (HR Tirmidzi).

Memberikan syafaat di hari kiamat kelak.

Rasulullah bersabda: " Bacalah Alquran, sesungguhnya pada hari kiamat ia akan memberikan syafaat kepada pembacanya." (HR Muslim).

Itulah beberapa Hikmah, Manfaat dan Keutamaan Membaca Al-Qur'an yang sangat menakjubkan dan luar biasa.

Dengan memahami beberapa keutamaan membaca Alquran seperti yang sudah dipaparkan diatas, semoga kita terinspirasi dan bersemangat dalam membaca Alquran.

Dan semoga Allah SWT merahmati kita semua dengan wasilah Alquran yang kita baca.

Jumat, 01 Juni 2018

BEBERAPA HIKMAH MEMBACA AL-QUR'AN

Inilah hikmah selanjutnya mengapa Allah menurunkan Al-Quran secara berangsur-angsur kepada Rasullah SAW :

1. Meneguhkan Hati Rasulullah
Dalam menjalankan dakwahnya, rasulullah selalu berhadapan dengan kaum musyrikin yang mencemooh ajaran-ajarannya.

Intimidasi baik yang bersifat verbal maupun fisik kerap diterima nabi dari orang-orang yang tak suka dengan jalan dakwahnya.

Sebagai manusia, tentu ada sisi dimana nabi sedikit goyah hatinya dengan berbagai macam intimidasi tersebut sehingga untuk kembali meneguhkannya Allah menurunkan firman-firmanNya secara bertahap.

Sebagaimana diterangkan Allah,
Sungguh, Kami mengetahui bahwa apa yang mereka katakan itu menyedihkan hatimu (Muhammad), (janganlah bersedih hati) karena sebenarnya mereka bukan mendustakan engkau, tetapi orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah.

Dan sesungguhnya rasul-rasul sebelum engkau pun telah didustakan, tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka.

Dan tidak ada yang dapat mengubah kalimat-kalimat (ketetapan) Allah.

Dan sungguh, telah datang kepadamu sebagian dari berita rasul-rasul itu.
( Al-An'am: 33-34)

Dalam ayat diatas, allah menjelaskan bahwa penghinaan dan pendustaan terhadap ajaranNya telah dilakukan oleh umat pada nabi terdahulu.

Namun para nabi itu sangat sabar dalam menghadapi berbagai cercaan dan hinaan dari umatnya.

Sebaliknya mereka terus meyakinkan umatnya untuk meyakini ajaran-ajaranNya yang akan membawa mereka pada kebaikan dan keselamatan di dunia dan akhirat.

Maka dari itu, Allah memerintahkan kepada Muhammad supaya menghadapi para pendustanya dengan kesabaran dan ketabahan.

Bukan hanya diperintahkan untuk bersabar, Allah juga berusaha untuk menghibur hati baginda nabi yang terus menerus ditertawakan dan dicemooh oleh umatnya sendiri yang belum mengakui Islam sebagai jalanya.

Selain memerintahakannya untuk bersabar, Allah juga memberikan jaminan bahwa akan senantiasa memberikan petunjuk dalam setiap langkah nabi.

Selain itu Allah selalu memberikan dukungan kepada Rasul yang tengah menjalankan misinya untuk meyakinkan bahwa islam merupakan ajaran satu-satunya yang diridhoi Allah.

Perintah tersebut bukan hanya sebatas memerintahkan, melainkan juga diselingi dengan menceritakan kisah-kisah nabi terdahulu dalam menghadapi musuhnya sehingga pesannya dapat dijadikan acuan dan motivasi ketika Nabi hendak bertindak.

2. Mempermudah dalam menghafal dan memberikan pemahaman bagi kaum muslimin
Selain menyelaraskan dengan kondisi nabi, Allah juga memperhitungkan kondisi kaum muslimin pada saat itu yang masih ummi (belum bisa membaca san menulis).

Dengan kondisi seperti itu maka tidak mungkin mereka menerima al-Quran secara baik apabila diturunkan sekaligus.

Selain itu setiap ayat yang turun akan dihafal, dipelajari maknanya dan direnungkan hukum-hukum yang terkandung di dalamnya secara mendalam.

3. Selangkah demi selangkah dalam menetapkan hukum keduniaan
Hikmah penurunan al-Qur'an secara berangsur-angsur selanjutnya ialah dengan tadarrus atau berangsur-angsur dalam menetapkan hukum.

Hal tersebut dilakukan Allah supaya umat tidak kebingan dan mengalami kegoncangan.

Betapapun hal yang sulit untuk mengubah kondisi sosial-keagamaan masyarakat waktu itu yang masih menyembah berhala untuk kemudian dialihkan menjadi kepercayaan kepada Allah.

Setelah itu, tahapan selanjutnya ialah pemantapan iman dengan pelaksanaan ibadah.

Permulaan ibadah yang ditekankan ketika itu yakni shalat, kemudian diikuti dengan pelaksanaan puasa dan zakat, dan terakhir menunaikan ibadah haji.

Selanjutnya, al-Quran juga menitikberatkan pada pembahasan mengenai dosa-dosa besar kemudian dosa-dosa kecil.

Tahap demi tahap, ajaran yang terkandung didalam al-Quran mengharamkan perbuatan yang kerap dilakukan masyarakat Makkah dan Madinah kala itu seperti perjudian, praktik riba atau meminum khamr (minuman keras).

Misalnya saja, dalam pengharaman minuman keras Allah melakukannya secara bertahap.

Pertama kali diingatkan bahwa khamr tidaklah baik untuk dikonsumsi, kemudian ditunjukan perbandingan manfaat dan mudharat khamr, dan selanjutnya pengharaman secara tegas bahwa khamr dilarang dalam islam.

Meminumnya berarti telah masuk dalam perbuatan dosa besar.

4. Sejalan dengan kisah-kisah yang tengah terjadi.

Turunnya al-Quran kala itu juga sangat dipertimbangkan dengan tekstual dan kontekstualnya.

Ketika ada kesalahan yang dilakukan oleh umat Muhammad maka Allah akan mempertimbangkannya dengan menurunkan firmanNya.

Atau bila ada persoalan baru yang muncul dan belum dipikirkan bagaimana cara penyelesaiannya, maka ayat al-Quran diturunkan.

Misalnya, ketika meletusnya Perang Hunain dimana kala itu muslimin merasa besar hati, mengingat jumlah pasukan mereka jauh lebih besar dibandingkan lawanya.

Mereka mengira bahwa kaum muslim dengan pasukannya yang jauh lebih banyak dan siap akan mudah mengalahkan kaum musyrikin yang kekuatannya berada dibawah.

Namun kenyataanya, mereka kalah telak.

Kaum muslimin kocar-kacir menerima serangan dari kaum musyrikin.

Merespon hal tersebut, Allah kemudian menegaskan dalam firmanNya bahwa kesombongan yang dilakukan kaum muslimin tidak sedikitpun memberi manfaat selain menjadikannya merugi karena dipaksa harus kocar-kacir oleh kaum musyrikin.

5. Petunjuk bahwa Al-Quran diturunkan dari Tuhan
Al-quran yang diturunkan secara berangsur-angsur juga memberikan dampak pada semakin teguhnya keyakinan kaum muslimin bahwa wahyu yang mereka terima (melalui penyampaian Muhammad) merupakan firman yang benar-benar diturunkan Tuhan.

Wahyu yang diturunkan dalam jangka waktu 20 tahun itu sangat runut, sistematis, bermakna dalam dan tak ada satupun (termasuk dari kalangan kaum musyrikin) yang dapat membuat ayat-ayat yang menyerupai al-quran dan tak mungkin dibuat oleh manusia.

ﺍﻟﺮ ۚ ﻛِﺘَﺎﺏٌ ﺃُﺣْﻜِﻤَﺖْ ﺁﻳَﺎﺗُﻪُ ﺛُﻢَّ ﻓُﺼِّﻠَﺖْ ﻣِﻦْ ﻟَﺪُﻥْ ﺣَﻜِﻴﻢٍ ﺧَﺒِﻴﺮ
ٍ
Alif Lam Ra. (Inilah) Kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi, kemudian dijelaskan secara terperinci, (yang diturunkan) dari sisi (Allah) Yang Mahabijaksana, Mahateliti". (QS. Huud:1)

Al-Quran tak bisa ditandangi atau disaingi oleh manusia manapun termasuk oleh hadist-hadist Muhammad.

Bahkan al-quran juga tak mungkin disaingi oleh ayat-ayat yang sengaja diciptakan oleh gabungan antara jin dan manusia.

"Katakanlah sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa dengan al-Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengannya, sekalipun dari mereka menjadi pembatu bagi sebagian yang lain". (QS. Al-Isra:88)

Itulah beberapa hikmah dari diturunkannya al-Quran secara bertahap.

Hikmah yang bukan hanya untuk sang nabi melainkan juga untuk manusia di masa itu yang kondisinya masih belum terbiasa dengan bacaan dan tulisan.

Sungguh hikmah yang sangat bermanfaat dan sesuai dengan zamanya, termasuk kaum muslimin yang hidup di masa kini, bahwa mempelajari, membaca dan memahami al-Quran harus secara bertahap dan memerlukan pendalaman yang maksimal.

YD1JNI