Senin, 04 September 2017

SUBHANNALLOH KEHEBATAN SHOLAT TAHAJUD

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ...
Jangan pernah lelah berdoa kawan. Petang menjelang maghrib beberapa hari lalu, istriku terlihat resah. Beberapa kali mundar-mandir dari dapur ke ruang tamu. Raut wajahnya tampak kalut. Karena kehEranan saya pun bertanya kepadanya. “Ada apa umi. Dari tadi kelihatan bingung?”.
“Anu, Abi. Beras di dapur sudah habis. Bingung besok tidak ada yang hendak dimasak,” jawabnya sambil menunjukkan karung beras yang sudah kosong melompong.
Kekhawatiran istriku bisa dimaklumi. Pasalnya, jika besok tidak ada beras yang dimasak, maka tiga belas anak yayasan yang kami asuh terancam bakal tidak makan. Itu berarti, mereka akan berangkat sekolah dengan perut kosong.
“Umi tenang saja, ya. Meski beras sudah tidak ada, tapi kita masih punya satu malam untuk shalat tahajud dan meminta kepada Allah,” kataku menenangkan dengan penuh kenyakinan.
“Iya abi, umi yakin. Semoga saja Allah yang Maha Pemberi rezeki berkenan membantu kita,” harapnya meski kekalutan masih tergambar di wajahnya. Malam harinya, pukul 2.30 pagi saya dan isteri bangun. Sekitar sepuluh menit berwudhu dan memakai pakaian shalat.
Setelah itu membangunkan anak-anak yang sedang tidur nyenyak. Cukup sulit juga membuat mata mereka kuyu. Meski sudah dipukul pelahan dengan sajadah dan kata-kata “Shalatul lail” berulang kali, tetap saja mereka tidak bangun-bangun.
Parahnya lagi, bila ada yang sudah bangun, tak jarang tidur lagi. Cukup lama memang agar mau membuka mata mereka berat dan langsung mengambil air wudhu. Mungkin karena masih kecil-kecil jadi sulit dibangunkan. Tapi, setelah sekitar 15 menit dan beberapa kali dibangunkan, akhirnya mereka pun semua bangun.
Sementara menunggu mereka bersiap-siap, saya dan istri shalat lebih dulu. Biasanya, mereka akan menyusul shalat. Dalam suasana syahdu di sepertiga malam itu saya pun berdoa dan memohon kepada Allah Ta'ala. Kedua tangan kutengadahkan ke langit. Istri dan anak-anak mengamini meski dengan mata kuyu menahan kantuk.
“Ya Allah, Engkau Maha Kaya. Berilah rezeki yang halal dan berkah untuk kami ya Allah. Kami tidak memiliki apa-apa kecuali dari-Mu. Jika ia ada di langit, turunkanlah, jika di bumi keluarkanlah, jika kotor sucikanlah. Terdengar suara amin para murid. Air mataku meleleh.
Subhanallah. Pagi sekitar pukul 10.00 tiba-tiba datang seseorang perempuan membawa empat karung beras. Entah tahu dari mana, tapi kata perempuan itu ia sengaja mencari yayasan di daerah itu, Sidoarjo, Jawa Timur. Yayasan kecil kami terletak jauh di dalam gang. Tak banyak orang tahu. Selain itu, di sekitar juga banyak yayasan lain jauh lebih besar dan terkenal.
Saya yakin, rizki tersebut dikirim oleh Allah. Dan saya yakin, itu jawaban atas doa anak-anak yayasan semalam. “Subhanallah, ternyata betul ya Abi. Allah pagi ini buktikan janji-Nya,” kata istri setelah mengantar dermawan itu pulang.
Sejak itu, saya dan istri makin yakin kekuatan shalat malam. Shalat malam bisa menjadi senjata untuk mengundang pertolongan Allah setiap saat dan dalam kondisi apapun. Sejak saat itu pula, saya, istri dan seluruh penghuni yayasan melakukan shalat tahajud tiap malam. Dan ternyata, hingga kini Allah selalu mencukupi keperluan kami. Kami tidak pernah kelaparan. Pertolongan seperti itu juga sering kami alami.
Pernah suatu saat, tiba-tiba seseorang datang jauh-jauh dari Malang. Kata lelaki yang memiliki salon itu, ia bermimpi disuruh untuk memberikan sedekah ke sebuah yayasan di daerah tersebut.
Ciri-ciri yayasan itu, katanya kecil dan ustadz pemangkunya berbadan kurus. Maka, dicarilah yayasan yang dimaksud dalam mimpinya itu. Tapi, sudah dicari-cari tak jua ketemu. Ketika menemui yayasan kami, yakinlah orang tersebut jika yayasan itu yang ada dalam mimpinya.
“Iya, ini pesantrennya yang ada dalam mimpi saya,” katanya. Meski berkali-kali saya pertanyakan jangan-jangan bukan yayasan ini yang dimaksud, tapi ia tetap yakin. Ia pun memberi uang Rp 2 juta rupiah.
Tidak hanya itu. Pernah juga ada kejadian serupa. Ceritanya, ada seseorang nyasar yang ingin memberi bantuan. Ia sebenarnya ingin memberi sedekah ke yayasan lain. Tapi, entah kenapa, ia justru datang ke yayasan kami. Saya pun menjelaskan jika yayasan ini bukan yang ia maksud dan memintanya agar menyalurkan sedekahnya ke yayasan semula.Tapi, meski sudah berkali-kali dibujuk, ia tetap saja bersikukuh.
“Sudah, sedekah ini saya berikan untuk yayasan ini saja,” paparnya. Karena tak bisa menolak, sedekahnya pun kami terima. Dalam hati saya berucap dengan sedikit bergurau: “Ternyata, malaikat pinter juga ya mengalihkan orang berbuat baik.”
Saya sendiri sudah beberapa tahun menjadi pengasuh di yayasan Islam di Sidoarjo milik salah satu ormas Islam. Yayasan itu belum terlalu besar. Gedungnya saja masih milik orang lain, hanya disuruh menempati saja. Ada tiga belas anak yang masih sekolah, dari bangku SD hingga SMA. Mereka dari berbagai daerah, ada dari Sidoarjo sendiri, Balikpapan, Madura, Semarang, Surabaya, dan deerah lainnya.
Seperti yayasan pada umumnya, pembiayaan gratis dan berasal dari umat Islam. Tapi, kendati demikian, saya tak pernah khawatir Allah telantarkan kami. Karena itu, agar Allah tak pernah sepi menolong, maka tiap malam kami harus sering meminta dan menagih janji-Nya.

YD1JNI

COBA LIHAT !! BEGINI MIRINGNYA GUBUG REYOT MAK CACIH


Bertahun-tahun Mak Cacih menghuni gubuk reyot di Sukabumi.

Bukan cuma reyot, gubuk itu juga sudah miring

Mak Cacih dan suaminya, Santoso, dan anaknya, Raharja (32), menempati rumah tinggal yang kini bangunannya miring dan rusak

Dia adalah saudara kita...

YD1JNI

Sabtu, 02 September 2017

Suara Tembakan Sebelum Pegawai BNN Indria Di temukan Tewas


Jakarta - Penyebab pasti kematian Indria Kameswari (38), pegawai Balai Diklat Badan Narkotika Nasional (BNN) belum diketahui. Namun Indria diduga tewas dengan senjata api.

Kecurigaan tersebut berasal dari keterangan saksi yang sempat mendengar suara letusan senjata api sesaat sebelum Indria ditemukan tewas.

Kapolres Kabupaten Bogor, AKBP AM Dicky Pastika membenarkan keterangan saksi yang mendengar suara ledakan.

"Kalau dari saksi-saksi itu kan ngomong, ada bunyi tembakan," ujar Dicky saat dikonfirmasi hari, Sabtu (3/9/2017)

Indria tewas dengan adanya luka di punggungnya. Dicky belum memastikan apakah luka tersebut berasal peluru senjata api.
"Ditemukan dalam kondisi luka di punggunggnya, sudah visum hasil visumnya belum keluar," kata Dicky.

Saat olah TKP, polisi tidak menemukan adanya barang yang hilang di rumah Indria. Belum diketahui apakah ini murni pembunuhan murni atau pembunuhan disertai perampokan.

"Dugaan sementara pembunuhan, tapi ini kita masih penyelidikan," ucap Kapolsek Cijeruk Kompol Safiudin di lokasi, Sabtu (2/9/2017).

Safiudin juga belum mau bicara soal motif dugaan pembunuhan Indria. "Motifnya belum diketahui," ujarnya.

Indria juga sempat terlibat cekcok dengan suaminya sesaat sebelum ditemukan tewas. Namun belum diketahui penyebab dari cekcok tersebut.

"Belum tahu kenapa mereka cekcok. Tapi informasi dari Balai Diklat BNN (tempat Indria kerja) dia tidak pernah mengeluh masalah pribadi ke rekan atau atasannya," ujar Kabag Humas BNN Kombes Sulistiandriatmoko, saat dikonfirmasi Sabtu (2/9/2017).

YD1JNI

MAHASISWA PELANGGAR LALIN NEKAT BACOK POLISI DI SLEMAN


Yogyakarta - Petugas kepolisian yang sedang melakukan patroli di Sleman Yogyakarta menjadi korban pembacokan.

Korban adalah dua anggota Reskrim Polsek Gamping, Sleman.
Kapolsek Gamping Sleman, Kompol Herwin Edi mengatakan peristiwa terjadi pada dini hari tadi, sekitar pukul 03.30 WIB.

Lokasi kejadian di Modinan, Banyuraden, Gamping, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (2/9/2017).
Herwin menjelaskan kronologi kejadian yang saat itu petugas sedang melakukan patroli wilayah dalam rangka antisipasi liburan panjang Idul Adha.

Saat melintas di seputaran jalan Godean tepatnya di perempatan Patran, petugas melihat kendaraan menerobos rambu-rambu lalu lintas sambil mengacungkan sebilah pedang.

Petugas kemudian melakukan pengejaran terhadap pelaku sampai di kontrakannya.

"Petugas mengatakan sebagai anggota polisi tetapi pelaku malah bilang tidak peduli sama aparat atau polisi, kemudian pelaku menyerang petugas menggunakan senjata tajam jenis pedang dan celurit," kata Herwin saat dihubungi wartawan
Serangan tersebut mengenai dua orang anggota.

Mereka mengalai luka di bagian pelipis dan punggung.

Petugas berhasil melumpuhkan pelaku yakni RA(21) mahasiswa dan YF (27) .

Keduanya merupakan warga Desa Kalinganyar, Sumene, Jawa Timur.

Pelaku dibawa ke Polsek Gamping untuk pengusutan lebih lanjut.

Barang bukti yang diamankan yaitu sebilah pedang dan sebilah clurit.

YD1JNI

Jumat, 01 September 2017

Pelaku buang sampah sembarangan di denda 50 Juta

Wonosobo - Pembuang sampah di hulu Sungai Bogowonto, Desa Pecekelan Kecamatan Sapuran, Wonosobo terancam denda Rp 50 juta.

Sebab pelaku melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Wonosobo Nomor 2 Tahun 2016 tentang Ketertiban Umum dan Kententraman Masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Wonosobo, Haryono, Jumat (1/9/2017).

Menurutnya, dengan membuang sampah di sungai dapat mencemari lingkungan dan mengganggu warga lainnya.

"Kami sudah melihat ke lokasi pembuangan sampah, yakni di jembatan di Desa Pecekelan atau di jalur alternatif Wonosobo-Magelang," tuturnya.

Saat ini, ia masih mendalami pelaku pembuangan sampah tersebut.

Pihaknya juga akan melakukan uji laboratorium tentang sampah yang dibuang ke Sungai Bogowonto.

Langkah ini dilakukan untuk mengetahui apakah sampah tersebut mengandung racun atau tidak.

"Tetapi, baik mengandung racun atau tidak, warga yang membuang sampah di sungai tentu sudah melanggar Perda," tegas dia.

Sebelumnya muncul video yang viral di media sosial mengenai seorang warga membuang sampah yang dibungkus dengan karung dan diangkut dengan truk.
Berdasarkan data yang dihimpun triple zero,

isi sampah yang ada dalam karung tersebut yakni ubi yang sudah membusuk.

Video yang sudah ramai di berbagai media sosial ini direkam oleh warga beberapa waktu lalu.

Namun, baru viral dalam beberapa hari terakhir.

Saat ini, truk yang digunakan untuk mengangkut sampah yang dibuang ke sungai sudah diamankan di Mapolres Wonosobo.

Sedangkan warga yang berada dalam video tersebut tengah dimintai keterangan oleh Polres Wonosobo.

YD1JNI

Sapi jatuh ke sumur

Prose evakuasi dilakukan dengan menarik sapi ke atas bersama-sama. Perlahan-lahan sapi mulai terangkat, namun warga tetap harus menarik.

"Siji, loro, telu, ayooo," teriak warga ketika menarik sapi.

Warga kemudian dibantu tim SAR yang datang. Butuh waktu lama sampai bagian atas sapi bisa keluar dari sumur.

Namun ketika sebagian badan sapi sudah bisa ditarik, ternyata keadaan sapi udah lemas hingga akhirnya diputuskan disembelih dengan posisi sebagian tubuh masih di dalam sumur.

"Ini rencana mau disembelih hari Sabtu besok, tapi tadi sudah lemas, daripada mati, diputuskan untuk disembelih sekalian. Mungkin tadi sapinya stres atau harus adaptasi karena baru datang tadi pagi," tutup Silahudin.

YD1JNI

Hari tasrek

Hari Tasyrik merupakan hari raya umat Islam yang jatuh pada setelah Idul Adha yaitu hari ke 11,12 dan 13 pada bulan zulhijjah menurut
kalender Islam .[1] Pada hari tersebut jamaah yang menunaikan ibadah haji sedang berada di Mina. [1] Pada tanggal tersebut, para jamaah haji melempar jumrah. [1] Hari tasyrik merupakan salah satu hari di mana umat Islam dilarang berpuasa karena pada hari tasyrik adalah hari untuk
makan dan minum (HR. Thabrani). [2] Hari tasyrik menurut ajaran Islam adalah hari berdzikir. [2] Beberapa zhikir yang diajurkan oleh ajaran Islam pada hari tasyrik yaitu berzhikir kepada Allah dengan bertakbir setelah menunaikan salat wajib.[3] Perbuatan ini disyariatkan hingga akhir hari tasyrik hal ini diriwayatkan dari Umar , Ali dan
Ibdu Abbas .[3] Membaca tasmiyah (bismillah) dan takbir ketika menyembelih hewan Kurban. [3] Berdzikir dan memuji Allah ketika makan dan
minum yaitu dengan cara membaca basmallah dan dan mengakhirinya dengan hamdallah. [3] Berdzikir dengan takbir ketika melempar jumroh di hari tasyrik bagi mereka yang melaksanakan ibadah
haji .[3]