Minggu, 13 Agustus 2017

SILATURAHMI BERSAMA SAHABAT KANG YOSI IRIANTO

Bandung - Sesungguhnya silaturahmi merupakan amal shalih yang penuh berkah, dan memberikan kepada pelakunya kebaikan di dunia dan akhirat, menjadikannya diberkahi di manapun ia berada, Allah swt memberikan berkah kepadanya di setiap kondisi dan perbuatannya, baik yang segera maupun yang tertunda.

Keutamaannya sangat banyak, profitnya melimpah, buahnya matang, pohon-pohonnya baik yang memberikan makanannya di setiap waktu dengan izin Rabb-nya, diantara keutamaan tersebut adalah sebagai berikut :

1. Dekat Rizki
2. Panjang usia
3. Dikenang bekasnya

Nah sahabat Kang yosi saat di hubungi triple zero telah menyelenggarakan acara mancing yang tujuannya mensukseska Bandung Satu. pada tanggal 13 Agustus 2017 di Vila kang yosi irianto. Manisi ***

Jumat, 11 Agustus 2017

Razia Tempat Karoke di Garut Ratusan Botol Miras Disita


Garut - Petugas gabungan Satpol PP, BNN, Polisi, dan TNI di Garut, Jawa Barat menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat).

Selain mengamankan 15 pasangan mesum di sejumlah hotel dan penginapan, petugas juga mengamankan ratusan botol miras dan pengunjung tempat karaoke.

Pantauan triple zero di lokasi yang menjadi target operasi, sejumlah pengunjung mencoba menghindar dari pemeriksaan petugas.

Di salah satu tempat karaoke di kawasan wisata Cipanas, Kecamatan Tarogong Kaler, tiga orang pengunjung nekat kabur ke gedung pernikahan untuk menghindar.

"Untuk mengelabui petugas, mereka nyamar jadi petugas gedung yang sedang mendekorasi gedung untuk dipakai pernikahan besok," kata Kabid Gakda Satpol PP Garut, Frederico di Kantor Satpol PP Garut, Jalan Pahlawan, Tarogong Kidul, Sabtu (12/8).

Namun, aksi mereka gagal karena salah seorang dari mereka muntah saat berbincang dengan petugas yang hendak diperiksa identitasnya.

partai golkar dan PDIP belum resmi membentuk koalisi

Jakarta - Partai Golkar dan PDIP belum resmi membentuk koalisi di Pilgub Jawa Barat 2018. Untuk memantapkan langkah, Golkar akan membawa persoalan Pilgub Jabar ke tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai.
Sekjen Golkar Idrus Marham mengatakan DPD Golkar Jabar dan DPD PDIP Jabar telah melakukan pertemuan. Pertemuan itu pun menghasilkan beberapa kesepakatan.
"2 hari lalu ketua DPD Partai Golkar Jawa barat (Dedi Mulyadi) dengan ketua DPD PDIP Jabar TB Hasanuddin melakukan pertemuan. Ada kesempatan yang sudah disepakati. Pilkada gubernur Jawa Barat akan dibicarakan di tingkat DPP," ujar Idrus di DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (11/8/2017).
Idrus mengatakan komunikasi soal Pilgub Jabar dengan PDIP masih di tingkat pembicaraan. Mereka masih meramu formula untuk memenangkan kontestasi Pilgub Jabar setelah menyatakan tak akan mengusung Ridwan Kamil.
"Jadi untuk Jawa Barat, sampai hari ini masih dalam tingkat pembicaraan. Masih meracik, masih meramu. Komunikasi politik kita tetap lakukan," jelasnya.
Selain itu, Idrus mengatakan akan mengundang Dedi Mulyadi dan TB Hasanuddin untuk pembicaraan lebih lanjut. Namun, dia tak merinci kapan pertemuan tersebut dilakukan. Partai yang kemungkinan satu arus dengan Golkar juga akan turut diundang.
"Jadi nanti kita undang Pak Dedi dan Pak Tubagus (TB Hasanuddin) dan juga partai yang kemungkinan bersama-sama. Itu akan dibicarakan atau ada modifikasi politik lain nanti akan ditentukan dalam komunikasi politik yang kita lakukan ke depan," pungkasnya.

Kamis, 10 Agustus 2017

jadwal adzan untuk bandung

01 04:27 04:43 05:58 11:58 15:20 17:52 19:05
02 04:27 04:43 05:58 11:58 15:20 17:52 19:05
03 04:27 04:43 05:58 11:58 15:20 17:52 19:05
04 04:27 04:43 05:58 11:58 15:20 17:53 19:05
05 04:27 04:43 05:58 11:58 15:20 17:53 19:05
06 04:27 04:43 05:57 11:58 15:20 17:53 19:05
07 04:27 04:43 05:57 11:58 15:20 17:53 19:05
08 04:27 04:43 05:57 11:58 15:20 17:53 19:05
09 04:27 04:43 05:57 11:58 15:20 17:53 19:05
10 04:26 04:42 05:57 11:58 15:20 17:53 19:05
11 04:26 04:42 05:56 11:58 15:19 17:53 19:05
12 04:26 04:42 05:56 11:58 15:19 17:53 19:05
13 04:26 04:42 05:56 11:58 15:19 17:53 19:05
14 04:26 04:42 05:56 11:58 15:19 17:53 19:05
15 04:26 04:42 05:55 11:57 15:19 17:53 19:05
16 04:26 04:42 05:55 11:57 15:19 17:53 19:05
17 04:25 04:41 05:55 11:57 15:18 17:54 19:05
18 04:25 04:41 05:55 11:57 15:18 17:54 19:05
19 04:25 04:41 05:54 11:57 15:18 17:54 19:04
20 04:25 04:41 05:54 11:57 15:18 17:54 19:04
21 04:25 04:41 05:54 11:57 15:17 17:54 19:04
22 04:24 04:40 05:53 11:56 15:17 17:54 19:04
23 04:24 04:40 05:53 11:56 15:17 17:54 19:04
24 04:24 04:40 05:53 11:56 15:17 17:54 19:04
25 04:24 04:40 05:52 11:56 15:16 17:53 19:04
26 04:23 04:39 05:52 11:56 15:16 17:53 19:04
27 04:23 04:39 05:51 11:55 15:16 17:53 19:04
28 04:23 04:39 05:51 11:55 15:15 17:53 19:04
29 04:22 04:38 05:51 11:55 15:15 17:53 19:03
30 04:22 04:38 05:50 11:55 15:14 17:53 19:03
31 04:22 04:38 05:50 11:54 15:14 17:53 19:03

Senin, 07 Agustus 2017

Seorang Buruh Tani di Malang Tewas diduga Akibat Peluruh nyasar.


Malang - Buwawi (50), warga Dusun Pakel, Desa Baturetno, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, ditemukan tak bernyawa, Selasa (8/8/2017) pagi.

Korban yang bekerja sebagai buruh tani itu diketahui mengalami luka tembak di bagian wajahnya.

"Itu kakak saya namanya Buwawi, kena luka tembak katanya," ujar Sutani (40), adik korban saat ditemui. di kamar jenazah RSSA Malang Jalan Belakang RSSA.

Sutani sendiri baru tahu setelah kakak kandungnya meninggal dalam perjalanan menuju rumahnya.

"Saya baru tahu sudah meninggal dengan banyak darah di wajahnya," ungkap bungsu dari dua bersaudara ini.

Menurut Sutani, kakak kandungnya berangkat pagi tadi untuk melakukan kegiatan rutinnya, menggarap lahan pertaniannya.

"Pagi biasa ke lahan, garap tanaman.

Bukan buruh tani," tegasnya.
Kini, keluarga masih menunggu proses otopsi yang dilakukan di kamar jenazah RSSA Malang.

Dari pantauan di kamar mayat RSSA, tim identifikasi Polres Malang datang untuk memeriksa jasad korban.

Tampak juga anggota TNI AU dari Pangkalan TNI AU Abdulrachman Saleh bersama anggota Provost dan POM AU.

Selasa, 01 Agustus 2017

ORANG YANG AKAN MENDAPAT PERLINDUNGAN ALLAH SWT

Oleh: Ustadz Yachya Yusliha.

  ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ
ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲْ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ﻋَﻦِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ : ﺳَﺒْﻌَﺔٌ ﻳُﻈِﻠُّﻬُﻢُ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻲْ ﻇِﻠِّﻪِ ﻳَﻮْﻡَ ﻟَﺎ ﻇِﻞَّ ﺇِﻟَّﺎ ﻇِﻠُّﻪُ : ﺍَﻟْﺈِﻣَﺎﻡُ ﺍﻟْﻌَﺎﺩِﻝُ، ﻭَﺷَﺎﺏٌّ ﻧَﺸَﺄَ ﺑِﻌِﺒَﺎﺩَﺓِ ﺍﻟﻠﻪِ ، ﻭَﺭَﺟُﻞٌ ﻗَﻠْﺒُﻪُ ﻣُﻌَﻠَّﻖٌ ﻓِﻲ ﺍﻟْـﻤَﺴَﺎﺟِﺪِ ، ﻭَﺭَﺟُﻠَﺎﻥِ ﺗَﺤَﺎﺑَّﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍِﺟْﺘَﻤَﻌَﺎ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺗَﻔَﺮَّﻗَﺎ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ، ﻭَﺭَﺟُﻞٌ ﺩَﻋَﺘْﻪُ ﺍﻣْﺮَﺃَﺓٌ ﺫَﺍﺕُ ﻣَﻨْﺼِﺐٍ ﻭَﺟَﻤَﺎﻝٍ ، ﻓَﻘَﺎﻝَ : ﺇِﻧِّﻲْ ﺃَﺧَﺎﻑُ ﺍﻟﻠﻪَ ، ﻭَﺭَﺟُﻞٌ ﺗَﺼَﺪَّﻕَ ﺑِﺼَﺪَﻗَﺔٍ ﻓَﺄَﺧْﻔَﺎﻫَﺎ ﺣَﺘَّﻰ ﻟَﺎ ﺗَﻌْﻠَﻢَ ﺷِﻤَﺎﻟُﻪُ ﻣَﺎ ﺗُﻨْﻔِﻖُ ﻳَﻤِﻴْﻨُﻪُ ، ﻭَﺭَﺟُﻞٌ ﺫَﻛَﺮَ ﺍﻟﻠﻪَ ﺧَﺎﻟِﻴًﺎ ﻓَﻔَﺎﺿَﺖْ ﻋَﻴْﻨَﺎﻩُ
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu , dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tujuh golongan yang dinaungi Allâh dalam naungan-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya:

(1) Imam yang adil,

(2) seorang pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah kepada Allâh,

(3) seorang yang hatinya bergantung ke masjid,

(4) dua orang yang saling mencintai di jalan Allâh, keduanya berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya,

(5) seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik, lalu ia berkata, ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allâh.’ Dan

(6) seseorang yang bershadaqah dengan satu shadaqah lalu ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfaqkan tangan kanannya, serta

(7) seseorang yang berdzikir kepada Allâh dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya.”

TAKHRI HADITS.

MAKNA TAHLILAN

Dewasa ini sebagian orang ada yang merasa alergi ketika mendengar kata tahlilan.

Setiap kata itu disebut di depannya, maka yang hadir di benaknya adalah bahwa itu perbuatan bid’ah yang haram untuk dilakukan.

Ketika diminta untuk menyampaikan dalil pengharamannya, maka ia akan menjawab, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah melakukannya

[1] dan tahlilan merupakan ajaran agama Hindu yang diadopsi dan dimasukkan ke dalam Islam.

Benarkah pendapat yang demikian itu? Untuk menjawabnya, mari kita simak uraian demi uraian dalam buku ini dan semoga Allah
subhanahu wa ta’ala
menjernihkan hati kita sehingga kita bisa memahaminya dengan baik.

Pengertian dan Asal Mula Kata Tahlilan
Kalau kita membuka kamus-kamus bahasa Arab, misalnya
al-Mu’jam al-Wasith, al-Munawwir dan sebagainya, akan kita temukan bahwa
tahlilan itu berasal dari kata dalam bahasa Arab, yakni:

ﻫَﻠَّﻞَ - ﻳُﻬَﻠِّﻞُ - ﺗَﻬْﻠِﻴﻼًَ - ﺃَﻱْ ﻗَﺎﻝَ : ﻻَ ﺍِﻟَﻪَ ﺍِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪُ yang artinya membaca kalimat tauhid laa ilaaha illallaah.

Kalimat tauhid adalah kalimat persaksian yang menegaskan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah subhanahu wa ta’ala , dan ia termasuk ke dalam salah satu bentuk dzikir kepada Allah, bahkan dikatakan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai dzikir yang paling afdhal.

Simaklah hadits berikut ini:
ﺃَﻓْﻀَﻞُ ﺍﻟﺬِّﻛْﺮِ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪُ
“Sebaik-baik dzikir adalah laa ilaaha illallaah” (HR Imam Tirmidzi dari Jabir bin Abdullah ra).

Selain berdasarkan pada hadits di atas kata tahlil juga termaktub pada hadits Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam
yang lainnya:

ﺇِﻥَّ ﻟِﻠَّﻪِ ﺗَﺒَﺎﺭَﻙَ ﻭَﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﻣَﻼَﺋِﻜَﺔً ﺳَﻴَّﺎﺭَﺓً ﻓُﻀُﻼًَ ﻳَﺘَﺘَﺒَّﻌُﻮْﻥَ
ﻡَﺟَﺎﻟِﺲَ ﺍﻟﺬِّﻛْﺮِ ﻓَﺈِﺫَﺍ ﻭَﺟَﺪُﻭﺍ ﻣَﺠْﻠِﺴًﺎ ﻓِﻴﻪِ ﺫِﻛْﺮٌ ﻗَﻌَﺪُﻭْﺍ ﻣَﻌَﻬُﻢْ ﻭَﺣَﻒَّ ﺑَﻌْﻀُﻬُﻢْ ﺑَﻌْﻀًﺎ ﺑِﺄَﺟْﻨِﺤَﺘِﻬِﻢْ ﺣَﺘَّﻰ ﻳَﻤْﻠَﺌُﻮْﺍ ﻣَﺎ ﺑَﻴْﻨَﻬُﻢْ ﻭَﺑَﻴْﻦَ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀِ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻓَﺈِﺫَﺍ ﺗَﻔَﺮَّﻗُﻮْﺍ ﻋَﺮَﺟُﻮْﺍ ﻭَﺻَﻌِﺪُﻭﺍ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀِ ﻗَﺎﻝَ ﻓَﻴَﺴْﺄَﻟُﻬُﻢْ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﺰَّ ﻭَﺟَﻞَّ ﻭَﻫُﻮَ ﺃَﻋْﻠَﻢُ ﺑِﻬِﻢْ ﻣِﻦْ ﺃَﻳْﻦَ ﺟِﺌْﺘُﻢْ ﻓَﻴَﻘُﻮﻟُﻮﻥَ ﺟِﺌْﻨَﺎ ﻣِﻦْ ﻋِﻨْﺪِ ﻋِﺒَﺎﺩٍ ﻟَﻚَ ﻓِﻲ ﺍْﻷَﺭْﺽِ ﻳُﺴَﺒِّﺤُﻮْﻧَﻚَ ﻭَﻳُﻜَﺒِّﺮُﻭْﻧَﻚَ
ﻭَﻳُﻬَﻠِّﻠُﻮْﻧَﻚَ ﻭَﻳَﺤْﻤَﺪُﻭْﻧَﻚ
َ
“Sesungguhnya Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi memiliki sejumlah malaikat yang terus berkeliling mencari majelis dzikir. Apabila mereka telah menemukan majelis dzikir tersebut, maka mereka terus duduk di situ dengan menyelimutkan sayap sesama mereka hingga memenuhi ruang antara mereka dan langit yang paling bawah.

Apabila mejelis dzikir itu telah usai, maka mereka juga berpisah dan naik ke langit.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meneruskan sabdanya, “Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala bertanya kepada mereka, Dzat Yang Maha Tahu tentang mereka, “Kalian datang dari mana?” Mereka menjawab, “Kami datang dari sisi hamba-hamba-Mu di bumi yang selalu bertasbih, bertakbir, bertahlil dan bertahmid…” (HR Imam Muslim dari Abu Hurairah ra).

Perhatikanlah hadits di atas. Di dalamnya disebutkan kalimat
wayuhalliluunaka (mereka bertahlil kepada-Mu), yakni mereka bersama-sama mengucapkan kalimat laa ilaaha illallaah.

Dengan menyimak asal mula kata tahlilan yang berasal dari kata tahlil yakni mengucapkan kalimat laa ilaaha illallah, maka dapat dikatakan bahwa tahlil itu sudah dikenal dan sudah ada sejak Islam ada.

Bahkan seseorang yang hendak menganut agama Islam, maka kalimat pertama yang harus diucapkannya adalah dua kalimat syahadat, yang satu di antaranya adalah kalimat tahlil.

Tahlilan pada Hakikatnya adalah Majelis Dzikir
Tahlilan sebagaimana yang dipahami secara umum oleh masyarakat saat ini pada hakikatnya adalah aktivitas berdzikir bersama yang dilakukan oleh sekelompok orang.

Sejumlah orang berkumpul, lalu membaca sejumlah kalimat dzikir kepada Allah yang satu di antaranya adalah kalimat tahlil, laa ilaaha illallaah.

Tahlilan pada dasarnya adalah majelis dzikir.

Di dalam sebuah majelis dzikir ada banyak kalimat dzikir yang bisa dilantunkan.

Sekelompok orang bisa secara bersama-sama membaca tasbih, takbir, tahmid, istighfar, tahlil dan kalimat-kalimat lainnya yang mengingatkan mereka kepada Allah subhanahu wa ta’ala .

Amaliah semacam itu adalah sunnah, bukan bid’ah.

Perhatikanlah orang-orang yang sedang mengadakan tahlilan. Apakah ada di dalamnya mereka melantunkan bacaan-bacaan yang dilarang oleh syari’at? Sama sekali tidak.

Di dalam tahlilan yang dibaca adalah ayat-ayat al-Qur’an, tasbih, tahmid, takbir, tahlil, shalawat dan doa-doa lainnya kepada Allah subhanahu wa ta’ala .
Semua yang dibaca adalah dzikir-dzikir yang memiliki landasan syar’i.

Tidak ada satu pun bacaan yang di dalamnya mengandung kemusyrikan seperti yang dituduhkan oleh orang-orang yang dangkal pemahamannya tentang syari’at Islam.

Jika orang-orang yang anti tahlilan mengatakan bahwa bacaan-bacaan dalam majelis tahlil itu bertentangan dengan al-Qur’an dan Sunnah, maka mereka harus mendatangkan dalilnya.

Jika mereka tidak mampu menunjukkannya, maka mereka harus mempertanggungjawabkan tuduhan mereka itu kelak di hadapan Allah Yang Maha Adil.

Ada pun jika majelis dzikir tersebut dikaitkan dengan kenduri arwah, yakni peringatan hari-hari tertentu dari kematian seseorang, maka hal itu adalah sesuatu yang diperbolehkan, karena berdzikir secara bersama-sama kapan pun boleh dilakukan kecuali di tempat-tempat yang terlarang untuk berdzikir.