Minggu, 10 Mei 2020

Tersirat Tanpa Harus Terucap, Pakar Nilai Jokowi Dibohongi Jajaranya Sejak Awal, Kini Sang Presiden Sudah Kesal dengan Kaki Tangannya Sendiri


Presiden Jokowi

 Indonesia kini sedang kewalahan menghadapi masa puncak wabah virus corona. Padahal pemerintah sendiri sudah memiliki target yang harus dicapai segera.

Beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo bahkan dengan tegas meminta kepada jajarannya agar mengupayakan kurva infeksi melandai di bulan Mei.

"Target kita di bulan Mei ini harus betul-betul tercapai," ujar Jokowi dalam sidang kabinet melalui video conference, Rabu (6/5/2020), dikutip dari Kompas.com.

Baca Juga: Takut Sepi Job, Pesohor Ini Putuskan Lepas Hijab, Akui Akan Kembali Berhijrah Apabila Sudah Punya Rumah

"Sesuai dengan target yang kita berikan, yaitu kurvanya sudah harus turun, dan masuk posisi sedang di Juni. Di Juli harus masuk posisi ringan dengan cara apa pun," tegasnya.

Bukan hanya kepada jajaran pemerintahan, Jokowi menegaskan target itu hanya akan berhasil jika masyarakat dan pelaku usaha disiplin menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

"Itu dilakukan tidak hanya oleh Gugus Tugas, tapi melibatkan seluruh elemen bangsa, jajaran pemerintahan, organisasi sosial kemasyarakatan, relawan, parpol, dan swasta. Ini harus diorkestrasi dengan baik," papar Jokowi.

"Saya yakin jika kita bersatu, jika kita disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan, semua rencana yang sudah kita siapkan yang lalu bisa mengatasi covid secepat-cepatnya," tandasnya.

Baca Juga: Sedang Bahagia Karena Follower Instagram Naik, Nagita Slavina dan Raffi Ahmad Bagi-bagi THR Senilai Rp 1 Miliar, Begini Cara Mendapatkannya

Menanggapi titah Presiden, Effendi Gazali selaku Pakar Komunikasi menilai Jokowi mulai kesal dengan cara kerja jajarannya.

Hal ini disampaikan Effendi dalam acara "Sapa Indonesia Malam" yang tayang pada 8 Mei 2020.

"Ini begitu mengejutkan ya kalau kita dengar pernyataan dari presiden, ini sekarang bukan kebijakan, tapi sudah arahan dan perintah ini untuk jajaran, apa maksudnya Bang Ege?" tanya presenter acara tersebut, dikutip Sosok.ID, dilansir dari YouTube Apa Kabar Indonesia, Minggu (10/5).

Istri Wali Kota Tanjungpinang menyaksikan pemakaman suaminya yang meninggal akibat Covid-19
Istri Wali Kota Tanjungpinang menyaksikan pemakaman suaminya yang meninggal akibat Covid-19 (dok. Albert Inilah via Kompas.com)

Ege alias Effendi kemudian menyoroti tiga hal terkait titah Presiden Jokowi.

Baca Juga: Pernah dalam Satu Pasukan yang Sama di Bawah Didikan GSG-9, Luhut Panjaitan Justru Punya Karir Militer yang Cukup Apes Dibanding Prabowo Subianto, Kedekatannya dengan Sosok Ini Buat Para Senior Iri

"Yang pertama saya mau bilang, kita semua pasti sependapat mendukung Pak Presiden dan Ketua Gugus Tugas, kalau bisa cepetlah Covid-19 ini selesai," kata Effendi.

"Terima kasih untuk apa yang sudah dilakukan. Tapi dari apa yang diucapkan tadi, kesan utama yang saya tangkap adalah dia (Presiden Jokowi) mulai kesel," jelasnya.


Kapal Tanker Terbakar di Pelabuhan Belawan, Asap Membumbung Tinggi


Cerita indonesia | 11 Mei 2020 | 13:03 WIB
  
Kapal tanker terbakar di Pelabuhan Belawan, Medan, Sumatera Utara pada Senin (11/5/2020) pagi. (Sumber: KompasTV)
MEDAN, KOMPAS.TV - Satu unit kapal tanker yang sedang mengalami perbaikan di salah satu dermaga Pelabuhan Belawan, Medan, Sumatera Utara, Senin (11/5/2020) pagi terbakar.

Kapal MT Jag Leela terbakar saat tengah melakukan docking di Belawan, Sumatera Utara, Senin, 11 Mei 2020 pukul 08.00 WIB. Kapal itu merupakan kapal tanker atau kapal minyak milik PT Waruna Nusa Sentara Shipyard.

Kapal berukuran besar tersebut terbakar hebat, saat sedang dalam proses perbaikan.

Sempat terjadi ledakan sebelum kebakaran hebat terjadi. Api yang kemudian menyambar kapal lain ini membuat api semakin dahsyat melalap benda yang ada di sekitarnya.

Hingga pukul 11.00 WIB, kobaran api masih belum berhasil diatasi karena besarnya sumber api. Sejumlah pihak terkait masih melakukan penyelidikan terkait dengan sumber api.

Sekitar 14 pekerja dilarikan ke RS Dr Komang Lantamal l Belawan dan puluhan pekerja lainnya masih terjebak di dalam kapal dan sedang dilakukan evakuasi terhadap mereka.

Walkot Cimahi Akui Penyaluran Bantuan Sosial Ada yang Salah Sasaran


Whisnu Pradana - detikNews
Minggu, 10 Mei 2020 15:31 WIB
Wali Kota Cimahi Ajay Priatna 

Cimahi - 

Wali Kota Cimahi Ajay M. Priatna mengakui pendataan masyarakat penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) Kementerian Sosial Tahun 2020 sebesar Rp 600 ribu masih ada yang salah sasaran.

Hal tersebut setelah ditemukannya banyak penerima BST Kemensos tersebut bukan orang yang benar-benar membutuhkan. Salah satunya dialami Jayus Brianmay Putra warga Jalan Kerkoff RT 03/RW 05, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, yang merupakan anak dari seorang anggota DPRD Kota Cimahi terdaftar sebagai penerima bantuan.

Betul masih ada kesalahan. Pasti dari sekian ribu penerima ada satu atau dua yang tidak tepat. Tadi kami bicara dengan Pak Menteri Sosial, data bisa diperbaiki untuk penyaluran bulan selanjutnya," ujar Ajay saat ditemui di sela pemantauan penyaluran BST Kemensos RI, di Jalan Gatot Subroto, Minggu (10/4/2020).

Ajay menyebutkan data masyarakat yang diajukan sebagai penerima bantuan berasal dari unsur kewilayahan seperti pengurus RT dan RW yang mengetahui kondisi di lingkungannya.

"Data dari bawah, seperti dari RT lalu ke RW lalu ke kelurahan mana saja warga yang berhak dapat bantuan. Tapi faktanya memang masih ada yang tidak tepat berhak atau tidak terdaftar tapi menerima bantuan. Mungkin ada kesalahan pendataan," ungkapnya.

Dia mengklaim telah meminta unsur terkait melakukan verifikasi-validasi data sebelum diajukan untuk penerima pada bulan selanjutnya dan untuk penerima bantuan dari Pemkot Cimahi.

"Salah satu yang saya perintahkan itu bahwa lurah harus melihat ke bawah. Tapi perlu percepatan karena kalau lambat bisa tidak terbagikan. Kecepatan ini yang memang faktanya menyisakan cerita. Kita pastikan setelah data diperbaiki mereka yang tidak layak menerima tidak akan dapat bantuan lagi," jelasnya.

Disinggung soal penyaluran bantuan dari Pemkot Cimahi terutama bagi masyarakat terdampak COVID-19, ia memprediksi bisa tersalurkan pekan depan. Sesuai catatan, penerima bantuan dari APBD Cimahi sekitar 20.000 orang, namun bantuan yang disiapkan untuk 34.000 orang ditambah cadangan.

"Insya Allah minggu depan setelah selesai penyaluran bantuan dari pemerintah pusat dan provinsi. Saya minta RT-RW catat warga yang belum kebagian bantuan apapun nanti diberi dari Pemkot Cimahi. Semua warga yang terdampak COVID-19 pasti kebagian," tandasnya.


Sabtu, 09 Mei 2020

Polisi Tutup Tempat Usaha, Pedagang Ngamuk: Kami Laksanakan Hidup Pak!


CIREBON, KOMPAS.TV - Upaya untuk menertibkan masyarakat soal PSBB terus mendapat perlawanan dari warga.

Di Kota Cirebon, Jawa Barat, para pedagang mengamuk saat petugas menutup tempat usahanya karena bukan bagian dari usaha kebutuhan pokok di tengah penerapan PSBB.

Baca Juga: Viral! Pemuda Ngamuk Tolak Pakai Masker di Jonggol

Pedagang ini marah saat petugas Satpol PP melakukan penerapan pembatasan sosial berskala besar.

Ia tak terima lokasi tempat berjualan miliknya ditutup sementara selama dua pekan, sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona.

Pedagang mengaku tetap membuka toko untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Mulai hari ini, Pemerintah Kota Cirebon bersama TNI-Polri kian gencar menutup toko yang tidak masuk dalam delapan usaha pengecualian selama PSBB berlangsung.

Petugas kemuian menyisir seluruh lokasi untuk memastikan toko yang masih buka segera ditutup.

Baca Juga: Ngamuk! Pedagang Pasar Tolak Penutupan Toko di Masa PSBB

Kepala Satpol PP Kota Cirebon,  Andi Armawan mempertegas bahwa PSBB berlaku di seluruh provinsi Jawa Barat, tak terkecuali Cirebon.

Pemerintah kota juga telah melakukan sosialisasi sebelum tanggal 6 Mei.

Di Pasar Pulo Jahe, Jakarta Timur, petugas menutup sekaligus menyegel sejumlah toko yang kedapatan masih mebuka tempat usaha saat penerapan PSBB fase kedua di Ibu Kota Jakarta.

Upaya penyegelan dan penutupan paksa dilakukan setelah beberapa kali dilakukan sosialisasi dan imbauan kepada pedagang agar tidak berjualan.

Petugas berharap agar langkah penyegelan ini dapat membuat pedagang jera dan menutup toko untuk sementara selama PSBB berlangsung.

Baca Juga: Pedagang Tanah Abang Merugi, Omzet Puluhan Juta di Bulan Ramadan Lenyap

Rencananya, patroli seperti ini akan terus dilakukan setiap hari hingga masyarakat mematuhi aturan PSBB.

Selain di Kawasan Pasar Pulo Jahe, petugas juga menutup sejumlah toko di kawasan perkampungan industri kecil, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur.

Bahkan, sejumlah barang dagangan milik PKL yang berada di pinggir jalan diangkut oleh petugas.

Satpol PP DKI Jakarta mengancam akan mencabut izin usaha apabila pedagang masih nekat membuka toko yang telah disegel.

Polrestabes Bandung Benarkan Ada Aksi Perundungan Terhadap Ferdian Paleka di Sel Tahanan

KAPOLRESTABES Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya di Balai Kota Bandung, Rabu (8/4/2020).* TOMMY RIYADI/PRFM

BANDUNG, (PRFM) -  Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya membenarkan adanya peristiwa perundungan kepada pelaku kasus prank bantuan sembako berisi sampah, Ferdian Paleka di dalam sel tahanan.

"Video viral di dalam tahanan memang benar, itu terjadi karena para tahanan tidak suka terhadap kelompok (Ferdian Paleka) ini, karena memberikan bantuan berisi sampah," kata Ulung di Mapolrestabes Bandung seperti disiarkan akun Instagram @galamedianews, Sabtu (9/5/2020).


POLISI TANGKAP PEMUDA JONGGOL YANG PUKUL WARGA KARENA DITEGUR

Jakarta - 

Seorang pria berinisial MI viral di media sosial karena marah saat ditegur agar memakai masker dengan benar di Bogor. MI yang tak terima ditegur lalu berkelahi dengan seorang warga. Kini, MI sudah ditangkap polisi.

Kapolsek Jonggol Kabupaten Bogor AKP Agus Hidayat mengatakan pria yang viral karena memukul Ketua Karang Taruna Desa Sukamanah Jonggol itu sudah diamankan. Pemuda itu dibawa ke Polsek Jonggol untuk dimintai keterangan.

"Sudah. Tadi malam sudah diamankan. Kan disitu banyak itu, waktu itu lagi banyak orang di situ. Namanya (keributan) di jalan itu, akhirnya langsung diamankan dibawa ke desa. Sama desa dibawa ke polsek, gitu," kata Agus, ketika dihubungi, Minggu (10/5/2020).

Agus menjelaskan polisi masih melakukan pendalaman untuk mengetahui motif MI melakukan pemukulan. Baik MI maupun Ketua Karang Taruna bernama Andri Irman, lanjutnya, berasal dari desa yang sama, yakni Desa Sukamanah, Jonggol.

Namun apakah keduanya saling mengenal, Agus mengatakan masih dalam penyelidikan. Polisi belum menetapkan MI sebagai tersangka.

Pemuda Jonggol pukul ketua karang taruna gara-gara marah ditegur soal Masker, viral. (Dok Istimewa)Pemuda Jonggol pukul ketua karang taruna gara-gara marah ditegur soal Masker, viral. (Dok Istimewa)

Jokowi Sudah Perbolehkan Warga Aktivitas Kembali, Timeline Pembukaan Sekolah dan Mal Langsung Bocor di Media Sosial: Kapan Waktunya?

Presiden Jokowi Rapat KTT G20 bersama Menlu Retno marsudi dan Menkeu Sri Mulyani
Presiden Jokowi Rapat KTT G20 bersama Menlu Retno marsudi dan Menkeu Sri Mulyani (Instagram @jokowi)

Namun, ketika kasusnya sudah turun bukan berarti langsung landai atau langsung nol, melainkan masih bisa fluktuatif.

Presiden Joko Widodo sebelumnya mengatakan, pemerintah terus berupaya keras dan berharap puncak pandemi Covid-19 akan segera menurun.

Selama wabah masih terus ada, Jokowi meminta seluruh masyarakat untuk tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan.

Baca Juga: Sehabis Diserang Anak Buah Jokowi, Kini Anies Basewdan Disentil Sri Mulyani Gara-gara Alokasi Anggaran untuk Lakukan Hal Ini

Deputi bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin menjelaskan maksud Presiden Joko Widodo yang mengajak masyarakat berdamai dengan Covid-19.

Lantas, kapan sekolah, pasar dan mal buka kembali?