Minggu, 18 November 2018

Perbandingan tilawah dan sujud syukur



Sujud Syukur dengan Sujud Tilawah, Apa Bedanya?

Assalamu ‘alaikum

1. Afwan ustadz, ana hanya mau bertanya tentang perbedaan sujud tilawah dengan sujud syukur? Mohon diperjelas dengan rukun-rukunnya serta doanya. Terus terang ana sujud syukur biasa membaca doa yang dibaca pada sujud tilawah juga, itu bagaimana?

2. Jika seorang akhwat mendapat tamu bulannya terus dia melakukan wudhu, hal itu bagaimana apakah diperbolehkan?

3. Dan jika kita mendapat makanan atau hadiah dari orang yang benar-benar kita ketahui asal-usul uang yang dia peroleh tidak benar dalam hal ini diperoleh dengan cara terlarang, apa yang harus kita lakukan dengan makanan atau hadiah tersebut?

Syukran atas jawaban ustadz.

Wassalam,

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Perbedaan antara keduanya tergambar jelas dari namanya. Sujud tilawah adalah sujud yang disunnahkan saat kita bertilawah (membaca) Al-Quran Al-Kariem. Sedangkan sujud syukur adalah sujud yang dilakukan berdasarkan rasa sykur kita setelah mendengar kabar baik atau nasib baik.

Sujud tilawah berbeda dengan sujud syukur. Sujud tilawah bisa dilakukan ketika shalat dan di luar shalat. Sebaliknya, sujud syukur hanya dilakukan di luar shalat saja, tidak boleh di dalam shalat.

Sujud Tilawah

Sujud ini bisa saja dilakukan saat kita sedang shalat dan kebetulan membaca ayat-ayat sujud tilawah, tetapi bisa juga dilakukan di luar shalat, yaitu saat membaca Al-Quran dan membaca ayat-ayat tersebut.

Sujud tilawah dilakukan hanya sekali saja, baik di dalam shalat maupun di luar shalat. Di dalam shalat, begitu selesai membaca ayat sajdah, kita disunnahkan untuk langsung sujud, tanpa ruku’ atau i’tidal. Sujudnya hanya sekali dan langsung berdiri kembali untuk meneruskan bacaan yang tadi sempat terjeda untuk sujud.

Sujud tilawah di dalam atau di luar shalat dilakukan di tengah dua takbir. Maksudnya, sujud itu dimulai dengan takbir lalu sujud lalu bangun dari sujud dengan takbir juga.

Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW;

عن عبد الله بن مسعود رضي الله تعالى عنه أنه قال للتالي ‏:‏ إذا قرأت سجدة فكبر واسجد وإذا رفعت رأسك فكبر

Dari Abdullah bin Mas’ud ra bahwa Rasulullah SAW bersabda kepada orang yang membaca ayat sajdah,"Bila kamu membaca ayat sajdah, maka bertakbirlah lalu sujudlah. Bila kamu mengangkat kepalamu, bertakbirlah."

Sujud Syukur

Sedangkan sujud syukur dilakukan lantaran kita mendapatkan kabar yang menggembirakan. Misalnya lulus ujian, dapat harta yang banyak, naik jabatan atau lainnya.

Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW berikut ini:

فعن أبى بكرة رضى الله عنه أن النبى صلى الله عليه وسلم كان إذا أتاه أمر يسرّه أو بُشَر به خر ساجدًا شكرًا لله تعالى ، رواه أبو داود وابن ماجه والترمذى وحسنه

Dari Abi Bakrah ra. bahw nabi SAW bila menerima kabar yang menggembirakannya, beliau tersungkur bersujud syukur kepada Allah ta’ala. (HR Abu Daud, Ibnu majah dan At-Tirmizy)

Jumhur ulama mengatakan bahwa disyaratkan untuk sujud syukur ini beberapa persyaratan sebagaimana yang ada di dalam sujud lainnya. Di antaranya harus suci dari hadats, harus menghadap kiblat dan menutup aurat.

Tapi sebagian ulama tidak mensyaratkan hal-hal di atas. Misalnya saja Asy-Syaukani. Beliau mengatakan bahwa tidak terdapat keterangan dari hadits tentang syarat suci dari hadats, menghadap kiblat atau bertakbir sebelumnya.

Sedangkan Imam Malik mengatakan tidak ada sujud syukur. Yang ada menurut beliau dalam keadaan gembira adalah shalat 2 rakaat.

Berwudhu Ketika Haidh

Di antara hal-hal yang terlarang ketika seorang wanita sedang mendapatkan haidh rutinnya adalah berwudhu dan mandi janabah. Mengapa dilarang?

Hal itu disebabkan karena dirinya sedang dalam keadaan tidak suci dari hadats besar dan kecil. Sehingga bila secara sengaja dia berwudhu atau mandi janabah dengan niat sebagai bagian dari ritual ibadah, maka dia telah melanggar ketentuan. Sebab pada hakikatnya, diirnya masih belum suci dari kedua hadats itu.

Namun bila niatnya bukan berwudhu’ atau mandi janabah, melainkan hanya sekedar bersih-bersih, mencuci wajah atau mandi biasa dengan menggunakan sabun, tentu saja tetap disunnahkan.

Tahu Keharaman

Bila kita tahu suatu makanan didapat dari cara yang haram, tentu saja kita diharamkan untuk memakannya. Namun secara hukum, kita tidak dibebani untuk selalu mencari-cari tahu asal-usul suatu makanan.

Kita hanya dibebankan untuk menyikapi suatu hukum berdasarkan apa yang nampak secara lahiriyahnya. Sedangkan sesuatu yang tersembunyi di belakangnya, bukan beban kita.

Tapi kalau kita sudah terlanjur tahu dan memang terbukti dengan sangat kuat dengan dilandasi keputusan lembaga yang resmi bahwa memang makanan itu haram atau berasal dari sumber yang haram, tentu saja kita haram memakannya.

Wallahu a’lam bishshwab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sabtu, 17 November 2018

Cara dan sujud syukur


Cara dan Doa Sujud Syukur Yang Benar Sesuai Sunnah

Sebelum membahas terlebih jauh tentang Materi Islam tentang Cara, Niat dan Doa Sujud Syukur, maka perlu kalian ketahui terlebih dahulu tentang apa itu Sujud Syukur di dalam Ajaran Islam.

Pengertian Sujud Syukur itu sendiri adalah bersukur terhadap Allah Subhanahu wa ta’ala terhadap segala nikmat yang telah diberikannya kepada kita dengan cara melakukan Gerakan Sujud dan membaca Bacaan Doa Sujud Syukur didalamnya.

Selain itu perlu kalian ketahui juga bahwa didalam Sujud Syukur ini termasuk kedalam Ibadah Sunnah, karena Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam terus bersujud sukur kepada Allah Subhanahu wa ta’ala ketika Beliau mendapatkan sesuatu yg menggemberikan (Kabar Suka Cita).

Dalam hal ini bisa kalian lihat didalam Hadits Shahih Riwayat Abu Daud yang berbunyi :

” Dari Abu Bakrah bahwa Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam apabila datang kepada beliau sesuatu hal hal yang menggemberikan, atau kabar suka cita, maka Rasullullah Shallallahu alaihi wasallam terus Sujud semata – mata untuk berterima kasih atau bersukur kepada Allah (HR. Abu Daud) ”.

Selain Hadits Shahih tersebut, selalu Bersyukur terhadap Allah SWT juga telah dijelaskan didalam Al Qur’an.

Salah satunya terdapat didalam Al Qur’an Surat Ibrahim Ayat 7 yang berbunyi : ” Dan ingatlah juga, tatkala Tuhan mu memaklumkan : ” Sesungguhnya jika km bersyukur, pasti kami akan menambah Nikmat kepada km, dan jika km mengingkari (nikmatku), maka sesungguh-nya Azab ku sangat pedih (QS. Ibrahim, Ayat 7) ”.

Oleh karena itu selalu Bersyukur terhadap Allah SWT selain akan mendapatkan Pahala, maka akan ditambahkan Rezeki dan Kenikmatan oleh Allah SWT.

Kemudian kita kembali ke bahasan Sujud Syukur sebagai salah satu bentuk dan cara bersyukur kepada Allah SWT atas segala Rezeki dan Nikmat yang telah kita terima, bahwa dibawah ini Penulis telah memberikan penjelasan secara lebih dalam mengenai Tata Cara Sujud Syukur dan Bacaan Doa Sujud Syukur yang bisa kalian terapkan (lakukan) sendiri ketika mendapatkan suatu Rezeki (Kenikmatan) oleh Allah SWT.

Tata Cara Sujud Syukur Sesuai Sunnah

Didalam Tata Cara Mengerjakan Sujud Syukur sebagai Ibadah Sunnah yang bisa dilakukan (diamalkan) oleh kalian ketika mendapatkan suatu Kenikmatan dan Rezeki dari Allah SWT sangatlah gampang dan mudah.

Untuk lebih jelasnya, bisa kalian lihat Cara Melakukan Sujud Syukur Yang Benar Sesuai Sunnah dibawah ini.

1. Suci dari Hadats dan Najis

2. Berwudhu

3. Menghadap Kiblat

4. Membaca Niat Bersujud Syukur

5. Melakukan Gerakan Takbiratul Ikhram

6. Setelah itu langsung melakukan Gerakan Sujud 1 kali

7. Membaca doa sujud syukur di Gerakan Sujud tersebut

8. Lalu Duduk dan mengucapkan Salam

Bacaan Niat Sujud Syukur Sesuai Syariat

Bacaan Niat Melakukan Sujud Syukur tersebut bisa dibacakan didalam Hati maupun boleh diucapkan secara lirih.

Selain itu bisa dibacakan sesuai dengan Bahasa Arabnya atau bisa dibacakan sesuai Artian dalam Bahasa Indonesia.

Bacaan Doa Sujud Syukur Sesuai Sunnah

Bacaan Doa Melakukan Sujud Syukur diatas dibacakan atau diamalkan ketika kalian sedang melakukan Gerakan Sujud Syukur, sehingga ketika kalian sedang melakukan Gerakan Sujud Syukur maka dibarengi dengan membaca Bacaan Doa Sujud Syukur ini.

Selain itu sebagai tambahan saja bahwa Syarat – Syarat Melakukan Sujud Syukur ini antara lain Suci dari Hadats dan Najis, Berwudhu, menghadap Kiblat, membaca niat sujud syukur, takbiratul ikhram, Sujud sekali yang dibarengi dg membaca doa sujud syukur dan salam.

Mungkin hanya seperti itu saja pembahasan mengenai salah satu Ibadah Sunnah Sujud Syukur ini, dan semoga saja apa yang telah dituliskan oleh Penulis Mistamajahp ini bisa berguna dan bermanfaat bagi kalian semua Para Pembaca Online di Indonesia.

Ba Selain itu Penulis sangat yakin bahwa diluar saja masih banyak Masyarakat Muslim Muslimah yang belum begitu mengenal (memahami) tentang Sujud Syukur.

Oleh karena itu dengan adanya ulasan ini semoga saja Para Pembaca Muslim Muslimah yang ada di Tanah Air bisa lebih mengetahui dan memahami tentang Apa Itu Sujud Syukur, karena Sujud Syukur ini bisa menjadi salah satu cara seorang Muslim Muslimah untuk Bersyukur kepada Allah SWT atas semua Rezeki dan Kenikmatan yang telah mereka dapatkan karena Allah SWT.

Bandung, 18 Nopember 2018.

Pase hidup manusia

PERJALANAN HIDUP MANUSIA :

Sesungguhnya jika manusia memperhatikan perjalanan hidupnya, sejak ia diciptakan sampai akhir hidupnya di dunia ini, pasti akan mendapati banyak bukti kekuasaan Allâh Azza wa Jalla . 

Oleh karena itu, Allâh Azza wa Jalla sering mengingatkan manusia akan hal ini, agar mereka ingat dan waspada dalam menjalani hidup ini, yaitu supaya tetap beribadah kepada Allâh Azza wa Jalla semata dan tidak beribadah kepada selain-Nya.

Allâh Azza wa Jalla berfirman :

وَفِي الْأَرْضِ آيَاتٌ لِلْمُوقِنِينَ ﴿٢٠﴾ وَفِي أَنْفُسِكُمْ ۚ أَفَلَا تُبْصِرُونَ

Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allâh) bagi orang-orang yang yakin. Dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan? [adz-Dzâriyât/51: 20-21]

Allâh Azza wa Jalla juga berfirman :

أَوَلَمْ يَرَوْا كَيْفَ يُبْدِئُ اللَّهُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ﴿١٩﴾قُلْ سِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ بَدَأَ الْخَلْقَ ۚ ثُمَّ اللَّهُ يُنْشِئُ النَّشْأَةَ الْآخِرَةَ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana Allâh menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian mengulanginya (kembali). 

Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allâh. 

Katakanlah, “Berjalanlah di (muka) bumi, lalu perhatikanlah bagaimana Allâh menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian Allâh menjadikannya sekali lagi. 

Sesungguhnya Allâh Maha Kuasa atas segala sesuatu. [al-‘Ankabût/29: 19-20]

MASA KUAT DIANTARA DUA MASA LEMAH


Allâh Azza wa Jalla telah mengingatkan bahwa mengalami dua kali masa lemah yaitu di awal dan di akhir penciptaannya. Allâh Azza wa Jalla berfirman :

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفًا وَشَيْبَةً ۚ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ ۖ وَهُوَ الْعَلِيمُ الْقَدِيرُ

Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban.

 Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah yang Maha mengetahui lagi Maha Kuasa. [ar-Rûm/30:54]

Imam Ibnu Katsîr rahimahullah berkata tentang ayat ini, “Allâh Azza wa Jalla mengingatkan perpindahan manusia dalam fase-fase penciptaannya, dari satu keadaan ke keadaan berikutnya. 

Asal manusia adalah dari tanah, lalu dari nuth-fah (setetes mani), lalu segumpal darah, lalu segumpal daging, lalu menjadi tulang-tulang, lalu dibungkus dengan daging. 

Dan ditiupkan roh padanya, lalu dia keluar dari perut ibunya dalam keadaan lemah tanpa daya dan kekuatan. Kemudian dia tumbuh sedikit demi sedikit sehingga menjadi bayi, lalu menjadi anak muda, lalu menginjak puber, lalu menjadi pemuda (yang kuat).

 Inilah masa kuat setelah masa lemah. Kemudian (kekuatannya) mulai berkurang, lalu menjadi tua, bertambah tua, lalu menjadi pikun. 

Inilah masa lemah setelah masa kuat. Keinginan menjadi melemah, juga gerakan dan ketangkasan. Rambut menjadi beruban, sifat-sifat lahir dan batin juga berubah.” [Tafsîr al-Qur’ânil ‘Azhîm, Ibnu Katsir, surat ar-Rûm/30: 54]

MASA LEMAH PERTAMA


Allâh Azza wa Jalla banyak menerangkan masa lemah yang pertama pada manusia, yaitu sejak Allâh Azza wa Jalla menciptakannya dalam perut ibu. Allâh Azza wa Jalla berfirman :

أَلَمْ نَخْلُقْكُمْ مِنْ مَاءٍ مَهِينٍ﴿٢٠﴾فَجَعَلْنَاهُ فِي قَرَارٍ مَكِينٍ﴿٢١﴾إِلَىٰ قَدَرٍ مَعْلُومٍ﴿٢٢﴾فَقَدَرْنَا فَنِعْمَ الْقَادِرُونَ

Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina ? Kemudian Kami meletakkannya dalam tempat yang kokoh (rahim), sampai waktu yang ditentukan, lalu Kami tentukan (bentuknya), maka Kami-lah Sebaik-baik yang menentukan. [al-Mursalât/77: 20-23]

Ketika menjelaskankan ayat ke-54 dari Surat ar-Rûm, Syaikh Abdurrahman Nâshir as-Sa’di rahimahullah berkata, “Allâh memberitahukan keluasan ilmu-Nya, kebesaran kemampuan-Nya, dan kesempurnaan hikmah-Nya. Allâh memulai penciptaan manusia dari masa lemah, yaitu fase-fase awal dari penciptaannya, mulai setetes air mani, lalu segumpal darah, lalu segumpal daging, sehingga menjadi janin dalam rahim sampai dilahirkan, sebagai bayi. Saat itu dia berada dalam kondisi sangat lemah, tidak memiliki kekuatan dan kemampuan. 

Kemudian Allâh selalu menambahkan kekuatan sedikit demi sedikit sehingga mencapai usia pemuda, kekuatannya sampai puncaknya, dan menjadi sempurna kekuatan lahiriyah dan batiniyahnya.

 Kemudian manusia berpindah dari fase ini dan kembali menuju kelemahan, beruban, dan kepikunan”. [Taisîrul Karîmir Rahmân, Surat ar-Rûm/30: 54]

MASA KUAT MANUSIA


Diri manusia adalah lemah, kalau bukan pertolongan Allâh niscaya manusia tidak akan memiliki kekuatan dan kemampuan.

 Dan kekuatan manusia itu jika selalu bertambah sering menjadikan mereka lupa kepada Sang Pencipta. Allâh Azza wa Jalla berfirman :

خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ نُطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُبِينٌ

Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata. [an-Nahl/16: 4]

Allâh Azza wa Jalla juga berfirman :

أَوَلَمْ يَرَ الْإِنْسَانُ أَنَّا خَلَقْنَاهُ مِنْ نُطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُبِينٌ﴿٧٧﴾وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَنَسِيَ خَلْقَهُ ۖ قَالَ مَنْ يُحْيِي الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيمٌ﴿٧٨﴾قُلْ يُحْيِيهَا الَّذِي أَنْشَأَهَا أَوَّلَ مَرَّةٍ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيمٌ

Apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata! 

Dan ia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata, “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?” Katakanlah: “Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. 

Dan Dia Maha mengetahui tentang segala makhluk. [Yâsîn/36: 77-79]

Lihatlah bagaimana manusia yang dikelilingi kelemahan dalam fase-fase hidupnya, ketika berada dalam masa kuat, dia membantah Rabbnya Yang Maha Perkasa! Alangkah hinanya manusia ini ! Ia melupakan nikmat Rabbnya lalu mengingkari kekuasaan-Nya !

MASA LEMAH KEDUA


Allâh Azza wa Jalla juga mengingatkan akhir fase kehidupan manusia yang diberi umur panjang di dunia, yaitu masa pikun, penyakit yang tidak ada obatnya. 

Hanya kematian yang dia nanti, tidak ada lain lagi. Allâh Azza wa Jalla berfirman :

وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ ثُمَّ يَتَوَفَّاكُمْ ۚ وَمِنْكُمْ مَنْ يُرَدُّ إِلَىٰ أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْ لَا يَعْلَمَ بَعْدَ عِلْمٍ شَيْئًا ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ قَدِيرٌ

Allâh menciptakan kamu, kemudian mewafatkan kamu; dan di antara kamu ada yang dikembalikan kepada umur yang paling lemah (pikun), supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang pernah diketahuinya. 

Sesungguhnya Allâh Maha mengetahui lagi Maha Kuasa. [an-Nahl/16:70]

Allâh Azza wa Jalla berfirman :

وَمَنْ نُعَمِّرْهُ نُنَكِّسْهُ فِي الْخَلْقِ ۖ أَفَلَا يَعْقِلُونَ

Dan barangsiapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian(nya) (maksudnya: kembali menjadi lemah dan kurang akal-pent).

 Maka apakah mereka tidak memikirkan? [Yâsîn/36: 68]

RATA-RATA UMUR UMAT SEKARANG


Umur umat ini lebih pendek bila dibandingkan dengan umur umat-umat di zaman dahulu. 

Oleh karena itu, selayaknya kita memperhatikan pemanfaatan umur kita yang singkat ini ?

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَعْمَارُ أُمَّتِى مَا بَيْنَ سِتِّينَ إِلَى سَبْعِينَ وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوزُ ذَلِكَ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu , dia berkata bahwa Rasûlullâh n bersabda, “Umur ummatku berkisar antara enam puluh sampai tujuh puluh tahun, dan sedikit yang melewatinya.” [HR. Tirmidzi; dihasankan oleh al-Albâni]

Imam al-Mubârakfûri rahimahullah berkata, “Sabda Nabi “Umur ummatku berkisar antara enam puluh sampai tujuh puluh tahun”, yaitu, akhir mayoritas umur umatku antara keduanya, “dan sedikit yang melewatinya”, yaitu melewati tujuh puluh tahun sehingga mencapai seratus tahun atau lebih. 

al-Qâri’ rahimahullah berkata, “Umur paling panjang yang kami ketahui dari kalangan umat ini dari kalangan para sahabat dan para imam yang diberi umur panjang adalah umur Anas bin Mâlik Radhiyallahu anhu, beliau wafat ketika berumur 103 tahun. 

Juga Asmâ’ binti Abu Bakar Radhiyallahu anhuma yang wafat dengan umur 100 tahun, dengan tanpa satu gigi-pun yang tanggal dan tanpa mengalami kepikunan. 

Ada lagi yang umurnya melebihi keduanya, yaitu Hasan bin Tsâbit Radhiyallahu anhu yang wafat dengan umur 120 tahun, beliau hidup 60 tahun di zaman jahiliyah dan 60 tahun di zaman Islam. 

Yang lebih panjang lagi umurnya adalah Salmân al-Fârisi, konon beliau hidup selama 250 tahun, ada yang mengatakan hidup selama 350 tahun, namun yang awal lebih benar”. [Tuhfatul Ahwadzi, 9/376-377]

Karena rata-rata umur umat ini antara 60-70 tahun, maka barangsiapa telah mencapai usia ini dan sudah datang padanya dakwah, namun dia tetap tidak beriman, maka alasannya tidak akan diterima oleh Allâh Azza wa Jalla . Sebagaimana hadits :

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالَ : أَعْذَرَ اللَّهُ إِلَى امْرِئٍ أَخَّرَ أَجَلَهُ حَتَّى بَلَّغَهُ سِتِّينَ سَنَةً

Allâh meniadakan hujjah atau alasan seseorang yang Dia telah memanjangkan ajalnya (umurnya) sehingga Dia memberinya umur enam puluh tahun. [HR. Bukhâri, no. 6419]

Dan inilah jawaban Allâh Azza wa Jalla kepada orang-orang kafir penghuni neraka ketika mereka memohon untuk dikembalikan ke dunia, sebagaimana firman-Nya :

وَالَّذِينَ كَفَرُوا لَهُمْ نَارُ جَهَنَّمَ لَا يُقْضَىٰ عَلَيْهِمْ فَيَمُوتُوا وَلَا يُخَفَّفُ عَنْهُمْ مِنْ عَذَابِهَا ۚ كَذَٰلِكَ نَجْزِي كُلَّ كَفُورٍ﴿٣٦﴾وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَا أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ ۚ أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ ۖ فَذُوقُوا فَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ نَصِيرٍ

Dan orang-orang kafir bagi mereka neraka jahannam. 

Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka azabnya.

 Demikianlah Kami membalas setiap orang yang sangat kafir. 

Dan mereka berteriak di dalam neraka itu , “Ya Rabb kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang shaleh berbeda dengan yang telah kami kerjakan”. 

Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zhalim seorang penolongpun. [Fâthir/35: 36-37]

Yang dimaksud dengan “memanjangkan umurmu” di dalam firman Allâh “Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir”, adalah umur 60 tahun sebagaimana hadits di atas. 

Oleh karena itu, orang yang telah berumur 60 ke atas hendaklah waspada, kematian bisa datang secara tiba-tiba, dan menamatkan hidupnya di dunia.

Inilah tulisan ringkas semoga menggugah kita untuk selalu berbenah diri menyiapkan bekal menuju esok hari (akhirat). 

Dan semoga Allâh selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada kita sehingga meraih kebahagiaan disisi-Nya.


  SEMOGA BERMANFAAT ....

Jumat, 16 November 2018

Puluhan Santri di Garut Keracunan Diduga Usai Santap Seblak

Puluhan Santri di Garut Keracunan Diduga Usai Santap Seblak

Keracunan massal di Garut (Foto: Istimewa)

Garut - Puluhan santri salah satu pondok pesantren di Kabupaten Garut keracunan massal diduga usai mengkonsumsi makanan seblak. Para santri hingga kini masih menjalani perawatan di sejumlah Puskesmas.

Keracunan massal terjadi Jumat (16/11/2018) malam, di salah satu ponpes yang terletak di Desa Ciburuy, Kecamatan Bayongbong.

"Keracunan makanan. Korban ada 37 orang," ujar Kepala Puskesmas Bayongbong Selain Elan Suherlan, saat dihubungi wartawan, Jumat (16/11/2018).

Para santri merasakan mual dan muntah. Data terbaru yang dihimpun, santri yang menjadi korban berjumlah 37 orang. Mereka rata-rata berusia 13-16 tahun.

"Umumnya santri mengalami gejala muntah, pusing, serta diare," katanya.

Para santri sendiri telah mendapat pertolongan. Mereka masih menjalani perawatan intensif. Mereka dirawat di Puskesmas Bayongbong, Puskesmas Samarang, dan Puskesmas Cisurupan.

Penyebab pasti keracunan masih diselidiki polisi. Informasi yang beredar, para santri diduga keracunan setelah menyantap jajanan seblak.

Ayat ayat sajadah


 

Ayat-Ayat Sajdah dan Tata Cara Sujud Tilawah

Sujud tilawah hukumnya sunnah ketika mendengar ayat-ayat sajadah dibacakan

Sujud tilawah hukumnya sunnah ketika mendengar ayat-ayat sajadah dibacakan, baik ketika shalat maupun di luar shalat. Disebut dengan ayat sajadah karena ayat tersebut menjelaskan kata sujud dan disunnahkan untuk bersujud. Adapun ayat sajadah ada pada 14 tempat dalam Al-Quran, yaitu:

Q.S. Al-A’rof: 206,

إِنَّ الَّذِينَ عِنْدَ رَبِّكَ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَيُسَبِّحُونَهُ وَلَهُ يَسْجُدُونَ


Islami.co dihidupi oleh jaringan penulis dan tim editor yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. 


Jika kamu ingin agar kami bisa terus melahirkan artikel atau video yang mengedukasi publik dengan ajaran Islam yang ramah, toleran dan mencerahkan, silakan sisihkan sedikit donasi untuk kelangsungan kami.

ayat sajdah Belajar Islam sujud tilawah tata cara sujud


PREVNarendra Modi Menjadi Perdana Menteri India Pertama yang Kunjungi Palestina

NEXTBenarkah Terjadi Perang di Syam Pada Akhir Zaman?

AMIN NUR HAKIMMahasantri Darus Sunnah International Institute for Hadith Sciences

BACA JUGA

1Enam Kitab Maulid Populer di Nusantara

2Kalau Mau Ziarah Kubur, Perhatikan Adab Berikut Ini

3Doa Agar Terhindar dari Penyakit Hati

4Ketika Berdakwah, Mengapa Kita Dilarang Mencaci?

5Nasihat Gus Dur Ini Sesuai dengan Kaidah Fikih

6Al-Muhasiby, Sufi Produktif Abad ke-3

7Benarkah Rasulullah Pernah Menikah Saat Ihram?

8Bolehkah Shalat Sunnah Karena Gempa Bumi

9Ini Kiat Mudah Menjaga Hafalan Al-Quran!

10Doa Menghilangkan Rasa Malas

ARTIKEL LAINNYA

IBADAH

Manfaat Baca ‘La Ilaha Illallah’ Setelah Shalat Shubuh

Ada banyak dzikir dan doa yang dianjurkan setelah shalat. Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa membaca dzikir dan doa tertentu setelah …

KISAH

Kisah Ulama Yaman Belajar Nahwu-Sharaf kepada Ulama Indonesia

Kisah ini begitu mendebarkan, tentang ulama yang belajar kepada ulama tradisional di Indonesia

HUKUM

Bolehkan Perempuan Ikut Shalat Jumat?

Jika salat Jumat diwajibkan bagi laki-laki, lalu bagaimanakah hukum salat Jumat bagi perempuan?

HUKUM

Hukum Beda Pilihan Politik antara Suami-Istri dalam Pemilu, Bagaimana Islam Mengaturnya?

Beda pilihan politik dalam islam untuk suami istri sering terjadi, bagaimana islam mengaturnya?

VIDEO

Empat Hal yang Membuat Islam Begitu Kokoh

Apa saja sik empat hal itu, Yuk langsung belajar dari ahlinya

IBADAH

Sholat dan Jadi Makmum Masbuq

Sholat dan menjadi makmum masbuq, kita tentu sering kan mengalaminya

HUKUM

Batalkah Shalat Makmum yang Tidak Ikut Sujud Tilawah Imam?

Salah satu yang disunnahkan adalah sujud saat dibaca atau membaca ayat sajdah, yaitu ayat-ayat tertentu dalam Al-Qur’an yang dianjurkan sujud …

IBADAH

Ini Keutamaan Sujud Tilawah

Ketika kita membaca atau mendengarkan ayat sajdah, maka kita disyariatkan untuk melakukan sujud tilawah. Sujud tilawah memiliki banyak keutamaan yang akan didapatkan oleh …

KOLOM

Al-Qur’an Mengkritik Hoaks

Bagaimana Al-Qur’an jauh-jauh hari justru mengingatkan kita tentang bahaya hoaks dan kita tidak memahaminnya

TELA'AH

Kalau Kamu Ingin Belajar Islam Online, Ini Lima Website Keislaman Terbaik

Perkembangan minat umat Islam untuk belajar ajaran Islam lebih dalam mulai meningkat. Portal-portal Islam pun begitu banyak kita jumpai di …

JADWAL SHOLAT

Sabtu, 17 Nopember 2018

AbepuraAmbarawaAmbonAtambuaBabatBalikpapanBanda AcehBandar LampungBandungBangkalanBanjarmasinBantulBanyumasBanyuwangiBatamBekasiBengkuluBiakBimaBinjaiBireunBlitarBloraBogorBojonegoroBojong GedeBondowosoBoneBontangBoyolaliBrebesBuaranBukit TinggiBumiayuCepuCianjurCikarangCilacapCilegonCirebonDemakDenpasarDepokDumaiEndeGarutGombongGorontaloGresikIndramayuJakartaJambiJayapuraJemberJeparaKarangasemKebumenKediriKendariKlatenKualakapuasKuala SimpangKudusKutaLamonganLangsaLhokseumaweLubuk LinggauLumajangMadiunMagelangMagetanMajalengkaMakassarMalangManadoManokwariMartapuraMataramMaumereMedanMeraukeMeulabohMojokertoNabireNganjukPadangPalangka RayaPalembangPaluPamekasanPandaanPangkal PinangPasuruanPekanbaruPematang SiantarPolewaliPonorogoPontianakPosoPrigenProbolinggoSabangSamarindaSampangSampitSemarangSerangSibolgaSigliSingkawangSitubondoSurabayaSurakartaTabananTangerangTarakanTasikmalayaTernateTidoreTrenggalekTubanUbudUngaranWaingapuWonosoboYogyakarta

Imsak

03:55 WIB

Subuh

04:05 WIB

Dhuhur

11:40 WIB

Ashar

15:02 WIB

Maghrib

17:52 WIB

Isya

19:06 WIB

ARTIKEL TERBARU

HIKMAH

Kisah Keberkahan Marayakan Maulid Nabi SAW

Moh. Juriyanto17 November 2018

KISAHKOLOM

Air Mata Gadis Kecil yang Membuat Malaikat Menangis

Ust. Ahmad Z. El-Hamdi16 November 2018

TAFSIR

Tafsir yang Tak Pernah Selesai

Nadirsyah Hosen16 November 2018

SEJARAH

Bukti-bukti Sejuknya Rasulullah Menyiarkan Islam

Edi AH Iyubenu16 November 2018

TOKOH

Keistimewaan Ibn Ma’in, Guru Besar Para Ulama Hadis

M. Alvin Nur Choironi16 November 2018

TELA'AH

Sekali Lagi Tentang Hanum Rais dan Jejaknya dalam Film, Kenapa Dirisak?  

Wahyudi Akmaliah16 November 2018

KOLOM

Umat Islam Digital Enggan Toleransi

Supriansyah16 November 2018

MUAMALAH

Fiqih Muamalah: Mengambil Hasil dari Barang Gadaian

Redaksi16 November 2018

KOLOM

Islam Cepat Saji dan Mengapa Felix Siauw Lebih Cepat Tenar Dibanding Ustadz Lain

Rika Iffati Farihah16 November 2018

Beranda Redaksi Kirim Artikel Kontributor Tentang Islami Kontak Kami Kerjasama

e-mail: redaksi@islami.co

Copyright © 2018. All rights reserved.

Sujud tilawah


Tampilkan semua

Dalam sujud tilawah membaca bacaan sujud tilawah.

Dari posisi berdiri, langsung menuju sujud dengan membaca takbir tanpa disertai rukuk.

Dalam sujud membaca bacaan sujud tilawah.

Kemudian berdiri dari sujud dengan membaca takbir dan boleh memilih apakah ingin menyambung bacaan surah dari ayat sajdah ataukah tidak.

Sambut Pagimu Dengan Do’a Yang Selalu Di amalkan Nabi Muhammad Saw

Sambut Pagimu Dengan Do’a Yang Selalu Di amalkan Nabi Muhammad Saw

 17 Nopember 2018/ 9 Robiul awal 1440 H

Pagi hari adalah awal dari kegiatan manusia, inilah do'a yang selalu diamalkan Nabi Muhammad SAW dipagi hari agar mendapat ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik serta amal yang selalu diterima...

Pagi adalah waktu yang tepat untuk kita ingin memanjatkan do'a kepada Allah karena dipagi hari adalah awal dari kegiatan manusia, tahukan kalian kalau Nabi Muhammad SAW selalu mengamalkan do'a ini dipagi hari agar mendapat ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik serta amal yang selalu diterima...

Kegiatan dipagi hari sebaiknya diawali dengan do'a supaya apa yang kita lakukan hari itu menjadi berkah dan mendapatkan  Ridha Allah..

Termasuk do’a yang selalu diamalkan Nabi Muhammad Saw pada Pagi Hari yaitu yang terdapat dalam Musnad Imam Ahmad dan Sunan Ibnu Majah dari hadits Ummu Salamah R.ha, bahwa Rasulullah Saw ketika selesai salam dalam sholat shubuh beliau membaca;

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

Allaahumma inniy as-aluka ‘ilman naafi’an warizqon thoyyiban wa’amalan mutaqobbalan

“Yaa Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal dan baik serta amalan yang diterima oleh-Mu.”
{Musnad Imam Ahmad,6/322. Sunan Ibnu Majah,no.925. Dan shohih Ibnu Majah,no.753.}

Baca juga : Doa Berdagang Agar Jualan Laris Ajaran Nabi Muhammad SAW

Siapa yang merenungkan do’a yang agung ini, niscaya dia tahu bahwa mengamalkannya pada waktu tersebut sangat tepat, karena pagi merupakan permulaan hari, dan bagi seorang muslim, tidak ada obsesi apapun pada hari itu selain merealisasikan tujuan-tujuan mulia tersebut.

Yaitu ILMU YANG BERMANFAAT, RIZKI YANG BAIK, dan AMAL YANG SELALU DITERIMA-NYA.

Ketika dia membuka harinya dengan tiga permintaan ini seakan-akan dia membatasi harapan dan tujuannya.

Dan tidak diragukan lagi, hal ini akan membuat hati manusia semakin lapang dan tujuan hidupnya semakin terarah dengan baik.

Berbeda dengan mereka yang memulai paginya tanpa mengetahui tujuan hidup yang dia harap untuk dijalankan dalam hidupnya.

Para praktisi pendidikan menyarankan agar setiap orang menentukan tujuan pada setiap aktivitas yang dilakukan agar tujuan lebih mudah dicapai, lebih terhindar dari kekacauan, dan lebih terarah.

Sekali lagi tidak diragukan lagi jika seseorang yang menentukan tujuan hidupnya dengan tujuan tertentu akan lebih sempurna dibandingkan dengan yang tidak melakukannya.

Baca juga : Anak Bandel, Berikut Do'a yang Dicontohkan Rasulullah Agar Anak Berbudi Pekerti Baik

Bagi seorang muslim dalam menjalankan hari-harinya tidak boleh meremehkan hal itu bahkan dia harus memiliki tujuan-tujuan hidup agar mendapatkan tiga hal di atas dan menyempurnakannya dalam kehidupan dan mendapatkannya dengan cara yang terbaik.

Oleh karena itu, betapa indahnya hari yang diawali dengan menentukan tiga tujuan hidup kita ini.

Yang dengannya kehidupan akan lebih terarah dengan baik.

Kemudian seseorang yang di awal harinya menentukan tiga hal ini bukan berarti ia membatasi tujuan hidupnya, namun dia bermaksud untuk merendahkan diri kepada Allah Swt, memohon perlindungan-Nya agar senantiasa diberi karunia oleh Allah Swt untuk mendapatkan tiga tujuan yang mulia tersebut.

Karena tiada daya dan kekuatan, tiada kemampuan baginya untuk mendatangkan kebaikan atau menolak bahaya kecuali atas izin Allah ‘Azza wajalla, maka kepada-Nya dia memohon perlindungan, pertolongan dan juga kepada-Nya dia menyerahkan diri dan tawakkal.

Menyambut pagi dengan do'a adalah pilihan yang tepat seperti do'a diatas yang selalu diamalkan Nabi Muhammad, silahkan bagi kalian untuk mencoba mengamalkan do'a diatas

Semoga betmanfaat ...