Minggu, 17 Juni 2018

MAKNA HIJRAH DALAM KEHIDUPAN

Oleh : Ustadz Yachya Yusliha

® Kata hijrah berasal dari Bahasa Arab, yang berarti meninggalkan, menjauhkan dari dan berpindah tempat.

Dalam konteks sejarah hijrah, hijrah adalah kegiatan perpindahan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad saw bersama para sahabat beliau dari Mekah ke Madinah, dengan tujuan mempertahankan dan menegakkan risalah Allah, berupa akidah dan syari’at Islam.

Dengan merujuk kepada hijrah yang dilakukan Rasulullah Saw tersebut sebagaian ulama ada yang mengartikan bahwa hijrah adalah keluar dari “darul kufur” menuju “darul Islam”.

Keluar dari kekufuran menuju keimanan.

Umat Islam wajib melakukan hijrah apabila diri an keluarganya terancam dalam mempertahankan akidah dan syari’ah Islam.

Perintah berhijrah terdapat dalam beberpa ayat Al-Qur’an, antara lain: Qs. Al-Baqarah 2:218).

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berhijrah di jalan Allah, mereka itu mengharpakan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”
“Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang mujairin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman.

Mereka memperoleh ampunan dan rezki (ni;mat) yang mulia. (Qs. Al-An’fal, 8:74)

“Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan (Qs. At-Taubah, 9:20)
Pada ayat-ayat di atas, terdapat esensi kandungan:

1. Bahwa hijrah harus dilakuakn atas dasar niat karena Allah dan tujuan mengarah rahamt dan
keridhaan Allah.

2. Bahwa orang-oerang beriman yang berhijrah dan berjihad dengan motivasi karena Allah dan tujuan untuk meraih rahmat dan keridhaan Allah, mereka itulah adalah mu’min sejati yang akan memperoleh pengampunan Allah, memperoleh keebrkahan rizki (ni’mat) yang mulai, dan kemenangan di sisi Allah.

3. Bahwa hijrah dan jihad dapat dilakukan dengan mengorbankan apa yang kita  miliki, termasuk harta benda, bahkan jiwa.

4. Ketiga   ayat  tersebut menyebut  tiga  prinsip hidup, yaitu iman,  hijrah dan jihad.

Iman bermakna
keyakinan, hijtah bermakna perubahan dan jihad bermakna perjuangan dalam menegakkan risalah Allah.

Makna Hijrah

Hijrah sebagai salah satu prinsip hidup, harus senantiasa kita maknai dengan benar. Secara bahasa hijrah berarti meninggalkan.

Seseorang dikatakan hijrah jika telah memenuhi 2 syarat, yaitu, yaitu yang pertama ada sesuatu yang ditinggalkan dan kedua ada sesuatu yang dituju (tujuan).

Kedua-duanya ahrus dipenuhi oleh seorang yang berhijrah.

Meninggalkan segala hal yang buruk, negative, maksiat, kondisi yang tidak kondisif, menju keadaan yang lebih yang lebih baik, positif dan kondisi yang kondusif untuk menegakkan ajaran Islam.

Dalam realitas sejarah hijrah senantiasa dikaitkan dengan meninggalkan suatu tempat, yaitu adanya peristiwa hijrah Nabi dan para sahabat meninggalkan tepat yang tidak kondisif untuk berdakwah.

Bahkan peristiwa hijrah itulah yang dijadikan dasar umat Islam sebagai permulaan ahun Hijriyah.

Tahun Hiriyah, ditetapkan pertama kali oleh Khalifah Umar bin Khatab ra, sebagai jawaban atau surat Wali Abu Musa Al-As’ari.

Khalifah Umar menetapkan Tahun Hijriyah Kalender Tahun Gajah, Kalender Persia untuk menggantikan penanggalan yang digunakan bangsa Arab sebelumnya, seperti yang berasal dari tahun Gajah, Kalender Persia, Kalender Romawi dan kalender-kalendar lain yang berasal dari tahun peristiwa-peristiwa besar Jahiliyah.

Khlifah Umar memilih peristiwa Hijrah sebagai taqwim Islam, karena Hijrah Rasulullah aw dan para sahabat dari Mekkah ke Madinah merupakan peristiwa paling monumental dalam perkembangan dakwah.

Secara garis besar hijrah kita bedkan menajdi dua macam yaitu:

1. Hijrah Makaniyah :

Yaitu meinggalkan suatu tempat.

Bebebrapa jenis hijrah maknawiyah, yaitu:

a. Hijrah Rasulullah Saw dari Mekah ke Habasyiyah.

b. Hijrah Rasulullah Saw dari Mekah ke Madinah.

c. Hijrah dari suatu negeri yang didalamnya didominasi oleh hal-hal yang diharamkan.

d. Hijrah dari suatu negeri yang membahayakan kesehatan untuk menhindari penyakit menuju negeri yang aman.

e. Hijrah dari suatu tempat karena gangguan terhadap harta benda.

f. Hijrah dari suatu tempat karena menghindari tekanan fisik
Seperti hijrahnya Ibrahim as dan Musa as, ketika Beliau khawatir akan gangguan kaumnya.

Seperti yang tecantum dalam al-Qur’an:

Berkatalah Ibrahim: “Sesungguhnya aku akan berpindah ke (tempat yang diperintahkan).

Tuhanku, Sesungguhnya Dialah yang Maha erkasa lagi Maha Bijaksana (Qs. Al-Ankabuit, 29:26).

Maka keluarkanlah Musa dari kota itu dengan rasa takut menunggu-nunggu dengan khawatri, dia berdo’a

“Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu (Qs. Al-Qashah, 2:21).

2. Hijrah Maknawiyah
Secara maknaiyah hijrah dibedakan menjadi 4 macam, yaitu:

a. Hijrah I’tiqadiyah
Yaitu hijrah keyakinan.

Iman bersifat pluktuatif, kadang menguat menuju puncak keyakinan mu’min sejati, kadang pula melemah mendekati kekufuran Iman pula kadang hadir dengan kemurniannya, tetapi kadang pula  bersifat sinkretis, bercampur dengan keyakinan lain mendekati memusyrikan.

Kita harus segera melakuakn hijrah keyakinan bila berada di tepi jurang kekufuran dan kemusyrikan keyakinan.

Dalam konteks psikologi biasa disebut dengan konversi keyakinan agama.

b. Hijrah Fikriyah
Fikriyah secara bahasa berasal dari kata fiqrun yang artinya pemikiran.

Seiring perkembangan zaman, kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi, seolah dunia tanpa batas.

Berbagai informasi dan pemikiran dari belahan bumi bisa secara oline kitya akses.

Dunia yang kita tempati saat ini, sebenarnya telah menjadi medan perang yang kasat mata. Medan perang yang ada tapi tak disadari keberadaannya oleh kebanyakan manusia gendang perang telah dipukul dalam medan yang namanya “Ghoswul Fikr” (baca: Perang pemikiran).

Tak heran berbagai pemikiran telah tersebar di medan perang tersebut laksana dari senjata-senjata perengut nyawa.

Isu sekularisasi, kapitalisasi, liberalisasi, pluralisasi, dan sosialisasi bahkan momunisasi telah menyusup ke dalam sendi-sendi dasar pemikiran kita yang murni.

Ia menjadi virus ganas yang sulit terditeksi oleh kacamata pemikiran Islam.

Hijrah fikriyah menjadi sangat penting mengingat kemungkinan besar pemikiran kita telah terserang virus ganas tersebut.

Mari kita kembali mengkaji pemikiran-pemikiran Islam yang murni.

Pemikiran yang telah disampaikan oleh Baginda Nabi Muhammad Saw, melalui para sahabat tabi’in, tabi’it, tabi’in dan para generasi pengikut shalaf.

“Rasulullah Saw bersabda:

Umatku niscaya akan mengikuti sunan (budaya, pemikiran, tradisi, gaya hidup) orang-orang sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal, sehasta-demi sehasta, sehingga mereka masuk ke lubang biawak pasti umatku mengikuti mereka.

Para sahabat bertanya:

Ya Rasulullah apaakh mereka itu orang-orang Yahudi dan Nasrani ? Rasulullah menjawab:

Siapa lagi kalau bukan mereka.

c. Hijrah Syu’uriyyah

Syu’uriyah atau cita rasa, kesenangan, kesukaan dan semisalnya, semau yang ada pada diri kita sering terpengaruhi oleh nilai-nilai yang kuarng Islami

Banyak hal seperti hiburan, musik, bacaan, gambar/hiasan, pakaian, rumah, idola semua pihak luput dari pengaruh nilai-nilai diluar Islam.

Kalau kita perhatikan, hiniran dan musik seorang muslim takjauh beda dengan hiburannya para penganut paham permisifisme dan hedonisme, berbau hutra-hura dan senang-senang belaka.

Mode pakain juga tak kalah pentingnya untuk kita hiraukan Hijrah dari pakaian gaya jahiliyah menuju pakaian Islami, yaitu pakaian yang benar-benar mengedepankan fungsi bukan gaya.

Apa fungsi pakaian ?

Tak lain hanyalah untuk menutup aurat, bukan justru memamerkan aurat.

Ironis memang banyak diantara manusia berpakaian tapi aurat masih terbuka.

Ada yang sudah tertutup tapi ketat dan transparan, sehingga lekuk tubuhnya bahkan warna kulitnya terlihat.

Konon, umat Islam dimanjakan oleh budaya barat dengan 3 f, food, fan, fashan.

d. Hijrah Sulukiyyah
Suluk berarti tingkah laku atau kepribadian atau biasa disebut juag akhlaq.

Dalam perjalanannya ahklaq dan kepribadian manusia tidak terlepas dari degradasi dan pergeseran nilai.

Pergeseran dari kepribadian mulai (akhlaqul karimah) menuju kepribadian tercela akhlaqul sayyi’ah).

Sehingga tidak aneh jika bermuculan berbagai tindak moral dan asusila di masyarakat.

Pencurian, perampokan, pembunuhan, pelecehan, pemerkosaan, penghinan dan penganiyaan seolah-olah telah menjadi biasa dalam masyarakat kita.

Penipuan, korupsi,, prostitusi dan manipulasi hampir bisa ditemui di mana-mana.

Dalam moment hijrah ini, sangat tepat jika kita mengkoreksi akhlaq dan kepribadian kita untuk kemudian menghijrahkan akhlaq yang mulia.

Dengan telah berakhirnya tahun 1438 H dan tibanya tahun 1439 H, serta sebentar lagi akan segera pergantian tahun masehi dari 2018, suatu hal yang pasti bahwa usia kita bertambah dan jatah usia kita semakin berkurang.

Sudah selayaknya kita menghisab diri sebelum dihisab oleh Allah. Rasulullah Saw bersabda:

“Hisablah (lakukan perhitungan atas) dirimu sebelum dihisab oleh Allah, dan lakukanlah kalkulasi amal baik dan amal buruk sebelum Allah memberikan kalkulasi amal atas dirimu.

Apakah kehidupan kita banyak diisi dengan beribadah atau bermaksiat ?

Apakah kita banyak mematuhi ajaran Allah ataukah banyak melanggar atauran Allah ?

Apakah kita ini termasuk orang yang menunaikan shalat fardlu atau malah lalai dalam menunaikan shalat fardlu ?

Apakah diri kita ini termasuk golongan orang – orang yang celaka mendapat siksa neraka ?

Rasulullah bersabda :

Utsman bin Hasan bin Ahmad As-Syakir mengatakan:

“Tanda-tanda orang yang akan mendapatkan kecelakaan di akherat kelak ada empat perkara:

1. Terlalu mudah melupakan dosa yang diperbuatnya, padahal dosa itu tercatat di sisi Allah.

Orang yang mudah melupakan dosa ia akan malas bertobat dan mudah mengerjakan dosa kembali.

2. Selalu mengingat (dan membanggakan) atas jasanya dan amal shalihnya, padahal ia sendiri tidak yakin apakah amal tersebut diterima Allah atau tidak.

Orang selalu mengingat jasanya yag sudah lewat ia akan takabur dan malas untuk berbuat kebajikan kembali di ahri-hari berikutnya.

3. Selalu melihat ke atas dalam urusan dunia.

Artinya ia mengagumi sukses yang dialami orang lain dan selalu berkeinginan untuk mengejar sukses orang tersebut.

Sehingga hidupnya selalu merasa kekurangan.

4. Selalu melihat ke bawah dalam urusan agama.

Akibat ia akan merasa puas dengan amalnya selama ini, sebab ia hanya membandingkan amalnya dengan amal orang lain di bawah dia.***

Sabtu, 16 Juni 2018

Jalur ke Puncak Macet, Lewatlah Jonggol Bila Hendak ke Cianjur

Bogor - Di H+2 lebaran ini, jalur menuju Puncak, Bogor, Jawa Barat macet. Terjadi antrean kendaraan sepanjang 2 km lebih di exit Tol Ciawi, dimulai di interchange Bogor sejak pukul 06.30 WIB tadi.

"Untuk mengurangi kepadatan tersebut satuan lalu lintas Polres Bogor memberlakukan sistem satu arah lebih cepat dari jadwal biasanya yakni dilaksanakan pada jam 07.00 WIB.

Yang biasanya jam 07.30 WIB," kata Kasat Lantas Polres Bogor Kompol Hasby Ristama dalam keterangan tertulisnya, Minggu (17/6/2018).

Sudah ada 38.716 mobil yang masuk ke Puncak sejak Sabtu (16/6) kemarin hingga pagi ini.

Mayoritas mobil adalah kendaraan pribadi.

Sejumlah titik macet muncul di jalur Bogor Puncak arah Cianjur, yakni di Simpang Pasir Muncang, Simpang Pasir Angin, Simpang Mega Mendung, Simpang Taman Wisata Matahari, Simpang Taman Safari, dan Simpang Warung Kaleng.

Polisi melakukan kanalisasi jalur yg ingin menuju Sukabumi agar dapat mengambil jalur paling kanan, karena antrian kepuncak cukup panjang.

( Yachya Yusliha )

Bunbin Bandung Bidik 120 Ribu Pengunjung Selama Libur Lebaran

Bandung - Kebun Binatang (Bunbin) Bandung masih menjadi tujuan wisata andalan masyarakat.

Tidak hanya melihat-lihat ragam satwa, wisatawan juga bisa menggelar tikar untuk makan bersama keluarga di bawah pohon rindang.

Setiap tahunnya Bunbin Bandung selalu disesaki pengunjung saat libur Lebaran. Seperti yang terlihat pada Sabtu (16/6/2018) atau hari kedua Lebaran, ribuan orang silih berganti mendatangi salah satu hutan kota ini.

Setiap sudut kandang satwa didatangi oleh para pengunjung berbagai usia mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Tidak hanya melihat-lihat, terkadang pengunjung seolah-olah mencoba berinteraksi dengan satwa.

Salah seorang pengunjung Hedi Kurniwan (38) mengatakan sengaja memboyong dua orang anaknya untuk berkunjung ke Bunbin Bandung.

Selain berlibur, tujuannya untuk mengedukasi anak-anaknya.
"Lengkap ya di sini (Bunbin). Bisa liburan sekalian edukasi anak-anak juga.

Mereka jadi tahu macam-macam satwa kan," ucap warga Cimahi ini. (Yachya yusliha)

Jumat, 15 Juni 2018

HATI HATI MAKAN SETELAH LEBARAN

Bandung - Makanan berlimpah dan enak saat perayaan Idul Fitri kadang membuat kalap.

Namun di balik nikmatnya hidangan lebaran patut diwaspadai akan berbagai penyakit ringan hingga berat yang bisa mucul atau kambuh setelahnya.

"Biasanya ada pola penyakit khas setelah lebaran ini. Karena menu yang dimakan kebanyakan daging, jeroan, santan dan gula," ujar Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Bandung Rosye Arosdiani Apip saat berbincang  belum lama ini.

Rosye mengatakan kebiasaan warga saat lebaran adalah sangat jarang menyajikan makanan berupa sayur-sayuran dan buah-buahan.

Tentu saja hal itu akan sangat berpengaruh pada kondisi tubuh setelah berpuasa selama satu bulan sebelumnya.

Salah satu yang paling sering terjadi adalah gangguan pencernaan.

Sebab selama berpuasa pola makan akan sangat teratur dan tidak berlebihan.

Sementara saat lebaran pola makan akan banyak berubah.
"Jadi bisa saja perut itu akan kaget karena segala makanan dimasukkan.

Belum lagi makanan tidak habis biasanya diangetin berhari-hari.

Akibatnya bisa diare," katanya.
Selain diare, penyakit yang perlu diwaspadai adalah hipertensi karena terlalu banyak mengkonsumsi santan dan lemak.

Atau penyakit diabetes akibat banyak mengkonsumsi minuman yang manis.

"Biasanya kan tensi langsung tinggi, pusing. Atau bisa saja karena pengaruh cuaca pilek dan batuk sering terjadi setelah lebaran," ujarnya.

Ia berharap dalam momen lebaran ini masyarakat tetap menjaga asupan agar tidak mengganggu kesehatan selama menikmati masa libur lebaran yang cukup panjang. Salah satunya dengan mengkonsumsi sayuran dan buah, juga banyak meminum air putih.

Tidak kalah pentingnya, kata Rosye, saat lebaran ini masyarakat diharapkan tetap menjaga fisik dengan berolahraga.

Minimal dengan melakukan berbagai gerakan ringan seperti pushup, shitup atau jalan santai.

"Perlu diingat juga istirahat cukup selama enam hingga delapan jam sehari.

Dan kalau memang terasa sakit jangan dinanti-nanti, lebih baik segera ke pelayanan kesehatan," ujar Rosye. (Yachya Yusliha)

Kamis, 14 Juni 2018

1.200 Aparat Kawal Malam Takbiran, Polisi: Bandung Kondusif

Bandung - Sebanyak 1.200 personel gabungan melakukan pengamanan khusus untuk malam takbiran menyambut Lebaran Idul Fitri 2018.

Personel yang terdiri dari Polisi, TNI dan unsur pemerintahan disebar di seluruh titik kumpul dan keramaian di Kota Bandung.

Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo memastikan hingga Kamis (14/6/2018) malam pukul 22.00 WIB, situasi takbiran berjalan kondusif dengan pengamanan personel gabungan.

"Kita tempatkan personel di tempat takbiran seperti Gasibu, Pusdai dan Alun-alun Bandung.

Termasuk penempatan di pusat keramaian dan perbelanjaan. Bandung kondusif," ujar Hendro di Pospam Ops Ketupat 2018 Cikapayang, Kota Bandung.

Menurut Hendro, aparat gabungan terus memantau dan menjaga Bandung tetap aman. "Namun demikian kita maksimal memberikan rasa aman dan nyaman," katanya.

Disinggung soal batas pelaksanaan takbir keliling, Hendro mengatakan sebenarnya tidak ada.

Hanya saja ia mengimbau warga yang konvoi takbiran membubarkan diri pada Jumat 15 Juni dinihari sekitar pukul 1.00 WIB.

"Kita harapkan pukul satu dini hari sudah selesai. Karena paginya kan melaksanakan salat Id," ujar Hendro.

Pantauan wartawan , malam takbiran di Kota Bandung cukup kondusif. Bahkan sejumlah ruas jalan yang biasa terjadi kemacetan relatif terkendali dan hanya mengakibatkan kepadatan.

Kepadatan terjadi di beberapa pusat keramaian seperti sekitaran Gasibu, Alun-alun Bandung dan Alun-alun Ujungberung. Sementara beberapa jalan besar seperti Jalan Ir H Djuanda (Dago) dan Jalan LL RE Martadinata (Riau) ramai lancar.

Senin, 11 Juni 2018

Hasil ibadah puasa

Keseimbangan dalam Hidup
Pada bulan puasa kita dilatih untuk kembali mengingat dan melaksanakan seluruh kewajiban tersebut dengan imbalan pahala yang dilipatgandakan.

Jangan hanya memikirkan hal duniawi seperti pekerjaan, hawa nafsu dan lain-lain saja sehingga melupakan kewajiban karena pada hakikatnya hamba Allah di perintahkan untuk beribadah.

Mempererat Silaturahmi
Persaudaraan sesama muslim terlihat jelas saat memasuki Bulan Ramadhan karena sebagian orang ada yang memberikan tajil saat bukaan puasa secara gratis, sholat bersama di masjid dan diskusi keagamaan yang dilaksanakan di Masjid.

Setiap Kegiatan Mulia Merupakan Ibadah

Setiap kegiatan mulia yang dilakukan pada Bulan Ramadhan merupakan ibadah.

Misalnya melangkah kaki menuju masjid, menolong orang, berbuat adil pada manusia, tersenyum pada saudara, membuang duri di jalan, sampai tidurnya orang puasa ibadah, sehingga segala sesuatu dapat dijadikan ibadah.

Sehingga kita dapat terbiasa hidup dalam berbuat kebaikan agar tetap bernilai ibadah .

Berhati-hati Dalam Berbuat
Puasa Ramadhan akan sempurna dan tidak sia-sia apabila selain menahan lapar dan haus saja, namun kita menghindari keharaman mata, telinga, perkataan dan perbuatan.

Latihan ini dapat memberikan efek positif bagi kita selain dibulan Ramadhan.

Setelah Bulan Ramadhan berakhir kita dapat menghindari hal-hal yang dapat menimbulkan dosa seperti bergunjing, berkata kotor, berbohong, memandang yang dapat menimbulkan dosa, dan lain sebagainya.

Berlatih Lebih Tabah

Berpuasa di bulan Ramadhan membuat kita membiasakan diri untuk menahan emosi.

Misalnya marah-mara, berburuk sangka ataupun misalnya ada orang yang menggunjingkan kita, atau mungkin meruncing pada fitnah, tetapi kita tetap sabar karena kita dalam keadaan puasa.
Melatih Hidup Sederhana
Berpuasa melatih kita untuk hidupsederhana, karena ketika waktu berbuka puasa tiba, minum dan makan sedikit saja telah membuat kita merasakan kenikmatan berbuka puasa sehingga kebiasaan untuk memakan makanan yang banyak dapat dikurangi.

Melatih Untuk Bersyukur

Memakan saat berbuka dan saat sahur menjadikan kita lebih mensykuri nikmat yang kita miliki saat tidak berpuasa.

Sehingga kita dapat menjadi pribadi yang lebih mensyukuri nikmat Allah SWT.

Demikianlah tadi beberapa hikmah yang dapat diambil dalam melaksanakan ibadah puasa Ramadhan, semoga bermanfaat yang prelovers infonya untuk kalian yang mau mempersiapakan Bulan Ramadhan menjadi lebih bermakna.

Minggu, 10 Juni 2018

Khutbah jumat ahlak rosul

ﺇِﻥّ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪَ ِﻟﻠﻪِ ﻧَﺤْﻤَﺪُﻩُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻌِﻴْﻨُﻪُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُﻩُ ﻭَﻧَﻌُﻮْﺫُ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﻣِﻦْ ﺷُﺮُﻭْﺭِ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻨَﺎ

ﻭَﺳَﻴّﺌَﺎﺕِ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟِﻨَﺎ ﻣَﻦْ ﻳَﻬْﺪِﻩِ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓَﻼَ ﻣُﻀِﻞّ ﻟَﻪُ
ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﻀْﻠِﻞْ ﻓَﻼَ ﻫَﺎﺩِﻱَ ﻟَﻪُ

ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻّ ﺍﻟﻠﻪُ ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥّ ﻣُﺤَﻤّﺪًﺍ ﻋَﺒْﺪُﻩُ ﻭَﺭَﺳُﻮْﻟُﻪ
ُ
ﺍَﻟﻠﻬُﻢّ ﺻَﻞّ ﻭَﺳَﻠّﻢْ ﻋَﻠﻰ ﻣُﺤَﻤّﺪٍ ﻭَﻋَﻠﻰ ﺁﻟِﻪِ ﻭِﺃَﺻْﺤَﺎﺑِﻪِ ﻭَﻣَﻦْ ﺗَﺒِﻌَﻬُﻢْ ﺑِﺈِﺣْﺴَﺎﻥٍ ﺇِﻟَﻰ ﻳَﻮْﻡِ ﺍﻟﺪّﻳْﻦ .

ﻳَﺎﺃَﻳّﻬَﺎ ﺍﻟّﺬَﻳْﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮْﺍ ﺍﺗّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠﻪَ ﺣَﻖّ ﺗُﻘَﺎﺗِﻪِ ﻭَﻻَ ﺗَﻤُﻮْﺗُﻦّ ﺇِﻻّ ﻭَﺃَﻧْﺘُﻢْ ﻣُﺴْﻠِﻤُﻮْﻥَ

Kaum Muslimin, rahimakumullah

Marilah kita senantiasa bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan terus berupaya menjalankan perintah perintahNya dan menjauhi semua laranganNya.

Diantara perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada kita adalah perintah agar kita mengikuti Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam .

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah teladan terbaik bagi kaum Mukminin.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

ﻟَّﻘَﺪْ ﻛَﺎﻥَ ﻟَﻜُﻢْ ﻓِﻲ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺃُﺳْﻮَﺓٌ ﺣَﺴَﻨَﺔٌ ﻟِّﻤَﻦ ﻛَﺎﻥَ ﻳَﺮْﺟُﻮﺍ ﺍﻟﻠﻪَ ﻭَﺍﻟْﻴَﻮْﻡَ ﺍْﻷَﺧِﺮَ ﻭَﺫَﻛَﺮَ ﺍﻟﻠﻪَ ﻛَﺜِﻴﺮًﺍ

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. al-Ahzab: 21)

Untuk meneladani dan mengikuti Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam , kita terlebih dahulu harus mengetahui bagaimana Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam kehidupannya.

Maka pada hari ini, kita akan sedikit saling mengingatkan tentang keagungan pribadi dan akhlak Muhammad Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam .

Semoga dengan mengenal dan terus mengingatnya, kita akan semakin terpacu untuk mengikuti Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam

Kaum Muslimin, rahimakumullah

Pribadi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah pribadi yang sangat agung, yang menjunjung tinggi akhlak mulia.

Akhlak beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memadukan antara pemenuhan terhadap hak Allah, sebagai Rabbnya dan penghargaan kepada sesama manusia.

Dengannya, hidup menjadi bahagia dan akhirnya berubah manis.

Bagaimanakah akhlak Rasulullah itu? Berikut diantaranya:

Muhammad Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah seorang hamba yang banyak sekali bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala atas nikmat-nikmatNya dan sering bertaubat dan beristigfar.

Bahkan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah shalat sampai kedua kaki beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bengkak, sehingga ada yang mengatakan:

ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮْﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ ﻏَﻔَﺮَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻟَﻚَ ﻣَﺎ ﺗَﻘَﺪَّﻡَ ﻣِﻦْ ﺫَﻧْﺒِﻚَ ﻭَﻣَﺎ ﺗَﺄَﺧَّﺮَ ﻗَﺎﻝَ ﺃَﻓَﻠَﺎ ﺃَﻛُﻮْﻥُ ﻋَﺒْﺪًﺍ ﺷَﻜُﻮْﺭًﺍ

“Wahai Rasulullah! Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang telah lewat dan yang datang?”

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan ringan menjawab, “Tidakkah patut aku menjadi hamba yang banyak bersyukur?!”

Meski beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat pandai bersyukur kepada atas segala limpahan nikmat-Nya, beliau
shallallahu ‘alaihi wa sallam tetap saja banyak beristighfar, memohon ampun kepada Allah
Subhanahu wa Ta’ala.

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ﻭَﺍﻟﻠﻪِ ﺇِﻧِّﻰ ﻟَﺄَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُ ﺍﻟﻠﻪَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﻓِﻲ ﺍﻟﻴَﻮْﻡِ ﺃَﻛْﺜَﺮُ ﻣِﻦْ ﺳَﺒْﻌِﻴْﻦَ ﻣَﺮَّﺓ
ً
“Demi Allah! Sesungguhnya aku beristigfar, memohon ampun kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala lebih dari 70 kali dalam sehari.”

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga sangat takut terhadap murka Allah Subhanahu wa Ta’ala jika beliau melihat gumpalan awan, terlihat di wajah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam isyarat seakan tidak suka.

Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah menanyakan hal tersebut, “Wahai Rasulullah ! orang-orang umumnya senang melihat gumpalan awan karena berharap guyuran hujan, sementara engkau terlihat tidak suka.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

ﻳَﺎ ﻋَﺎﺋِﺸَﺔُ ﻭَﻣَﺎ ﻳُﺆْﻣَﻨُﻨِﻲ ﺃَﻥْ ﻳَﻜُﻮْﻥَ ﻓِﻴْﻪِ ﻋَﺬَﺍﺏٌ ﻗَﺪْ ﻋُﺬِّﺏَ ﻗَﻮْﻡُ ﺑِﺎﻟﺮِﻳْﺢ
ِ
“Wahai Aisyah! Adakah yang memberi jaminan kepadaku bahwa tidak ada adzab dibalik awan itu? Karena ada juga kaum yang diadzab dengan menggunakan angin.”

Meski demikian, beliau
shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling berani.

Pada suatu malam penduduk Madinah dikejutkan oleh suara keras, sehingga mereka semua bergegas menuju kearah suara.

Saat mereka sedang berangkat menuju sumber suara, justru mereka berjumpa dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang sedang dalam perjalanan pulang dari sumber suara.

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mendatangi sumber suara sebelum yang lain.

Kaum Muslimin, rahimakumullah

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga seorang yang sangat lembut dan tidak tergesa-gesa.

Suatu ketika beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berjumpa dengan seorang arab badui lalu orang itu menarik selendang yang beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam kenakan di pundak sehingga meninggalkan bekas pada pundak beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam

Lalu orang itu berkata, “Wahai Muhammad, berilah aku sebagian dari harta yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepadamu!”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak marah.

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menoleh dan menyuruh kepada para sahabatnya agar memberikan sesuatu kepada orang ini.

Kisah lain datang dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu yang pernah tinggal dan membantu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam selama 10 tahun, baik dalam perjalanan maupun ketika di rumah.

Anas radhiyallahu ‘anhu menceritakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selama 10 tahun tidak pernah mengatakan ‘Uh’ kepadanya.

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga tidak pernah menyalahkan Anas radhiyallahu ‘anhu terhadap apa yang dilakukan, dengan mengatakan, “Kenapa engkau melakukan ini?” atau terhadap apa yang tidak dilakukan, dengan mengatakan,

“Kenapa engkau tinggalkan?”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah memukul siapapun dengan tangan beliau, meskipun seorang pembantu kecuali dalam kondisi jihad fi sabilillah.

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga tidak pernah melakukan aksi pembalasan terhadap semua perlakuan buruk yang beliau
shallallahu ‘alaihi wa sallam alamai kecuali jika perlakuan buruk tersebut sudah masuk kategori pelanggaran terhadap apa yang diharamkan oleh Allah
Subhanahu wa Ta’ala , maka saat itu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan pembalasan karena Allah Subhanahu wa Ta’ala .

Betapa tinggi serta muli akhlak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
ﻭَ ﺇِﻧَّﻚَ ﻟَﻌَﻠَﻰ ﺧُﻠُﻖٍ ﻋَﻈِﻴْﻢ
ٍ
“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS. al-Qalam: 4)

Kaum Muslimin, rahimakumullah
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam orang yang paling agung, paling mulia dan paling luhur akhlaknya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah melakukan perbuatan nista, tidak pernah mencela dan beliau
shallallahu ‘alaihi wa sallam bukanlah tipe orang yang suka malaknat.

Jika beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam diberi dua pilihan, maka beliau akan memilih yang paling ringan dan mudah selama pilihan yang paling ringan dan mudah itu tidak mengandung dosa.

Jika mengandung dosa, maka beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling jauh darinya.

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga adalah seorang yang sangat dermawan terutama pada bulan Ramadhan.

Kedermawanan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengalahkan angin yang berhembus.

Jika ada yang meminta sesuatu kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam atas nama islam, maksudnya untuk memotivasinya agar masuk, maka pasti beliau akan berikan, meskipun itu besar.

Perhatikanlah ketika Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan sekawanan kambing kepada seorang laki-laki.

Setelah mendapatkan pemberian yang sangat banyak tersebut, orang itu pulang ke kaumnya dan mengatakan:

ﻳَﺎ ﻗَﻮْﻡُ ﺃَﺳْﻠِﻤُﻮْﺍ ﻓَﺈِﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﻳُﻌْﻄِﻴْﻨِﻲ ﻋَﻄَﺎﺀَ ﻣَﻦْ ﻟَﺎ ﻳَﺨْﺸَﻰ ﺍﻟﻔَﺎﻗَﺔ

“Wahai kaumku, masuklah kalian ke agama Islam, karena Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan sesuatu sebagaimana pemberian orang yang tidak takut kemiskinan.”

Kaum Muslimin, rahimakumullah
Akhlak mulia beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berikutnya adalah beliau sangat zuhud terhadap dunia, padahal beliau Rasulullah, utusan Allah Subhanahu wa Ta’ala , Rabb yang maha kaya.

Jika beliau menginginkan dunia, maka pasti beliau bisa mendapatkannya, namun beliau tidak menginginkannya.

Ketika beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam diberikan pilihan antara hidup di dunia semaunya ataukan menemui Rabbnya, beliau
shallallahu ‘alaihi wa sallam memilih untuk menemui Rabbnya, maksudnya meninggal.

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah menahan lapar selama berhari-hari, karena tidak memiliki makanan yang bisa digunakan untuk mengganjal perut.

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggalkan dunia ini tanpa meninggalkan harta warisan berupa emas, perak maupun binatang ternak.

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya meninggalkan senjata dan baju besi beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam yang digadaikan kepada seorang Yahudi untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Subhanallah, bagaimanakah dengan kita ?! padahal beliau adalah Rasulullah, yang pasti terjaga dan tidak akan terperdaya oleh dunia.

ﺃَﻗُﻮْﻝُ ﻗَﻮْﻟِﻲ ﻫَﺬَﺍ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُ ﺍﻟﻠﻪَ ﻟِﻲ ﻭَﻟَﻜُﻢْ ﻭَﻟِﺴَﺎﺋِﺮِ ﺍﻟﻤُﺴْﻠِﻤِﻴْﻦَ ﻭَﺍﻟﻤُﺴْﻠِﻤَﺎﺕِ ﻓَﺎﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻭْﻩُ ﺇِﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺍﻟﻐَﻔُﻮْﺭُ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴْﻢُ

KHUTBAH KEDUA :

ﺃَﺣْﻤَﺪُ ﺭَﺑِّﻲ ﻭَﺃَﺷْﻜُﺮُﻩُ ، ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻟَﺎ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠﻪُ ﻭَﺣْﺪَﻩُ ﻟَﺎ ﺷَﺮِﻳْﻚَ ﻟَﻪُ، ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻧَﺒِﻴَﻨَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٌ ﻋَﺒْﺪُﻩُ ﻭَﺭَﺳُﻮْﻟُﻪ
ُ
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai pemimpin juga sangat perhatian dengan umatnya.

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam kadang jalan untuk melihat dari dekat keadaan para janda dan orang-orang miskin.

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam penuhi panggilan atau undangan mereka dan jika mampu, beliau
shallallahu ‘alaihi wa sallam memenuhi kebeutuhan mereka.

Pergaulan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak hanya sebatas orang-orang dewasa saja, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam terkadang mendatangi dan mengucapkan salam kepada anak-anak kecil serta mencandai mereka.

Namun perlu diingat bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah mengucapkan perkataan dusta, meski sedang bercanda.

Pernah ada yang mengatakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :

ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮْﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ ﺇِﻧَّﻚَ ﺗُﺪَﺍﻋِﺒُﻨَﺎ ﻗَﺎﻝَ ﺇِﻧِّﻲ ﻟَﺎ ﺃَﻗُﻮْﻝُ ﺇِﻟَّﺎ ﺣَﻘًﺎ

“Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau mencandai kami,” Beliau
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya saya tidak mengucapkan apapun kecuali yang benar”

Itulah sedikit gambaran akhlak Muhammad Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam , orang yang diutus oleh Allah sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

ﻭَﻣَﺎ ﺃَﺭْﺳَﻠْﻨَﺎﻙَ ﺇِﻟَّﺎ ﺭَﺣْﻤَﺔً ﻟِﻠْﻌَﺎﻟَﻤِﻴْﻦ
َ
“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS. al-Anbiya’: 107)

ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﻣَﻠَﺎﺋِﻜَﺘَﻪُ ﻳُﺼَﻠُّﻮﻥَ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺻَﻠُّﻮﺍ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠِّﻤُﻮﺍ ﺗَﺴْﻠِﻴﻤﺎ
ً
ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠَﻰ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁﻝِ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻛَﻤَﺎ ﺻَﻠَّﻴْﺖَ ﻋَﻠَﻰ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴْﻢَ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁﻝِ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴْﻢَ، ﺇِﻧَّﻚَ ﺣَﻤِﻴْﺪٌ ﻣَﺠِﻴْﺪٌ .

ﻭَﺑَﺎﺭِﻙْ ﻋَﻠَﻰ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁﻝِ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻛَﻤَﺎ ﺑَﺎﺭَﻛْﺖَ ﻋَﻠَﻰ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴْﻢَ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁﻝِ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴْﻢَ، ﺇِﻧَّﻚَ ﺣَﻤِﻴْﺪٌ ﻣَﺠِﻴْﺪٌ .

ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﺍﻏْﻔِﺮْ ﻟَﻨَﺎ ﻭَﻟِﺈِﺧْﻮَﺍﻧِﻨَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺳَﺒَﻘُﻮﻧَﺎ ﺑِﺎﻟْﺈِﻳﻤَﺎﻥِ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺠْﻌَﻞْ ﻓِﻲ ﻗُﻠُﻮﺑِﻨَﺎ ﻏِﻠّﺎً ﻟِّﻠَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﺇِﻧَّﻚَ ﺭَﺅُﻭﻑٌ ﺭَّﺣِﻴﻢ
ٌ
ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺍﻓﺘﺢ ﺑﻴﻨﻨﺎ ﻭﺑﻴﻦ ﻗﻮﻣﻨﺎ ﺑﺎﻟﺤﻖ ﻭﺃﻧﺖ ﺧﻴﺮ ﺍﻟﻔﺎﺗﺤﻴﻦ .

ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺇﻧﺎ ﻧﺴﺄﻟﻚ ﻋﻠﻤﺎ ﻧﺎﻓﻌﺎ ﻭﺭﺯﻗﺎ ﻃﻴﺒﺎ ﻭﻋﻤﻼ ﻣﺘﻘﺒﻼ

ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﺁﺗِﻨَﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﺣَﺴَﻨَﺔً ﻭَﻓِﻲ ﺍﻟْﺂﺧِﺮَﺓِ ﺣَﺴَﻨَﺔً ﻭَﻗِﻨَﺎ ﻋَﺬَﺍﺏَ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ