Kamis, 17 Mei 2018

PUASA YANG SEMPURNA

Saudaraku kaum muslimin, agar puasamu sempurna, sesuai dengan tujuannya, ikutilah langkah-langkah berikut ini:

1. Makan sahurlah, sehingga membantu kekuatan fisikmu selama berpuasa.

Rasulullah r bersabda:

)) ﺗَﺴَﺤَّﺮُﻭْﺍ ﻓَﺈِﻥَّ ﻓِﻲْ ﺍﻟﺴَّﺤُﻮْﺭِ ﺑَﺮَﻛَﺔٌ ((

“Makan sahurlah kalian,
sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat barakah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

)) ﺍﺳْﺘَﻌِﻴْﻨُﻮْﺍ ﺑِﻄَﻌَﺎﻡِ ﺍﻟﺴَّﺤُﻮْﺭِ ﻋَﻠَﻰ ﺻِﻴَﺎﻡِ ﺍﻟﻨَّﻬَﺎﺭِ ﻭَﺑِﻘَﻴْﻠُﻮْﻟَﺔِ ﺍﻟﻨَّﻬَﺎﺭِ ﻋَﻠَﻰ ﻗِﻴَﺎﻡِ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞِ ((

“Bantulah (kekuatan fisikmu) untuk berpuasa di siang hari dengan makan sahur, dan untuk shalat malam dengan tidur siang.” (HR.
Ibnu Khuzaimah dalam shahihnya).

Akan lebih utama jika makan sahur itu diakhirkan waktunya, sehingga mengurangi rasa lapar dan haus.

Hanya saja harus hati-hati, untuk itu hendaknya anda telah berhenti dari makan dan minum beberapa menit sebelum terbit fajar, agar anda tidak ragu-ragu.

1. Segeralah berbuka jika matahari benar-benar telah tenggelam. Rasulullah r bersabda:

)) ﻻَ ﻳَﺰَﺍﻝُ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﺑِﺨَﻴْﺮٍ ﻣَﺎ ﻋَﺠَّﻠُﻮْﺍ ﺍﻟﻔِﻄْﺮَ ﻭَﺃَﺧَّﺮُﻭْﺍ ﺍﻟﺴَّﺤُﻮْﺭَ (( ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ﻭﻣﺴﻠﻢ ﻭﺍﻟﺘﺮﻣﺬﻱ .

“Manusia senantiasa dalam kebaikan, selama mereka menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur.” (HR. Al-Bukhari, Muslim dan At-Tirmidzi).

1. Usahakan mandi dari hadats besar sebelum terbit fajar, agar bisa melakukan ibadah dalam keadaan suci.

2. Manfaatkan bulan Ramadhan dengan sesuatu yang terbaik yang pernah diturunkan di dalamnya, yakni membaca Al-Qur’anul Karim.

Sesungguhnya Jibril alaihis salam pada setiap malam di bulan Ramadhan selalu menemui Nabi r untuk membacakan Al-Qur’an baginya. (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas t).

Dan pada diri Rasulullah r teladan yang baik bagi kita.

1. Jagalah lisanmu dari berdusta, menggunjing, mengadu domba, olok-mengolok serta perkataan mengada-ada. Rasulullah r bersabda:

“Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta maka Allah tidak butuh terhadap puasanya (menahan) dari makan dan minum.” (HR. Al-Bukhari).

1. Hendaknya puasa tidak membuatmu keluar dari kebiasaan.

Misalnya cepat marah dan emosi hanya karena sebab sepele, dengan dalih bahwa engkau sedang puasa.

Sebaliknya, mestinya puasa membuat jiwamu tenang, tidak emosional.

Dan jika anda diuji dengan seorang yang jahil atau pengumpat, jangan anda hadapi dengan perbuatan serupa.

Nasehatilah dia dan tolaklah dengan cara yang lebih baik. Nabi r bersabda:

)) ﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡُ ﺟُﻨَّﺔٌ ﻓَﺈِﺫَﺍ ﻛَﺎﻥَ ﻳَﻮْﻡَ ﺻِﻴَﺎﻡِ ﺃَﺣَﺪِﻛُﻢْ ﻓَﻼَ ﻳَﺮْﻓُﺚُ ﻭَﻻَ ﻳَﺼْﺨَﺐُ ﻓَﺈِﻥْ ﺳَﺎﺑَّﻪُ ﺃَﺣَﺪٌ ﺃَﻭْ ﺷَﺎﺗَﻤَﻪُ ﻓَﻠْﻴَﻘُﻞْ ﺇِﻧِّﻲْ ﺻَﺎﺋِﻢٌ (( ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ﻭﻣﺴﻠﻢ .

“Puasa adalah perisai, bila suatu hari seseorang dari kamu berpuasa, hendaknya ia tidak berkata buruk dan berteriak-teriak.

Bila seseorang menghina atau mencacinya, hendaknya ia berkata: “Sesungguhnya aku sedang puasa.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Ucapan itu dimaksudkan agar ia menahan diri dan tidak melayani orang yang mengumpatnya.

Di samping, juga mengingatkan agar ia menolak melakukan penghinaan dan caci maki.

1. Hendaknya anda selesai dari puasa dengan membawa takwa kepada Allah, takut dan bersyukur pada-Nya, serta senantiasa istiqamah dalam agama-Nya.

2. Hasil yang baik itu hendaknya mengiringi anda sepanjang tahun.

Dan buah paling utama dari puasa adalah takwa.

Sebab Allah berfirman: “ agar kamu bertakwa.” (Al-Baqarah: 183).

3. Jagalah dirimu dari berbagai syahwat (keinginan), bahkan meskipun halal bagimu.

Hal itu agar tujuan puasa tercapai dan mematahkan nafsu dari keinginan.

Jabir bin Abdillah radhiyallahu anhuma berkata:

)) ﺇِﺫَﺍ ﺻُﻤْﺖَ ﻓَﻠْﻴَﺼُﻢْ ﺳَﻤْﻌُﻚَ ﻭَﺑَﺼَﺮُﻙَ ﻭَﻟِﺴَﺎﻧُﻚَ ﻋَﻦ ﺍﻟﻜَﺬِﺏِ ﻭَﺍﻟﻤَﺂﺛِﻢِ ﻭَﺩَﻉْ ﺃَﺫَﻯ ﺍﻟﺠَﺎﺭِ، ﻭَﻟْﻴَﻜُﻦْ ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﻭَﻗَﺎﺭٌ ﻭَﺳَﻜِﻴْﻨَﺔٌ ﻳَﻮْﻡَ ﺻَﻮْﻣِﻚَ، ﻭَﻻَ ﺗَﺠْﻌَﻞْ ﻳَﻮْﻡَ ﻓِﻄْﺮِﻙَ ﻭَﻳَﻮْﻡَ ﺻِﻴَﺎﻣِﻚَ ﺳَﻮَﺍﺀٌ ((

“Jika kamu berpuasa, hendaknya berpuasa pula pendengaranmu, penglihatanmu dan lisanmu dari dusta dan dosa-dosa.

Tinggalkan menyakiti tetangga, dan hendaknya kamu senantiasa bersikap tenang pada hari kamu berpuasa, jangan pula kamu jadikan hari berbukamu sama dengan hari kamu berpuasa.”

10. Hendaknya makananmu dari yang halal. Jika kamu menahan diri dari yang haram pada selain bulan Ramadhan maka pada bulan Ramadhan lebih utama.

Dan tidak ada gunanya engkau berpuasa dari yang halal, tetapi kamu berbuka dengan yang haram.

11. Perbanyaklah bersedekah dan berbuat kebajikan.

Dan hendaknya kamu lebih baik dan lebih banyak berbuat kebajikan kepada keluargamu dibanding pada selain bulan Ramadhan.

Rasulullah r adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan ketika bulan Ramadhan.

12. Ucapkanlah bismillah ketika kamu berbuka seraya berdoa:

)) ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻟَﻚَ ﺻُﻤْﺖُ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺭِﺯْﻗِﻚَ ﺃَﻓْﻄَﺮْﺕُ، ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺗَﻘَﺒَّﻞْ ﻣِﻨِّﻲْ ﺇِﻧَّﻚَ ﺃَﻧْﺖَ ﺍﻟﺴَّﻤِﻴْﻊُ ﺍﻟﻌَﻠِﻴْﻢُ ((

“Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa, dan atas rezki-Mu aku berbuka.

Ya Allah terimalah daripadaku, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui .”
Tujuan puasa:

Tujuan ibadah puasa adalah untuk menahan nafsu dari berbagai syahwat, sehingga ia siap mencari sesuatu yang menyucikannya.

Yang di dalamnya terdapat kehidupan yang abadi:

mematahkan permusuhan nafsu terhadap lapar dan dahaga serta mengingatkannya dengan keadaan orang-orang yang menderita kelaparan di antara orang-orang miskin.

Menyempitkan jalan setan pada diri hamba dengan menyempitkan jalan aliran makanan dan minuman;

puasa adalah untuk Tuhan semesta alam, tidak seperti amalan-amalan yang lain, ia berarti meninggalkan segala yang dicintai karena kecintaan kepada Allah ta’ala; ia merupakan rahasia antara hamba dengan Tuhannya, sebab para hamba mungkin bisa mengetahui bahwa ia meninggalkan hal-hal yang membatalkan puasa secara nyata, tetapi keberadaan dia meninggalkan hal-hal tersebut karena sembahannya, maka tak seorangpun manusia yang mengetahuinya, dan itulah hakikat puasa.

Petunjuk Rasulullah r dalam berpuasa:

Petunjuk puasa dari Nabi r adalah petunjuk yang paling sempurna, paling mengena dalam mencapai maksud, serta paling mudah penerapannya bagi segenap jiwa.

Di antara petunjuk puasa dari Nabi r pada bulan Ramadhan adalah:
Memperbanyak melakukan berbagai macam ibadah.

Dan jibril Alaihis salam senantiasa membacakan Al-Qur’anul Karim untuk beliau pada bulan Ramadhan.

Beliau juga memperbanyak sedekah, kebajikan, membaca Al-Qur’anul Karim, shalat, dzikir, I’tikaf dan bahka beliau mengkhususkan beberapa macam ibadah pada bulan Ramadhan, hal yang tidak beliau lakukan pada bulan-bulan lain.

Nabi r menyegerakan berbuka dan menganjurkan demikian, beliau makan sahur dan mengakhirkannya, serta menganjurkan dan memberi semangat orang lain untuk melakukan hal yang sama.

Beliau menghimbau agar berbuka dengan kurma, jika tidak mendapatkannya maka dengan air.

Nabi r melarang orang yang berpuasa dari ucapan keji dan caci maki.

Sebaliknya beliau memerintahkan agar ia mengatakan kepada orang yang mencacinya “Sesungguhnya aku sedang berpuasa.”

Beliau melakukan perjalanan di bulan Ramadhan, terkadang beliau meneruskan puasanya dan terkadang pula berbuka.

Dan membiarkan para sahabatnya memilih antara berbuka atau berpuasa ketika dalam perjalanan.

Beliau r pernah mendapatkan fajar dalam keadaan junub sehabis menggauli isterinya maka beliau segera mandi setelah terbit fajar dan tetap berpuasa.

Termasuk petunjuk Nabi r adalah membebaskan dari qadha puasa bagi orang yang makan atau minum karena lupa, dan bahwasanya Allah-lah yang memberinya makan dan minum.

Dan dalam riwayat shahih disebutkan bahwa beliau bersiwak dalam keadaan puasa.

Imam Ahmad meriwayatkan bahwasanya Rasulullah r menuangkan air di atas kepalanya dalam keadaan puasa.

Beliau juga melakukan istinsyaq (menghirup air ke dalam hidung) serta berkumur dalam keadaan puasa.

Tetapi beliau melarang orang berpuasa melakukan istinsyaq secara berlebihan

Yd1jni

Selasa, 15 Mei 2018

Hikmah Menjalankan Puasa Ramadhan

Puasa ramadhan ,dilakukan bukan hanya bertujuan untuk menahan lapar dan haus , akan tetapi dengan berpuasa ramadhan seseorang yang melakukan harus benar -benar mampu menahan dan mengendalikan hawa nafsunya .

Serta harus menjalankan ibadah yang menjadi kewajibannya juga , seperti shalat , zakat , dzikir , membaca al-qur’an , membantu antar sesama dan berbuat baik kepada sesama apapun itu bentuknya .

Dan tujuan utama dari melakukan puasa yaitu supaya orang tersebut dapat menjadi seseorang yang bertaqwa .

Seperti yang dijelasakan Allah swt dalam QS. Al-Baqarah ayat 183 :

Dengan demikian , maka hikmah dan manfaat dari menjalankan puasa ramadhan bagi yang menjalankannya adalah:

1. Melatih diri Untuk menjadi pribadi yang Lebih tabah dan sabar
Di bulan ramadhan , seperti yang telah di bahas sebelumnya bahwasannya , kita menjalankan puasa bukan sekedar menahan lapar dan haus .

Akan tetapi dengan kita melakukan puasa ramadhan maka kita akan di latih untuk terbiasa dapat menahan amarah , serta tidak berburuk sangka terhadap orang lain .

Dan kita juga akan terbiasa untuk bersabar menghadapi sesuatu , tidak mudah untuk terpancing oleh omongan – omongan orang lain tentang diri kita .

Maka , dengan demikian kita dapat menjadi pribadi yang sabar dan tabah bukan hanya di bulan ramadhan , namun di bulan – bulan selanjutnya .

2. Tercapainya derajat ketaqwaan seseorang

Dengan menjalankan ibadah puasa , maka seseorang akan menjalankan kebaikan – kebaikan seperti yang Allah swt perintahkan dan menjauhi semua larangan Allah swt .

Dengan demikian , maka dengan menjalankan ibadah puasa maka seseorang mampu menjadi pribadi yang lebih bertaqwa lagi kepada Allah swt .

Dan di bulan ramadhan juga , kita sebagai orang muslim yang menjalankan ibadah puasa akan merasa selalu di awasi oleh Allah swt ,

semangat untuk melakukan hal – hal yang diperintahkan oleh Allah swt serta lebih mendekatkan diri kepada Allah swt .

Maka dari itu , hikamah dari berpuasa ramadhan adalah menjadikan seseorang bertaqwa kepada Allah swt .

3. Melatih seseorang menjadi lebih menghargai waktu ( lebih disiplin )
Seseorang yang menjalankan puasa , maka hidupnya akan lebih teratur . Sebagai contoh kita yang tidak terbiasa bangun pagi , dengan menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan maka kita akan lebih teratur bangun pagi untuk menjalankan makan sahur .

Dan bagi yang makannya tidak teratur dengan puasa makannya akan teratur yaitu ketika sahur dan berbuka puasa .

Dengan terbiasanya bangun pagi , maka di bulan – bulan selanjutnya hidupnya akan teratur dan yang pasti tidak malas untuk bangun pagi .

4. Melatih seseorang menjadi lebih Bersyukur

Disaat kita menjalankan ibadah puasa , kita hanya makan dua kali di saat berbuka puasa dan waktu sahur .

Dengan demikian , maka kita akan lebih merasa bersyukur dengan apa yang kita makan selama ini ketika kita tidak berpuasa .

Dengan demikian rasa syukur itu akan muncul pada diri seseorang tersebut .

5. Menjadikan seseorang Lebih pedulli terhadap sesama

Sesama muslim adalah saudara .

Dan ikatan itu di bulan ramadhan sangat terjalin dengan erat .

Hal ini dapat kita lihat dari beberapa contoh diantaranya adalah :

Memberi makan tajil untuk berbuka , secara cuma – cuma ( berbuka puasa gratis )
Shalat berjama’ah
Saling berbagi ilmu agama
Dan kebiasaan ini , akan terjalin dan terbiasa di bulan – bulan di luar bulan ramadhan .

6. Mempererat silaturahmi
Dengan kita menjalankan ibadah puasa , dan kita setiap malam menjalankan shalat tarawih secara berjama’ah dan mengaji di masjid .

Maka dengan adanya kegiatan seperti itu setiap hari dan menjadikan setiap hari bertemu , maka yang awalnya tidak pernah bertemu menjadi bertemu yang biasanya tidak akrab menjadi akrab .

Dan kebiasaan ini juga akan berlanjut di bulan – bulan di luar bulan ramadhan .

7. Semua hal yang dilakukan adalah ibadah

Semua hal atau perbuatan baik bernilai ibadah .

Apalagi di bulan ramadhan , bulan di mana pahala kita di lipatgandakan .

Dengan membiasakan diri di bulan ramadhan untuk berbuat baik , maka kita akan terbiasa di hari – hari di bulan di luar bulan ramadhan .

8. Membiasakan diri untuk berhati – hati dalam berbuat

Dengan menjalankan ibadah puasa , maka kita akan menghidari hal – hal yang dapat mengurangi pahala puasa kita yaitu dengan menjaga lisan , perbuatan dan hati .

Dengan demikian setelah kita membiasakan diri berbuat baik di bulan ramadhan , kita akan terbiasa serta akan berhati – hati dalam bertindak .

Karena ingat bahwa Allah swt mengetahui semua hal yang kita kerjakan .

9. Melatih diri untuk Hidup sederhana

Ketika kita makan di waktu berbuka , pasti kita akan merasakan betapa nikmatnya berbuka puasa tersebut walaupun berbuka hanya dengan air putih dan sesuap nasi .

Dengan merasakan hal itu , pasti kita akan sadar dan kita akan lebih menghargai makanan serta akan melatih diri kita untuk lebih sederhana dalam hidup .

Karena sesungguhnya Allah swt tidak menyukai dengan hal yang berlebihan .

Dan lebih menyukai hal yang sederhana .

10. Menunjukkan Keseimbangan Hidup

Berpuasa , adalah bentuk ibadah seorang hamba kepada Allah swt .

Dan sesungguhnya Ibadah adalah kewajiban kita sebagai manusia sebagi seorang hamba Allah swt .

Dengan menjalankan puasa di bulan ramadhan , maka kita telah menjalankan kewajiban untuk bekal kelak di akhirat .

Serta keseimbangan hidup kita yaitu kebutuhan dunia dan akhirat , dengan kata lain dengan berpuasa maka kita telah menjalankan kebutuhan akhirat dan sejenak meninggalkan kebutuhan dunia .

Karena kebutuhan dunia jika akan di ikuti bakal tidak ada ujungnya atau dengan kata lain kepuasan dari diri manusia tidak ada ujungnya .

Namun yang perlu di ingat kepentingan dunia dan akhirat harus seimbang .

11. Setiap ibadah , memiliki tujuan
Semua hal yang kita lakukan , pasti memiliki tujuan dan maksud .

Begitupun dengan ibadah puasa , kita menjalankan ibadah puasa dengan tujuan untuk melatih diri supaya tidak melakukan perbuatan – perbuatan yang di larang oleh Allah swt .

Serta melatih diri untuk lebih bertaqwa kepada Allah swt .

12. Menjadi pribadi yang lebih baik
Ketika menjalankan ibadah puasa , kita harus menghindari perbuatan – perbuatan yang dapat mengurangi pahala puasa .

Siapa sih yang menginginkan pahala puasa kita berkurang dan hanya mendapat rasa lapar dan haus .

Tentu tidak bukan ? Maka kita harus dapat mengontrol emosi , serta perbuatan – perbutan yang buruk .

Dan seharusnya , walaupun kita telah tidak berada di bulan ramadhan hendaknya kebaikan – kebaikan yang dilakukan di bulan ramadhan tetap berlanjut di bulan selanjutnya .

Dan berubah menjadi pribadi yang lebih baik .

13. Hikmah puasa dalam bidang kesehatan

Selain secara syar’i , puasa juga memiliki hikmah di bidang kesehatan .

Hikmah atau manfaat yang dapat di dapat di bidang kesehatan antara lain yaitu :

Mengurangi tekanan darah
Mengurangi kadar diabetes
Mengurangi berat badan
Mengurangi resiko stuk
Sebagai obat magh

Namun , walaupun berpuasa dapat bermanfaat dalam kesehatan kita harus mengutamakan hikmah yang paling utama yaitu hikmah secara syar’i atau seperti yang telah di jelaskan nomor 1 sampai dengan 12 .

Subhanallah . . . .Begitu banyak hikmah dari menjalankan ibadah puasa ramadhan .

Jadi , masa iya kita akan menyianyiakan kesempatan emas untuk mendapat pahala serta mendapat tubuh yang sehat .

Tentu tidak bukan ? atau adakah yang masih bermalas – malasan untuk tidak mengerjakan puasa ramadhan serta kewajiban yang lain ?

Jika masih ada , berarti anda menginginkan menjadi orang yang rugi .

Semoga dengan penjelasan di atas mengenai hikmah menjalankan puasa ramadhan dan manfaatnya , kita dalam menjalankan ibadah puasa di tahun ini menjadi pribadi yang lebih baik serta menjadi muslim yang berada dalam lindungan Allah swt serta mendapat keberkahan dariNya .

Dan semoga dengan penjelasan di atas kita akan lebih semangat lagi dalam menjalankan ibadah puasa . Amin

YD1JNI

30 RAHASIA DIBALIK 30-HARI DI MALAM BULAN RAMADHAN

30 RAHASIA DIBALIK 30-HARI DI MALAM BULAN RAMADHAN

Oleh Ustadz Yachya Yusliha.

Bismillahirrahmanirrahim…

ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺻﻞ ﻭﺳﻠﻢ ﻋﻠﻰ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﺍﻟﻔﺎﺗﺢ ﻟﻤﺎ ﺍﻏﻠﻖ ﺍﻟﺨﺎﺗﻢ ﻟﻤﺎ ﺳﺒﻖ ﻧﺎﺻﺮ ﺍﻟﺤﻖ ﺑﺎﻟﺤﻖ ﻭﺍﻟﻬﺎﺩﻯ ﺍﻟﻰ ﺻﺮﺍﻃﻚ ﺍﻟﻤﺴﺘﻘﻴﻢ ﻭﻋﻠﻰ ﺍﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ ﺣﻖ ﻗﺪﺭﻩ ﻭﻣﻘﺪﺍﺭﻩ ﺍﻟﻌﻈﻴﻢ

Dalam kitab durratunnashihiin karangan al imam as-syekh ustman bin hasan bin ahmad as-syakir ra.
Diterangkan bahwa Rasulullah saw. Menjelaskan pahala orang yang melaksanakan shalat tarawih dibulan ramadhan selama 30 hari dari tangal 1 ramadhan hinga tangal 30,
yakni:

1. Malam pertama, akan diampuni dosanya seperti baru dilahirkan oleh ibunya

2. Malam kedua Diampuni segala dosa ibu dan bapaknya

3. Malam ketiga Malaikat akan Berkata “mulailah Kmu beramal sholeh karena dosa2mu telah diampuni Allah

4. Malam ke empat Mendapat pahala membaca kitab taurat, zabur, injil dan al qur’an

5. Malam ke lima Mendapat pahala shalat di masjidil haram, masjidil aqso dan masjd nabawi

6. Malam ke enam Mendapat pahala thowaf di baitul ma’mur dan mendapat istighfar dari batu2 dan pasir yang ada didunia

7. Malam ke tujuh Mendapat pahala perang bersama Nabi musa as melawan fir’aun dan haman

8. Malam ke delapan Mendapat pahala yang didapat oleh nabi ibrahim as

9. Malam kesembilan Mendapat pahala seperti ibadah nabi muhammad saw.

10. Malam ke sepuluh Mendapat rizki dunia dan rizki akhirat

11. Malam kesebelas Keluar dari dunia tanpa dosa

12. Malam ke duabelas Dihari qiyamat seperti bulan purnama

13. Malam ketiga belas Dihari kiamat aman daripada azab

14. Malam ke empat belas Dihari kiamat tiada hisab baginya

15. Malam ke lima belas Mendapat istghfar dari malaikat ‘arsy dan malaikat kursi

16. Malam ke enam belas Selamat dari neraka dan selamat masuk syurga

17. Malam ketujuh belas Mendapat pahala ibadah nabi terdahulu

18. Malam ke delapan belas Mendapat ridho allah baginya dan bagi ibu dan bapaknya

19. Malam ke sembilan belas Diangkat derajatnya pada syurga firdaus

20. Malam keduapuluh Mendapat pahala syuhada dan sholihin

21. Malam keduapuluh satu Disediakan baginya istana nur disyurga

22. Malam keduapuluh dua Tidak akan bingung dihari kiamat

23. Malam keduapuluh tiga Disediakan kota didalam syurga

24. Malam ke dua puluh empat Mendapat 24 doa mustajab

25. Malam keduapuluh lima Tidak akan mendapat azab kubur

26. Malam keduapuluh enam Mendapat pahala shalat 40 tahun

27. Malam keduapuluh tujuh Melewati jembatan shirotol mustaqim seperti kilat

28. Malam keduapuluh delapan Mendapat 1000 derajat didalam syurga

29. Malam kedua puluh sembilan Mendapat pahala 1000 kali haji

30. Malam ketiga puluh Allah berfirman :

“Wahai hambaku makanlah dari buah surga, mandilah dari air sungai salsabilah, minumlah dari sungai kautsar, akulah tuhanmu dan sunguh engkau adalah hambaku.

Tambahan sedikit tentang amalan membaca surat Al Fath (surat ke 48 Al Qur’an ).

Yang dilakukan setelah shalat sunnah ba’da maghrib pada malam pertama bulan romadhon ya’ni:

Dalam kitab Kanz an-Najaah wa as Surur fi ad-Ad’iyah al- Ma`tsurah allati Tasyrah ash-Shuduur karya Syeikh ‘Abdul Hamid bin Muhammad ‘Ali bin ‘Abdul Qaadir al-Quddus al-Makki asy Syafie .

Tentang kelebihan membaca surah al- Fath pada malam awal Ramadhan.

Faedah: Membaca Surah al-Fath Pada Malam Awal Ramadhan.

Telah berkata Abu Bakar an-Naisaaburi:

“Aku telah mendengar Muhammad bin ‘Abdul Malik berkata:

Aku telah mendengar Yaziid bin Haaruun berkata:

Aku telah mendengar as-Sam’uudi berkata:

Telah sampai kepadaku bahawa barang siapa membaca ia akan surah al-Fath yakni:

– ﺇﻧّﺎ ﻓﺘﺤﻨﺎ ﻟﻚ ﻓﺘﺤﺎ ﻣﺒﻴﻨﺎ –—-

Pada malam awal (malam pertama) Ramadhan di dalam sholat tatawwu’ (solat sunat), dia berada di dalam penjagaan Allah untuk tahun tersebut.

Maka kaifiyyatnya (tata cra nya):
Dirikanlah sholat sunat apapun (ba’diah Maghrib, Awwabin dan sebagainya) dan bacalah surat al fath setelah selesai melaksanakan shalat sunnah.

Tersebut juga di dalam kitab al Wasaailul asy-Syaafi’ah fi al-Adhkar an-Naafi’ah wa al-Auraad al-Jaami’ah wa ats-Tsimaar al-Yaani’ah wa al Hujub al-Hariizah al-Maani’ah ‘an an-Nabiy karya al-Imam al-‘Allamah as-Sayyid asy-Syarif al-Muhaddits al-Habib Muhammad bin ‘Ali Khirid al-‘Alawi al Husaini at-Tarimi(wafat 960 ﻫـــ) , halaman 474:

Daripada Sayyidina Ibnu umar Ra: Rasul SAW telah bersabda:

“Telah diturunkan kepadaku semalam akan satu surah yang ianya lebih kukasihi daripada segala apa yang terbit matahari atasnya (yakni dunia dan segala isinya), dan disukai agar ianya dibaca pada awal malam bulan Ramadhan.

Maka kalian bacakanlah ia dan ajarkanlah ia kepada anak-anak kalian, insyaAllah mereka tidak akan ditimpa segala musibah.

Maka dari itu, mari kita persiapkan diri kita untuk menyambut bulan yang penuh ampunan, bulan yang mulia yang beberaapa jam lagi kita al hamdulillah akan memasukinya, maka awalilah bulan yang mulia ini dengan awal yang baik dengan membaca hal hal yang baik yang telah diajarkan oleh ulama ulama kita.

Dan berdo’alah dengan memohon taufiq, hidayah dan kekuatan kepada Allah Swt.

Agar kita mampu untuk meningkatkan kualitas ibadah ita dibulan yang mulia ini serta mampu untuk beribadah semaksimal mungkin, karena tanpa taufiq, hidayah dan keuatan dari Allah Swt, maka tidaklah mungkin kita bisa memakmurkan dan menghidupkan bulan yag mulia bulan suci Romadhon dan programlah waktu kita dalam mengisi bulan mulia ini.

Mudah-mudahan kita semua pada bulan ramadhan kali ini dapat istiqomah menjalankan shalat tarawih dengan penuh maksimal, walaupun sunnah tapi sungguh apa yang akan kita raih amatlah besar dan bermanfaat buat kita dan semangtlah serta bergembiralah.

Terkahir kalam dari al faqir, mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar- besarnya karena al faqir orang yang banyak bicara yang pastinya mempunyai kesalahan dan dosa kepada saudaraku semuanya.

Al’afu, semoga hal ini bisa bermanfaat untuk kita semua. Wallahu ‘alam

ﻭﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﺳﻴﺪ ﻧﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺍﻻﻣﻲ ﻭﻋﻠﻰ ﺍﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ ﻭﺳﻠﻢ , ﻭﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﺭﺏ ﺍﻟﻌﺎ ﻟﻤﻴﻦ

Terimakasih…Terimakasih…Terimakasih.

Yd1jni

Minggu, 13 Mei 2018

Perilaku Terpuji Husnuzan

Perilaku Terpuji Husnuzan
Pengertian Husnuzan
Husnuzan secara bahasa berarti “berbaik sangka” lawan katanya adalah su’uzan yang berarti berburuk sangka atau apriori dan sebagainya.

Husnuzan adalah cara pandang seseorang yang membuatnya melihat segala sesuatu secara positif, seorang yang memiliki sikap husnuzan akan mepertimbangkan segala sesuatu dengan pikiran jernih, pikiran dan hatinya bersih dari prasangka yang belum tentu kebenaranya.

Macam Macam Perilaku Husnuzan
Secara garis besar Husnuzan dapat dibagi menjadi tiga macam, yaitu :

1. Husnuzan kepada Allah, ini dapat ditunjukan dengan sifat tawakal, sabar dan ikhlas dalam menjalani hidup.

Cara menunjukkan sikap husnuzan kepada Allah swt adalah :

a. Senantiasa taat kepada Allah.
b. Bersyukur apabila mendapatkan kenikmatan.
c. Bersabar dan ikhlas apabila mendapatkan ujian serta cobaan.
d. Yakin bahwa terdapat hikmah di balik segala penderitaan dan kegagalan.

2. Husnuzan kepada diri sendiri, ditunjukan dengan sikap percaya diri dan optimis serta inisiatif.

Husnuzan kepada diri sendiri adalah sikap baik sangka kepada diri sendiri dan meyakini akan kemampuan dan potensi yang dimiliki.

Husnuzan kepada diri sendiri dapat ditunjukkan dengan sikap gigih dan optimis.

Gigih berarti sikap teguh pendirian, tabah dan ulet atau berkemauan kuat dalam usaha mencapai sesuatu cita-cita.

Sedangkan optimis adalah sikap yang selalu memiliki harapan baik dan positif dalam segala hal.

Manfaat sikap gigih adalah :

1. Membentuk pribadi yang tangguh
2. Menjadikan seseorang teguh pendirian dan tidak mudah terpengaruh
3. Menjadikan seseorang kreatif.
4. Menyebabkan tidak gampang putus asa dan menyerah terhadap keadaan
5. Berinisiatif, artinya pelopor atau langkah pertama atau senantiasa berbuat sesuatu yang sifatnya produktif.

Berinisiatif menuntut sikap bekerja keras dan etos kerja yang tinggi.

Adapun ciri-ciri orang penuh inisiatif adalah kreatif dan tidak kenal putus asa

3. Husnuzan kepada sesama manusia, ditunjukan dengan cara senang, berpikir positif dan sikap hormat kepada orang lain tanpa ada rasa curiga.

Husnuzan kepada sesama manusia adalah sikap yang selalu berpikir dan berprasangka baik kepada sesama manusia.

Sikap ini ditunjukkan dengan rasa senang, berpikir positif dan sikap saling menghormati antar sesama hamba Allah tanpa ada rasa curiga, dengki dan perasaan tidak senang tanpa alasan yang jelas.

Nilai dan manfaat dari sikap Husnuzan kepada manusia mengandung nilai dan manfaat sebagai berikut :

a. Hubungan persahabatan dan persaudaraan menjadi lebih baik.
b. Terhindar dari penyesalan dalam hubungan dengan sesama.
c. Selalu senang dan bahagia atas kebahagiaan orang lain
Membiasakan Perilaku Husnuzan
1. Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan
2. Meningkatkan kualitas dan kuantitas amal soleh
3. Meningkatkan hubungan silaturahmi
4. meningkatkan kualitas ilmu

Hikmah Ber-Husnuzan :
1. Menumbuhkan rasa cinta kepada Allah
2. Menumbuhkan perasaan syukur kepada Allah atas nikmatnya
3. Menumbuhkan sikap sabar dan tawakal
4. Menumbuhkan keinginan untuk mendapat anugerah dan Rahmat Allah dengan cara ikhtiar dan berusaha.

YD1JNI

Renungan pagi

RENUNGAN FAJAR �� 14 Mei 

      السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

                 Firman اللهِ :
           A'uzubillahiminasy
              syaithonirojiim
    "Hai orang2 yang beriman, 
      ber-Taqwalah kepada اللهِ
                      dan
         hendaklah setiap diri
             memperhatikan
              apa yang telah
               diperbuatnya
     untuk hari esok(Akhirat),
                       dan
      ber-Taqwalah kepada اللهِ,
            sesungguhnya اللهِ
            Maha Mengetahui
      apa yang kamu kerjakan"
          (Surat al-Hasyr : 18)

           Maka blla kita esok
           bertolak ke Akhirat 
           berbekalah dengan
           Taqwa, 'Amal Jariah,
    'Amal Ibadah,'Amal Sholeh-
        lainnya yang Maximal
                 dan cukup

               Sahabat2 RF
                         ��
    
                 Firman اللهِ
          A'uzubillahiminasy
             syaithonirojiim
           "Kalau sekiranya
          KAMI menurunkan
               al-Qur'an Ini
      kepada sebuah Gunung,
                pasti kamu
           akan melihatnya
      tunduk terpecah belah
               disebabkan
           Takut kepada اللهِ,
       dan perumpamaan Ini
    KAMI buat untuk Manusia
      supaya mereka berfikir"
        (Surat al-Hasyr : 21)

            Tetapi hati kita
              Belum tentu
         mau Tunduk Patuh
             berserah diri
     pada Peringatan اللهِ Ini
       karena Hati Manusia
               lebih keras
         daripada Gunung.
            Astaghfirallah...

YD1JNI

Selasa, 08 Mei 2018

DEKLARASI

PERHATIAN

Hasil rapat persiapan Deklarasi Pelantikan Sibhara Polrestabes Bandung malam ini, 8 Mei 2018, menyatakan adanya PENGUNDURAN TANGGAL PELAKSANAAN DEKLARASI dari tanggal 12 Mei 2018 MENJADI tanggal 7 JULI 2018, dikarenakan tidak mendapatkan gedung yang akan dijadikan lokasi deklarasi pelantikan Sibhara Polrestabes Bandung.
Untuk perhatiannya Kami ucapkan mohon maaf atas perubahan ini dan kami ucapkan terima kasih.

SALAM SETIA!!!

SEKRETARIS UMUM SIBHARA POLRESTABES BANDUNG

Tembusan :

1. Ketua Sibhara Polrestabes Bandung
2. Ketua Panitia Deklarasi Pelantikan Sibhara Polrestabes Bandung

3 waktu di bulan romadhon

Rasulullah SAW bersabda bahwa pada Bulan Ramadhan dibagi menjadi 3 bagian diantaranya :

(1). Pada 10 hari pertama di Bulan Ramadan adalah Rahmat.

Pada 10 hari itu, banyak sekali rahmat yang diturunkan Allah kepada kita.

Oleh krena itu sebaiknya di 10 hari pertama ini, kita banyak berdoa dan beribadah kepada Allah agar setiap hari kita berada di dalam rahmatNya.

(2) Kemudian 10 hari kedua di Bulan Ramadhan adalah maghfirah, Pada 10 hari kedua bnyak sekali dosa yg diampunkan bila kita bertaubat.

Pada 10 hari kedua hendaklah kita memperbanyak sholat malam, berdoa dan dzikir,serta banyak2 bermuhasabah diri/bertaubat nasuhah.

Karena pada sepuluh hari kedua ini adalah kesempatan kita untuk mengurangi dosa-dosa yang sudah kita perbuat.

Dan hendaknya kita berdoa dan dzikir untuk memohon ampunan Allah agar di ampuni dari dosa-dosa dan di jauhkan dari siksa api neraka.

(3). Dan sepuluh hari terakhir di Bulan Ramadhan adalah penghindaran diri dari siksa api neraka.

Sepuluh hari terakhir inilah kesempatan kita untuk menyucikan diri kita dan banyak2 berdoa agar kita senantiasa dihindarkan dari api neraka.

Pada 10 hari terakhir ini terdapat pula malam lailatul Qadr, yaitu malam yang lebih mulia dari seribu bulan (QS. Al-Qadr).

Oleh karena itu, hendaknya di 10 hari terakhir, kita benar – benar berjuang untuk mendapatkan lailatul Qadr.

Insya Allah mudah2an bisa. Next..Caranya? Banyak.

Yaitu dengan memperbanyak dan memperintens ibadah kita, salah satu caranya adalah dengan itikaf di mesjid

Yd1jni