BREAKING NEWS

Senin, 23 Desember 2019

Daftar 25 Kota di Indonesia yang Dilewati Gerhana Matahari Cincin pada 26 Desember


Muhammad Rayhan
Gerhana Matahari pada Cincin 26 Januari 2009 dipotret dar Anyer.
Penulis: Mela Arnani
 

KOMPAS.com - Fenomena alam gerhana matahari cincin akan melewati beberapa wilayah di Indonesia pada Kamis (26/12/2019) mendatang.

Gerhana matahari cincin (GMC) terjadi ketika matahari, bulan, dan bumi tepat segaris.

Ketika itu, piringan bulan yang teramati dari bumi lebih kecil dibandingkan piringan matahari.

Oleh karena itu, saat puncak gerhana, matahari akan tampak seperti cincin, yakni gelap di bagian tengahnya dan terang di bagian pinggirnya.

Kepala Biro Humas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Akhmad Taufan Maulana, saat dihubungi Kompas.com, Minggu (22/12/2019), membenarkan gerhana matahari cincin akan melewati sejumlah wilayah di Indonesia.

Taufan menjelaskan, fenomena GMC tidak hanya melewati beberapa wilayah Indonesia, melainkan juga melalui Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Oman, India, Srilangka, Samudra India, Singapura, Malaysia, dan Samudra Pasifik.

Baca juga: Gerhana Matahari Cincin Bisa Disaksikan di Indonesia pada 26 Desember, Ini Penjelasan BMKG
GMC pada 26 Desember 2019 dapat diamati di sedikit Afrika bagian timur, seluruh wilayah Asia, Samudra India, Australia bagian utara, dan Samudera Pasifik berupa Gerhana Matahari Sebagian.

Sementara, di Indonesia, GMC akan melewati 25 kota dan kabupaten di Indonesia.

Berikut daftar 25 wilayah di Indonesia yang akan dilewati gerhana matahari cincin:

  • Sinabang
  • Singkil
  • Sibolga
  • Pandan
  • Tarutung
  • Padang Sidempuan
  • Sipirok
  • Gunung Tua
  • Sibuhuan
  • Pasir Pengaraian
  • Dumai
  • Bengkalis
  • Siak Sri Indrapura
  • Selat Panjang
  • Tanjung Pinang
  • Tanjung Balai Karimun
  • Batam
  • Bandan Seri Bentan
  • Mempawah
  • Singkawang
  • Sambas
  • Bengkayang
  • Putussibau
  • Tanjungselor
  • Tanjungredep

Lokasi-lokasi tersebut merupakan daerah yang bisa digunakan sebagai tempat melihat gerhana matahari cincin dalam kondisi penuh.

Fenomena alam GMC diprediksi akan dimulai pukul 12.15 WIB, berupa gerhana matahari sebagian

Diposting oleh Ustadz Yachya Yusliha di 01.53 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Minggu, 22 Desember 2019

Seorang Pria Hilang Diduga Terpeleset ke Bendungan Leuwi Kuray Bandung


(Foto: Istimewa) Seorang pria terpeleset jatuh ke Bendungan Leuwi Kuray, Kabupaten Bandung. 
(Foto: Istimewa) Seorang pria terpeleset jatuh ke Bendungan Leuwi Kuray, Kabupaten Bandung.
Bandung - Seorang warga yang belum diketahui identitasnya diduga jatuh di Bendungan Leuwi Kuray, Desa Parungserab, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung. Korban diduga terpeleset saat melintas di atas bendungan.

"Berdasarkan laporan yang kami terima dari pihak BPBD Kabupaten Bandung, waktu kejadian yaitu pada pukul 8.00 WIB," kata Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Bandung Rudi via pesan singkat, Senin (23/12/2019).

Baca juga:Setya Novanto Dikabarkan Belum Pulang ke Sukamiskin, Kalapas: Hoaks!

Dari informasi sejumlah saksi, korban diduga terpeleset dan terjatuh ketika sedang menyeberang di Bendungan Leuwi Kuray.

"Korban terjatuh ketika sedang menyeberang sekitar pukul 08.00 WIB di Bendungan Leuwi Kuray. Menerima info, Kami memberangkatkan satu Tim Rescue menuju lokasi kejadian," ujar Rudi.

Baca juga:Kisah 'Lubang Jarum' di Gua Lele Tempat 3 Mahasiswa Unsika Tewas

Untuk membantu pencarian, pihaknya menerjunkan 1 Unit Rescue Carrier, 1 Set Pal SAR Air, 2 Set Palsar Selam, 1 Set Pal Alkom dan 1 Set Pal Medis

"Data korban sementara belum diketahui, tim sedang dalam perjalanan," ujar Rudi.
Diposting oleh Ustadz Yachya Yusliha di 22.57 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

11 Rumah di Nyengsered Astanaanyar Bandung Ludes Terbakar

11 Rumah di Nyengsered Astanaanyar Bandung Ludes Terbakar


Minggu, 22 Des 2019 13:19 WIB
(Foto: Istimewa) 11 rumah hangus terbakar di Nyengsered Astanaanyar, Kota Bandung. 
(Foto: Istimewa) 11 rumah hangus terbakar di Nyengsered Astanaanyar, Kota Bandung.
Bandung - Sebanyak 11 rumah hangus terbakar di kawasan Astana Anyar, Kota Bandung. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Rumah yang terbakar itu berada di Jalan Astana Anyar, Gang Pajagalan, RT 05 dan RT 06 RW 3, Kelurahan Nyengsered, Kecamatan Astana Anyar, Kota Bandung. Kebakaran terjadi pada Minggu (22/12/2019) sekitar pukul 08.37 WIB.

"Total ada 11 rumah terbakar yang dihuni total 31 orang," ujar Kabid Pemadaman Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung A Kurnia via pesan singkat.

Baca juga:Diberondong 10 Tembakan, 2 Peluru Bersarang di Kepala Pedagang Kopi

Berdasarkan keterangan saksi, kebakaran berawal dari salah satu rumah warga. Saat api muncul warga mencoba melakukan pemadaman namun tidak berhasil.

"Menurut Bapak RT yang sedang di luar tiba-tiba melihat api sudah besar di rumah Ibu Fanni di lantai 2. Kemudian warga memadamkan dengan alat sederhana dan beberapa warga minta batuan ke Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana," katanya.

11 Rumah di Nyengsered Astanaanyar Bandung Ludes TerbakarFoto: Istimewa
Menerima laporan warga, pihaknya langsung menerjunkan tim ke lapangan. Total ada 14 unit kendaraan terdiri dari 2 unit pancar UPT Selatan, 3 unit tanki, 2 unit pancar dari pusat, 1 unit pancar UPT timur, 1 panca UPT barat, 1 unit quick respon, 1 unit komando PB dan kendaraan pemadam lainnya.

Baca juga:Sejarah Hari Ibu di Indonesia, Seperti Apa Ya?

Selain itu, pihaknya juga dibantu 1 unit ambulans dinas kesehatan, 2 unit ambulans PMI, 1 unit mobil Satpol PP Bandung dan 1 unit Inafis Polrestabes Bandung. "Sekarang pemadaman usai, (tim) balik ke mako," katanya.

Untuk kerugian dan penyebab kebakaran, pihaknya belum bisa memastikan. Saat ini petugas masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab kebakaran. Sampai saat ini tidak ada laporan korban jiwa akibat kejadian tersebut.
Diposting oleh Ustadz Yachya Yusliha di 03.50 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Jumat, 20 Desember 2019

FOTO: Musim Libur Tiba, Jalur Puncak Bogor Macet Parah


Sistem one way telah diberlakukan, sabar ya yang ke Puncak~
  • Sistem one way telah diberlakukan, sabar ya yang ke Puncak~

Jakarta, IDN Times - Jelang Hari Raya Natal dan Perayaan Tahun Baru 2020, masyarakat Jakarta dan sekitarnya menyerbu kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat untuk berlibur. Meningkatnya arus kendaraan ke kawasan tersebut membuat jalur Puncak macet total sejak Sabtu (21/12) pagi.

Polres Bogor telah menerapkan sistem buka tutup lalu lintas dan contraflow, namun antrean panjang kendaraan tak terelakkan. Hingga akhirnya sistem one way atau satu arah untuk kendaraan yang menuju jalur Puncak pun diterapkan.

1. Situasi lalu lintas menuju Ciawi, Puncak, Bogor terpantau padat merayap. Wah, kendaraan seperti lagi parkir di jalanan, ya!

FOTO: Musim Libur Tiba, Jalur Puncak Bogor Macet ParahJalur Puncak Bogor macet parah di musim liburan Natal dan Tahun Baru 2020. Polres Bogor memberlakukan rekayasa lalu lintas sistem buka tutup serta contraflow di Tol Jagorawi untuk mengurai kemacetan. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)

2. Lihat saja, saking macetnya pengemudi tampak memilih keluar dari kendaraannya masing-masing. Hal ini lantaran macet parah sudah terjadi selama berjam-jam sejak pagi tadi

FOTO: Musim Libur Tiba, Jalur Puncak Bogor Macet ParahJalur Puncak Bogor macet parah di musim liburan Natal dan Tahun Baru 2020. Polres Bogor memberlakukan rekayasa lalu lintas sistem buka tutup serta contraflow di Tol Jagorawi untuk mengurai kemacetan. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)

3. Kemacetan parah di exit tol Puncak sudah terjadi sejak pukul 06.30 WIB

FOTO: Musim Libur Tiba, Jalur Puncak Bogor Macet Parah(Kemacetan di jalur Puncak Bogor) Twitter.com/@RadioElshinta/Ipung
Diposting oleh Ustadz Yachya Yusliha di 23.53 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Rabu, 18 Desember 2019

TUJUAN PIP


Sasaran Program Indonesia Pintar (PIP) Anak Usia 6-21 Tahun   10 Juni 2015  ← Back

Jakarta, Kemendikbud --- Sasaran Program Indonesia Pintar (PIP) adalah anak-anak berusia 6-21 tahun. Tujuannya untuk meningkatkan akses bagi mereka guna mendapatkan layanan pendidikan sampai tamat satuan pendidikan menengah dalam rangka mendukung pelaksanaan Pendidikan Menengah Universal/Rintisan Wajib Belajar 12 Tahun.

Selain itu, PIP bertujuan mencegah peserta didik dari kemungkinan putus sekolah (drop out) atau tidak melanjutkan pendidikan akibat kesulitan ekonomi. Program yang diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo pada akhir 2014 ini juga untuk menarik siswa putus sekolah atau tidak melanjutkan agar kembali mendapatkan layanan pendidikan di sekolah/Sanggar Kegiatan belajar (SKB)/Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)/Lembaga Kursus Pelatihan (LKP)/satuan pendidikan nonformal lainnya dan Balai Latihan Kerja (BLK).

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 12 Tahun 2015 tentang Program Indonesia Pintar Pasal 4, ada enam kriteria sasaran PIP. Pertama, siswa/anak dari keluarga pemegang Kartu Perlindungan Sosial/Kartu Keluarga Sejahtera (KPS/KKS). Kedua,  siswa/anak dari keluarga peserta Program Keluarga Harapan (PKH). Ketiga, siswa/anak yang berstatus yatim piatu/yatim/piatu dari panti sosial/panti asuhan. Keempat, siswa/anak yang tidak bersekolah (drop out) yang diharapkan kembali bersekolah. Kelima, siswa/anak yang terkena dampak ekonomi akibat bencana alam. Keenam, siswa dari keluarga miskin/rentan miskin yang terancam putus sekolah.

Pelaksana PIP, masih berdasarkan peraturan tersebut, adalah direktorat jenderal terkait, dinas pendidikan provinsi, dinas pendidikan kabupaten/kota, dan satuan pendidikan. Kemendikbud menyediakan Kartu Indonesia Pintar (KIP) berdasarkan Basis Data Terpadu (BDT) yang dikeluarkan oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). Sementara pembiayaan pencetakan KIP dibebankan kepada anggaran direktorat jenderal terkait sesuai dengan kuota nasional masing-masing.

Presiden Joko Widodo menerbitkan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Program Simpanan Keluarga Sejahtera, Program Indonesia Pintar, dan Program Indonesia Sehat untuk Membangun Keluarga Produktif pada 3 November 2014. Sejumlah kementerian mendapatkan instruksi khusus, salah satunya Kemendikbud. Untuk menjabarkan instruksi tersebut, Mendikbud Anies Baswedan kemudian menerbitkan Permendikbud tentang PIP. Permendikbud ini akan dijelaskan lebih rinci dalam peraturan direktur jenderal terkait. (Billy Antoro)



Diposting oleh Ustadz Yachya Yusliha di 13.24 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Senin, 16 Desember 2019

Hidup Ulfa yang Viral Dinikahi Syekh Puji, Makin Dewasa & Bergelimang Harta: Omset 300 Juta Perbulan

Hidup Ulfa yang Viral Dinikahi Syekh Puji, Makin Dewasa & Bergelimang Harta: Omset 300 Juta Perbulan


Hidup Ulfa yang Viral Dinikahi Syekh Puji, Makin Dewasa & Bergelimang Harta: Omset 300 Juta Perbulan

Hidup Ulfa yang Viral Dinikahi Syekh Puji, Makin Dewasa & Bergelimang Harta: Omset 300 Juta Perbulan 
SURYAMALANG.COM - Masih ingatkah dalam ingatan sosok Lutfiana Ulfa gadis 12 tahun yang dulu viral karena dinikahi oleh Syekh Puji di tahun 2008 silam? 

Sudah 11 tahun berlalu, kehidupan Lutfiana Ulfa sebagai istri Syekh Puji pun berubah drastis. 

Kini, Ulfa yang sudah berusia 23 tahun terlihat semakin dewasa dengan kehidupan rumah tangga penuh dengan gelimang harta.

Hidup Ulfa yang Viral Dinikahi Syekh Puji, Makin Dewasa & Bergelimang Harta: Omset 300 Juta Perbulan
Hidup Ulfa yang Viral Dinikahi Syekh Puji, Makin Dewasa & Bergelimang Harta: Omset 300 Juta Perbulan (Tribunnews.com)

Seiring berjalannya waktu, kini kabar tentang kehidupan Syekh Puji dan istrinya yang masih di bawah umur tersebut tak lagi dibicarakan.


Bak menghilang dari muka bumi, Syekh Puji dan istrinya kini justru menjalani hidup damai di luar mata tajam awak media.

Pujiono Cahyo Widianto atau yang dikenal sebagai Syekh Puji ini merupakan seorang pimpinan pondok pesantren Muftahul Jannah di Semarang, Jawa Tengah.

Namanya viral lantaran diketahui menikah dengan gadis berusia 12 tahun yang dijadikan sebagai istri keduanya.

Sejak saat itu Syekh Puji terus menjadi pembicaraan.

Syekh Puji menyebut menjadi suami anak di bawah umur sah-sah saja dan tidak melanggar hukum Islam.

Syekh Puji juga sempat heboh lantaran menyerahkan zakat di tahun 2008 hingga 1,3 miliar rupiah

Diposting oleh Ustadz Yachya Yusliha di 22.21 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Sabtu, 14 Desember 2019

Wanita di Cimahi Tewas Dibacok Pria Saat Pulang dari Gereja

Wanita di Cimahi Tewas Dibacok Pria Saat Pulang dari Gereja

Yudha Maulana - detikNews
Minggu, 15 Des 2019 14:08 WIB
(Foto: Yudha Maulana) Seorang wanita di Cimahi tewas usai dibacok pria yang diduga pacarnya 
(Foto: Yudha Maulana) Seorang wanita di Cimahi tewas usai dibacok pria yang diduga pacarnya
Cimahi - Dua orang jemaat Gereja Santo Immanuel diserang membabi buta oleh seorang pria di Kompleks Baros Indah, Cimahi Selatan, Kota Cimahi pada Sabtu (14/12/2019) sekitar pukul 22.30 WIB.

Yori Yance (29) salah seorang korban meninggal dunia pada insiden tersebut. Ia mendapatkan 12 sabetan dari pria yang diduga merupakan pacarnya.

Korban lainnya merupakan anak di bawah umur. Korban berinisial K (4), mendapatkan luka tusuk di perut bagian kiri dan saat ini dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Ketua RW 03 Tri, mengatakan kejadian ini berawal saat kedua korban baru pulang menunaikan ibadah di gereja. Terduga pelaku sudah menunggu kepulangan korban di dekat posko kamling di ujung Komplek Baros Indah.

Begitu turun dari mobil, korban langsung disergap pelaku dengan menggunakan senjata tajam berupa celurit. "Kebetulan di pos satpam itu sedang sepi. Pas dengar ada ribut-ribut, saya sama anak langsung turun mau cek kejadiannya," ujar Tri saat ditemui, Minggu (15/12/2019).

Ia melihat Yori sudah tergeletak bersimbah darah, sedangkan korban lainnya K juga tergeletak berlumuran darah.

"Pas saya datang Yori ini sudah tergeletak. Kalau anak tetangganya, itu udah posisi digendong bapaknya. Saya langsung bawa ke rumah sakit dua-duanya," katanya.

Pantauan wartawan pada Minggu (15/12/2019), garis polisi telah melintang di sekitar lokasi pembacokan. Terlihat ceceran tanah menutupi bercak darah.

Dari informasi yang dihimpun, jenazah korban tengah diautopsi di RS Sartika Asih. Sementara itu, pihak kepolisian masih enggan memberikan keterangan terkait kejadian ini
Diposting oleh Ustadz Yachya Yusliha di 23.52 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

Mengenai Saya

Foto saya
Ustadz Yachya Yusliha
Lihat profil lengkapku

Arsip Blog

  • ▼  2023 (1)
    • ▼  Januari (1)
      • ANGGOTA BARAYA KULTUM
  • ►  2021 (69)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (21)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (26)
    • ►  Januari (17)
  • ►  2020 (292)
    • ►  Desember (30)
    • ►  November (35)
    • ►  Oktober (49)
    • ►  September (18)
    • ►  Juli (4)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (46)
    • ►  April (57)
    • ►  Maret (14)
    • ►  Februari (11)
    • ►  Januari (27)
  • ►  2019 (114)
    • ►  Desember (14)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (4)
    • ►  Agustus (14)
    • ►  Juli (12)
    • ►  Juni (64)
    • ►  Mei (5)
  • ►  2018 (271)
    • ►  Desember (6)
    • ►  November (70)
    • ►  Oktober (30)
    • ►  September (16)
    • ►  Agustus (61)
    • ►  Juli (26)
    • ►  Juni (30)
    • ►  Mei (22)
    • ►  April (5)
    • ►  Januari (5)
  • ►  2017 (295)
    • ►  Desember (21)
    • ►  November (18)
    • ►  Oktober (36)
    • ►  September (59)
    • ►  Agustus (22)
    • ►  Juli (51)
    • ►  Juni (30)
    • ►  April (27)
    • ►  Maret (31)
Tema Sederhana. Diberdayakan oleh Blogger.