Minggu, 02 Juni 2019

Atasi Macet, Polisi Lakukan Kanalisasi di Pasar Limbangan Garut


Petugas lakukan kanalisasi di Pasar Limbangan Garut. (Foto: Hakim Ghani)

Garut - Polisi dan Dinas Perhubungan (Dishub) menambah personel yang berjaga di Pasar Limbangan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, untuk mengatasi kemacetan di kawasan tersebut.

Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna mengatakan kemacetan di kawasan Pasar Limbangan diakibatkan adanya aktivitas masyarakat serta angkutan umum yang kerap ngetem di wilayah itu.

"Kami tambah personel yang jaga di Pasar Limbangan. Tujuannya untuk mengantisipasi kemacetan yang timbul di kawasan tersebut," ujar Budi kepada wartawan di Pos PAM Limbangan, Jalan Raya Limbangan-Malangbong, Garut, Minggu (2/6/2019).

Baca juga: Macan Ali Kesultanan Cirebon Manjakan Pemudik dengan Alunan Gamelan

Pasar Limbangan, kata Budi, jadi salah satu penyebab kemacetan di kawasan jalur mudik selatan Garut. Banyak masyarakat yang berlalu-lalang di kawasan itu sehingga lajur kendaraan jadi lambat.

Budi mengatakan, petugas yang disiagakan akan mengarahkan masyarakat yang beraktivitas agar tidak mengganggu jalur kendaraan.

"Jadi yang nyeberang enggak sendiri-sendiri. Kita koordinir, apabila sudah banyak yang mau nyeberang baru kita seberangkan, supaya tidak terhambat arus lalinnya," katanya.

Foto: Hakim Ghani

Selain menambah personel, polisi juga melakukan kanalisasi di sepanjang Pasar Limbangan. Tujuannya agar para pengendara yang parkir di kawasan itu tak melebar ke jalan.

"Ada pembatas yang dipasang, supaya lalu lintas tidak terhambat," ujar Budi.

Dishub

rttmc.dephub.go.id

Ambulans Pemkab Ciamis Terguling Usai Antar Pasien ke Banyumas


Mobil ambulans milik Pemkab Ciamis terguling di Banyumas. (Foto: Istimewa)

Ciamis - Sebuah mobil ambulans milik Pemerintah Kabupaten Ciamis mengalami kecelakaan tunggal di daerah Lumbir, Kabupaten Banyumas, Minggu (2/5/2019). Mobil ambulans Puskesmas tersebut terguling karena menyerempet warung warga.

Mobil ambulans tersebut baru pulang setelah mengantar pasien kecelakaan ke Siagamedika Banyumas. Namun diduga sopir mengantuk hingga mengalami kecelakaan dan mobil terguling. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

"Ya benar mobil ambulans Puskesmas mengalami kecelakaan di Banyumas," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis Engkan Iskandar saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Minggu (2/5/2019) siang.

Baca juga: Jelang Puncak Arus Mudik, Polisi Ciamis Siaga di 6 Titik Kemacetan

Engkan menjelaskan berdasarkan laporan dari Kepala Puskesmas Lakbok, awalnya pada pukul 21.00 WIB ada korban kecelakaan lalu lintas di daerah Lakbok datang ke Puskesmas. Kondisi korban mengalami cedera kepala, pendarahan aktif dari hidung dan muntah darah.

Lalu petugas jaga Puskesmas merujuk pasien tersebut ke Rumah Sakit Umum Banjar menggunakan ambulans. Sesampainya di RSU Banjar, dokter bedah saraf di RSU Banjar sedang cuti. 

"Terus dari pihak rumah sakit Banjar menyuruh langsung saja ke Siagamedika Banyumas, sampai di sana sekitar pukul 2.30 WIB," jelas Engkan.

Baca juga: Sosok Ani Yudhoyono di Mata Sultan Kasepuhan Cirebon

Menurut Engkan, setelah mengantarkan pasien, ambulans langsung kembali ke Ciamis. Petugas sempat makan sahur terlebih dulu dan kembali melanjutkan perjalanan. Namun diduga sopir mengantuk, mobil hilang kendali dan menyerempet warung warga di daerah Lumbir, Banyumas, sampai terguling. 

"Dikarenakan mengantuk, mobil hilang kendali dan mengalami kecelakaan kira-kira jam 5 pagi. Tidak ada korban jiwa," katanya.

Menurut Engkan, saat ini mobil ambulans tersebut sedang dievakuasi dan akan segera dibawa pulang ke Ciamis.

Sabtu, 01 Juni 2019

PT KAI Tambah Dua Perjalanan KA Ciremai 2 Bandung-Semarang


Foto: Istimewa

Bandung - PT Kereta Api Indonesia menambah frekuensi perjalanan KA Ciremai 2 untuk relasi (Bandung - Semarang Tawang) sebaliknya. Langkah ini untuk memenuhi permintaan masyarakat khususnya masa angkutan mudik Lebaran 2019.

Peluncuran ini ditandai dengan perjalanan KA Ceremai dari Stasiun Bandung menuju Semarang Tawang, Sabtu (1/6/2019) sore. Penambahan perjalanan ini untuk KA 12988 (Bandung - Semarang Tawang) dan KA 12899 (Semarang Tawang - Bandung).

EVP Daop 2 Bandung Saridal mengatakan dengan adanya penambahan ini, total ada empat perajalanan KA Ciremai. Empat KA tersebut nantinya akan melayani perjalanan pada pagi dan sore setiap harinya.

"Sebelumnya sudah ada 2 KA untuk Bandung-Semarang Tawang. Sekarang tambah 2 lagi," kata Saridal kepada wartawan.

Ia menuturkan setiap rangkaian KA Ciremai 2 akan membawa 4 kereta eksekutif dan 4 kereta bisnis. Total 456 kursi yang tesedia dari KA Ceremai 2 tersebut.

"Bandung-Semarang Tawang ini menjadi salah satu favorit mudik. Jadi memang banyak peminatnya, kemarin saja okupansinya hampir 100 persen," ungkap dia.

Tiket KA Ciremai 2 sudah bisa dipesan sejak 24 Mei di aplikasi KAI Access, website KAI, dan seluruh channel penjualan KAI. Tarif KA Ciremai 2 sama seperti KA Ciremai eksisting dengan Tarif Batas Bawah (TBB) dan Tarif Batas Atas (TBA) yang telah ditetapkan.

Saridal berharap penambahan jadwal KA Ciremai ini mempermudah masyarakat yang ingin melakukan perjalanan dengan menggunakan kereta api. Pihaknya ingin mengakomodir masyarakat pengguna KA.

"Dengan adanya KA Ciremai 2 ini, semoga lebih banyak masyarakat yang dapat terlayani oleh KAI, dan dapat mudik menggunakan kereta api," ungkap dia.

"Kita juga berharap ini KA Ceremai 2 ini terus berlanjut tidak hanya saat mudik saja," ujar Saridal.


Ratusan Tenda Jemaah Iktikaf Berdiri di Masjid Habiburahman Bandung


Ratusan tenda berdiri di Masjid Habiburahman Bandung. Tenda didirikan oleh para jemaah selama menjalani iktikaf.

Bandung - Di tengah kesunyian malam, lantunan ayat suci Alquran mengalun indah di Masjid Raya Habiburahman, Kota Bandung, Sabtu (1/6/2019). Suasana tenang dan nyaman begitu terasa di masjid yang menjadi salah satu tempat iktikaf favorit di Kota Bandung. 

Ribuan jemaah selalu memadati area masjid, terutama saat memasuki 10 hari terakhir bulan suci Ramadhan. Di area masjid seluas kurang lebih 4.363 m2 itu jemaah kerap berkemah mendirikan tenda demi menjemput malam lailatul qadar.

Foto: Mochamad Solehudin


Saat, mencoba melihat secara langsung kegiatan yang berlangsung di masjid tersebut, sejumlah jemaah terlihat sibuk menghabiskan malam dengan membaca ayat suci Alquran dan sebagian lagi memilih beristirahat sebelum bersiap untuk salat malam. 

Tampak tenda warna-warni milik jemaah telah banyak berdiri di area pelataran masjid. Ada juga jemaah yang tidur beralaskan tikar atau karpet lengkap dengan bantal dan selimut. Sementara di bagian luar masjid, terlihat para pedagang makanan dan lainnya sibuk menjajakan dagangannya. 

Ketua Harian DKM Masjid Habiburahman Indra Wirasenjaya menuturkan iktikaf di Masjid Habiburahman memang selalu dipadati oleh ribuan jemaah. Hampir setiap tahun jemaah yang datang dan berkemah di masjid tersebut selalu bertambah. 

Pada Ramadhan tahun ini saja, kata dia, kurang lebih ada 300 tenda yang didirikan. Tenda-tenda tersebut didirikan oleh jemaah yang sengaja datang untuk memaksimalkan waktu beribadah pada 10 hari terakhir Ramadhan. 

"Kalau pasang tenda sekarang ini ada sekitar 300 lebih. Ini jumlahnya lebih banyak dari tahun kemarin," kata Indra saat ditemui di lokasi. 

Foto: Mochamad Solehudin

Menurutnya jemaah yang datang tidak hanya berasal dari Kota Bandung saja. Tapi juga dari daerah-daerah lain bahkan dari luar Pulau Jawa, seperti dari Maluku, Sumatera dan daerah lainnya. 

Dia menuturkan, kegiatan iktikaf di Masjid Habiburahman ini sudah berlangsung belasan tahun. Berbagai kegiatan Ramadhan dengan konsep ibadah penuh, seperti Salat Tarawih satu juz bacaan Alquran dan dua sampai tiga juz untuk salat malam. Selain itu juga ada kajian atau ceramah keagamaan.

Kegiatan itu ternyata mendapat respon positif dari masyarakat. Setiap tahun jumlah jamaah yang datang selalu bertambah. Akhirnya pihak panitia memberi kesempatan kepada jemaah untuk mendirikan tenda. "Dan tahun 2010 makin banyak dan semakin booming," ucapnya. 

Saat ini, kata dia, Masjid Habiburahman sering dikenal sebagai salah satu tempat wisata religi di Kota Bandung. Bahkan beberapa pejabat di Jabar juga sempat mengikuti kegiatan iktikaf seperti mantan Gubenur Jabar Ahmad Heryawan dan Wali Kota Bandung Oded M Danial. 

"Kalau Pak Ridwan Kamil tahun sekarang belum ke sini. Mudah-mudahan ke depan," katanya. 

Dia menambahkan, iktikaf di Masjid Habiburahman juga diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan dari magrib sampai subuh. Setelah santap sahur para jemaah mengikuti salat berjemaah disusul kajian. Pagi harinya, waktu duha belajar tahsin. Saat zuhur ada kajian tematik dilanjutkan pelajaran ilmu hadis setelah Salat Asar. 

"Magrib buka bersama, setelah isya ada ceramah dilanjutkan tarawih satu juz sampai jam 9 malam. Jam 10-12 malam lampu dimatikan untuk memberi waktu istirahat. Terus bangun untuk qiyamul lail dari pukul setengah 12 malam atau jam satu sampai 3.30 pagi," ucapnya. 

Untuk memudahkan para jemaah, pihaknya juga menyiapkan berbagai fasilitas. Mulai dari katering hingga jasa cuci pakaian. "Kita juga siapkan tenaga medis. Kebetulan kan ini masjidnya PT DI (Dirgantara Indonesia). Di PT DI ada poliklinik. Jadi kita di back up juga," ucapnya. 

Foto: Mochamad Solehudin

Salah seorang jemaah Denis (25) mengaku sengaja datang ke Masjid Habiburahman untuk mengikuti iktikaf. Meski tidak mendirikan tenda, tapi dia selalu ikut salat malam dan beberapa kegiatan keagamaan lainnya di masjid tersebut. 

"Saya kebetulan tidak mendirikan tenda, tapi saya suka datang ke sini," katanya. 

Dia mengaku senang ikut kegiatan di Masjid Habiburahman terutama untuk mengikuti qiyamul lail. Dia bahkan bisa khatam Alquran dalam 10 hari selama mengikuti kegiatan keagamaan tersebut

YD1JNI

Jelang Lebaran, Penumpang Lokal di Stasiun Padalarang Naik 2 Kali Lipat


Foto: Rengga Sancaya


Bandung Barat - Jelang Hari Raya Idul Fitri 1440 H, jumlah penumpang di Stasiun Padalarang, Kabupaten Bandung Barat melonjak tajam. Peningkatan jumlah penumpang ini naik hingga 100 persen sejak 26 Mei 2019 lalu.

Kepala Stasiun Padalarang Erwin Kurniawan mengatakan sejauh ini penumpang merupakan warga lokal yang melakukan perjalanan pendek. Pasalnya, tidak ada rute jarak jauh lintas provinsi di stasiun tersebut.

"Hanya lokalan saja, kebanyakan tujuannya ke Bandung, Cicalengka, Purwakarta dan Cibatu, Garut, kita berangkatkan dengan 20 pemberangkayan dari pukul 05.25 hingga 00.35," kata Erwin saat ditemui di ruangan kerjanya, Sabtu (1/6/2019).


Di luar Ramadhan, stasiun kereta ini memberangkatkan 2.000 penumpang per hari. Namun mendekati perayaan hari raya jumlah penumpang melonjak hingga 4.000 penumpang per hari. "Tujuannya itu mungkin untuk belanja ke Bandung, untuk persiapan lebaran, hal ini rutin terjadi setiap tahun," ucapnya.

Kendati demikian, ia tak memungkiri ada segelintir pemudik yang naik dari Stasiun Padalarang. Pemudik itu biasanya turun di Stasiun Cimahi, Kota Bandung atau pun Kiaracondong untuk melanjutkan perjalanan dengan kereta yang lainnya.

Erwin mengatakan, lonjakan penumpang biasanya kembali terjadi pada H+2 lebaran. Ketika itu penumpang memanfaatkan momen tersebut untuk berlibur. Pada momen itu, jumlah penumpang bisa mencapai 6.000 orang perhari.

"Kalau sekarang sih jumlah penumpang yang datang dan pergi seimbang, misal 2.000 orang berangkat pada pagi hari, sore harinya juga jumlahnya sama 2.000," katanya.

YD1JNI

Polres Sukabumi Gelar Simulasi Evakuasi di Pusat Perbelanjaan


Foto: Syahdan Alamsyah

Sukabumi - Polres Sukabumi menggelar simulasi evakuasi darurat di sejumlah titik pusat belanja di Jalan Ahmad Yani, Kota Sukabumi, Sabtu (1/6/2019).

"Kita fokuskan di jalan yang memang ramai khususnya di lokasi perniagaan, membiasakan para pelaku usaha, pengunjung sampai tukang parkir mengerti ketika mendengar suara ambulans, kendaraan pemadam dan patroli polisi bagaimana dan apa yang mereka lakukan," kata Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo, Sabtu (1/5/2019).

Susatyo mencontohkan, ketika terjadi kebakaran di lokasi yang padat pengunjung dan kendaraan. Polisi, ambulans dan pemadam kebakaran adalah kendaraan yang harus mendapat prioritas utama mendapatkan akses ke lokasi kejadian.

Anggota patroli lalu lintas dibantu Dinas Perhubungan yang bersiaga di jalan raya bergerak membuka akses jalan.

"Personel yang di jalan raya otomatis melakukan rekayasa lalu lintas, membuka jalan, tidak hanya kepolisian atau Dishub tapi tukang parkir juga kita berikan pengertian apa yang harus dilakukan ketika ada kejadian darurat misalkan kebakaran," jelas Susatyo.

Simulasi tersebut telah digelar selama dua hari dan akan dilakukan setiap 3 jam sekali.

"Utamakan jangan panik, hubungi petugas kepolisian terdekat. Seluruh anggota kepolisian kita sebar, ada Pos Pam terdekat silahkan laporkan. Nanti anggota gabungan akan melakukan penanganan," tandas dia.