Sabtu, 01 Juni 2019

Jelang Lebaran, Penumpang Lokal di Stasiun Padalarang Naik 2 Kali Lipat


Foto: Rengga Sancaya


Bandung Barat - Jelang Hari Raya Idul Fitri 1440 H, jumlah penumpang di Stasiun Padalarang, Kabupaten Bandung Barat melonjak tajam. Peningkatan jumlah penumpang ini naik hingga 100 persen sejak 26 Mei 2019 lalu.

Kepala Stasiun Padalarang Erwin Kurniawan mengatakan sejauh ini penumpang merupakan warga lokal yang melakukan perjalanan pendek. Pasalnya, tidak ada rute jarak jauh lintas provinsi di stasiun tersebut.

"Hanya lokalan saja, kebanyakan tujuannya ke Bandung, Cicalengka, Purwakarta dan Cibatu, Garut, kita berangkatkan dengan 20 pemberangkayan dari pukul 05.25 hingga 00.35," kata Erwin saat ditemui di ruangan kerjanya, Sabtu (1/6/2019).


Di luar Ramadhan, stasiun kereta ini memberangkatkan 2.000 penumpang per hari. Namun mendekati perayaan hari raya jumlah penumpang melonjak hingga 4.000 penumpang per hari. "Tujuannya itu mungkin untuk belanja ke Bandung, untuk persiapan lebaran, hal ini rutin terjadi setiap tahun," ucapnya.

Kendati demikian, ia tak memungkiri ada segelintir pemudik yang naik dari Stasiun Padalarang. Pemudik itu biasanya turun di Stasiun Cimahi, Kota Bandung atau pun Kiaracondong untuk melanjutkan perjalanan dengan kereta yang lainnya.

Erwin mengatakan, lonjakan penumpang biasanya kembali terjadi pada H+2 lebaran. Ketika itu penumpang memanfaatkan momen tersebut untuk berlibur. Pada momen itu, jumlah penumpang bisa mencapai 6.000 orang perhari.

"Kalau sekarang sih jumlah penumpang yang datang dan pergi seimbang, misal 2.000 orang berangkat pada pagi hari, sore harinya juga jumlahnya sama 2.000," katanya.

YD1JNI

Polres Sukabumi Gelar Simulasi Evakuasi di Pusat Perbelanjaan


Foto: Syahdan Alamsyah

Sukabumi - Polres Sukabumi menggelar simulasi evakuasi darurat di sejumlah titik pusat belanja di Jalan Ahmad Yani, Kota Sukabumi, Sabtu (1/6/2019).

"Kita fokuskan di jalan yang memang ramai khususnya di lokasi perniagaan, membiasakan para pelaku usaha, pengunjung sampai tukang parkir mengerti ketika mendengar suara ambulans, kendaraan pemadam dan patroli polisi bagaimana dan apa yang mereka lakukan," kata Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo, Sabtu (1/5/2019).

Susatyo mencontohkan, ketika terjadi kebakaran di lokasi yang padat pengunjung dan kendaraan. Polisi, ambulans dan pemadam kebakaran adalah kendaraan yang harus mendapat prioritas utama mendapatkan akses ke lokasi kejadian.

Anggota patroli lalu lintas dibantu Dinas Perhubungan yang bersiaga di jalan raya bergerak membuka akses jalan.

"Personel yang di jalan raya otomatis melakukan rekayasa lalu lintas, membuka jalan, tidak hanya kepolisian atau Dishub tapi tukang parkir juga kita berikan pengertian apa yang harus dilakukan ketika ada kejadian darurat misalkan kebakaran," jelas Susatyo.

Simulasi tersebut telah digelar selama dua hari dan akan dilakukan setiap 3 jam sekali.

"Utamakan jangan panik, hubungi petugas kepolisian terdekat. Seluruh anggota kepolisian kita sebar, ada Pos Pam terdekat silahkan laporkan. Nanti anggota gabungan akan melakukan penanganan," tandas dia.


Jumat, 31 Mei 2019

Sabtu 01 Juni 2019, 11:08 WIB Ani Yudhoyono Meninggal Dunia



Foto: Instagram @annisayudhoyono

FOKUS BERITA:Ani Yudhoyono Wafat



Jakarta - Kabar duka menyelimuti Tanah Air. Istri presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ani Yudhoyono, meninggal dunia.

Kabar itu disampaikan politikus Demokrat, Andi Arief. Ani mengembuskan napas terakhir di National University Hospital (NUH), Singapura.

"Innalillahi wainnailaihi rojiun. Telah meninggal dunia Ibu Ani pada pukul 11.50 waktu Singapura. Semoga almarhumah husnul khotimah," tulis Andi Arief lewat akun Twitter-nya seperti dilihat hari, Sabtu (1/6/2019).

Ani Yudhoyono telah menjalani perawatan penyakit kanker darah yang dideritanya sejak Februari lalu di National University Hospital Singapura. 


Jalur Nagreg Macet Pagi Ini, Kendaraan Arah Tasik Dialihkan ke Garut



Foto: Wisma Putra



Kabupaten Bandung - Arus lalu lintas di Jalur Selatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat mulai mengalami kepadatan. Satlantas Polres Bandung langsung melakukan pengalihan arus lalu lintas. 

Pantauan detikcom, Sabtu (1/6/2019) terjadi pelambatan arus lalu lintas dari arah Bandung menuju Garut dan Tasikmalaya. Kendaraan yang mengarah ke Tasikmalaya dialihkan ke Garut Kota lalu ke Singaparna.

Kasatlantas Polres Bandung AKP Hasby Ristama mengatakan, pengalihan arus lalu lintas ini dilakukan atas permintaan Polres Garut karena di wilayah Pasar Limbangan terjadi kepadatan arus lalu lintas.

"Setiap paginya kita sudah melaksanakan protab bersama Polres Garut jadi di Simpang Cagak itu sendiri pada Pukul 06.30 kita sudah mengalihkan arus yang semula bisa ke Tasikmalaya kita arahkan dahulu ke Kota Garut, mengapa karena di Limbangan cukup padat, sehingga kita harus membagi arus ke Kadungora," kata Hasby di Pos Pelayanan Mudik Cikaledong.

Hasby mengimbau, kepada masyarakat agar lebih bersabar. Pengalihan arus lalu lintas ini dilakukan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan.

"Kami mengimbau kepada masyarakat agar lebih paham dengan situasi seperti ini dari Pukul 06.300-08.00 WIB kita lakukan pembagian arus sampai situasional di Pasar Limbangan aman," ungkapnya.

Menurutnya dibandingkan sejak H-5 sudah terjadi kenaikan. "Hari kemarin 65 ribu kendaraan, sekarang sudah 70 ribu kendaraan," jelasnya.

Pengalihan arus lalu lintas ini dilakukan agar arus lalu lintas kembali normal dan lancar.

"Pengalihan arus ini karena banyak yang mengantre menuju Limbangan. Arah Tasikmalaya dibuka hanya untuk kendaraan bus, angkutan, kendaraan pribadi dan sepeda motor," pungkasnya.(YD1JNI)


Puncak Arus Mudik Jalur Padalarang Diprediksi Hari Ini


Foto: Yudha Maulana

Cimahi - Puncak arus mudik di Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat (KBB) diprediksi akan terjadi hari ini, Sabtu (1/5/2019).

Kasatlantas Polres Cimahi AKP Suharto mengatakan kendaraan yang melintas didominasi oleh kendaraan roda dua.

Jalur Cimahi I (Padalarang, KBB) dan jalur Cimahi II (Kota Cimahi) dikatakan Suharto merupakan satu-satunya jalur arteri bagi sepeda motor dari arah barat menuju jalur selatan. 

Sementara pengguna kendaraan roda empat, ujar Suharto, cenderung memilih lewat tol dan keluar di Tol Cileunyi daripada melalui jalur arteri.

"Untuk situasi di jalur arteri kita sudah antisipasi, karena kendaraan roda dua dari arah Sumatera, Banten, Jakarta, Bekasi dan Bogor akan melintas ke jalur ini untuk pergi ke selatan, baik ke Garut, Tasikmalaya, Ciamis," katanya saat ditemui detikcom, Jumat (31/5/2019) malam.

Suharto mengatakan, jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor terus meningkat sejak Kamis (30/5/2019) lalu. "Pengguna roda dua terus meningkat, personel kami siaga di pertigaan dan perempatan serta di Pospam untuk mengurai kepadatan," katanya.

Sementara itu, terkait dampak one way dari arah Jakarta menuju Cirebon, Suharto mengatakan belum ada imbas yang signifikan. "Karena jumlah kendaraan dari arah Cileunyi menuju Jakarta minim dibanding arah sebaliknya," ungkapnya.

"Jadi kalau kita lihat dari H-7 sampai H-6 itu telah ada 6.619 pemudik. Jumlah itu turun 13 persen kalau dibandingkan dengan tahun lalu sebesar 7.629 pemudik," ucapnya. 

Dia memprediksi penurunan jumlah pemudik karena banyak digelar program mudik gratis dalam beberapa hari terakhir. Selain itu juga dia melihat belum semua pegawai terutama PNS telah memasuki masa libur. 

"Karena besok PNS kan masih haru mengikuti Upacara (Hari Kelahiran Pancasila)," ucapnya. 

Meski mengalami penurunan dalam dua hari terakhir ini, dia tetap memprediksi akan tejadi kenaikan jumlah pemudik mencapai 5 persen di Terminal Cicaheum. Pihaknya memperkirakan lonjakan pemudik baru akan terjadi pada Sabtu (1/5) sore atau pada H-4 besok.

"Ini baru dua hari (jadi kita lihat saja)," ujarnya.


YD1JNI

H-5 Lebaran, Jalur Padalarang-Cimahi Ramai Lancar

H-5 Lebaran, Jalur Padalarang-Cimahi Ramai Lancar


Jalur Padalarang. (Foto: Yudha Maulana)



Bandung Barat - Jalur mudik di wilayah Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi terpantau ramai lancar pada Jumat (31/5/2019) malam atau H-5 Lebaran.

Pantauan di Padalarang hingga Cimareme, tak ada penyumbatan lalu lintas baik ke arah Bandung mau pun yang mengarah ke Cianjur. Sudah mulai terlihat pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua melintas di jalur tersebut. Hal itu terlihat dari pelat nomor kendaraan luar Bandung Raya yang rata-rata plat Z dan pelat B.

Salah satunya Ray Lesmana (27), pemudik asal Kota Bekasi, yang berencana pulang ke kampung halamannya di Singaparna, Tasikmalaya. Ia bersama ketiga kerabatnya 'konvoi' dan baru berangkat dari perantauannya sejak pukul 4 sore.

"Alhamdulillah jalur dari Bekasi, Karawang, Purwakarta, Cikalong Wetan hingga Padalarang lancar jaya, tak ada kemacetan," kata Ray saat ditemui di Cimareme, Padalarang.

Begitu pun dengan Asep (47), pemudik dari Kalideres, Jakarta. Ia mudik bersama kedua anaknya menumpang sepeda motor matic. Ia mengaku baru berangkat dari Kalideres pukul 16.00 WIB.

"Kalau istri naik bus duluan, kalau saya sama anak pakai motor, ya sambil jalan-jalan saja," ujarnya saat ditemui di Ngamprah.

Paposyan II Polres Cimahi Ipda Rony Sukmana mengatakan belum ada kepadatan yang berarti di jalur II Cimahi. "Suasana di Cimahi ramai lancar, belum ada kepadatan," katanya. YD1JNI


Penampakan 3 Kendaraan Terbakar yang Tewaskan 4 Pemudik di Subang

Penampakan 3 Kendaraan Terbakar yang Tewaskan 4 Pemudik di Subang


Dian Firmansyah - 

Mobil dan motor terbakar akibat tabrakan beruntun di Subang. (Foto: istimewa)

Subang - Kecelakaan maut melibatkan tiga kendaraan menewaskan empat pemudik di jalur Pantura Jakarta-Cirebon atau depan Rumah Makan Luwes, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Jumat (31/5/2019). Tabrakan beruntun ini melibatkan satu mobil dan dua sepeda motor.

Berdasarkan foto yang diperoleh detikcom, tiga kendaraan tersebut ludes terbakar. Tiga kendaraan terlibat kecelakaan terdiri minibus Toyota Avanza nopol B 111 SZA, sepeda motor Honda Verza nopol B 4061 FJY dan sepeda motor Yamaha Nmax nopol B 6162 WOQ.

Baca juga: 3 Kendaraan Terbakar Akibat Tabrakan di Subang, 4 Pemudik Tewas

Korban tewas terdiri pengemudi dan penumpang mobil serta dua pengemudi sepeda motor. Kanit Laka Satlantas Polres Subang Iptu Zaenudin menjelaskan selain empat orang tewas, kecelakaan ini mengakibatkan dua orang luka berat.

"Mobil Avanza berpenumpang tiga orang melaju dari arah Cirebon ke Jakarta, saat di tempat kejadian, mobil itu mengalami pecah ban bagian kanan belakang kemudian oleng ke kanan hingga melewati median jalan trotoar," kata Kanit Laka Satlantas Polres Subang Iptu Zaenudin via telepon.

Mobil dan motor terbakar akibat tabrakan beruntun di Subang. (Foto: istimewa)

Dihubungi terpisah, Kabidhumas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan minibus yang oleng itu masuk ke jalur lambat arah Jakarta-Cirebon. Lalu, sambung dia, bagian belakang minibus tertabrak motor nopol B 4061 FJY dan bagian pintu samping kiri tertabrak motor nopol B 6162 WOQ. Dua motor itu dari arah Jakarta-Cirebon.

"Akibat lakalantas itu minibus dan kedua motor rusak terbakar. Empat orang meninggal dunia. Mereka pemudik," kata Truno.

Pasca kecelakaan, korban tewas dan luka diboyong ke RS Centra Medika, Cikalong Karawang. Sedangkan bangkai kendaraan dievakuasi ke Polsek Patok Beusi.